NovelToon NovelToon
The Running Princess

The Running Princess

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Isekai / Romansa Istana / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Kerajaan / Chicklit / Tamat
Popularitas:93.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maria Angelina

Charlene seorang atlet panahan profesional terdampar di masa kerajaan eropa kuno. Dia memasuki tubuh Puteri Charlene yang memiliki paras seperti dirinya.

Seumur hidupnya, Puteri Charlene harus hidup sebagai Pangeran Arlon dan menjabat sebagai putera mahkota kerajaan Iceberg. Hal ini dikarenakan raja Arcton tidak dapat lagi memiliki anak untuk dijadikan penerus takhta.

Dua tahun sebelumnya, Duke Jason berhasil menggulingkan takhta Raja Arcton. Dia berhasil menghabisi seluruh anggota kerajaan kecuali sang putera mahkota Arlon. Tidak ada yang mengetahui bahwa Arlon adalah seorang wanita dan selama ini berhasil bersembunyi di dalam hutan sampai ajal menjemputnya, dan jiwa nya tergantikan oleh Charlene dari zaman modern.

Cerita ini adalah kisah jalinan cinta antara Charlene yang masih berstatus buronan dengan Raja Jason.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penggoda

Para pelayan Matilda malam itu sangat sibuk, Tuan Puteri nya menginginkan penampilan yang sempurna malam ini.

Jason mengadakan pesta jamuan makan malam yang dihadiri oleh para bangsawan. Acara tersebut memang sering diadakan untuk memperat hubungan antar bangsawan.

"Shira, apakah bak mandi ku sudah siap?"

"Sudah tuan Puteri, hamba sudah menambahkan susu, kelopak bunga mawar serta minyak mawar seperti yang tuan Puteri inginkan."

"Bagus, sambil menunggu aku mandi tolong kau siapkan semua keperluan ku Shira. Aku mau gaun yang spektakuler malam ini, serta aku ingin mengenakan kalung berhias batu Safir yang besar. Pokok nya malam ini pandangan semua lelaki harus tertuju hanya kepadaku."

"Baik tuan Puteri. Hamba laksanakan."

Beberapa jam kemudian Matilda tampak puas melihat bayangannya sendiri di cermin.

"Aku sangat cantik kan Shira?"

"Anda memang sangat cantik tuan Puteri."

Matilda tersenyum puas dengan jawaban pelayan yang dia anggap paling setia itu.

"Ayo kita menuju ballroom."

Di tempat lain Charlene mendengar alunan musik yang samar - samar terdengar, istana utama pun lebih terang gemerlap dari pada biasa nya.

"Belinda apa yang sedang terjadi di istana utama?"

"Di istana utama sedang diadakan pesta jamuan makan para bangsawan nona, biasa nya diadakan tiap enam bulan atau tiga bulan sekali. Mohon maaf jika nona tidak mendapat undangan, karena hanya para bangsawan serta pelayan terpilih saja yang dapat hadir di sana."

Charlene sangat paham, bahkan di dunia nya yang modern kesenjangan seperti ini kerap terjadi. Para crazy rich biasa nya akan mengadakan pesta yang megah nan mewah di hotel berbintang, sedangkan bagi yang tidak mampu untuk makan pun sulit.

Dan kedua kasta tersebut bagaikan minyak dan air, tidak mungkin disatukan.

"Kau tenang saja, kebetulan aku pun tidak suka tempat keramaian. Aku lebih menikmati bintang bersama mu di sini."

Tiba - tiba terdengar suara wanita muda yang tertawa secara berlebihan. Charlene berusaha memfokuskan mata nya di kegelapan, untuk melihat sosok yang datang ke kediamannya.

Rupanya tiga orang Puteri bangsawan dengan pakaian indah serta perhiasan yang mewah datang bertamu.

Charlene tersenyum dengan ramah, "Nona ada yang bisa saya bantu? apakah anda tersesat?"

Ketiga wanita tersebut tertawa dengan sinis dan memandang Charlene dari bawah ke atas.

"Owh jadi ini budak piaraan baginda raja. Aku kira secantik apa, ternyata tidak lebih bagai wanita penggoda yang biasa menjajakan diri di bar murahan."

Kedua temannya pun tertawa bersama. Charlene sudah mengerti maksud kedatangan mereka bertiga hanya ingin mengolok - olok nya. Dengan tenang dia memberi isyarat Belinda untuk pergi dan dia sendiri pun bersiap pergi dari tempat itu.

Salah satu wanita tersebut menghadang Charlene, "Kau mau kemana budak? Bukan kah kau seorang penghibur? Ayo hibur kami."

Charlene berusaha menghindar, tetapi setiap arah dia berjalan selalu dihadang.

