NovelToon NovelToon
Behind The Scene

Behind The Scene

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Teen school / 1 vs banyak / Tamat
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alput2

Hiatus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alput2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balap Liar

Tiara masih terdiam. Malahan matanya melotot sambil menatap Arsenio tak percaya.

Sementara Arsenio masih menatap datar ke arah gadis itu. Sorot matanya yang datar terlihat seperti tidak ada hal yang terjadi. Padahal lelaki itu baru saja menyatakan cinta padanya, apa lelaki itu tak sadar?

Tiara menunduk sejenak untuk menghindar tatapan lelaki itu. Bingung. Dalam hatinya, ia menyukai Ares. Lantas ia harus menjawab ... seperti itu?

Canggung selama satu menit. Arsen masih dalam keadaan awal, masih menatap Tiara. Pasti lelaki itu tengah menunggu jawaban. Mulut Tiara seakan dikunci.

Karena tak mau menahan canggung lebih lama lagi, Tiara pun mulai membuka suara.

"Ng.. Arsen, aku sebenarnya suka sama.."

"Pffftt.. gua bercanda tau. Hahahah", potong Arsen sambil tertawa terbahak bahak.

Apa katanya?

Bercanda?

Tiara hampir saja melemparkan sepatu sport nya ke wajah Arsen kalau ia tak ingat ia sedang di dalam cafe.

"Ahahah, ya ampun.. Lo percaya gitu? Ahahahah!", Arsen semakin tertawa gila.

Sementara Tiara memendam emosinya. Tiara dengan wajah mulai merah padam masih memperhatikan Arsenio yang sedang tergelak.

Lalu Arsenio menyeka ujung matanya dengan jari telunjuknya, padahal tak ada air mata yang keluar dari situ.

"Lo.. tadi beneran percaya ya? Hhhh.. sampe capek gua ketawa", lanjut Arsenio.

Tiara dengan kesal bangkit dari kursinya, dan membawa ranselnya. Sebelum Tiara benar benar pergi dari situ, Tiara berbalik sebentar ke arah Arsenio yang masih tertawa tawa.

"Awas aja nanti lu beneran suka sama gue", ujar Tiara, lalu pergi meninggalkan lelaki itu dan menuju pintu keluar cafe.

*

Disisi lain..

Di sebuah rumah minimalis satu lantai, pukul 6 sore..

Rangga tengah bertelepon di ruang tamu rumahnya. Ia sedang berbicara dengan Aldo, teman satu geng nya.

"Ketua Untoxic lagi mau cari masalah sama kita, kayak biasa", ujar Aldo dari sana.

Untoxic ialah nama sebuah geng motor gila yang diketuai oleh orang gila juga ( menurut Rangga ).

"Si Andre ngajak balapan", lanjut Aldo.

Andre adalah nama ketua tersebut.

Rangga mengangguk angguk faham , lalu muncul senyum smirk di wajahnya, menandakan kalau ia merasa senang dengan tantangan tersebut.

Ya, Rangga memang murid berprestasi di Arison. Tapi di luar sekolah, ia sebenarnya hanyalah manusia berandalan tanpa tujuan hidup .

"Kasih tau waktu dan tempat", ujar Rangga pada Aldo.

"Di jalan xxxxxx, jam 10 malam"

Lalu telepon di tutup.

Rangga kemudian beranjak ke kamarnya untuk mengambil jaketnya. Walaupun Rangga itu manusia berandalan, tapi isi kamar miliknya benar benar mencerminkan seorang Soft boy.

Bagaimana tidak? Di kamar Rangga terdapat banyak piala penghargaan sekolah, foto foto kecil dirinya yang sedang tersenyum sambil memegang piala tersebut, dan juga foto foto keluarganya.

Benar benar tak terlihat sama sekali bahwa pemilik kamar ini ialah ketua geng motor yang menyukai balap liar.

Sejak kelas 11, sejak ayahnya meninggal, Rangga justru memilih tinggal sendirian. Sedangkan ibu dan adik perempuan nya masih di rumah nya yang dulu.

Setiap Rangga memasuki pintu kamarnya, ia akan langsung terpaku pada sebuah foto foto kecil yang ditempelkan di dinding kamarnya. Di foto foto itu seluruh keluarganya lengkap.

Dulu.. semuanya terasa indah.

Mata Rangga lalu beralih ke sebuah foto yang ia letakkan di atas bantalnya. Foto dia dan adik perempuannya yang sedang berpelukan. Diambilnya foto itu, lalu mengingat ingat masa terakhir kali ia bertemu dengan adik perempuan nya itu.

6 bulan yang lalu..

"I Miss you", bisiknya, lalu meletakkan kembali foto itu di atas bantal.

*

Pukul 20.45 malam...

Rangga dengan jaket hitamnya baru saja keluar dari pintu garasinya. Setelah mengeluarkan motor balap kesayangannya, ia mengunci pintu garasi lalu segera menyalakan motor.

