NovelToon NovelToon
PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA

Status: tamat
Genre:Isekai / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah Takdir / Barat / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ark Vest

Myro Aras mati di bumi lalu ia bereinkarnasi ke dunia dimana pedang dan sihir berada.

Myro menjadi anak dari seorang Baron di Kerajaan Azeroth yang dipenuhi dengan permusuhan serta pertarungan di antara para bangsawan. Bukan hanya itu, para pangeran sekalipun juga saling bertarung untuk mendapatkan posisi menjadi raja.

Apakah yang akan Myro lakukan di dunia baru ini? Apakah ia memilih untuk hidup dengan damai atau mengikuti pertarungan di antara para bangsawan serta keluarga kerajaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 : KENAPA KERAJAAN AZEROTH MEMBAWA PARA PEMULA INI BERPERANG?

Melihat para prajuritnya yang berteriak penuh semangat, senyuman percaya diri muncul di wajah pangeran ke 4.

Ia berjalan ke arah seorang pria dari prajurit elit Kerajaan Azeroth yang bertugas memimpin 7000 pasukan ini. Bagaimanapun 7000 pasukan ini hanyalah penduduk yang dipersenjatai sehingga mereka sama sekali tidak bisa memimpin medan perang, oleh karena itu pangeran ke 4 memilih wakil Jerat sebagai pemimpin 7000 pasukan ini.

"Aku serahkan kepadamu", kata pangeran ke 4 dengan senyum ramah.

"Sebuah kehormatan bisa mendapatkan kepercayaan pangeran, aku pasti menjatuhkan Benteng Trock walaupun harus memakai hidupku!", teriak wakil Jerat itu dengan senang, lagipula tidak semua orang bisa mendapatkan kepercayaan pangeran.

"Jangan kecewakan aku, tunjukkan semua yang sudah kau pelajari sebagai wakilku selama puluhan tahun ini", kata Jerat yang memegang pundak wakilnya tersebut.

"Aku pasti tidak mengecewakan kapten", kata pria itu penuh semangat.

Pangeran ke 4 dan Jerat pergi untuk berdiri di samping, lalu pangeran ke 4 berkata "Kalian bisa mulai!".

Wakil Jerat mengangguk, karena ia sudah mendapatkan izin pangeran ke 4 maka ia menarik pedangnya tanpa ragu "Seluruh prajurit, dengarkan! Tunjukkan keberanian pasukan dari Kerajaan Azeroth, hari ini kita akan mengubah warna Benteng Trock yang berwarna hitam menjadi merah darah dengan darah para musuh kita! Seluruh pasukan, serang!".

"Serang!", teriak 7000 pasukan tersebut yang menarik senjata mereka.

Setelah itu 7000 orang ini bergegas maju di bawah kepemimpinan wakil Jerat, tanpa formasi atau apapun, mereka hanya maju ke depan membawa senjata mereka serta tangga. Lagipula Benteng Trock terlalu tinggi, tidak mungkin untuk tidak memakai tangga jika berusaha naik ke atas Benteng Trock.

Ren yang ada di belakang Myro segera menggelengkan kepalanya "Semua pertarungan ini sudah berakhir!".

Myro hanya tetap berdiri diam di samping, ia penasaran apakah semuanya benar-benar seperti yang Ren katakan kemarin.

Di atas tembok kota, Jendral Ritke yang merupakan seorang pria berusia 40 tahun dengan rambut coklat pendek serta tubuh yang cukup kurus melihat serangan pasukan Kerajaan Azeroth dengan wajah suram.

"Apa yang sedang dipikirkan Kerajaan Azeroth? Kenapa mereka membawa para pemula ini ke medan perang? Apakah Kerajaan Azeroth meremehkan kita atau benar seperti informasi yang kita dapatkan bahwa pemimpin perang ini hanyalah seorang pangeran yang belum pernah berperang sebelumnya", kata Jendral Ritke sambil berpikir, tiba-tiba sebuah senyuman muncul di wajahnya "Apabila aku bisa menangkap pangeran itu maka mungkin bisa ditukar dengan banyak uang dari Kerajaan Azeroth".

