NovelToon NovelToon
Jogja Pada Suatu Masa

Jogja Pada Suatu Masa

Status: tamat
Genre:Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: A.T. Setiawan

Jogja jadi pilihan Seti setelah kelulusan SMAnya bersama Joe, dan Asri. Hening memilih Jakarta. Lalu Bening dan Joko menikah. Sementara Seto masih dengan pelayarannya. Terlintas persinggungan cerita-cerita hidup yang melintas dan membekas di benak Seti. Seperti roda pedati. Waktu terus berputar, dan Seti masih dengan kedekatan Joe, Asri, dan Hening. Bersama mereka cerita itu terus mengalir...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.T. Setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Tentang Cinta dan Kebencian

Yuni terlihat senang melihat rumah orang tuanya sudah patut ditempati setiap saat.

Lalu mengajak Doni jalan untuk membeli lampu kamar mandi setelah pekerjaan beberes kamar mandi rumah Wirobrajan itu akhirnya selesai.

Dua gelas kopi dan sepiring ketan goreng yang ada di meja menemani istirahat Seti dan Hening sepeninggal dua pasangan yang sedang menjajagi hati masing-masing.

Selasar rumah Wirobrajan sepertinya menjadi tempat yang menyenangkan bagi Seti dan Hening.

"Besok jadi ke pulang naik Purbaya ?" tanya Seti memulai percakapan

"Jadi .... Kamu tidak ikut pulang ?" jawab Hening dan balik bertanya.

Keduanya lalu terdiam .... Hanya saling menatap..

Masing-masing memainkan sendok di gelas kopi.

"Nantilah kalau urusan mas Joko membaik, ... " akhirmya Seti membuka kata lagi.

"Aku juga tak enak dengan mbak Ning, ... sejak mas Joko sakit aku sudah minta kiriman uang sakuku dipakai saja buat urusan mas Joko saja." Hening menjeda pembicaraan untuk menyalakan rokok. "Toh aku sudah dapat uang sejak sering ke sanggar lukisan Yuni," lanjutnya lagi, lalu menghisap rokok dan menghembuskan asapnya pelan.

"Syukurlah." Seti ikut mengambil sebatang rokok yang tergeletak di meja, ... menyalakannya menemani perempuan muda yang dirasanya sedang memikirkan sesuatu.

"Kamu tidak akan menjauh dariku dan Asri kan ?" ujar Seti, mencoba menerka isi hati Hening sekali lagi di sela hisapan rokoknya.

"Mana bisa aku melupakan kalian .... Apalagi dirimu, ... tak akan kulepaskan begitu saja !" Mata indah Hening kini menatap tajam Seti.

Tak mau membalas tatapan itu, Seti lebih memilih memperhatikan kepulan asap yang terhembus dari bibirnya.

Ada rasa lepas di dadanya, saat perempuan yang pernah singgah di hatinya dulu kini tak lagi terganggu suatu pilihan hatinya.

Kelelakian-nya semakin dewasa untuk memahami sesuatu yang tidak ada dalam teori dan kisah roman picisan yang pernah dibacanya.

Memahami betapa kedekatan Seto dan Bening yang dihadapkan dengan suatu pilihan kini juga dialaminya sendiri.

Walau jalinan cerita itu masih berlanjut, tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kelak.

Bukankah esok adalah karunia Sang Waktu yang tak dapat diduga kisah akhirnya ?

...***...

Langkah riang dan gurauan terdengar saat Doni dan Yuni memasuki halaman rumah Wirobrajan.

Mengalihkan perhatian Seti dan Hening ke arah mereka.

Tidak terasa ada satu jam Seti dan Hening berbagi cerita yang menguatkan hati masing-masing.

Cerita masa SMA, canda tawa rumah jengki membingkai jendela hati keduanya untuk tetap dalam satu sudut pandang yang sama.

Sudut pandang tentang kedekatan dengan cara yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Doni mengikat rambut panjang yang tadi dibiarkan tergerai bebas saat menyusul ikutan duduk di selasar rumah Wirobrajan.

Sepertinya suasana hatinya sudah tak ada beban lagi.

Urusan lapak Malioboro yang sempat memusingkannya kini sudah dicatatnya dalam lorong-lorong gelap kisah Jogja bersama Seti dan Joe.

Mencoba mengikat lebih dalam rajutan persahabatan yang terjalin semakin erat dengan keduanya. Apalagi kini ada Yuni yang tiba-tiba saja ada dalam kisah Jogja-nya.

***

Sedikit cerita saat menemani Yuni tadi, sangat dinikmati Doni.

