Semua menginginkan kisah cinta yang sangat manis dan mulus termasuk aku. Menjadi anak konglomerat dan dikelilingi orang-orang yang selalu menyayangiku tak cukup membuatku bahagia karena aku hanyalah wanita yang ingin merasakan cinta. Menyakitimu bukanlah keinginanku namun takdir lah yang mempermainkan kita.
Masuk kedalam sebuah hubungan rumit yang membuat banyak hati terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratnadewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengapa?
"Kak, tidak apa-apa kan kalau,,"
"Tidak apa Aletta, kakak akan tidur di sofa. Kamu tidurlah ini sudah malam" suruh Aldi.
"Emm sebentar kak" ucap Aletta kemudian berlalu menuju lemari dan mengambil satu selimut dari sana.
"Pakai ini supaya tidak kedinginan" ucap Aletta.
"Terimakasih Ca"
"Sama-sama kak. Selamat malam"
"Selamat malam Alettaku" jawab Aldi.
Mereka pun tertidur dengan terpisah.
🍃🍃🍃🍃
"Kamu mau kemana Ca?" tanya Aldi saat melihat Aletta pagi-pagi sudah rapi.
"Aku ada janji dengan Olivia kak,"
"Janji?? Kita kan satu rumah mengapa harus membuat janji??" tanya Aldi.
"Semalam Olivia tidur dirumah temannya kak, pagi ini dia ingin menemui aku entah apa yang ingin dia bicarakan." ucap Aletta kemudian melirik jam tangannya.
"Kak maaf aku sudah telat. Sebaiknya kakak pindah ke ranjang agar papa dan mama tidak curiga" ucap Aletta.
"Ya, nanti aku akan pindah ke ranjang" jawab Aldi tersenyum.
"Oh ya, nanti kalau papa dan mama tanya aku dimana bilang saja ada kepentingan mendadak ya" pinta Aletta.
"Iya nanti kakak sampaikan" ucap Aldi.
"Terimakasih kak, aku pergi dulu"
Aletta pun langsung berlalu meninggalkan Aldi.
🍃🍃🍃
"Kemana Olivia?? ini sudah jam setengah tujuh kenapa lama sekali" lirih Aletta.
Ia terus saja melirik jam tangan yang ada di tangannya dan celingukan ke kanan dan kiri namun tak menemukan Olivia.
Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memeluknya.
Aletta memekik dan berusaha berontak.
"Kumohon padamu, biarkan seperti ini. Aku rindu padamu" lirih seorang pria kemudian menangis di bahu Aletta.
Aletta bisa merasakan ada bulir air mata yang jatuh membasahi bahunya.
Sesaat ia terlena dengan pelukan dari Arga. Ia juga merindukan Arga, bahkan sangat merindukan pria tampan yang kini tengah memeluknya itu.
Ingin ia membalas pelukan itu namun akal sehatnya kembali sadar dan melepaskan pelukan Arga dengan sedikit kasar.
"Lepaskan aku!!" ucap Aletta.
Akhirnya pelukan itu lepas. Aletta berbalik menatap wajah tampan yang amat sangat ia rindukan itu.
"Mengapa Ca?? Mengapa kamu tega menggoreskan luka di hatiku?? Ada apa denganmu?? " tanya Arga.
Aletta tak bergeming hanya terdiam sambil menahan tangisnya.
"Kenapa kamu berubah dalam waktu sekejap? Ada masalah apa yang kamu hadapi?? Aku sangat tahu betul kau masih sangat mencintai aku. Kenapa kamu malah menerima pernikahan ini Ca?? Bukankah kamu sendiri yang berkata padaku bahwa kamu akan memperjuangkan cinta kita ini? Tapi mengapa kenyataannya kau malah menerima pernikahan gila itu. Kau benar-benar menikah dengan dia, kau tahu bagaimana hancurnya hatiku saat itu?? Duniaku seolah remuk hancur menjadi debu melihat pria lain mengucapkan ijab Kabul dengan menyebut namamu. Ingin saat itu juga kubunuh dia dan membawamu pergi dari sana.
Apa ada yang salah dariku Ca?? Kumohon katakan padaku jika aku melakukan kesalahan yang mana membuatmu mengambil keputusan sepihak seperti itu? Aku akan berusaha menebus kesalahanku jika kamu memintanya Ca. Kita bisa selesaikan masalah ini bersama-sama. Kenapa baru segini kamu sudah menyerah Ca?? " ucap Arga sambil berderai air mata.
