Follow Ig@rii.ena
Season.1
Tidak mendapatkan jawaban dari ibunya, saat menanyakan siapa ayah biologis dirinya.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahun mencari ayahnya sendiri dengan menggunakan aplikasi kemiripan wajah, dari kalangan biasa, artis sampai kalangan pengusaha.
Hingga dia merasa yakin jika seseorang yang dilihatnya di suatu profil sebuah perusahaan memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya, dan dia memiliki keyakinan kalau pria itulah ayahnya, lalu anak laki-laki itu datang sendiri untuk menemui pria yang di duga ayah biologisnya.
Apakah pria itu benar ayahnya atau hanya sekedar mirip saja ? Bukankah di dunia ini banyak yang namanya kebetulan ?
Season, 2
Biru, pria muda berusia dua puluh tujuh tahun, pria dengan ketampanan yang tidak diragukan lagi karena darah yang mengalir ditubuhnya lebih dominan wajah ayahnya daripada wajah ibunya.
Bertemu dengan dua gadis kecil yang rusuh, dan sayangnya tidak tahu siapa dirinya dengan menitipkan bekal makanan untuk karyawan di perusahaan milik keluarganya.
Bagaimana kisah seru kedua gadis centil yang bertemu dengan pria-pria dewasa yang salah satunya adalah Om-nya Biru sendiri?
Ikutin terus kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Obat Penawar
Pulang dari Mansion kediaman keluarga Raimond, Biru berlari masuk kedalam kamar Mommy-nya.
" Mommy, aku pu-lang.."
Biru mematung di depan pintu kamar, ranjang Mommy-nya dalam keadaan kosong.
Lalu berjalan dan mengetuk pintu kamar mandi.
" Mommy, apakah Mommy di dalam "
" Mommy ada di kamar Daddy "
Alard berdiri diluar pintu kamar Bella.
" Benarkah ? Mommy dan Daddy sudah tidur satu kamar ? Berarti sebentar lagi aku punya adik ? "
Alard mengangguk.
Biru berjalan menuju kamar Alard, mengetuk pintu pelan lalu mendorongnya.
Terlihat Bella yang masih keadaan tidur.
" Mom, aku merindukanmu "
Biru menciumi kedua pipi Bella.
" Kau sudah kembali ? Mommy juga merindukanmu, sayang "
Bella memeluk tubuh kecil putranya lalu melirik ke arah Alard yang terus mengawasi dirinya.
" Bantu Mommy kembali ke kamar Mommy ! "
Bella masih belum bisa bergerak dengan leluasa karena bawah tubuhnya masih terasa nyeri dan sedikit lecet.
" Tetap disini ! Aku tidak mengizinkanmu untuk meninggalkan kamar ini mulai hari ini "
Tegas suara Alard mencegah.
" Aku yang akan merawat-mu "
Alard menatap sedikit tajam agar tidak ada bantahan dari Bella.
" Mommy sakit ? "
Biru meletakkan punggung tangannya di dahi Bella, memang sedikit hangat.
" Tidak apa-apa, Mommy hanya membutuhkan istirahat yang cukup dan Mommy akan sehat kembali "
Bella menenangkan Biru agar bocah itu tidak kuatir.
" Dad ? "
Pria kecil itu beralih ke Daddy-nya.
Alard mengangguk.
" Seperti kemarin saat Mommy-mu sedang demam, dia hanya membutuhkan pelukan dari Daddy "
Alard mengedipkan sebelah matanya memberi isyarat, Biru tersenyum mengangguk.
" Opakah itu pertanda adikku sudah ada diperut Mommy ? "
" Hah ? Ti-tidak secepat itu "
Bella tergagap.
Biru tertawa dan tidak ingin membuat ibunya bingung dan serba salah.
" Baiklah Mom, Mommy tetaplah di kamar Daddy, Daddy yang akan merawat Mommy dengan baik. Aku akan kembali ke kamar agar Mommy bisa istirahat dan cepat sembuh "
Biru melangkah riang meninggalkan kamar Daddy-nya. Dia cukup bahagia jika melihat Mommy dan Daddy-nya lebih dekat lagi.
" Tetaplah berada di atas ranjang ! Atau kau ingin buang air kecil ? "
Kedua mata Alard menyipit menatap Bella yang sedikit gelisah, seakan dirinya tahu jika Bella sedang menahan diri ingin buang air.
" Aku bisa sendiri, keluarlah ! "
Bella sangat malu jika untuk buang air pun Alard akan ikut campur.
Cukup sudah rasa malunya untuk hari ini.
Di hotel tadi dari dalam kamar yang mereka pesan sampai di depan pintu hotel, dimana mobil yang akan membawa keduanya kembali ke apartemen, Alard terus menggendongnya.
Mereka menjadi tontonan para tamu, manager dan karyawan hotel.
Bisik-bisik jika Alard menghambiskan malam pengantinnya di hotel bisa Bella dengar ketika mereka melewati sekelompok orang.
Bagi yang tidak mengetahui pernikahan Alard mengatakan jika Bella adalah wanita simpanan Alard.
Bella terus menyembunyikan wajahnya ke dada Alard agar orang tidak mengenali wajahnya.
Alard tidak ingin mendengar nada penolakan dari Bella, dia sigap menggendong Bella dan mendudukkan dirinya di atas toilet.
Membantu membersihkan dan mengeringkan area pribadinya, Alard kembali mengoleskan salep agar cepat kering.
Setiap kali Alard melihat luka di area bawah Bella, Alard merasa bersalah. Betapa brutalnya di menyentuh Bella.