Tujuan nya saat ini ialah pergi ke rumah lama ayahnya. Setelah perjalanan selama 10 menit, akhirnya ia sampai di sebuah rumah dua lantai.

Setelah Rangga memarkirkan motornya, ia membuka helm hitamnya lalu beranjak memasuki pintu samping rumah. Tak lama kemudian, mamanya datang menghampiri nya dengan wajah agak terkejut.

"Kamu untuk apa dateng malam malam begini, Rangga?", tanya wanita itu. Wanita itu terlihat sangat khawatir.

"Mau jemput Airin ma", jawab Rangga.

Wanita itu menatap curiga kepada Rangga. Lalu wanita itu berjalan beberapa langkah untuk bisa melihat motor anaknya yang diparkiran di depan gerbang rumah.

Motor hitam besar milik Rangga itu seperti motor balap.

"Kamu .. ini motor balap kan? Kamu mau balapan, Rangga?", tanya wanita itu.

Argh!

Harusnya Rangga jangan memakai motor itu kesini!

Rangga menepuk keningnya atas kecerobohan nya. Ia memang mau memakai motor itu, tapi saat hendak balapan dengan geng Untoxic nanti.

"Enggak ma, Rangga sengaja make motor ini karena Airin kan suka sama motor besar kayak gini", jawab Rangga.

"Jam 9 malam begini? Memangnya kamu mau ngapain sama adik kamu?"

"Mau nonton film kartun bareng ma, di rumah, ", jawab Rangga asal.

Setelah menjawab seperti itu, wanita itu pun mengizinkan Rangga untuk membawa adik perempuan Rangga yang berumur tujuh tahun yang bernama Airin.

Airin berlari keluar dari rumah menuju lelaki itu, dan lantas memeluknya. Setelah nya, Rangga mengangkat gadis kecil itu ke atas motor, gadis itu duduk di depan dengan Rangga yang berada di belakangnya akan menyetor motor.

"Hati hati ya, mama takut kalau kalian kenapa napa. Tidur jangan terlalu larut malam", pesan wanita itu . Setelahnya, wanita parubaya itu menutup pintu gerbang nya, dan berjalan masuk ke dalam rumahnya .

"Kita bakal ikut balapan", bisik Rangga tepat di telinga adik perempuan nya itu. Setelah mendengar itu, Airin yang awalnya terkantuk kantuk pun langsung tersenyum lebar.

"Sudah siap?", tanya Rangga .

"Siap!"

Lalu Rangga melajukan motornya dengan cepat meninggalkan rumah tersebut .

*

Setelah perjalanan selama 10 menit, Rangga sampai di sebuah jalanan sepi. Angin malam benar benar terasa menggelitiki kulit. Dan lampu jalan di area sini benar benar tidak ada karena saat ini mereka tengah berada di sebuah tempat yang jauh dari kota.

Tapi ketika Rangga benar benar sudah sampai di area balap, barulah terlihat jalanan terang yang bersumber dari cahaya motor motor .

Ramai. Orang orang  sorak menunggu idola mereka di arena itu.

Arena balap yang mereka gunakan ini sebenarnya ialah jalan umum, tetapi karena jauh dari daerah kota, setiap menjelang malam jalanan ini sangat sepi, di area sini juga belum ada pemukiman.

Rangga bersama motornya memasuki arena perkumpulan para anggota geng motor lain. Ketiga teman Rangga yang menyadari kehadiran lelaki itu langsung menyambut kehadiran lelaki itu.

"Telat 5 menit", ujar Aldo.

"Rangga ngadi ngadi , mau balapan malah bawa bocil", lanjut Hans.

"Udah sering kali, lu aja yang liat", ujar Aldo pada Hans.

Setiap Rangga menghadiri acara balap liar, selalu membawa adik perempuan nya itu, Airin. Ya karena Airin sendiri juga sangat menyukainya. Malah Airin yang sering merengek minta ikut.

"Hai", terdengar suara sapaan seseorang. Rangga menoleh dan melihat Andra, si ketua Untoxic sudah berada di sampingnya.

Ya, nama geng motor mereka ialah Untoxic, padahal anggota di geng motor itu toxic semua dan pada hobi bolos sekolah.

"Sebelum mulai kita buat perjanjian dulu. Kalau lo kalah, Lo harus mau jadi asisten rumah tangga di rumah gua selama seminggu. Begitu juga sebaliknya", ujar Andra.

"Kalo tantangannya jadi art selama seumur hidup gua juga setuju", ujar Rangga.

Andra menaikkan alisnya mendengar ucapan Rangga. Lelaki itu benar benar menantangnya.

"Oke", lanjut Andra dengan nada agak pasrah. Dia tak boleh terlihat ketakutan di depan Rangga, lelaki yang termasuk musuh bebuyutan keluarganya.

Sebelum Rangga pergi ke jalur balap, ia meitipkan Airin pada ketiga temannya. Tapi ia melihat Airin terlihat kedinginan, jadi lelaki itu pun memakaikan jaketnya ke adiknya itu.

"Ayo mulai!!"

