Apa jadinya jika kedua pengantin sepakat kabur dihari pernikahan mereka, sementara acara akan segera di gelar.
Mikayla dan Haikal adalah korbannya, karena mereka dipaksa Nikah menggantikan kedua pengantin yang kabur entah kemana.
Jangan lupa follow Ig mamie_kembar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiket pulang
Malam ini Devan dan juga Haikal memasuki bar, dimana kekasihnya dan selingkuhan berada.
Haikal dapat melihat dengan jelas jika sang kekasih sedang bermesraan dengan kekasihnya.
Devan dan Haikal yang sedang menyamar duduk tak jauh dari meja Amira. Terdengar suara Amira yang manja mengobrol dengan kekasih nya.
"Sayang, kapan kau akan memutuskan si Haikal bodoh itu!"
"Sabar sayang, aku belum mendapatkan semuanya, baru sebagian hartanya yang dia berikan padaku. Aku menginginkan saham perusahaan nya, kau tenang saja. Aku akan meminta 40% saham perusahaan nya, sebagai syarat karena dia menikahi wanita itu."
"Apa dia mau mengabulkannya?"
"Dia itu bodoh, dia begitu mencintaiku, jadi aku yakin dia akan melakukan apapun agar aku mau menikah dengannya." ucap Amira dengan tertawa ringan.
Haikal mengepalkan tangannya dan habis sudah kesabarannya, dia berdiri dan memukul Fredy.
"Haikal!!" ucap Amira terkejut
Sama halnya dengan Haikal Fredy juga tak kalah terkejutnya dengan Amira.
"Sayang, kapan kamu tiba disini?" ucap Amira mencoba memegang Haikal dan bermuka manis.
"Lepaskan tanganmu itu jalang!" bentak Haikal
"Sayang, kamu salah paham. Aku nggak ada hubungan. apa apa dengan Ferdy?" Amira coba merayu Haikal
Haikal kembali memukul Fredy yang sempat tersungkur ke bawah. Fredy jatuh ke bawah dan tak melawan. Haikal lebih kuat darinya dan juga banyak anak buahnya disana.
"Jangan pernah coba mendekati ku lagi, aku jijik dengan mu!! Dasar wanita murahan!!!" bentak Haikal kearah Amira.
"Aku...aku bisa jelaskan semuanya, yank!!!" ucap Amira coba mendekati Haikal, namun tatapan tajam dari Haikal membuatnya mengurungkan niatnya.
"Devan, pastikan film yang mereka bintangi tidak laku di pasaran dan wanita murahan ini hancurkan karirnya hingga tak seorangpun mau menerimanya di industri mereka." ucap Haikal.
Haikal, kal...kamu nggak bisa buat aku kayak gini!!" teriak Amira
Amira tak berdaya dan hanya mampu menangis dan terduduk di lantai mendengar kata kata Haikal, dia menyesali semua kecerobohannya.
Haikal dan anak buahnya keluar dari bar tersebut tak lama polisi datang dan menggerebek tempat tersebut. Mereka menangkap Amira dan Fredy atas kepemilikan narkoba.
Haikal kembali ke hotel. Dia duduk dan termenung disana. Bayangan awal pernikahannya dengan Mikayla dan sikap arogan nya membuat dirinya menjadi malu dan merasa miris.
Aku menyia nyiakan wanita baik baik demi seorang jalang seperti Amira. Apakah mikayla masih mau memaafkan ku, apalagi setelah apa yang aku lakukan kemaren kepadanya? dia pasti akan merasa jijik dan takut padaku. bathinnya.
Haikal memang sakit hati mengetahui Amira selingkuh dan hanya memanfaatkan hartanya tapi bukan rasa itu yang menghantuinya, justru rasa bersalah nya kepada istrinya mikayla yang terus berputar di kepalanya..
Bayangan wajah mikayla yang menangis ketakutan, tak juga mau hilang dari hati dan pikirannya.
Tapi tadi siang siapa pria yang mengangkat telponnya? apakah itu kekasihnya? apa dia juga memiliki seorang kekasih? tapi dari laporan yang aku terima dia tidak sedang dekat dengan siapapun. Lalu apakah dokter itu yang terus coba mendekatinya?
berbagai pertanyaan terus bermunculan di kepala Haikal membuatnya semakin merasa pusing.
Ditambah ucapan Devan tadi siang, bisa saja mikayla berpaling kepada orang lain karena sikapnya yang kasar dan kejam.
*Apakah aku kejam?
Apakah dia juga akan pergi meninggalkan ku?
Tidak, mika adalah istriku dan aku tidak mengijinkannya pergi meninggalkan ku, Tidak akan pernah!!!
Haikal yang tak tenang menelpon Devan. "Devan siapkan tiket pesawat besok pagi, aku akan pulang lebih dulu." ucapnya
"Bukankah kita ada meeting dengan Mr,Kang besok pak?" tanya Devan.
"Kau saja yang datang mewakili aku, besok aku mau pulang, jangan banyak tanya, pesankan saja tiketnya." ucap Haikal
"Tapi kak, apa yang membuatmu tiba tiba ingin pulang? apa kau merindukan kakak ipar? kau bisa bohong pada siapapun tapi kau tak bisa membohongi ku, aku sangat mengenalmu." ejek Devan.
"Kau terlalu berisik, apa kau mau aku mengirim mu ke Afrika?" bentak Haikal.
"Tapi kak, kita tidak memiliki cabang perusahaan disana," ucap Devan yang membuat Haikal semakin jengkel.
"Dengar, pesan sekarang atau ku pecat kau!!!"
"Sabar bos, aku pesan kan sekarang. Selamat mengejar cinta istrimu bos, heeheh" ucap Devan dan langsung mematikan ponselnya. Dia tak mau mendengar amukan Haikal.
Devan adalah putra Daren dan Mila, dia memilih menjadi asisten pribadi Haikal. Usia mereka tak begitu jauh , Devan nyaman bekerja dengan Haikal, walau Haikal tampak kejam tapi dia sangat disiplin dan profesi. Dia sudah menganggap Haikal kakaknya.
Devan terkekeh di seberang membayangkan wajah Haikal yang marah marah kepadanya.
Apa yang akan dilakukan Haikal saat bertemu dengan istrinya?
lanjut
aq suka bangat sma wanita yg teguh sma pendirian ,gk mudah luluh...
gk gampangan ...lanjut
liat istri di sapa sma cowo ,
padahal haikal masih lanjut pacaran sma mira ,dasar egoes haikal ...
ayo mika jangan hirau kan haikal
biar kan makan cemburu nya...
lanjut ..
gk keliata wanita lemah ...
mika memang harus tegas ...
tapi tetap perhatian layak nya istri sholehah ,aq suka bangat ...lanjut
mira ditutupi ,biar haikal tau...
jangan sampai bosan kita tunggu nya,lanjut...