NovelToon NovelToon
Mami Kecil

Mami Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Nikahmuda
Popularitas:165.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Aniska

Zia, gadis cantik paling populer di sekolah terpaksa harus menikah dengan Reynan, teman sekolahnya karena sebuah insiden.
Mereka harus terpaksa terpisah karena dendam masa lalu antar kedua keluarganya.

Lima tahun menghilang dan meninggalkan Reynand, Zia kembali bersama seorang anak lelaki yang sangat tampan.
Mereka bertemu kembali dan hampir bersama. Namun lagi-lagi sebuah kejadian terpaksa memisahkan mereka lagi.

Bagaimana akhirnya? Akankah mereka bersama atau justru takdir berkata lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Aniska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Minggu yang cerah. Sepasang remaja masih bergelung dalam selimut meski pagi telah berlalu. Bahkan matahari telah naik memancarkan cahayanya yang mulai panas.

Sebuah tangan melingkar di perut Zia namun tak juga mengusik tidurnya.

Reynand yang telah bangun mendahului istrinya itu masih enggan beranjak. Ia masih senang memandangi wajah imut Zia.

"Ternyata lo cantik ya, imut", gumamnya lirih sambil menyingkap rambut Zia yang menutupi wajahnya.

Senyum mengembang di bibirnya. Ia sedikit menjahili Zia dengang mencubit pelan hidungnya.

Zia sedikit menggeliat namun tak juga terbangun.

"Dasar kebo, emang lo tidur jam berapa sih sampai jam segini masih nyenyak banget?", ucap Reynand mencubit hidung Zia, kali ini lebih keras.

Karena sang istri belum juga merasa terusik, Reynand kembali mengeratkan pelukannya. Bahkan Zia sepertinya semakin merasa nyaman dalam pelukan Reynand.

Zia sedikit menggeliatkan tubuhnya. Memeluk gulingnya semakin erat. Nyaman. Namun guling itu terasa berbeda. Terasa lebih hangat dan lebih besar.

Perlahan ia buka mata, mengintip sebentar lalu menutupnya kembali.

Ketika menyadari ada yang aneh, ia membuka kembali lebar-lebar matanya.

Zia terlonjak kaget lalu melepaskan pelukannya. Memundurkan badannya menjauhi tubuh Reynand.

"Kenapa hem?", tanya Reynand dengan wajah menggoda.

"Kok kita pelukan?", tanya balik Zia sambil mengintip ke dalam selimut. Lega karena ternyata pakaiannya masih utuh lengkap.

"Lah semalam yang nggak bisa-bisa tidur siapa? Terus setelah dipeluk langsung merem, makin kenceng lagi meluknya", goda Reynand pada istri mungilnya.

"Emang iya ya?", tanya Zia sedikit cengo.

"Ihh gemesin tau nggak", ucap Reynand mencubit hidung Zia lalu berlari ke kamar mandi sebelum istrinya itu mengamuk.

Di dalam kamar mandi, Reynand masih senyum-senyum mengingat wajah Zia. Sebenarnya jantungnya sudah bergetar sangat hebat.

Sementara Zia masih memegangi pipinya yang terasa panas. Ia yakin sekarang wajahnya sudah memerah.

Senyum terukir di wajahnya. Mengingat perlakuan Reynand padanya yang sangat membuat nyaman.

Zia menengok ke arah jendela. Tampak matahari telah memancarkan sinarnya.

"Jam berapa sih kok kayak udah panas banget?", gumamnya sambil turun dari kasur lalu melihat jam.

"Astagaaaaa udah setengah sebelas dan gue baru bangun?", gumamnya lagi sambil merapikan tempat tidurnya.

Setelah Reynand keluar dari kamar mandi, Zia bergantian memasukinya. Ia melakukan ritual mandi yang cukup kilat karena perutnya sudah sangat lapar. Pasti Reynand juga sudah menunggunya.

Selesai mandi, Zia baru menyadari jika tadi ia lupa membawa handuk. Zia ragu untuk keluar atau sekedar minta bantuan suaminya untuk mengambilkannya.

Beberapa saat kemudian, pintu diketuk.

tok tok tok

Zia membuka sedikit pintu lalu menyembulkan kepalanya keluar.

"Doooorr"

Teriak Reynand dari balik pintu membuat Zia terkejut langsung menutup pintunya dengan keras.

"Aaauuuuhhh, pesek hidung gue Zi", teriak Reynand karena terantuk pintu yang ditutup Zia.