"Maaf nona. Hamba yang rendahan ini tidak sanggup menghibur bangsawan terhormat seperti kalian."

"Akhirnya kau tahu diri jika kau ini wanita rendahan. Tetapi mengapa kau berani sekali menggoda yang mulia Raja? Bahkan yang kudengar baginda Raja mengumumkan kau sebagai gundik nya. Sebagai pemuas ranjang nya saja, betul begitu?"

Kesabaran Charlene mulai habis, tetapi dia memikirkan Jason yang akan terseret masalah jika dia berbuat ulah.

"Heh budak kenapa kau diam saja? Apakah kau merasa kau sangat istimewa? Kau itu hanya mesin pemuas napsu saja, apakah kau mengerti?"

Charlene hanya diam dan melangkah pergi ketika para wanita itu lengah.

Salah seorang dari mereka pun emosi, dia menjambak rambut Charlene dan membanting nya ke tanah.

"Apakah kau mau tahu perbedaan antara pasangan yang sebenarnya dan mesin pemuas napsu? Ayo ikuti kami!"

Mereka mencengkram kedua lengan Charlene dan menyeretnya menuju Ballroom. Rasa sakit di lengannya berusaha dia abaikan sampai tiba di istana utama.

Melalui pintu samping ketiga wanita itu memperlihatkan Jason yang sedang berdansa dengan Matilda. Mereka berdua sangat serasi, seperti pasangan di film - film yang pernah Charlene tonton. Charlene menatap kedua insan itu yang berdansa dengan mesra nya, hingga akhir lagu Jason mencium punggung tangan Matilda, kemudian mencium bibir manis nya.

"Kau lihat lah sendiri budak, itu lah yang disebut pasangan. Mereka memperlihatkan kemesraan di depan umum, tidak seperti dirimu yang hanya pantas sebagai penghangat ranjang saja." wanita itu mengolok - olok Charlene sembari tertawa.

"Ini peringatan dari kami untuk mu budak. Jauhi Raja kami, dan jangan mengganggu hubungan beliau dengan Puteri Matilda. Jika kau berani macam - macam entah apa yang akan kami lakukan padamu."

Salah seorang dari mereka mengambil gelas wine kemudian hendak memukulkan gelas tersebut ke kepala Charlene. Beruntung tangan wanita itu di tahan oleh Sebastian yang kebetulan lewat disana.

"Kalian jangan keterlaluan! Segera enyah dari sini!"

Ketiga wanita tersebut terkejut dengan kehadiran Marquis di sana. Spontan mereka bertiga lari terbirit - birit, takut terkena amukan sang Marquis.

"Kau tidak apa-apa Charlene?"

Charlene hanya menggelengkan kepala nya, sakit di badannya dapat dia tahan, tetapi sakit di hatinya melihat Jason dengan Matilda tidak dapat dia tahan. Dada nya terasa tertusuk - tusuk, Air mata sudah berkumpul di pelupuk mata Charlene, tetapi terus dia tahan. Dengan menahan emosi dia berbicara lantang, "Terima Kasih Marquis, hamba undur diri."

"Charlene tunggu! Biar aku antar."

Tetapi Charlene menghiraukan Sebastian dan berlari menuju gedung utara. Air mata nya jatuh terurai,

'Apakah selamanya aku hanya bisa menjadi kekasih bayanganmu? Apakah kau tidak bisa hanya mencintaiku seorang? Apakah aku harus berbagi dirimu dengan wanita lain? Rasanya aku ingin kembali sekarang, sekarang aku ingin segera hilang ditelan bumi. Tuhan tolong lah."

Bagaikan orang gila pertanyaan demi pertanyaan menghadiri pikiran Charlene. Dan dia terus menangis dalam kegelapan malam.

Di halaman istana utama, ketiga wanita itu menemui Mr. Dheen.

"Tuan, kami sudah menyelesaikan tugas yang Anda berikan. Dimana koin emas yang Anda janjikan?"

Dheen menyerahkan sekantung kecil emas kepada mereka. "Kerja bagus, dan ingat segera tinggalkan ibukota malam ini juga. Dan jangan sampai ada yang mengenali kalian."

Mereka bertiga pun tersenyum, "Dengan senang hati."

Dheen menatap kepergian mereka, 'Maafkan aku nona Charlene. Ini demi kebaikan kalian berdua, jika aku tak berbuat demikian, maka tuan Jason tidak akan memiliki kekuatan. Jika tuan Jason semakin dekat dengan Puteri Matilda maka posisi nya akan aman dan tidak ada lagi bangsawan yang akan protes.'

Flashback

"Aku tak mau Dheen, kenapa aku harus mencium Matilda? Aku tak mau! Jika sekedar berdansa atau mencium tangannya aku masih bersedia, tapi tidak dengan mencium bibir nya. Itu menjijikan!"