Tapi keinginan untuk melakukan itu begitu kuat dan terus karena di bawah pengaruh obat yang sudah Kasandra masukkan tanpa perduli dengan Bella yang sudah lemah tidak berdaya.
Alard hanya menunggu waktu kehancuran bagi Kasandra dan ibunya.
" Tetaplah berada di atas ranjang dan jangan banyak bergerak ! Aku akan mengambilkan kertas gambar-mu jika kau bosan "
Alard berjalan ke kamar Bella untuk mengambilkan tablet dan kertas gambar serta pewarna, lalu menyerahkan pada Bella.
" Aku akan kebelakang dan membuatkan bubur untukmu "
Akhirnya Bella hanya bisa diam dan membiarkan apa yang ingin Alard lakukan tanpa melarang lagi.
Setelah menyuapkan sup kacang merah dan semangkuk bubur sayur pada Bella, Alard dan Biru hanya makan malam berdua tanpa Bella.
Tidak akan ada yang menyangka jika pria sekelas Alard mau turun ke dapur untuk menyiapkan makan malam dan membersihkan peralatan yang kotor, semua itu dia lakukan hanya untuk Bella dan putranya.
Tidak bisa sembarangan orang yang dapat menikmati makanan hasil dari olahan tangan Alard kecuali orang yang dia sayangi termasuk Almarhum ibunya.
" Kembalilah ke kamarmu ! Jangan membaca terlalu lama dan segera tidur, Daddy akan menemani Mommy-mu "
" Iya Dad, aku akan mengucapkan selamat malam dulu pada Mommy "
Alard mengikuti langkah kaki Biru menuju kekamarnya.
Setelah Biru selesai mengucapkan selamat malam dan mencium kedua pipi Bella, Alard mengunci pintu kamar.
" Kenapa di kunci ? "
" Kau takut ? Aku tidak mungkin melakukannya lagi untuk malam ini.
Kecuali nanti jika keadaanmu sudah membaik.
Jangan takut ! Aku bukan musuh-mu, Bel "
Alard mengganti pakaian yang dikenakannya dengan piyama tidur di depan Bella tanpa sungkan, tidak ada yang harus ditutup-tutupi lagi di hadapan Bella.
Bella memalingkan wajahnya ke arah lain, walaupun malam tadi dia sudah melihat semuanya tapi tetap saja Bella malu.
Aliran darah Bella mendadak terasa panas.
Alard tertawa tanpa suara, dia tahu Bella malu, justru Alard semakin suka melihat wajah Bella yang merona.
Bella tidak secantik perempuan-perempuan kelas atas yang mendekati dirinya, tapi bersama Bella, Alard bisa mengenyahkan penyakit Mysophobia-nya. Apakah karena Bella ibu dari anaknya ? Alard juga tidak tahu.
Hanya melihat Bella yang lebih banyak diam dan memakai busana yang sopan dan tertutup saja, kelelakian Alard sudah bereaksi.
Berbeda dengan perempuan-perempuan lain, mereka menampakkan belahan dada dan pahanya dengan maksud menggoda, tetapi yang ada justru membuat Alard bergidik jijik.
Gisel sebagai sekretaris pribadinya, di wajibkan memakai busana yang sopan dan jangan mengumbar keseksian tubuhnya.
Alard naik ke atas ranjang, berusaha menjaga jarak jangan terlalu dekat dengan Bella, agar Bella tidak takut dan dirinya juga tidak menerkam Bella kembali.
" Kau tidak ingin tahu siapa yang mencampurkan obat ke dalam minuman yang aku minum ? "
Alard memiringkan badannya menghadap ke arah Bella.
" Pria seperti dirimu dikelilingi banyak wanita, mana aku tahu "
Bella hanya menatap ke langit-langit kamar.
Bella tidak boleh menggunakan hati hidup bersama Alard karena dia tidak tahu hati Alard bagaimana selain semua demi Biru.
" Kau cemburu ? "
Gantian Bella yang tertawa tanpa suara.
Pertanyaan yang lucu, bahkan sampai detik ini Bella tidak tahu bagaimana hatinya.
" Kasandra, dia yang memasukkan obat itu kedalam minuman "
Bella tersentak lalu melihat wajah Alard lekat-lekat.
" Kau menyukai Kasandra ? "
Alard menatap kedalam netra coklat gelap milik Bella, mencoba menyelami hati Bella yang sebenarnya seperti apa.
Bella terlalu pintar menyembunyikan isi hatinya.
" Aku hanya memenuhi syarat yang diajukan oleh kedua musuh-mu itu agar mereka menarik tuntutannya.
Aku bisa saja membebaskan dirimu dengan jaminan, tetapi mereka akan bernyanyi diluaran lalu reputasi Raimond company akan buruk, kau mengerti bukan ?
Ingat Bel ! Siapapun yang menjadi musuh-mu, maka dia musuhku juga "
" Apakah dia berharap bisa tidur denganmu dengan mencampurkan obat itu "
Alard mengangguk.
" Aku sudah mengetahui rencana apa yang akan dijalankannya, makanya Kay yang menjemput dirimu sebagai penawar malam itu.
Karena aku tidak mungkin melakukannya pada wanita sembarangan apalagi seperti saudara tiri-mu itu."
Bella hanya diam lalu kembali memejamkan kedua matanya, letih badannya belum sepenuhnya hilang, dia tidak habis pikir, kenapa Kasandra bisa melakukan segala cara demi mencapai sesuatu.
...****************...
udah candu sama karya nya mak riie 🤭