Aku menikahi seorang pria yang sangat ku cintai.
namun sejak malam pertama kami hingga dua tahun pernikahan kami, Suamiku tak pernah menyentuhku dengan berbagai alasan.
aku merasa hina, tak berati dan sakit hati.
Hingga suatu hari terbukalah sebuah kenyataan yang membuat ku shock, hancur dan terluka, suamiku ternyata .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamat
Marsela merasa kepalanya sakit sekali dan wajahnya berdenyut sakit.
ia membuka matanya dan melihat Steve sedang mengobati wajahnya, ia mengoleskan sesuatu pada wajah Marsela, terasa dingin dan sejuk
"Mau apa kau???"
"Tenang lah, aku hanya mengoleskan obat untuk luka lembab mu.
Marsela, Marsela, sudah tahu kau terikat, buat apa kau memancing kemarahan Raffa???
jika aku tak kembali mungkin ia sudah mencekik mu" desah Steve tak membuat marsela berterima kasih, ia hanya memandang Steve dengan pandangan mencibir
"Aku disini hanya karena Raffa"
"Aku tak tahu apa yang menarik dari Raffa" cibir Marsela membuat Steve tertawa
"Sebelum kau tahu Raffa tak menyukai wanita, apa yang kau suka dari Raffa?? mungkin itu juga alasanku menyukainya" balasan Steven membuat Marsela diam
"Lepaskan aku please"
"Aku tak mempunyai wewenang melepaskan mu.
ku juga sebenarnya tak mau ada disini, tapi ini demi masa depan aku dan Raffa
"Dengan menghancurkan aku???
kalian akan di penjara, aku pastikan itu" ucap Marsela memgepalkan tangannya, berharap Steve akan goyah
"Hahaha siapa yang bilang kami akan menghancurkan mu??? apa yang kau derita saat ini di luar dari rencana kami. Maafkan Raffa ya??
Dia hanya belum dewasa" ucap Steve seolah sedang membahas hal kecil.
Marsela muak
"Jangan membuatku tertawa, kalian sama saja"
"Terserah, lekas makan dan minum obatmu, sayang sekali wajahmu yang cantik rusak nanti" ucap Steve , Marsela langsung menepis tangan Steve yang menyentuh wajahnya
"Galak sekali hahaha" Steve Lalau keluar dan kembali mengunci pintu kamar tersebut.
rencana mereka gagal hari ini karena ulah Raffa.
Dua hari sudah Marsela di sekap oleh Steve dan Raffa,
Marsela seperti Tanahan, ia berusaha mencari cara untuk kabur, namun tak berhasil.
walau kini ia sudah tak di ikat oleh Raffa, namun kamar itu terkunci dengan jendera berjeruji.
jika melihat lokasinya, Marsela yakin mereka di sebuah vila di daerah Jawa barat. tepatnya Marsela tak tahu.
Tapi vila ini memang terpencil dan jauh dari pemukiman warga, seperti perkataan Steve, tak akan ada orang yang akan mendengar.
Marsela mulai putus asa dan merutuki kebodohannya.
ia berharap Mitha bisa kembali dan mencarinya, sayangnya saudarinya itu baru pergi ke luar negeri. tak ada harapan.
ponsel nya juga berada di tas dan tasnya ada dalam mobil, Marsela hanya berharap ada orang yang menemukan kejanggalan dan melaporkan dirinya hilang.
Tidak seperti malam kemarin, sore itu Raffa dan Steve pergi. Marsela terbaring tak berdaya, di ikat kaki dan tangannya.
ia melontarkan sumpah serapah pada Steve dan Raffa namun keduanya hanya diam seolah tak mendengar. tak lama terdengar suara deru mobil menjauh.
"Raffa binatang, lepasin gue" teriak Marsela lalu menangis. karena lelah memberontak berusaha kabur, akhirnya ia tertidur.
ia tak tahu berapa lama sudah ia tertidur, saat terbangun ia kaget bukan main melihat Raffa dan Steve sedang memadu kasih di depannya.
Marsela mengumpan dan mual melihat perbuatan mereka.
Rupanya mereka keluar untuk membeli sesuatu.
Steve mendekati Marsela dan memaksa Marsela meminumnya, Marsela berontak menolak, namun sebagian air yang di berikan Steve terminum olehnya.
Steve membuka pakaian marsela
"Jangan, aku mohon, Raffa kau tak suka wanita kan??? aku mohon lepaskan aku" ucap Marsela menangis.
ia ketakutan tengah mati, tak tahu apa yang akan di lakukan dua binatang itu padanya, yang jelas ia tahu bahwa mereka akan berbuat yang mengerikan padanya.
