Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman pertama
Queen terbangun karena perutnya merasa sangat lapar,melihat ke arah jam dinding ternyata sudah sangat larut malam,dia tadi tertidur karena merasa lelah.
"Kemana dia tengah malam belum pulang juga,apa ada meeting sampai tengah malam"gumam Queen kesal.
Queen berjalan ke arah dapur,membuka lemari pendingin,ternyata sudah kosong karena sudah lama dia tidak belanja kebutuhan dapur,tak ada yang bisa di makan,perutnya benar-benar tak bisa di ajak kompromi.
"Laperr,tapi gak ada yang bisa di makan"gumamnya.
Queen mengambil ponselnya,mendial nomer Fahri,lama ponsel itu berdering tapi tak ada yang mengangkat,Queen berdecak kesal.
Akhirnya Queen memutuskan untuk keluar mencari lestoran 24 jam,dia bingung naik apa karena mobil di bawa Fahri,setelah menimang-nimang cukup lama akhirnya dia memberanikan diri memesan taxi online.
Ditempat lain tepatnya diruang kantor Fahri,terlihat dia tengah tertidur pulas di sofa,menggeliat kemudian membuka matanya,Fahri tersentak karena melihat ke arah dinding sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Astaga aku tertidur,kenapa Roy tidak membangunkan aku"gumamnya.
Fahri mengambil ponselnya di meja kemudian melihat ada dua kali panggilan tak terjawab dari Queen,bergegas keluar kantor dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,sampai di apartment dia tak menemukan Queen di mana-mana,mengacak rambutnya kesal kemudian menghubungi ponsel Queen.
"Hallo kamu dimana malam-malam begini?"ucap Fahri saat Queen mengangkat panggilannya.
"Di Kfc aku laper"jawab Queen di seberang sana.
"Apa kau gila tengah malam begini keluar sendirian?"kesal Fahri.
"Aku laper kau tak pulang-pulang,di telpon juga gak di angkat".
"Okee,tunggu disitu jangan kemanapun,aku akan menjemputmu"perintah Fahri.
"Kenapa kau selalu membuatku pusing"gumam Fahri saat berjalan kembali ke parkiran mengambil mobilnya.
Lima belas menit kemudian Fahri sudah sampai di Kfc,mengedarkan pandangannya mencari Queen,Queen berada di ujung dekat dengan jendela sedang asyik mengunyah ayam crispynya.
"Apa kau tak bisa pesan online saja?"ucap Fahri saat sudah berada di depan Queen.
"Ohh,lupa"jawab Queen santai.
"Bisa ngga sehari saja kau tidak membuat ulah,kepalaku pusing"kesal Fahri.
"Aku gak minta di jemput"jawab Queen sambil terus memasukkan ayam ke mulutnya.
Fahri menghela nafas,menetralkan amarahnya sendiri,setelah selesai mereka langsung pulang ke apartment.
"Apa meetingmu sampai tengah malam"tanya Queen saat mereka sudah sampai diapartment.
"Aku ketiduran,Roy tidak membangunkan aku"jawab Fahri.
Merasa sudah kenyang kini Queen mulai mengantuk,melirik sebentar ke arah Fahri yang masih duduk di sofa,tak tau kenapa sekarang Queen sepertinya sudah sangat kecanduan dengan aroma tubuh Fahri,tidur dalam pelukannya membuatnya merasa nyaman,konyol memang tapi itulah yang terjadi.
Queen berdecak kesal saat Fahri tak kunjung menghampirinya ke kasur,sampai akhirnya dia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di sofa dengan berbantalkan paha Fahri,sejenak Fahri tersentak kaget tapi kemudian tersenyum.
"Kenapa kau tak tidur di kasur sana?"tanya Fahri sambil mengusap rambut Queen.
"Kenapa juga tengah malam kau malah duduk-duduk disini"jawab Queen.
"Aku belum bisa tidur,tidurlah di kasur,nanti masuk angin di sini"perintah Fahri.
Queen masih punya harga diri untuk tidak bilang bahwa dia tidak bisa tidur,dan ingin di peluk Fahri,bisa jatuh harga dirinya walaupun kenyataannya memang begitu,tak tau kenapa seolah dia merasakan sangat nyaman berada di pelukan pria itu padahal dua hari yang lalu mereka masih saling bersiteru dan lihatlah sekarang mereka sangat menikmati moment kebersamaan.
Sepertinya tuan muda itu mulai mengerti,dia tersenyum kemudian mengajak Queen tidur di kasur,memeluk tubuh Queen sambil mengusap lembut rambutnya,kenyamanan itu membuat Queen terbuai dan tak butuh waktu lama diapun tertidur pulas.
Sejenak Fahri mengingat perkataan Roy,bahwa harus ada kejelasan antara dirinya dan Queen.
"Apa benar aku mencintai gadis bar-bar ini?"batin Fahri.
