NovelToon NovelToon
Autumn Girl

Autumn Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Jodoh tak mengenal batas dan jarak, walau berbeda negara dan benua tapi Tuhan memiliki skenario sendiri untuk mempertemukan keduanya yang tak mungkin bisa dihindari umatnya.

Begitu juga dengan Dr. Steven Lee dan Anna Wibisana, yang dipertemukan di sebuah desa kecil di Perancis ketika keduanya sama-sama terlula oleh cinta. Tertatih mereka berdua saling mengisi untuk mencoba kembali bangkit dari kesalahan masa lalu yang kelam, sampau akhirnya retakan di hati mereka perlahan mulai kembali utuh.

Tapi, masa lalu kembali menghancurkan hati salah satu dari mereka.

Yours best teacher is yours last mistake.
-Autumn Girl-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Untuk mengurangi rasa bersalah malamnya Dr. Lee mengajak Anna untuk makan malam, dan mereka memutuskan untuk makan malam di restoran hotel dimana Jason telah memersiapkan menu khusus untuk mereka berdua. Mereka duduk di dekat jendela restoran yang berada di lantai teratas hotel itu menyuguhkan pemandangan magis kota Paris.

“Maafkan aku, seharusnya aku menyiapkan sesuatu untuk pernikahan kita tadi,” ucap Dr. Lee memecah keheningan di antara mereka, sedari tadi Anna lebih tertarik memandang keluar jendela yang menyuguhkan pemandangan menara Eifel di malam hari, daripada menatap suaminya.

“Tidak… kau tidak perlu melakukan itu, dengan kau menikahiku dan mendaftarkan kami berdua ke dalam keluargamu saja itu sudah lebih dari cukup, aku tak tahu lagi harus membalas kebaikkanmu dengan apa.”

Dr. Lee tersenyum mendengar ucapan Anna, “Bagaimana kalau kau memasak untukku setiap hari selama 4 bulan ini, dan kita anggap lunas semuanya.”

Anna tertawa mendengar perkataan pria yang kini tengah menatapnya sambil tersenyum, “Baiklah… aku rasa aku harus mulai belajar masakan Korea mulai saat ini.”

“Ide bagus! Aku sangat merindukan masakan Korea,” ujar Dr. Lee dengan mata berbinar.

Anna tersenyum melihat reaksi pria di hadapannya, mereka kembali terdiam terlihat canggung untuk beberapa saat sampai akhirnya Dr. Lee kembali memecah keheningan.

“Ini,” ucap Dr. Lee sambil menaruh sebuah kotak kecil berwarna biru tua di atas meja, untuk sesaat Anna hanya mematung melihat kotak itu.

“Apa ini?” Tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari kotak itu.

“Buka saja,” jawab Dr. Lee sambil tersenyum kaku.

Dengan jantung berdetak hebat, perlahan Anna mengambil kotak itu lalu membukanya. Seketika jantungnya seolah berhenti berdetak, matanya terbelalak menatap cincin emas putih bertahtakan berlian, terlihat sederhana tapi sangat cantik.

“Ini…”

“Cincin pernikahan kita… aku tak tahu kau menyukainya atau tidak, aku tak sempat memersiapkannya jadi tadi aku hanya membeli yang ada di toko perhiasan.”

Anna terdiam menatap cincin di hadapannya selama beberapa saat sebelum menutup kotak itu lalu menatap Dr. Lee dengan sorot mata sedih dan itu membuat pria di hadapannya terkejut.

“Dokter, kau tak perlu memberiku cincin… pernikahan kita hanya di atas kertas dan hanya beberapa bulan sebelum kau kembali ke Korea, dan aku tak ingin membebanimu lebih jauh lagi. Sebaiknya kau berikan cincin ini untuk istrimu nanti,” ucap Anna sambil medorong kotak cincin itu kehadapan Dr. Lee yang terlihat terkejut tak mengira kalau Anna akan menolaknya.

