Zeevania Elvareta Anjani
gadis berusia 23 tahun yang hidupnya sederhana.Dia hidup sebatang kara karena orang tuanya sudah tiada.Vania merupakan gadis yang mandiri , baik hati, ramah dan Lembut.Dia tinggal disebuah apartemen sendiri. Kini dia magang disebuah perusahaan ternama Daniswara group.Dia tidak peduli dan mengabaikan tatapn bossnya yang ingin mengenalnya.
Rendra Arsenio Daniswara
CEO Daniswara group dan Pewaris sekaligus putera tunggal dari pasangan Damian Daniswara dan Shella Aryani.
Status Rendra adalah duda dengan satu orang anak laki laki berusia 5 tahun dia sekarang berusia 30 tahun.
Nama putera Rendra adalah Reno Daniswara dan istrinya telah meninggal ketika melahirkan Reno.Saat ini dia enggan menikah lagi karena dia fokus pada puteranya juga perusahaan yang dia pimpin saat ini.
Hingga pertemuan nya dengan seorang gadis diperusahaannya yang bekerja sebagai sekertarisnya membuatnya ingin selalu bertatap muka dengan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Selesai sarapan mereka pun pindah duduk diruang tamu.Sementara Vania memilih membereskan piring kotor lalu membawanya kedapur.Sasa kini tengah duduk disamping Rendra hal itu membuat Rendra muak.
"Duduklah yang benar Sasa aku muak dengan tingkah manjamu itu," bentak Rendra lalu menepis tangan Sasa
Reno kini tengah duduk bersama mommy Shella dan juga Daddy Damian.Sementara Sasa terkejut dengan sikap Rendra yang kini membentaknya.Didapur pelayan pun menghampiri Vania dan mengantikan tugasnya.
"Nona biar saya saja yang mencuci piringnya," ucap Pelayan
Vania pun mengangguk dan dia pun segera berbalik dan berjalan menuju keruang tamu.
Sasa menatap sinis kearah Vania namun Vania pun mengacuhkannya hal itu membuat sasa geram.
"Vania sayang kemarilah duduk disebelah kiriku," ujar Rendra
"Iya Rendra," balas Vania tersenyum manis
Vania pun langsung berjalan dan duduk disebelah kiri Rendra.Rendra pun mengecup puncak kepala Vania dengan lembut.Sontak hal itu membuat Sasa semakin panas dan juga cemburu.
"Apa apan ini Rendra kenapa kamu memanggil gadis rendahan itu dengan sebutan Sayang hah?" tanya Sasa dengqn penuh emosi
"Daddy sebaiknya bawa Reno keteras," ucap Mommy Shella
Daddy pun mengangguk lalu dia mengendong Reno cucunya dan membawanya ke teras samping.Rendra pun memgeraskan rahangnya mendengar ucapan Sasa yang menghina Vania.
"Sasa cukup jangan menghina Vania dengan mulut hinamu itu.Ingat ya Vania adalah kekasihku sekaligus calon istriku," bentak Rendra dengan emosi mengebu gebu
Sasa pun terbelalak sekaligus terkejut mendengar pengakuan dari Rendra.Dia pun langsung menatap tajam kearah Vania dan hendak menghampiri Vania namunRendra dengan sigap menghalanginya.
"Sedikit saja kamu menyenruh Vania kupastikan kamu akan hancur Sasa dan aku mrmbatalkan pertunangan kita," ucap Rendra dengan tegas
Sasa menoleh kearah Mommy Shella dengan tatapan memelasnya.Dia pun berjalan menghampirinya dan memegang tangan mommy Shella.
"Tante Sasa mohon jangan biarkan gadis rendahan itu merebut Rendra dari Sasa tante," ujar Sasa sambil pura pura menangis
"Cukup Sasa kamu sudah dengar apa yang Rendra bilang bukan dan kamu apakah kamu diajarkan orang tuamu umtuk menghina orang lain hah," ucap Mommy Shella dengan nada tinggi
"Walaupun dia gadis biasa namun dia tidak manja sepertimu yang hanya bisa menghabiskan uang hanya untuk belanja belanja dan belanja," sindir Mommy Shella sambil menatapnya tajam
"Sebaiknya kamu pulang Sasa," usir Mommy Shella
Sasa pun berbalik dan menatap sinis Vania sekilas lalu berjalan meninggalkan mereka. Dia berjalan keluar dari mansion milik Rendra demgan penuh emosi.Sementara Rendra kini tengah memeluk Vania dari samping yang masih merasa ketakutan dan kaget.Mereka bertiga pun kembali duduk disofa dengan raut wajah lega namun tidak dengan Vania.
"Sayang aku janji akan melindungi kamu dari sasa," ucap Rendra dengan serius
"Iya Rendra," jawab Vania singkat
"Vania kamu jangan dengarkan ucapan Sasa tadi ya dan kamu jangan sedih lagi nak," tegur Mommy Shella
"Terimakasih tante," balas Vania sambil tersenyum tipis
Daddy Damian pun kembali sambil mengendong cucunya Reno dan langsung menghampiri keluarganya diruang tamu.Dia duduk disebelah Mommy Shella dan Reno pun menatap Vania dengan tatapan bingungnya.
"Mommy Cantik kenapa kok sedih?" tanya Reno dengan muka polosnya
"Mommy tidak papa sayang," jawab Vania dengan lembut
"Kakek aku turunkan aku," pinta Reno pada sang kakek
Dadsy Damian pun memurunkan cucunya itu dan Reno berjalan menghampiri mommy cantiknya.Dia langsung duduk diantara Vania dan Rendra.Reno pun langsung memeluk Vania dan Vania pun langsung membalas pelukannya.Dia mendaratkan ciuman dikepala Renp dengan lembut.Sontak membuat semua orang pun menyunggingkan senyum kecilnya melihat keduanya.
tbc