"Anda harus melakukannya tuanku, saat pesta dansa semua pandangan akan tertuju pada Anda. Itu adalah saat yang tepat Anda membuktikan kedekatan Anda dengan Puteri Matilda. Hanya dengan demikian Anda bisa meredam protes para bangsawan serta mendapat dukungan dari Duke Lizt."

Jason menghela napas yang panjang, sangat sulit baginya melakukan hal itu, apa lagi jika Charlene menyaksikannya. Tidak, itu tidak boleh terjadi.

"Baiklah aku akan melakukannya, tetapi ingat Dheen, jangan biarkan Charlene menghadiri pesta dansa malam ini. Apakah kau mengerti?"

"Baik yang mulia raja."

1
Fitri Alif
kesel deh sama karakter MC nya, harusnya dia ga mudah jatuh cinta dan harus lebih tau diri bahwa Jason udah punya calon. Dia malah biarin Jason terus ngedeketin dia, katanya pinter dan berpendidikan tapi ko kelakuan nya gini sih. Terkesan murahan!

mana di awal dateng ke istana dia sok berani, padahal dia status nya seorang pelayan.
lagian dunia yang dia tempati itu jaman monarki bukan dunia modern tempat asalnya, jelas hukum dan segala nya beda tapi dia malah sok berani ngelawan.
yumin kwan
sebuket bunga utk Charlene dan Jason 💐
Sudar Yati
top dech ceritanya
Made Ernie Soerathe
menarik tidak membosankan👍🏻
Rubby Aqillah
kok gw jdi jijik sama cerita ini sih
Lenina: alurnya terlalu cepat..jadi seperti gampangan hehehe
total 1 replies
Andi Ilma Apriani
makasih thoorrr
Narimah Ahmad
pendapat ku bagus buat ☺️
Narimah Ahmad
awal sampai akhir udah ku baca karya mu Thor dnku harap semoga terus berkarya samangat 💪💪💪
Elly Sari Narulita
ternyata Shira udah ngga tahan laggiiii...habislah kau Matilda.. hahahaha

hmmmm...rasakan Matilda😠
Elly Sari Narulita
so sweet....💖💖
Elly Sari Narulita
sedihhnyaaaaa.....huwaaa huwaaaa😭😭😭...ngga terima Jasoonnn ko gituu siihhhh
Elly Sari Narulita
kayaknya si Dheen deh mata2nya
Nurwana
heleh.... dirayu bgetu aj dah meleleh.... tinggalkan saja kenapa.... kyk nda ad org lain aj.
Cecilia Siangian
kena HIV gak tuh
Joy_K!M
setelah aku baca dari awal sampai sini aku ngak ada kasih koment 🤭dan disini aku ingin kasih pendapat ku tentang karya mu ini Thor 🤭

jujurly aku suka banget i mean like beda gitu sama yg lain.
yah klw menurut aku ya tipe orang yg melihat segala sesuatu itu dari sudut pandang yg berbeda" tidak hanya dari sudut pandang satu orang aja!
karya mu memang beda dan aku suka banget.
disini tuh si villain nya Matilda tapi klw seandai nya kamu buat S2 nya lagi dengan sudut pandang Matilda. sudah pasti yg jadi villain tuh si arlon 😢 jujurly sebenarnya selama aku mmbaca karya mu ini aku slalu memposisikan diri jadi Matilda, dan aku juga ngak menyalakan Jason dan arlon karna memang tempat berlabuh nya cinta tuh ngak ada yg bisa nebak .
klw seandainya kamu buat karya dengan sudut pandang Matilda, yah pasti arlon tu villain nya 🤭
apapun itu karya kamu bagus banget Thor penulisan dan tata bahasa mu juga sopan banget gampang di terima halayak! semakin sukses untuk semua karya mu Thor 😇 tetap sehat dan selalu bahagia Author 🙏
The Owlin: makasih banyak kak, benar - benar detail banget komen nya 🙏☺ sungguh aku buat penulis newbie kaya aku berarti banget 😭😭 dan aku terharu banget baca komen mu 😭
sempat ragu juga awalnya, karena aku keluar jalur dari novel yang banyak beredar di NT. syukurlah kalau karyaku bisa diterima 🙏☺
total 3 replies
Maulana khmadi
terimakasih Thor..... di tunggu karya mu selanjutnya
The Owlin: Terima kasih kak. siap 🙏☺
total 2 replies
Septi Verawati
next thor semongko 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰
Septi Verawati
👍👍👍👍💪💪💪💪
Septi Verawati
raja yg iseng 😂😊
Septi Verawati
ngadi2 tu putri 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!