Karya ini adalah terusan dari cerita Orang Ketiga.
Menceritakan kisah Aditya yang di tinggalkan oleh cinta pertamanya.
Aditya yang sedikit trauma dengan cinta, harus bertemu dengan wanita yang kepribadiannya jauh seratus delapan puluh derajat dari cinta pertamanya.
Zaskia gadis manis berusia delapan belas tahun baru saja lulus dari SMA.
Mereka bertemu saat Zaskia melamar sebagai pelayan di kafe milik Aditya.
Apakah Aditya akan tertarik dengan Zaskia dan melupakan cinta pertama nya?
Yuk di ikutin setiap episodenya.
Semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
" Kia, lu di panggil noh!" kata Tika yang sedang merapikan piring.
" Ama siapa?" tanya Zaskia.
" Noh, istri Pak Riki." kata Tika.
" Sintya, mau apa dia manggil gue?" gumam Zaskia dalam hatinya.
Zaskia langsung menuju meja tempat Sintya dan Riki duduk.
Deg .. Jantung Zaskia berdebar cepat, " Apa dia tahu kalau tadi gue abis ngomongin dia?"
" Anda memanggil saya?" tanya Zaskia kepada Sintya.
" Iya." jawab Sintya dengan suara nya yang lembut.
" Ada apa, Kak?" tanya Zaskia kepada Sintya.
" Cantik banget, ya ampun. Pantes aja Tuan gak bisa move on. Ramah dan suaranya lembut banget." puji Zaskia yang terkagum melihat pesona Sintya.
" Kamu pegawai baru?" tanya Sintya.
" Kok kakak bisa tahu?" tanya Zaskia.
" Seperti nya, aku belum pernah melihat mu disini." kata Sintya.
" Iya, Kak. Aku baru beberapa hari disini." kata Zaskia.
" Oh, ini buat kamu." kata Sintya yang memberikan amplop putih.
" Apa ini Kak?" tanya Sintya.
" Bonus buat kamu, soalnya kamu kerja keras hari ini." kata Sintya, " Dan terima kasih atas bantuannya."
" Iya, Kak ini sudah tugas aku." kata Zaskia.
" Kamu kuliah?" tanya Sintya.
" Aku baru lulus kemarin, Kak. Dan kebetulan kafe ini lagi butuh pegawai. Makanya aku langsung melamar." kata Zaskia yang membalas senyuman Sintya.
" Fresh graduate?" kata Sintya.
" Iya, Kak!" jawab Zaskia.
" Nanti kalau aku butuh pegawai, bisa bantu aku?" tanya Sintya.
" Oh bisa Kak." kata Zaskia penuh semangat.
" Oh iya, Kak. Aku balik kerja dulu ya, dan terima kasih." Kata Zaskia yang menyelipkan amplop di kantong celemeknya.
" Iya, sama-sama." jawab Sintya.
Lalu Zaskia langsung meninggalkan Sintya, dan pergi menuju dapur.
Sebelumnya... (Flashback)
" Mbak Fifi, kayaknya ada pegawai baru ya?" tanya Sintya yang dudum di bangku tamu.
" Iya, mbak Sin." jawab Fifi, " Ada tiga orang."
" Yang itu namanya Olivia. " Fifi menunjukkan tangan ke arah Olivia yang sedang membawa piring kotor, " Yang itu Tika, lagi ngepel. Dan itu Zaskia yang lagi di dapur."
" Oh, apakah Adit tahu?" tanya Sintya.
Fifi begitu gugup mendengar pertanyaan Sintya.
" Oh, enggak mbak Sin. Kata manajemen emang lagi kurang orang." tutur Fifi.
" Adit gak ada kabar, apa dia sekarang membenciku?" tanya Sintya.
" Maaf mbak Sin, kalau itu aku gak bisa jawab." kata Fifi yang memang sudah akrab dengan Sintya.
" Yang kerja di dapur itu lagi bungkusin makanan?" tanya Sintya.
" Iya, katanya untuk ibu dan adiknya yang lagi di rumah sakit." kata Fifi.
" Memang siapa yang sakit?" tanya Sintya.
" Adiknya, abis tabrakan. Jadi Zaskia harus bekerja keras untuk pengobatan adiknya." kata Fifi.
" Oh, nanti tolong kamu panggilkan dia ya." perintah Sintya.
" Iya, mbak Sin!" kata Fifi.
Fifi langsung menghampiri Tika, " Tik, Kia dipanggil ama Mbak Sintya." kata Fifi yang langsung duduk di meja kasir.
" Oke, Mbak." jawab Tika yang langsung menghampiri Zaskia yang berada di dapur.
Selanjutnya...
" Ki, lu disuruh ngapain?" tanya Tika.
" Gue di tawarin kerja di perusahaan nya." kata Zaskia.
" Widih, enak banget lu. Dapat koneksi langsung dari istri CEO." kata Tika yang sudah rapi mengepel lantai.
" Iya, entar lu gue ajak juga. Kalau gue di terima." kata Zaskia.
" Enggak, Ki. Gue disini aja, soalnya bisa menyesuaikan sama jadwal kuliah." kata Tika.
" Lu mau kuliah, Tik?" tanya Zaskia.
" Iya, gue pengen jadi orang lebih pintar." kata Tika.
" Emang sekarang lu gak pinter?" canda Zaskia.
" Ih lu mah, Ki. Kerjaannya ngeledek mulu. " Kata Tika yang langsung menggelitik pinggang Zaskia.
" Iya, iya ampun..." kata Zaskia yang merasa kegelian.
-
-
Silakan like dan berikan komentar mu.