“Anna, aku membelikan ini untukmu… hmm, anggap saja sebagai kontrak pernikahan kita… kau pasti pernah melihat di drama ataupun film kalau mereka kawin kontrak, biasanya mereka akan menandatangani sebuah perjajian diantara mereka berdua, tapi kita berbeda dengan mereka… tidak ada kontrak perjanjian apapun, kita bebas dengan kehidupan kita masing-masing, hanya cincin ini saja.. ketika nanti aku kembali ke Korea kau bisa mengembalikan cincin ini, sebagai tanda kalau pernikahan kita telah berakhir, bagaimana?”

Anna masih terdiam memikirkan ucapan Dr. Lee, yang membuat pria berkulit pucat itu melanjutkan kembali ucapannya.

“Apa kau lupa kalau Alice sangat pintar? Dia pasti akan bertanya… Mamah kenapa kau tidak memakai cincin pernikahan seperti yang lainnya?” Dr. Lee mencoba meniru suara Alice yang membuat Anna tersenyum.

“Jadi…” Dr. Lee mengeluarkan cincin itu dari dalam kotak lalu meraih tangan kanan Anna yang membuat jantung perempuan itu kembali berdetak hebat, “Sebaiknya kau memakai cincin ini sebelum Alice mengintrogasimu,” ucapnya sambil memasangkan cincin ke jari manis Anna yang terlihat mematung.

“Nah.. sekarang sudah terlihat seperti suami istri betulan,” lanjut Dr. Lee sambil tersenyum menatap Anna yang masih menatap jari manisnya dimana sekarang tersemat sebuah cincin sebagai pengikat dirinya dengan pria dihadapannya.

Anna akhirnya mendongak menatap Dr. Lee dan membalas senyumnya, tak lama pelayan-pun datang membawa makanan special yang sengaja dibuat oleh Jason untuk pengantin baru itu. Malam itu perasan campur aduk mendera hati Anna, di satu sisi dia merasa tenang karena masalah hak asuh Alice sudah menemukan jalan terang tapi di sisi yang lain ia merasakan rasa bersalah karena secara tidak langsung sudah menghancurkan mimpi-mimpi indah pria dihadapannya.

“Dokter…”

“Soo Hyuk, mulai sekarang kau harus memangilku dengan namaku,” potong Dr. Lee membuat Anna terdiam dengan senyum menghiasi wajah tampannya.”

“Baiklah.. So Yuk.”

“Bukan So Yuk, tapi Soo… Hyuk,” ucap Dr. Lee mengajarkan Anna mengucapkan namanya dengan benar.

“Soooo… Heyuk,” ucap Anna sambil menatap Dr. Lee dengan mata bulat berbinar berharap ucapannya benar tapi pria di hadapnnya hanya menatapnya dengan putus asa.

“Steven, kau boleh memanggilku Steve atau Steven,” ujar Dr. Lee dengan putus asa membuat Anna tertawa.

“Kenapa nama-nama orang Korea begitu susah diucapkan.”

“Mulai sekarang kau harus belajar bahasa Korea, mengerti.”

“Baiklah,” jawab Anna sambil tersenyum, membuat Dr. Lee ikut tersenyum sambil menuangkan anggur kedalam gelas mereka.

“Apa yang ingin kau katakan?” Tanya Dr. Lee membuat Anna terlihat berpikir untuk beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan itu.

“Hmm.. bisakah kau merahasiakan kalau pernikahan kita ini hanya pernikahan kontrak dari orangtua angkatku dan juga Jared?”

Dr. Lee terlihat mengakat alisnya dan itu membuat Anna kembali menjelaskan alasannya.

“Aku tak ingin mereka sedih ketika mengetahui kalau kita hanya kawin kontrak. Biarlah hanya kita berempat yang mengetahui tentang rahasia ini.”

Dr. Lee menantap mata Anna yang menyorotkan rasa khawatir dan akhirnya ia-pun mengangguk menyetujui hal itu, membuat perempuan di hadapannya tersenyum lega.

“Terima kasih, aku yang akan menjelaskan kepada mereka ketika kita berpisah nanti.”