Tapi tak bisa di pungkiri dia juga merasa sangat nyaman,memeluk Queen menimbulkan sensasi tersendiri.
"Apa yang harus aku katakan pada uncle Mike kalau sudah seperti ini,rasanya aku juga sudah mulai terbiasa dengan Queen,kenapa harus dia"batin Fahri.
Tak lama kemudian Fahripun ikut tertidur.
***
Pagi harinya Queen terbangun lebih dulu,begitu membuka mata dia melihat wajah polos Fahri yang tengah tertidur pulas,jari-jari tangannya mulai tak bisa diam,dia mengusap lembut pipi Fahri membuat Fahri terbangun.
"Kau sudah bangun"ucap Fahri serak.
"Heemm".
"Mulai mengagumi wajah tampanku?".
"Cih,terlalu percaya diri".
Queen mengurai pelukan Fahri kemudian bangun dan membersihkan dirinya,Fahri tersenyum melihat Queen salah tingkah.Ponsel Fahri berdering,terlihat di layar benda pipih itu Devan yang menghubunginya.
"Hallo".
"Betah sekali di Bali,bukankah masalah sudah beres?"tanya Devan.
"Heemmm,papa telpon pagi-pagi hanya untuk mengatakan itu?"tanya Fahri kesal.
"Kapan kau berniat pulang ke Jakarta?".
"Belum tau,masih ada beberapa proyek yang harus aku tangani sendiri di sini pah".
"Apa kau mau membuat aku mati kelelahan mengurus semua perusahaanmu yang disini?".
"Kelelahan apa,Reno mengirim semua kerjaan ke emailku,trus yang papa lakukan apa sampai kelelahan?"kesal Fahri.
"Mengawasi,aku hanya mengawasi pekerjaan mereka,yang lain itu tetap urusanmu".
"Jadi kenapa menyuruhku pulang kalau kayak gitu?".
"Boy, minggu depan ulang tahun mamamu,apa kau ingin membuatnya bersedih".
"Ahh Fahri lupa pah,minggu depan Fahri pulang sebentar"ucap Fahri.
" Sebentar katamu,apa yang membuatmu betah disana,papa jadi penasaran".
"Sudalah aku mau siap-siap berangkat kerja dulu"ucap Fahri kemudian mematikan sambungan ponselnya.
Queen sudah keluar dari kamar mandi,menuju ke dapur,dia lupa tak ada makanan apapun disana,mengambil ponselnya kemudian memesan makanan online.
Setelah mandi Fahri menyusul Queen di meja makan,mengernyit melihat Queen sedang memindahkan makanan ke mangkok.
"Tumben hari ini gak masak"tanya Fahri.
"Lemari es kosong,aku lupa belum belanja".
Queen berjalan ke arah Fahri dan meletakkan mangkok berisi bubur dimejanya,saat sedang berbalik kakinya tersandung kaki Fahri membuat tubuhnya limbung,dengan cekatan Fahri menarik pinggang Queen dan akhirnya terduduk di pangkuan Fahri.
"Apa kau sengaja ingin duduk di pangkuanku?"ledek Fahri.
"Apa kau tak melihat aku tersandung kakimu,apa mungkin kau yang sengaja biar aku terjatuh lalu menangkapku".
"Hahhaaa,kau kira kita sedang main drama romantis"ucap Fahri sambil tertawa.
Queen hendak bangun tapi Fahri menahannya,tatapan mereka terkunci sesaat,ada debaran yang tak biasa diantara mereka,Fahri melihat bibir merah Queen,mengusap bibir itu dengan ibu jarinya membuat Queen terbuai.
Wajah mereka sudah berdekatan.
"Aww"bukan bibir malah hidung mereka saling berbenturan.
"Shitt"ucap Fahri saat hidung mereka kembali berbenturan.
"Kau ke kiri aku ke kanan,mengerti?"ucap Fahri geram.
Akhirnya bibir mereka berhasil terpaut,beberapa detik berikutnya.
"Aawww sakit" Queen kesal karena Fahri menggigitnya.
"Kenapa kau menggigitku?" kesal Queen.
"Apa kau tak sadar kau yang menggigitku lebih dulu"jawab Fahri.
"Apa kau juga tak pernah berciuman?"pertanyaan yang lolos begitu saja dari mulut Queen yang berhasil membuat wajah Fahri memerah.
"Kita ulangi lagi,oke"ajak Fahri.
Dan adegan ciuman itu berlanjut,mereka sama-sama belum pernah berciuman selama ini,terlihat gaya mereka ciuman masih sangat kaku,mereka mengulanginya beberapa kali seolah balita yang senang mempunyai mainan baru,Queen mendorong Fahri.
"Udah ah kaku banget"ucap Queen.
"Satu kali lagi,oke?"rayu Fahri.
"Nggakkk".
♡♡♡
To be continue....