Jendral Ritke menarik pedangnya sebelum berteriak ke arah 2000 pasukan yang ada di sekitarnya "Kalian semua bersiap, walaupun musuh memiliki jumlah yang lebih besar daripada kita tapi mereka semua hanyalah pemula yang diberi senjata, mereka sama sekali bukan lawan pasukan elit seperti kita! Tunjukkan kepada mereka, kenapa Benteng Trock ini bisa bertahan selama bertahun-tahun dari serangan Kerajaan Azeroth!".

"Aaaaa", 2000 pasukan penjaga Benteng Trock berteriak penuh semangat, meskipun jumlah pasukan musuh lebih banyak dari mereka namun tidak ada sedikitpun ketakutan di wajah para prajurit ini.

Mereka sudah menjadi pasukan selama puluhan tahun dan melewati banyak medan perang, oleh karena itu hal ini sama sekali tidak bisa membuat mereka takut.

Para pasukan penjaga tembok kota langsung menarik busur di tangan mereka dan menembak ke arah pasukan Kerajaan Azeroth, hujan panah segera terjadi.

Dihadapan hujan panah ini, 7000 pasukan itu hanya bisa berdiri dengan ketakutan. Sedangkan beberapa orang yang memiliki reaksi lebih cepat langsung mengangkat perisai mereka untuk menahan panah tersebut.

"Stab!".

Puluhan orang terbunuh akibat tertusuk anak panah, wakil Jerat yang berhasil menahan panah itu memakai perisai di tangannya berteriak "Jangan takut, kemenangan ada di depan mata! Terus maju!".

Wakil Jerat melangkah maju lagi sambil terus mengangkat perisainya untuk berjaga-jaga, namun ia tiba-tiba menyadari sesuatu bahwa 7000 pasukan di belakangnya sama sekali tidak mengikuti gerakannya.

Wajah wakil Jerat menjadi sangat suram, ia berteriak ke arah pasukan di belakangnya "Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian tidak mendengar aku mengatakan untuk terus maju?".

Tidak peduli bagaimana wakil Jerat berteriak, maka pasukan ini tidak melangkah maju.

Lagipula sebelum pergi berperang ini, mereka hanyalah penduduk yang belum pernah melihat mayat sebelumnya. Jadi mereka semua sangat ketakutan waktu melihat rekan mereka yang mati, bahkan di antara beberapa pasukan, ada mereka yang muntah akibat tidak tahan melihat kejadian berdarah tersebut.

"Aku tidak bisa mati disini! Aku masih memiliki keluarga di rumah!", teriak seorang prajurit di antara 7000 pasukan itu.

Ia melempar senjatanya lalu berbalik dan pergi dari sini.

Seluruh medan perang menjadi diam, lalu reaksi longsoran salju segera terjadi.

Para pasukan ini berteriak ketakutan lalu berbalik untuk melarikan diri dari sini, tidak ada ketertiban militer sedikitpun karena mereka memang belum pernah dilatih sebagai prajurit.

Melihat 7000 pasukan yang langsung runtuh dan melarikan diri, semua orang membeku. Bahkan Jendral Ritke tidak bisa berkata-kata, ia tidak pernah berpikir bahwa 7000 pasukan ini terlalu lemah seperti ini.

Jendral Ritke kembali sadar, ia tahu bahwa ini merupakan kesempatan sehingga ia berteriak "Tembak! Bunuh sebanyak mungkin musuh sebelum mereka pergi dari jarak daerah panah kita!".

Mendengar teriakan jendral mereka, 2000 pasukan Kerajaan Kavaleri kembali sadar. Mereka menarik panah mereka untuk menembak pasukan Kerajaan Azeroth yang mencoba melarikan diri ini.

Wajah wakil Jerat menjadi putih seperti kertas, ia berteriak-teriak marah terhadap para pasukan yang melarikan diri ini "Apa yang kalian lakukan? Selama kalian terus melangkah maju maka kita bisa menang, tapi siapapun yang mundur pasti dijatuhkan hukuman militer, pada akhirnya kalian pasti di hukum mati--".

"Stab!".

Sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya, sebuah panah menusuk tubuh wakil Jerat tersebut. Tida lama kemudian, beberapa panah lainnya mengikuti hingga kurang lebih 5 panah menusuk tubuh wakil kapten Jerat.

Ia sudah terlalu marah hingga lupa bahwa dirinya masih ada di wilayah panah musuh, wakil Jerat menundukkan kepalanya untuk menemukan 5 panah yang menusuknya.