Dr. Lee kembali mengangguk setuju sambil tersenyum dan merekapun larut dalam pembincangan sederhana sambil menikmati makan malam mereka, sampai akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing.

Malam ini adalah malam pertama pernikahannya tapi di sinilah ia berada sekarang, duduk di balkon kamarnya memandang menara Eifel yang megah, bertemankan angin malam kota Paris di musim gugur. Perlahan air matanya bergulir tanpa suara ketika kilas balik kehidupannya tergambar dengan jelas dipikirannya, dari seseorang menjadi bukan siapa-siapa, dari hero menjadi zero.

Sungguh Tuhan Maha Kuasa, bisa dengan mudah memutar balik keadaan nasib umatnya, tapi Tuhan tak meninggalkannya sendiri, Tuhan selalu ada dengannya dengan mengirim para malaikat dalam sosok manusia seperti keluarga Paul yang awalnya hanya supir taxi kini telah menjadi orangtua angkatnya, keluarga Jared yang awalnya hanya orang asing kini menjadi seorang kakak yang selalu melindunginya. Dan sekarang Tuhan kembali mengirimkan malaikat pelindungnya dalam sosok Dr. Lee yang telah menjelma menjadi suami sahnya.

Anna mendongak menatap langit gelap tanpa bintang, angin perlahan menyapu wajahnya memberi kesejukan membuatnya memejamkan mata, bibirnya perlahan tersenyum.

“Tuhan, terimakasih untuk para malaikat pelindung yang telah kau kirimkan untukku dan putriku… Tuhan, kirimkanlah malaikat untuk kedua orangtuaku yang akan selalu membuat mereka tersenyum dan bahagia… Tuhan, bisikanlah maaf dan rinduku ke dalam mimpi mereka.”

Sebuah doa sederhana yang selalu terucap dari bibirnya setiap malam, sebagai bukti tanda syukur dan keikhlasan dari setiap cobaan hidup yang harus ia jalani.

*****

1
adisty aulia
Ka Alana K.. lopyu.. 🤩🤩🤩
karyamu selalu menghibur..
Miqolatte
Wow gilak sih part ini swipe emosinya mulus semua 👏🏻👍🏻
Ana Setya Diningsih
Kangen karya terbaru ka Alana, pindah ke lapak mana ka?
Putri Nurmala Sari
membaca novel ini berulang tetap membuat ku mengisi tersedu dan tersenyum malu2😍
arniya
luar biasa kak, ngabisin banyak tisu
arniya
cinta terbalas ,...
arniya
semakin dalam luka yang akan ditinggalkan dr Lee
arniya
dr.lee php
arniya
keren..... tepat sasaran
arniya
rumit.....
Diandari😍
Luar biasa
Qin one
ternyata masih nyambung sama Ayumi-Erik
untung gw baca Ayumi -Erik duluan,jadi paham alurnya
sami
baca ulang..kembali ke masa awal baca cerita teh al 🤗
Rian Sista
bagus semua novelnya, dari cerita kirana lanjut asoka dan akhirnya satu persatu dibaca semua, ah bagus semua thor ceritanya. luar biasa
Yessy Agata Putri
Ternyata Erik menghilang selama 3 tahun dari Ayuni berada di Perancis
Yessy Agata Putri
gpp pernikahan sederhana Anna... yg penting kau bisa mempertahankan hak asuh Alice
Yessy Agata Putri
sangat bagus
Sandisalbiah
siapa ayah Minami??
Sandisalbiah
LUAR BIASA
Sandisalbiah
buah dr kesabaran Anna selama ini.. usia boleh mudah, pernah melakukan kesalahan fatal yg menghancurkan cita² dan masa mudanya.. tp dia bersikap bijak dan dewasa dgn menjadi manusia bertanggung jawab dan memperbaiki diri dr kesalhannya.. dan hasilnya.. happy ending yg ia dapatkan.. suami yg baik, keluarga yg mendukung dan menyayanginya... intinya.. harapanya utk hidup bahagia, dicintai dan mencintai akhirnya terwujut... KEREN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!