NovelToon NovelToon
Me Vs Berondong Mommy

Me Vs Berondong Mommy

Status: tamat
Genre:Berondong / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:161.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Anthiq. C

Pria muda yang tampan itu adalah majikanku. Suatu hari ia datang ke rumah untuk melamar. Padahal kan aku masih SMA? Siapa sangka, ternyata yang dilamar adalah mamaku. Kenapa ia memilih wanita yang jauh lebih tua? Sejak kapan hubungan mereka terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anthiq. C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Jangan Lihat ke Sana!

Sudah empat hari Ella bekerja di Warnet. Selama itu pula sang mama masih belum mengetahui profesi Ella selain pelajar. Meski napasnya terasa sesak, ia masih terus bertahan sampai mendapat pekerjaan baru.

"Uhukkk...! Uhukkk!" Ella terbatuk-batuk. "Duh, ternyata cari kerja itu susah banget. Jangankan kerja part time di toko atau minimarket, cleaning service di cafe aja minimal harus tamatan SMA. Dulu gimana caranya mama cari kerja, ya?" gumam gadis itu sambil mengusap hidungnya dengan tisu.

Ella terus berkutat dengan pikirannya sendiri. Sejak makan bersama waktu itu, hubungan ibu dan anak tersebut masih sedikit canggung. Walau demikian, musim dingin yang sempat menghampiri mereka perlahan berganti menjadi hangat.

"La, ayo," ucap Maira membuyarkan lamunan Ella.

"Naya mana? Kita pergi pakai apa?" ucap Ella.

"Aku di sini." Naya datang dari arah toilet dengan setengah berlari. "Kita pergi pakai angkot, dong. Transportasi paling merakyat. Hehehe," lanjutnya.

"Daniel, aku duluan, ya. Maaf, hari ini aku izin dulu. Mau pergi cari bahan tugas prakarya," ucap Ella pada teman cowoknya itu.

Daniel yang juga bos warnet tersebut hanya mengacungkan jempol sambil menganggukkan kepala. Ketiga siswi itu lalu berdiri di bawah pohon, menanti angkot yang akan membawa mereka ke arah pertokoan di dekat pasar.

"Gak jadi beli barang murah di toko souvenir, nih?" tanya Ella ketika mereka turun dari angkot. Naya dan Maira membawanya menuju ke toko yang menjual peralatan menjahit dan menyulam.

"Nggak. Rupanya Bu guru nggak gampang ditipu," ujar Naya sambil bersungut-sungut.

"Iya, tuh. Kelas sebelah di suruh ulangi tugas mereka. Setiap bahan harus disebutkan beli di toko mana, harganya berapa, terus bukti foto kita bikin prakarya," ujar Maira menambahkan.

"Wow, parah," celetuk Ella.

"Bukan cuma itu, kita juga harus bikin proposal singkat, isinya latar belakang bikin kerajinan itu," sela Naya lagi. Wajahnya masih bertekuk karena kesal.

"Ya alasannya udah pasti karena nilai, dong. Ya nggak, La?" celetuk Maira. "Eh, kita beli es dawet dulu, yuk. Haus, nih," ajak Maira.

Ella tertawa melihat tingkah kedua temannya itu. Hatinya yang kelabu, sedikit terobati. Gadis itu berjalan di belakang Maira dan Naya. Sudah lama dia tidak berjalan bersama temannya seperti ini.

"Btw La, kamu masih kerja di warnet itu? Perasaan wajahmu semakin kusut, deh. Bau rokok lagi," kata Maira setelah memesan tiga bungkus es dawet.

"Yah gimana lagi, ternyata cari kerja itu benar-benar susah," jawab Ella.

"Gara-gara oppa ganteng itu, ya? Ibumu masih belum tahu?" tanya Naya lagi.

Eh, bentar. Oppa? Siapa yang kamu panggil oppa?" protes Ella.

"Ya cowok ganteng kemarin itu. Debt collector," jawab Naya dengan mantap. Maria juga mengangguk setuju.

"Omo! Orang kayak dia kamu panggil oppa?" ucap Ella tidak terima. "Duh, kamu meracuni pikiranku yang selalu menggambarkan kalau oppa itu harus good looking."

"Tapi dia emang ganteng kok, La. Hutangmu masih banyak banget, ya? Kayakny benci banget sama dia," kata Naya.

Ella menghembuskan napas panjang. "Huuuhhh... Guys... Aku mau meluruskan dua hal. Yang pertama, dia itu sama sekali nggak ganteng." Hati Ella berdegup kencang saat menyangkal fakta itu.