Wakil Jerat memuntahkan seteguk darah, sejak ia menjadi wakil Jerat maka ia berpikir dirinya memiliki masa depan yang cerah, setidaknya ia bisa terus memimpin medan perang lalu naik jabatan hingga menjadi seorang pemimpin.

Tapi siapa yang berpikir bahwa ia mati di tempat seperti ini, wakil Jerat menatap ke langit untuk terakhir kalinya sebelum berteriak "Kemuliaan bagi Kerajaan Azeroth".

Setelah itu tubuhnya jatuh ke tanah, tidak mungkin baginya untuk bertahan hidup setelah ditembak 5 anak panah seperti itu.

Melihat pasukan Kerajaan Azeroth yang terus ditembak jatuh oleh panah, Myro berkata "Falka, aku tidak senang melihat rekan kita di tembak seperti hewan buruan. Meskipun kita tidak saling mengenal, bagaimanapun kita berada di kelompok yang sama sekarang. Beri pasukan musuh peringatan".

Mendengar hal tersebut, Falka mengangguk "Aku mengerti tuan".

Falka turun dari kudanya lalu melangkah maju sambil membawa busurnya. Walaupun ada banyak pasukan yang melarikan diri melewatinya, Falka sama sekali tidak peduli.

Ia meletakkan sebuah anak panah di busurnya sebelum membidik ke atas tembok kota musuh, kemudian ia melepaskan tali busur yang ia tarik.

Panah yang Falka tembakkan terbang dengan cepat menuju Tembok Benteng Trock, lalu sesuatu yang mengejutkan semua orang terjadi.

"Stab!".

Jendral Ritke yang ada di atas tembok jatuh duduk di tanah akibat sebuah panah menusuk tangannya, seluruh pasukan di atas tembok kota terkejut melihat hal tersebut "Jendral Ritke!".

Mereka yang tadinya terus menembak panah ke arah 7000 pasukan musuh menghentikan gerakan mereka sebab khawatir terhadap keadaan jendral mereka.

Jendral Ritke tidak memperdulikan teriakan para prajuritnya, melainkan ia menatap ke arah sekitar medan perang untuk menemukan siapa orang yang menembakkan panah ini ke arah dirinya.

Tiba-tiba mata Ritke akhirnya jatuh pada tubuh Falka yang ada di tengah medan perang.

Falka menurunkan busurnya, ia menemukan bahwa Ritke menatap ke arah dirinya sehingga Falka tidak bisa untuk tidak membuka mulutnya "Ini hanya peringatan, berikutnya akan menjadi kematian mu!".

Walaupun posisi mereka sangat jauh yang membuat Ritke tidak mungkin mendengarkan apa yang dikatakan Falka, tapi ia bisa mengetahuinya dengan membaca gerakan pada mulut Falka tersebut.

1
Wadzifa Jay
bisakah author lebih memperhatikan penyusunan kalimatnya maaf disini saya agak terganggu dengan pengulangan kata sebagai padahal masih satu kalimat ada baiknya author menggunakan kalimat efektif dan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar🙏
Game Game
korban truck-kun ternyata mc kita
Hamiz Irfan
lana
Hamiz Irfan
bukan kipas ke
Erian Wen
pertama-tama, aku mau bilang. "BIARKAN BRO MEMASAK!!" kenapa aku bilang begitu karena memang, genre politik kerajaan ini bener2 di kemas dengan cara baik, well-written. meskipun dengan absensi hubungan interpersonal MC dan juga lore yang masih kurang deep, tapi tidak menutupi ku untuk memberikan bintang 5! tapi kalo seandainya bisa dinilai dari 1-10 aku kasih 8.9 karena tidak ada karya yang sempurna selalu ada hal yang dapat di perbaiki.

Power system, dan world building bukan fokus dari novel ini. tapi yang sudah di buat itu cukup dan membuat pembaca lama itu bisa catch up karena hal yang di fokuskan sendiri itu tidak banyak. yang paling mengesankan itu adalah pembawaan masalah politik dinasti ini yang sangat mengesankan! bravo!