Sama-sama menyukai hal-hal yang berbau seni dan keindahan tampaknya mulai mematri Doni dan Yuni untuk lebih dalam mencari tahu tentang diri masing-masing.

"Dapat lampunya Don ?" tanya Seti.

"Dapat .... Ah aku lupa memasangnya ...!" Doni bergegas masuk ke dalam rumah.

"Mana lampunya Yun, biar kupasang !' Serunya saat berpapasan dengan Yuni yang sedang menuju selasar depan.

Mendengar seruannya, Yuni berbalik lagi ke dalam mengambil lampu yang tadi dibelinya untuk dipasang di kamar mandi.

"Kelihatannya Doni ingin lebih tahu tentang temanmu Yuni." Seti berseloroh ke arah Hening mengomentari gerakan tubuh Doni dan Yuni ketika berdekatan.

"Siapa tahu dari Jogja cerita mereka berlanjut, ... hihihi ..." Hening membalas kata-kata Seti sambil tertawa kecil.

Tawa lepas itu kali ini terlihat cantik, ... mewarnai selasar rumah Wirobrajan.

"Ahahaha, ... padahal Doni jarang bercerita tentang perempuan loh." Seti menanggapi ucapan Hening.

Seperti yang disinggung Hening, hati Yuni juga sebenarnya sudah terbuka menanggapi keingintahuan Doni tentang dirinya.

Dari beberapa persinggungan dengan beberapa laki-laki yang pernah jadi teman dekatnya, hati kecil Yuni terasa bergetar saat obrolannya dengan Doni dirasanya nyambung dan menyejukkan hatinya.

Selain itu, beberapa hasil jahitan tas, dompet dan beberapa pernak pernik kulit yang dibuat si gondrong itu menarik kekagumannya lebih jauh.

Beberapa sampel buatan Doni rencananya akan dibawanya ke Jakarta untuk dicoba dipajang di sanggar seninya.

Mencoba dikenalkan ke Bapak dan beberapa kenalan pasar seni Ancol serta pelanggan sanggar seni-nya.

...***...

"Sudah terpasang Don ?" tanya Seti ke arah Doni yang baru keluar dari dalam rumah Wirobrajan.

"Sudah." Doni menjawab pendek. Dua gelas kopi panas diletakkannya di meja selasar.

"Mandi Hen, nanti kita nongkrong rame-rame di lapak Malioboro." Yuni yang menyusul keluar, mengajak Hening menghabiskan malam terakhir mereka di lapak Malioboro.

"Hehehe .... Kamu kok jadi betah di lapak itu ?" Hening terkekeh menanggapi ajakan Yuni.

Yuni tersipu, mengalihkan pandangannya dari tatapan selidik Hening yang berusaha menguliti isi hatinya lebih jauh.

Wajahnya tak bisa membantah godaan Hening tentang ketertarikannya pada sosok laki-laki gondrong yang ada di dekat mereka.

"Sudahlah mandi dulu Hen, keburu malam loh." Yuni mencoba mengalihkan godaan Hening.

"Aku mandi dulu Set, ... tampaknya temanku ini tak sabar melihat si gondrong merayu pembeli di lapak-nya." Hening ngeloyor dari selasar rumah Wirobrajan. Matanya berkedip ke arah Doni, seakan memberi kode isi hati Yuni sahabatnya.

Mengalihkan pandangannya dari kedipan mata Hening, pandangan Doni malah beradu dengan binar mata Yuni.

Bidikan anak panah Amor mulai dilepaskan ....

Konon dalam mitologi Amor, diceritakan juga tentang dua anak panah Amor yang sering ngawur dilepaskannya.

Satu anak panah pembawa cinta dan kasih sayang, ... anak panah yang lain membawa ketidaksukaan dan kebencian.

Tidak peduli siapapun, perasaan yang dibawa salah satu anak panah itu akan mengikat suasana hati yang terkena.

Dan konon lagi, kengawuran panah Amor sering terjadi walaupun Amor adalah dewa cinta, jiwanya tetap kekanak-kanakan.

Tergantung suasana hatinya, ... panah itu bisa dilepaskannya kapan saja.

Seperti kisah Narcissus yang sedang duduk santai memandangi bayangannya di tepi danau adalah salah satu contoh kesialan panah Amor.

Yang karena kengawuran anak panah Amor, bidikannya meleset mengenai bayangan Narcissus di air danau, ... membuat Narcissus jatuh cinta dengan bayangannya sendiri, dan membuatnya mati tenggelam mengejar bayangan cintanya.

Aaah Cinta .... Kenapa kadang bisa mematikan ... ?

...***...