"Salah sendiri ngagetin gue lo", balas Zia.

"Ya abisnya lo lama banget di dalem. Mandi apa berendam sih?", tanya Reynand.

"Anu i itu..gue lupa nggak bawa handuk", ucap Zia malu-malu.

"Ah elah kenapa nggak ngomong dari tadi sih, kan gue bisa ambilin", balas Reynand.

"Malu", gumam Zia pelan dan mungkin tak didengar Reynand.

"Nih handuknya", ucap Reynand membawakan handuk sang istri.

Zia membuka sedikit pintu dan menjulurkan tangannya mengambil handuk itu. Terbersit niat jahil di hati Reynand. Ia menggerak-gerakkan handuk di tangannya menjauhi tangan Zia.

Zia yang merasa dikerjain oleh Reynand mulai jengkel. Ia meneriaki suaminya itu.

"Rey, nggak usah jahil deh", teriaknya sebal.

"Hahahaaa iya iya nih", tawa Reynand menggelegar namun tetap memberikannya pada Zia.

Zia menerima handuk itu lalu memakainya. Zia juga lupa membawa pakaian ganti sehingga hanya menggunakan handuk untuk melilit tubuhnya.

Ragu-ragu ia memutar knop pintu. Membukanya lalu ia keluar dari kamar mandi.

Zia merasa sangat malu saat Reynand melihat dirinya yang hanya menggunakan handuk.

Buru-buru ia menuju ruang ganti lalu memakai bajunya.

Sedangkan Reynand masih terpaku. Ada sesuatu yang mendesak saat melihat tubuh mulus Zia. Jantungnya juga berdegup sangat kencang saat ini.

Reynand mencoba mengatur nafasnya kembali agar tak terlihat gugup di depan istrinya.

Zia keluar dari ruang ganti telah lengkap dengan pakaiannya. Kemudian mengajak suaminya untuk sarapan. Atau lebih tepatnya makan siang karena sudah hampir tengah hari.

"Turun yuk sarapan", ajak Zia.

"Sarapan?", tanya Reynand menyindir sambil melirik keluar jendela.

"Eh...ya udah apalah namanya, sarapan kek makan siang kek, yang jelas kita turun terus makan. Gue laper banget. Lagian lo udah bangun nggak mau bangunin gue", jawab Zia memanyunkan bibirnya.

"Haha iya iya maaf deh, abis lo enak banget tidurnya. Kan gue jadi nggak tega", jawab Reynand.

Mereka pun turun langsung menuju meja makan. Beberapa makanan sudah tertata di meja namun sepertinya juga sudah dingin.

"Eh non Zia sama den Reynand, mau makan ya? Aduh makanannya udah dingin, biar bibi panasin dulu ya?", ucap bi Surti saat menyadari sepasang pengantin baru itu berada di meja makan.

"Boleh deh bi", jawab Reynand.

"Biar Zia bantu bi", ucap Zia lalu membawa makanannya ke dapur.

Setelah semua makanan dipanaskan, Zia kembali menatanya di atas meja. Sedangkan bi Surti pergi mengerjakan pekerjaan lain. Zia yang memintanya karena ia ingin melayani suaminya sendiri. Ia ingin belajar menjadi seorang istri yang baik.

Zia mengambilkan nasi dan sayur serta lauk ke piring Reynand, setelag itu baru ia mengambil untuk dirinya sendiri.

Mereka makan dalam diam. Hanya dentingan sendok yang terdengar. Setelah selesai makan, Reynand membuka suara.

"Jadi kapan kita pindah?", tanya Reynand.

"Emang kita mau pindah?", bukannya memjawab Zia malah berbalik tanya.

"Kita kan udah nikah, dan gue pengen mulai sekarang kita bisa hidup mandiri", jawab Reynand menatap kedua mata Zia.

"Terus kita pindah kemana? Kalau ke rumah lo kan juga sama aja", sahut Zia.

"Gue pengennya kita tinggal di apartemen gue. Tapi kita nginep dulu di rumah mami barang semalem", ucap Reynand.

"Ya udah gue ikut aja gimana enaknya. Sekarang kan gue tanggung jawab lo sepenuhnya", ucap Zia menyetujui suaminya.

"Ya udah kalau gitu malam ini kita nginep di rumah mami dulu ya, baru besok kita ke apartemen", ajak Reynand yang diangguki oleh Zia.

