Kisah ini menceritakan mengenai gadis bernama Sofia gadis muda yang lahir di penjara karena mendekam di penjara karena fitnah dari seseorang.
Ibunya meninggal setelah melahirkan Sofia, hidup di dunia yang keras dan merasakan pahitnya penjara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zheyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fredrik murka
"Berani sekali dia melakukan hal itu!" seru Fredrik.
Suara tawa Sofia terus terngiang di telinganya dengan, Fredrik tidak pernah mengira kalau Sofia begitu menakutkan.
"Aku harus berhati-hati, jika tidak dia pasti akan menghancurkan aku juga." ucap Fredrik.
"Tuan." panggil salah satu anak buah Fredrik.
"Ada apa?" tanya Fredrik kepada anak buahnya.
"Apakah saya harus mencelakai wanita itu?" tanya anak buah Fredrik.
"Ide bagus, pasti aku akan membuat wanita itu mati." jawab Fredrik.
Hari itu akhirnya Sofia memutuskan untuk menyingkirkan Sofia selama-lamanya.
"Kalian bunuhlah wanita itu, jangan sampai kalian gagal jika kalian gagal wanita itu akan menyerang kita."Fredrik ucap. Fredrik memerintahkan anak buahnya untuk segera menghabisi Sofia.
** Rumah Gerald **
Malam ini Sofia sudah berada di rumah milik Gerald, tetap saja wanita itu harus melihat pemandangan yang selalu membuat hatinya kesal apalagi pemandangan saat Gerald berbicara dengan Kila.
"Apakah kau tidak bisa pergi meninggalkanku?" tanya Gerald kepada Kila.
"Kenapa aku harus meninggalkanmu jika kita bisa bersama di sini." jawab Kila.
Sesaat kemudian tiba-tiba saja kepala daerah benar-benar sangat pusing dengan semua yang dia rasakan. sesaat kemudian tiba-tiba saja Gerald merasakan sesuatu, Kepalanya pusing dengan semua kesehatannya yang memang selalu dia sembunyikan.
"Apakah kepalamu pusing kembali?" tanya Kila kepada Gerald.
"Entahlah." jawab Gerald.
Kila tersenyum karena sebenarnya dia merasakan kalau Gerald sakit, karena hal itu Kila kemudian membuat Gerald semakin merasa pusing dan membawanya ke dalam kamarnya. senyum jahat ditunjukkan oleh Kila, sebenarnya Kila sudah merencanakan untuk membuat Gerald tidak bisa menjadi milik wanita lai. Sofia menatap KIla yang membawa Gerald ke kamarnya, yang ada di pikiran Sofia adalah kalau mereka berdua adalah pasangan yang benar-benar sangat menjengkelkan.
"Perasaanku benar-benar tidak bisa menerima semua ini, lebih baik aku harus segera meminta pria itu untuk melepaskan ku, dari hari ke hari aku semakin menderita saat mereka bersama, melihat mereka bercanda gurau bersama bahkan kelihatannya mereka tinggal di satu kamar. ini bisa membuatku gila kalau terus-menerus." ucap Sofia yang kemudian mulai menghela nafasnya dengan kasar,
Sedangkan Gerald yang dibawa oleh Kila ke dalam kamar nampak dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
"Apa yang telah kau lakukan padaku, Kila!" teriak Gerald yang sudah merasakan kalau tubuhnya benar-benar sangat panas luar biasa. Kila tidak merespon wanita itu hanya tersenyum jahat dengan semua perkataan Gerald yang sudah mempertanyakan Apa yang dia lakukan.
"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Kila.
"Kau menaruh apa di minumanku!!" seru Gerald.
Saat Sofia hendak masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba wanita itu mendengar teriakan Gerald yang benar benar sangat keras, langkah kaki Sofia yang hendak memasuki kamarnya langsung terhenti karena dia merasa ada sesuatu yang salah.
"Dasar wanita brengsek!!" seru Gerald.
"Hahaha...,aku pasti akan memilikimu!" seru Kila.
Diam-diam Sofia terus mendengarkan pertengkaran antara Gerald dan Kila, sesaat kemudian suara barang-barang sudah mulai dihancurkan. Sofia yang merasa ada sesuatu yang aneh seketika wanita itu masuk ke dalam kamar Gerald yang ternyata tidak dikunci. Saat memasuki kamar itu langkah kaki Gerald benar-benar sempoyongan. wajahnya sudah memerah bahkan dia menatap Kila dengan tatapan mata yang begitu murka.