Hening semakin cantik dengan celana jeans selutut dan kaos lengan panjang biru.

Yuni tak kalah menarik perhatian Seti dan Doni, serasi dengan kaos putih dan celana jeans belel.

Doni beberapa kali disenggol Seti saat terlihat tertegun memandang Yuni.

"Yuk berangkat kita," suara Yuni mengalihkan pandangan Seti dan Doni dari dua perempuan muda yang sama-sama menarik.

"Gak ada yang ketinggalan Yun ?" Seti mengingatkan Yuni, "Kunci pintu jangan lupa," pungkasnya sambil berdiri.

Jalan kaki berempat dengan saling canda saat berjalan menyusuri gang sepanjang jalan Wirobrajan terasa menyenangkan.

Dari situ lalu masuk ke kampung Sutodirjan, dan sampai jalan Pasar Kembang yang mulai genit berdandan.

Seti membiarkan Hening, Yuni ditemani Doni berjalan dahulu ke lapak Malioboro yang dituju. Berhenti sebentar di kios minuman dekat Stasiun Tugu untuk membeli lima cup coklat panas dan satu bungkus bakpia kesukaan Hening untuk menemani malam mereka di lapak Malioboro nanti.

Saat menunggu pesanan coklatnya, Seti merasa seseorang terus memperhatikannya. Membalas tatapan itu, hato Seti berdesir hebat, ... teringat wajah laki-laki bertato teman Sigit yang pernah bersinggungan dengan dirinya di lapak Malioboro dan billiard Nusa Indah.

Naluri Seti mengingatkan untuk bersiap menghadapi sesuatu yang tak enak.

Tak mau berlama-lama di tempat itu, Seti cepat-cepat melangkahkan kakinya ke lapak Malioboro menyusul teman seperjalanannya tadi.

Bukan sebab tak berani meladeni saling tatap itu lagi.

Tetapi lebih kepada Hening dan Yuni yang tadi berjalan bersamanya.

Bagaimanapun juga, dari cara menatap laki-laki bertato itu, Seti menduga pasti akan diceritakan kepada Sigit.

Tentu saja dengan versinya yang akan membuat kemarahan Sigit setelah menganggap dirinya merebut Asri dari incaran Sigit meluap lagi.

Apalagi sekarang dirinya dan Doni malah terlihat berjalan berpasangan dengan Hening dan Yuni tanpa Asri ....

Seti mempercepat langkahnya ke arah lapak Malioboro. Berharap saling tatap tadi tidak berlanjut ke hal-hal yang akan menyusahkannya ....

...***...

1
Dhatu Lukita
🌹🌹🫰🫰
Dhatu Lukita
🌹
Dhatu Lukita
gara2 kulino dilarani aku wis ra percoyo karo sing jenenge 'tresno'🤭
Wawan: Ahahaha .... what is the name
total 1 replies
Nawadipta
baru tau🙃
Nawadipta
mitos efektif melindungi pohon 🤣 manusia generasi baru memang gak ada takut-takutnya... 😂
Dhatu Lukita
🌹🫰🫰🫰🫣
Dhatu Lukita
di pikiranku malah tergambar "mengonsumsi kecubung" bukan jamur😄,
koyoe podo halusinasi ne 😄
Wawan: Yups ... bedanya kecubung gak dijual... tinggal petik karena gak perlu diolah 🤭✍️
total 1 replies
Nawadipta
makin kecil porsi makin mewah loh 😂 ta kira karena banyak kucing liar buat di elus. pecinta kucing kecewa 😽
Wawan: Lets go angkringan... miyong rice 🤣🤭
total 1 replies
Nawadipta
mitos populer nih, cukup di bantu tongkat (buta kan) bisa tuh. kalau gak indra arah hilang sama gampang jatoh, bukan di ganggu makhluk halus ya 🤣🤣
Wawan: Setan kok... bener loh 🤭🤣
total 1 replies
Nawadipta
rindu nilai rupiah dulu 🤣
Wawan: Pokoknya wesel sebulan empatpuluh ribu tuh dah kayak sultan 🤭
total 1 replies
Dhatu Lukita
🌹buatmu
Dhatu Lukita
nihh 🌹🫰
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Dhatu Lukita
mawar untukmu biar semangat💪💪💪
Dhatu Lukita
juga mengingatkanku 2010 lalu🤭. haiisshhhh
Wawan: Apa tuh ... 🤭🤭🤭
total 1 replies
SANG
Lanjut dek👍💪
SANG
Keren deh💪👍
SANG
Semangat👍💪
SANG
Di rumah👍💪
SANG: Oke bro💪👍
total 2 replies
SANG
Kanjut👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!