Sorak salah seorang pendukung Andra dari jalanan sebrang . Rangga pun langsung menaiki motornya. Lalu keduanya pun membawa motor masing masing ke jalur start. Ya, hanya mereka berdua.

Di sepanjang jalur yang mereka gunakan untuk balapan ini, terdapat banyak para anggota geng Untoxic yang bersorak sorak.

Keduanya pun mulai menyalakan motor masing masing, dan dari sisi jalan, seorang lelaki yang memang bertugas sebagai pemandu mulainya balapan segera membuka suara.

"1... 2... 3.. mulai!"

Kedua lelaki itu pun segera melaju dengan kecepatan penuh. Orang orang yang memenuhi sisi jalan segera bersorak sorak lebih keras.

Jalanan ini.. mungkin memiliki panjang sekitar 30 km untuk sampai kembali ke batas start. Saat masih sama perjalanan selama beberapa km , baik Rangga dan Andra keduanya terlihat memiliki posisi yang seri.

Andra sepertinya menggunakan motor baru yang memiliki kualitas luar biasa. Sebelumnya, Rangga tak pernah kalah balapan dengan lelaki itu.

Malah pada saat pertandingan pertandingan sebelumnya, dari awal start Rangga memang sudah melangkah lebih jauh dari Andra. Tapi sialnya Rangga menggunakan motor balap lamanya kali ini.

Sekitar satu menit kemudian..

Sudah dalam perjalanan 10 kilometer.

Mereka berdua tidak selisih jauh, motor Rangga melaju 5 meter didepan Andra. Sejak awal pertandingan tadi, mereka berdua sama sekali tidak berinteraksi atau saling menoleh .

Karena memang tak sempat.

Berbeda dengan pertandingan dengan Andra tahun tahun lalu, saat motor Rangga masih baru. Rangga selalu mengolok olok Andra di tengah jalan karena Rangga selalu akan melaju jauh di depan lelaki itu saat balapan.

Rangga tidak boleh kalah, saat ini, dan kapanpun juga!

Sekitar satu menit kemudian, mereka sudah berjalan sejauh 20 km. Rangga tetap fokus melajukan motornya hingga ia sudah berselisih jauh didepan Andra .

"Hahah, kalah jauh kan elu", gumam Rangga saat sudah berada di posisi jauh di depan. Ia tersenyum kemenangan dalam helm hitam nya , sangat yakin kalau ia akan segera memenangkan pertandingan ini.

Tapi...

Tak lama setelah itu..

Dor!

Bruk!

Rangga terjatuh dan terpental dari motornya . Helmnya juga hampir terlepas, baju panjangnya di bagian siku dan lutut sobek , terlihat darah yang keluar siku dan lututnya.

Rangga segera bangkit duduk. Kepalanya langsung terasa pusing. Walaupun dia tidak terbentur batu, tapi kecelakaan tunggal tadi cukup membuat kepalanya seakan diputar putar.

Lalu Rangga membuka helm nya, terlihat darah menetes dari hidungnya. Rangga juga merasakan nyeri di pelipisnya. Rangga lalu menyentuh pelipisnya , dan ternyata pelipisnya juga terluka.

Rangga pun membuka sarung tangan hitamnya dan menyeka darah yang luar dari hidungnya .

Rangga yang masih duduk , mulai menarik nafas nya dalam dalam, dan memijat kepalanya yang pusing akibat ia jatuh tadi.

"Gak mungkin..", ujar Rangga sambil mengingat ingat kejadian barusan.

Tadi, tepat satu detik sebelum ia jatuh terpental dari motornya..

Ia mendengar... suara tembakan halus.

1
Inru
Eh, Tiara. Tiara Nandini mampir thor 🤭
Nadiya Rahman
klik favorit ah,duh kok keluar darah dari hidung,Rangga segera periksa ke dokter
Irda farahdiba
udah tamat Thor?
SUGASAVAGE
aku mampir Thor ke karya nya, jangan lupa mampir juga ya
Samy Noer
Hai Tiara ... Isma mampir ☺️
bymanik?
bagus cerita nya☺️
thanks thor udh mampir lgi 😌🙏✨
triana 13
semangat kak

aku nyicil aja takut kakak tipe yang ga boleh bom like
triana 13
mampir kak
Tyara Lantobelo Simal
semangat ya ....
Tyara Lantobelo Simal
semangat Thor
awal yang menyenangkan
Marnie Ajah
aku langsung jawab di sini ya thor, mampir sejaligus ngasih bom like 😊
Mommy Ghina
aku mampir, semangat thor 💪
diksiblowing
titip disini... lanjut ya thor
diksiblowing
hampir bingung dengan nomor2 diatas, dikira td nomor togel, ternyata no telp dalam grup wkwkw... sorry thor
diksiblowing
mampir baca ya...
Aumy Re
kalo cctv berjalan lebih ngeri lagi
Mari ani
hai, kak aku ikut mampir
diksiblowing
pertama baca. lanjut lagi
lazy
tiba-tibanya double thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!