Ia tak peduli apa kata orang jika melihatnya saat ini tengah menangis tersedu-sedu hanya karena seorang wanita. Karena sejatinya wanita yang ada dihadapannya kini memang sudah berhasil memporak-porandakan isi hatinya.
"Keputusanku sudah bulat kak. Ini yang terbaik untuk kita" jawab Aletta sambil berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh.
Ia harus tampak tegar agar Arga percaya jika ia sudah tak mencintainya.
"Kenapa kau tak membicarakannya padaku?? Kenapa kamu tiba-tiba berubah?? Kukira sewaktu kita di pantai itu mampu meyakinkan aku jika kamu akan terus memperjuangkan cinta kita. Kau mengkhianati cinta kita semudah membalik telapak tangan?? Kau berubah bahkan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam."
"Maafkan aku" ucap Aletta karena hanya itu yang mampu keluar dari mulutnya.
"Kenapa Ca?? Beri aku satu alasan mengapa kau meninggalkanku??"
"Karena aku sudah tidak mencintaimu lagi" jawab Aletta dingin.
"Bohong!!! Aku masih bisa melihat dengan jelas jika kamu masih sangat mencintai aku. Katakan padaku apa alasannya Ca?? Apa kedua orangtuamu?? Atau pria sialan itu?? Katakan padaku kamu masih mencintai aku kan Ca. Tatap mataku dan katakan jika kamu sudah tidak mencintai aku!!" paksa Arga kemudian langsung menangkap kedua pipi Aletta.
"Aku sudah tak mencintaimu lagi kak" jawab Aletta sambil memalingkan wajahnya.
"Kumohon tatap aku Ca" pinta Arga.
Aletta pun berusaha pergi namun lagi-lagi Arga menahannya dan memeluknya dengan erat.
"Jangan pergi Ca, kumohon."
"Lepaskan kak" pinta Aletta namun ia tak memberontak karena ia sendiri pun sangat merindukan pelukan hangat Arga.
"Siapa yang sudah membuatmu berubah pikiran?? Apa kedua orangtuamu?? Aku bisa membawamu pergi dari sini Ca. Aku tau hartaku tak seberapa dibandingkan hartamu tapi hartaku masih sanggup untuk mencukupi semua kebutuhanmu. Ayo pergi dari sini Ca. Tinggalkan dia dan menikahlah denganku. Sudah aku katakan berapa puluh kali jika aku akan menerima kondisimu bagaimanapun itu. Aku akan menerima jika kenyataannya kamu sudah di perlakukan tak baik oleh kakakmu. Aku menginginkan kamu karena aku mencintaimu bukan hanya nafsu semata" pinta Arga.
"Aku tidak bisa kak, ini yang terbaik untuk kita. Aku bukan wanita baik untukmu." ucap Aletta.
"Terbaik kamu bilang?? Kamu melukai aku Ca. Kenapa kau tega melakukan ini?? Sudah aku katakan kalau kamulah wanita terbaik yang pantas untukku" ucap Arga.
"Dengarkan aku kak" ucap Aletta yang kali ini melonggarkan pelukannya dan menatap dalam wajah sendu Arga.
"Kamu itu baik, penyayang, tampan, kaya, pintar. Kamu berhak bahagia dengan wanita yang lebih baik dari aku kak. Masih banyak diluar sana wanita yang baik dan juga sangat siap membuka hati untukmu"
"Tapi yang ku mau hanya kamu Ca" ucap Arga lagi.
"Aku tak bisa kak. Kita memang belum berjodoh. Sekarang aku sudah menjadi istri seseorang dan kuharap kakak mau mengerti dan menjaga jarak denganku"
"Aku tak peduli statusmu."
"Cukup kak, kamu bisa tidak sih jangan keras kepala!!"
"Kamu yang egois Ca" lirih Arga.
Aletta yang kesal langsung berlalu meninggalkan Arga sementara Arga hanya terdiam menatap punggung gadisnya itu.
Mengapa dunia terlalu kejam padanya?? Salahkah jika ia ingin merasakan yang namanya kebahagiaan itu??
"Aku yakin ini bukan maumu Ca, aku akan berusaha menyelidiki apa motifmu meninggalkan aku begitu saja seperti ini. Jika memang kau berubah bukan karena kemauanku sendiri melainkan ada paksaan atau dorongan dari orang lain maka aku tak akan mengampuni orang tersebut bahkan siapapun orang tersebut aku tak peduli. Aku masih bisa melihat dengan jelas tatapan penuh cinta darimu" lirih Arga.
aku jadi ikut baper dan haluuu thoor