Sarapan diakhiri dengan Reynand kembali ke kamar dan Zia membereskan sisa makan mereka.

Zia membuat teh hangat terlebih dahulu sebelum menyusul suaminya ke kamar.

Secangkir teh untuk suaminya dan segelas susu hamik untuk dirinya ssndiri ia bawa di atas nampan menuju kamarnya.

Tak ada obrolan apapun sesampainya Zia di kamar karena Reynand tampak sibuk mengerjakan sesuati di laptopnya.

Zia pun sama, ia membuka laptopnya lalu melanjutkan menulis novel yang telah ia buat.

Menulis memang sudah menjadi hobi Zia. Oleh karena itu ia telah menyelesaikan beberapa karya dan dari beberapa karya itu ada yang telah diterbitkan.

Sesuai dengan rencana malam itu Reynand dan Zia akan menginap di rumah orang tua Reynand. Zia menyiapkan seragam dan peralatan sekokah lainnya untuk dibawa karena mereka akan berangkat sekolah esok dari sana.

Sore itu mereka berangkat ke kediaman keluarga Adhiyasta. Sebelumnya Reynand telah menghubungi maminya. Mengatakan jika dmia dan Zia akan bermalam di sana.

Mami Marinka sangat sibuk mempersiapkan makan malam untuk menyambut anggota baru keluarganya itu.

Berbagai hidangan yang mungkin disukai oleh Zia yang tengah mengandung itu pun telah terhidang di atas meja makan.

ting ton ting tong

Bel rumah berbunyi. Mami Marinka segera berjalan ke arah pintu depan. Dengan langkah cepat dan senyum mengembang, ia segera membuka pintu.

Namun senyum itu seketika memudar tatkala pintu terbuka dan menampilkan orang lain bukan seperti yang ia harapkan.

Ia mencoba mengatur nafasnya agar tak gugup. Memutar otak agar anak dan menantunya tak bertemu dengan orang yang ada di hadapannya ini. Atau paling tidak harus ada alasan yang tepat jika nanti mereka bertemu.

Dengan berat hati mami Marinka mengajak orang itu masuk. Sambil ia terus berpikir apa yang harus dilakukan atau dikatakan jika nanti Reynand dan Zia datang.

tin tong ting tong

Deg

Perasaan mami Marinka mulai tak enak. Jangan-jangan itu anak dan menantunya. Ia pun berbalik ke arah pintu. Memutar pelan knopnya dengan perasaan dag dig dug.

ceklek

Pintu terbuka. Ternyata orang tadi juga tengah menatap ke arah pintu. Melihat siapa yang datang.

"Kalian", ucapnya.

1
Rinto Mamonto
tadi doni sekqrang bagas mana yg bener thor
Rinto Mamonto
crtanya bgus hanya ada yang ilang kok ngak di ceritain pas pertemuan keluarga viba dan rey saat di reatoran bertepatan ortunya rey ketemu zean
azkiya jeon🐰🐇
haii Thor...👋👋
Marnie Marsin
Lanjut
Lastri Gete
mita
Qomariyah Kom
lanjut thor
Lili Suryani Yahya
sapa yaaaa
mott_
Ohh ternyata, haishhh tp ngapa jd copet dah..
mott_
Wahh wahh rahasia apa yg tersimpan..
Lili Suryani Yahya
Siapa yaaaa
mott_
Wahh ada rahasia apa nih.. Kok hmmm..
Lili Suryani Yahya
kembarannya Reynand
Lili Suryani Yahya
bibit unggul bngettt
Lili Suryani Yahya
Jngan2 anak kembaran Papinya Zean kali yaaaa
Lili Suryani Yahya
Jngan sampai lagi ada pengganggu deeehh, malas jadinya pisahnya z lumayan lama kaaaannn
Rina Bita
semangat up thoorr🤗

2 likes mendarat dariSAHABAT TAK KASAT MATA😍
mott_
Nah kek nya papa naura yg onoh tuh gk mungkin rey.. Kl iya rey masa gk knal? Setidaknya kan.. Tapi ya pokoknya harus yg onoh papa naura 😁😁
Ambar Arum Sari: betul setuju banget,,, pasti bapaknya yang onoh🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Cimut
apa yang nabrak rey itu papa naura y????
mott_
Lho k-kok? Huuuh terkejut aku, semoga bukan deh..
lian asheeva
jangan ada masalah lagi ya thor😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!