Kemudian untuk saran, seperti yang ku mention sebelumnya. kurang nya hubungan interpersonal MC kepada tokoh lain, apakah MC ini bakalan punya istri? apakah lana, ren, atau pun Carla (kali) bakalan berebut supaya jadi ratu Myro. ya meskipun terdengar seperti gila wanita dan seolah-olah hanya terpaku pada bidang itu saja sebenarnya memang yang ku katakan itu nggak bohong. Cukup di sayang kan ketika aku tak dapat membaca kelanjutan kisah kasmaran Myro, dan juga hubungan terhadap tokoh pendukung lain. Sejujurnya unsur sub genre bisa di dibangun lho, meskipun sedikit2. seperti unsur romansa, unsur konflik remaja dan masalah pertemanan/persahabatan.
Erian Wen: dan untuk kritik, sebenarnya sedikit aja sih. ya kenapa kesannya kayak Cerita Raja Myro Aras itu harus berhenti di cerita ini doang? tidak hanya itu dibagian perang terhebat dimana Kerajaan aras menaklukkan Kerajaan Azeroth dan diamant di Skip sih! padahal itu hal yang sangat ku nantikan loh! jadi balik lagi, eksekusi ceritanya itu buruk karena kesannya ceritanya Myro aras anak yang di buang bangsawan Baron itu harus berhenti di cerita ini doang, jirlahh. Tidak hanya itu saja, author saja bilang di akhir cerita dia gak tau kelanjutannya ceritanya bagaimana. aku Sempat memikirkan bahwa ini cuman "salah-satu" cerita yang di buat bagus dan tidak patut untuk di lanjutkan lagi.

sebetulnya aku tidak pantas untuk merasa kecewa, aku bukan pembaca yang senantiasa menunggu novel ini dari episode pertama hingga epilog, sedangkan aku saja cuma butuh waktu seminggu bahkan kurang untuk menyelesaikan novel ini. tapi tolonglah, ini cerita bagus banget sejauh ini cuman novel ini aja yang genre politik nya itu bener bener bagus! pembaca dicekokin masalah politik setiap episode (not litterally) dan aku pun mau baca sampai tamat novel ini! tolong lah, di lanjutkan soalnya power system nya ini sederhana nggak perlu mikir banyak2, Lore nya cukup tapi masih bisa di kembangkan, kemudian hubungan interpersonal MC yang harus di suguhkan kepada Pembaca! aku merasa ini bisa saji series kalo seandainya tidak ada eksekusi buruk di akhir cerita novel ini.
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
seharusnya kalimatnya [myro sangat bingung dengan tatapan tersebut. "apa yang ...] tambahkan titik kalau sebelum dialog gak ada kalimat yang menyambung.
Sulaiman Jambi 2
keren
minak jinggo
mc d sini terlalu naif
minak jinggo
yg jd pertanya'an, orng yg d panggil lain'nya kemana seharusnya masih ada 1500 lebih.. katanya dr capter pertama, orng yg d panggil ada yg jd pedagang, pandai besi dll.. kenapa gk d panggil untuk membatu mc, contoh:pandai besi dan pedagang...
Sampoerna Samsu
ending yg sangat menyebalkan seharusnya di bagian terdiri nya kerajaan adalah cerita yg lebih menarik
Harland Pathi
kelihatan kalau gak pernah mengayunkan pedang di medan perang...
Harland Pathi
sebenarnya mc nya ini siapa...?
Andikk Jaya: iya lemah banget peran sampingan mulu
total 1 replies
Ucil Pam-pam Pambudi
cerita yang sangat menarik... mantap
Weed25
Bagus kak tapi kurang panjang, terburu-buru
Weed25
Harusnya Raja Baru itu menyerang Myro lah wkwkwkw biar dia kalah sekalian, baru aja naik tahta udah kepikiran serakah, dasar bocil
Weed25
ya kan bisa ngalirin air dari utara ke selatan, salju kan bisa cair, jualan es batu ke keselatan keknya menguntungkan
Weed25
Panggil Raja Penyihir dong Thor
Weed25
la terus kegunaan markas apa weh, kan bisa markas menyelidiki soal penggelapan
Weed25
masih bayangin Bapaknya Myro yang buang anaknya dulu wkwkwk, kalau Myro g maafin bukankah Bapaknya bakal nangis guling2 tujuh turunan gegara buang Myro yng sekarang jadi Count.
Weed25
Wkwkwkwk dan bener di akhir Romansa 3 Kerajaan, yang bertahan hanya keturunan Cao Cao dan Kerajaan Wei, tapi endingnya malah keturunan Jendral Sima Yi yang berhasil menyatukan tiongkok menjadi satu dinasti, Dinasti Jin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!