Steve dan Raffa kembali berciuman, Sementara Marsela menggigil ketakutan.
terlintas dalam otaknya maksud dia di culik.
Marsela bisa meraba tujuan dari Raffa menculiknya
"Steve lepaskan aku, tolong" ucap Marsela memohon.
Namun Steve gelap mata, ia memang menyukai pria tapi juga ia suka wanita dan tubuh Marsela membuatnya bergairah.
Ia menarik penutup dada Marsela hingga terbuka.
Marsela menjerit ketakutan.
"Bajingan kalian lepaskan aku"
Steve langsung meremas bukit kembar Marsela membuat Marsela sangat marah, ia berusaha menendang, tapi kakinya terikat.
Raffa yang cemburu langsung menarik Steve mereka berciuman. namun saat keduanya tengah di mabuk hasrat tiba-tiba
Bruk braaaaakkkk
Pintu kamar terbuka dan masuklah seorang pria yang Marsela kenal
"Tolooong" teriak Marsela lirih karena ia sudah dalam pengaruh obat
"Bajingan kalian,"
Jonathan menerjang dan menendang Steve dan Raffa yang tanpa busana. menghadiahkan mereka bogem mentah
Namun Jonathan langsung sadar, ia segera mengambil bed cover dan menutupi tubuh Marsela.
Tepat setelah itu beberapa orang masuk.
"Habisi mereka, patahkan tangan dan kaki mereka karena menyentuh wanitaku" ucap Jonathan murka.
Ia melepas ikatan tangan dan kaki Marsela.
raut wajahnya terlihat sangat muram.
Setelah jonathan membawanya dalam gendongannya.
Jonathan menatap dingin Steve dan Raffa yang dipukuli oleh anak buahnya tanpa ampun.
teriakan kesakitan dan juga jerit ampun terdengar namun Jonathan tetap berwajah datar.
"Bajingan seperti kalian tak layak menyentuh wanita secantik Sela. Buat keduanya tak akan pernah lagi bisa berhubungan intim" ucap Jonatahan lalu meninggalkan tempat itu menuju mobilnya
Jonathan meletakkan Marsela di kursi penumpang, namun melihat tubuhnya yang lemah, ia urung, Jonatahan memangku Marsela seperti Marsela adalah anak kecil.
"Mereka kejam sekali, wajah wanita ini...." Derek tak tega melihat luka lembab dan jika kening Marsela yang lembab biru
"Sial, aku masih belum puas sampai melihat mereka mati!!!!!" ucap Jonathan ingin meletakkan Marsela, namun wanita itu menggeliat dan menangis sambil memeluk Jonathan
"Mister tolong aku, ini menyiksaku" ucap Marsela lirih
"Kau tak bisa meninggalkannya atau dia memperkosaku.
biarkan anak buah kita yang memberikan mereka pelajaran.
percayalah, mereka akan merasakan lebih baik mati" ucap derek yang di angguki oleh Jonatahan
"Beri mereka pelajaran yang tak pernah mereka lupakan" ucap Jonathan. Derek mengangguk.
"Ayo pergi, cari vila dekat tempat ini" ucap Jonatahan. Sang supir mengangguk Lalau menjalankan mobilnya, sepuluh menit kemudian mereka mendapatkan vila yang di maksud.
Jonatahan langsung memasukan Marsela ke dalam bak mandi, mengisinya dengan air dingin berharap efek obat yang ia minum hilang, namun sampai Marsela menggigil wanita itu terus merintih tersiksa.
Jonathan tak bisa berbuat apapun, status Marsela masih istri orang, walaupun ia sangat ingin tetap tak bisa membantu.
Akhirnya Jonathan memberikan obat tidur pada Marsela dan untuk pakaian Marsela, ia meminta ibu pemilik vila yang mengurusnya.
"Tolong aku, aku sakit" ucap Marsela menangis.
"Tapi kau istri orang, dan aku tak bisa berbuat apa-apa.
tahan ok??? aku tahu kau kuat
"Jooo, cium aku" ucap Marsela serak.
akhirnya jonathan mencium Marsela membuatkan wanita itu menciumnya hingga akhirnya ia tertidur.
Jonathan mengangkat tubuh Marsela dan menidurkan nya di ranjang.
ia membelai rambut panjang Marsela dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku,
aku telat datang menolongmu
bajingan itu sulit sekali di temukan, jika aku tak melihatnya sedang belanja ke minimarket, aku tak bisa menemukanmu" ucap Jonathan yang ternyata mengikuti Raffa dan Steve, sayang ia kehilangan jejak.