"Wah, matamu rusak, ya?" seru Naya dan Maira kompak.

"Huu, enak aja. Mataku masih sehat, ya," protes Ella. "Terus fakta yang kedua, sebenarnya dia bukan Debt collector," ucap gadis itu dengan lirih.

"Nah, kan? Apa ku bilang? Gak mungkin opp- maksudku cowok jelek itu debt collector," celetuk Maira. "Terus sebenarnya apa yang terjadi? Jadi alasanmu bekerja bukan gara-gara dia?"

"Emang benar, alasan aku kerja berkaitan dengan dia. Aku cuma nggak mau, terus menerus bergantung sama orang itu," kata Ella setelah menyeruput es dawet yang manis dan segar.

Naya dan Maira saling berpandangan. Mereka melihat Ella menundukkan kepalanya dengan wajah murung. Mereka menebak, saat ini pikiran Ella dipenuhi oleh pria misterius itu.

"Dia pasti abis putus sama cowok itu." Naya berbisik pada Maira.

"Setuju banget," balas Maira dengan berbisik juga.

Deg! Tiba-tiba jantung Ella serasa berhenti melihat pemandangan di depannya.

"La, kamu kenapa? Pucat banget," tanya Maira. "Apa kita makan dulu sebelum belanja?"

"Tenang, aku nggak apa-apa kok, guys." Ella tersenyum kecut. "Gawat! Mereka nggak melihatnya, kan? Ngapain mama dan Albert di sini?" Ella berharap dengan cemas.

(Bersambung)

1
falea sezi
bagus sih cm. g sesuai judulnya aq. kira Ella ma Albert thor
falea sezi
telat woy wahai emak gatel entah benci bgt ma gina q thor
falea sezi
kn bner Albert tuh suka ma Ella hadeh akhrinya dpet emaknya kn rasain
falea sezi
kasian bgt km la
falea sezi
sabar la lo emakmu nikah kuliahan aj yg jauh biar gk enek liat Albert ma emak loe yg masih gatel
falea sezi
biarin aja nikah ama emakmu ell qm berhak dpet cogan kaya paling jg entar Albert nyesel nikahin nenek2
falea sezi
lagian ne emaknya gatel uda tua gk tau diri sh pantes anaknya marah
Eka Yuni
Luar biasa
Anthiq. C: terima kasih sudah baca sampai tamat
total 1 replies
Jeankoeh Tuuk
gemes lihat ibu yg sama sekali tidak mengerti tentang anak kandungnya
Anthiq. C: faktanya di berita sekarang sering nemu yg kayak gitu 😢
total 1 replies
Jeankoeh Tuuk
gereget liat Albert
Ai Emy Ningrum
BMY 🤔🤔 aku tau nya BMW .. bajaj merah warna nya 🤣🤣🤣
Ayu galih wulandari
Bagus cerita konflik dlm keluarga tp bsa menyingkapin dg bijak ,aqu suka🤗🤗🤗😘😘😘😘
Anthiq. C: terima kasih 😊
total 1 replies
Noor Laila Khairul Isma
Bagus
Anthiq. C: terima kasih 😊
total 1 replies
Helena Rusliana
gx yahu malu gx tahu umur, heran dgn laki2 suka dengan yang tahu padahal bamyak yg muda atau paling tidak selisihnya gx terlalu jauh heran dgn perempuan sekarang gx tahu malu laki2 seumuran anaknya pun dinikahi dan ini bukan hanya dinovel tapii yg mirisnya dikisah nyata
Hesti Maka: kadang2 cinta tidak memandang usia mbak..mungkin hati sdh sama2 suka jdi mau secantik apapun cewe di srkelilingx klo hti cuma mau dia karmana lgi?
total 1 replies
Helena Rusliana
sudah tua dan banyak kejurangan mau aja dilamar Brondong dasar gx tahu diri dan gx tahu umur
falea sezi: bner bgt sih
total 1 replies
Bayinah
ko bisa ya bikin cerita seapik ini ,gemes,haru biru bikin penasaran yg baca...kaya tertantang gitu ☺️ terimakasih buat othor sudah menyajikan bacaan seciamik gini.lope begete 💪💪💪
Nanda RaRa
keren ceritanya ❤️
Louisa Janis
Albert berarti kamu udah anuanu sama lilibeth kalau berpikir anaknya lili mirip kamu...bahaya nih kasihan Gina
Louisa Janis
Mama oo mama kenapa nggak tanya baik'ntar anaknya kabur baru tau deh
Louisa Janis
hahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!