"Apa yang kau lakukan?!" teriak Sofia.
Gerald menoleh, menatap Sofia yang sudah masuk ke dalam kamar Gerald.
"Kenapa kau berani masuk kemari!" seru Kila.
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang terjadi, kenapa dia berteriak seperti itu?" tanya Sofia.
"Dia hanya sedang marah denganku." jawab Kila yang menatap di Sofi yang sudah berada di dalam kamarny.
Tentu saja Gerald dia langsung mendekati Sofia. "Suruh Wanita itu pergi dari sini!!" teriak Gerald. Sofia sangat terkejut wanita itu menatap Kila yang berada di dalam kamarnya.
"Apakah kau melakukan sesuatu padanya?" tanya Sofia.
"Memangnya apa yang aku lakukan? Dia selalu seperti ini jika marah." jawab Kila yang mencoba untuk mengelak.
"Pergi!" seru Gerald yang mencoba untuk mengusir Kila. tatapan mata Sofia menatap ada sesuatu yang aneh, ada sesuatu yang telah terjadi kepada Gerald yang membuat pria itu sangat marah kepada Kila.
Kila tidak bisa melanjutkan rencananya, seketika dia langsung meninggalkan Gerald dan Sofia yang berada di dalam kamar.
"Aada apa?" tanya Sofia kepada Gerald.
Gerald tidak menjawab, tidak mungkin dia mengatakan kalau Kila yang telah memberikan dia obat laknat yang akan membuatnya seperti ini.
"Pergilah dari sini, aku bisa menjaga diriku." ucap Gerald.
"Tapi kenapa kau seperti ini, aku akan membantumu." jawab Sofi.
"Tidak, Pergilah dari sini jika tidak kau pasti akan menyesal." ucap Gerald.
"Tapi..," ucap Sofia.
"Jika kau tidak pergi dari sini...," ucap Gerald yang sudah tidak mampu untuk menahan sesuatu yang benar-benar membuatnya tidak bisa menahan gejolak karena obat yang diberikan ole Kila.
"Ada apa yang terjadi padamu!" teriak Sofia.
"Wanita itu memberikan aku obat perangsang." jawab Gerald yang membuat Sofia langsung terkejut.
"Bagaimana mungkin?" ucap Sofia.
"Pergilah dari sini." ucap Gerald yang menahan gejolak itu, wajahnya benar-benar terlihat menderita.
"Heh...," Sofia yang menghela nafasnya. sesaat kemudian saat Sofia hendak pergi tiba-tiba saja Sofia mendengar rintihan kesakitan Gerald.
"Apakah terasa sakit?" tanya Sofia.
Tanpa menjawab Sofia dapat melihat kesakitan yang dilihat oleh Sofia, Gerald benar-benar sangat menderita dia tidak bisa menahan semuanya. Sofia yang melihat hal itu dia langsung menelpon Raditya dan menceritakan mengenai situasi Gerald saat ini.
Raditya yang ada di tempat yang lumayan jauh tentu saja pria itu sangat terkejut, dengan segera Raditya memintah Sofia untuk melakukan sesuatu padanya, dengan berat hati Raditya meminta Sofia untuk melakukan hubungan suami istri dengan Gerald.
Sebenarnya Raditya benar-benar tidak mampu mengatakan hal itu, namun dia tidak mungkin melihat Gerald kehilangan nyawa karena kelakuan dari Kila.
"Tapi kenapa?" tanya Sofia.
"Jika tidak, dia akan kehilangan nyawanya." jawab Raditya.
DEG...
seketika Sofia tersentak dengan perkataan Raditya, dia tidak akan mungkin membiarkan Gerald meninggal.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu." ucap Sofia yang kemudian mematikan ponselnya.
Sofia benar-benar bingung dengan semua yang terjadi, apa yang harus dia lakukan jika dia salah mengambil keputusan nyawa Gerald akan menjadi taruhannya. namun jika dia tidak melakukannya dia pasti akan menyesal seumur hidup, sesaat kemudian Sofia mendekati Gerald yang sedang berada di dalam kamar mandi.
"Gerald." panggil Sofia.
"Arg..," Gerald yang mengerang.
Sesaat kemudian Gerald keluar dengan kondisi yang begitu kesakitan, Sofia yang melihat hal itu dia langsung mendekati Gerald.
"Keluarlah." ucap Gerald.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