Prasetya Ramadhan menikahi Anisha wanita bercadar namun ia tak pernah melihat wajah dibalik cadar itu dan ia menyimpan perasaan pada wanita yang entah dimana keberadaanya .
Dihari pernikahan.....
"gua gak akan nyentuh lo sedikit pun, jangan mimpi lo".
Namun Pras menyentuhnya karena obat perangsang dan membuat Anisha hamil.
Bagaimanakah kisah mereka apakah harus berakhir buruk atau kah baik dan dimanakah sebenarnya wanita yang dicintai oleh Pras....
Dan siapakah Anisha itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva rivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 22
" selama itu, padahal dalam mimpi aku merasa baru beberapa menit saja?". Batinnya tak menyangka.
" Nisha kamu kenapa sayang?". Tanya Pras khawatir.
Pras khawatir melihat Anisha bengong seperti itu, ia pun mengeratkan genggamanya dan mencium punggung tangan Anisha dengan erat, menangis tersedu meminta maaf berkali-kali pada Anisha, Namun hal itu membuat Anisha merasa tak nyaman.
" Kamu dari tadi menangis terus, jika kamu punya salah padaku tenang saja aku sudah memaafkan mu". Ucap Anisha menghibur.
Anisha mengelus kepala Pras sambil tersenyum, membuat Pras semakin merasa bersalah padanya sebab kebaikan yang diberi istrinya tersebut, tak lama kemudian seorang wanita tiba sambil membawa rantang untuk Pras, wanita itu adalah Alisha kembaran Anisha.
" Mas Pras!, ini makanan buat..". Ucap Alisha pun seketika terhenti melihat Anisha tersadar den sedang mengelus kepala Pras dengan lembut.
Nyut......
Hati Alisha merasa teriris tanpa sadar ia menjatuhkan rantang yang ia bawa, melihat hal itu Pras geram dan membentaknya karena kecerobohannya itu.
Deg....
Air mata nya menetes dan ia sesegera mungkin mengusap air matanya dan pergi begitu saja tanpa membersihkan lantai dan membawa kembali rantang yang ia bawa.
" Anisha sadar?, mengapa Aku gak suka padahal seharusnya Aku senang saudara kembarku telah sadar, tapi...., perasaan Apa ini? rasanya sakit ". Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Alisha sadar diri dong kamu cuma pengganti sementara". Menugur dirinya sendiri.
" Loh? Nyonya kenapa gak masuk kok malah disini?". Tegur Dokter Ayu yang tiba-tiba muncul menegurnya.
" Ah?.. Eh.. iya saya mau pulang, dan saya mau bilang kalo Nyonya yang asli sudah siuman". Ucap Alisha dan kemudian buru-buru pergi.
" Kenapa ya Nyonya kok keliatanya aneh?, Oh ya Nyonya Anisha katanya sadar aku cek dulu dech". Ucap Dokter Ayu buru-buru menuju ruangan Anisha.
Sesampainya di depan ruanga ia tak sengja melihat wajah Anisha dan Pras berdekatan seperti ingin berciuman , seketika pipinya merona dan ia pun segera berpaling, Pras yang merasa seperti ada bayangan orang segera menegur.
" Siapa diluar?". Tegur Pras.
" Sa..saya Ayu Tuan , Sa..saya ti....tidak melihat apapun tuan, serius saya tidak melihat apapun". Ucap Doter Ayu gugup.
Mendengar hal itu Pras menyuruhnya masuk dan memintanya memeriksa Anisha untuk memastikan kondisinnya, karna sepertinya ingatan Anisha bermasalah.
" Itu hal yang wajar , untuk seorang pasien penderita geger otak tuan". Ucap Dokter Ayu.
" Tunggu, kamu bilang tadi Aku geger otak? ". Tanya Anisha terkejut.
" Ia Nyonya, Anda terkena geger otak setelah insiden jatuh dari tangga 3 tahun lalu!". Ucap Dokter Ayu.
Anisha masih tak percaya bahwa ia sudah tak sadarkan diri selama 3 tahun ia pun menanyakan bagaimana keadaan bayi yang ada dikandungannya saat itu.
" Tenang saja sayang anak anak kita diurus oleh tante-tantenya". Ucap Pras.
" Anak-anak?". Ucap Anisha heran.
" Iya sayang, anak anak kita, kamu melahirkan 3 anak kembar". Ucap Pras sambil tersenyum.
Anisha masih bingung dan tidak percaya, ia pun ingin memastikannya sendiri dan meminta pulang cepat untuk bertemu anak anak nya itu, namun karena kondisi nya yang kurang memungkinkan itu, Pras tidak mengijinkannya untuk pulang sementara ini, dan memilih lebih baik membawa tiga anaknya kemari.
" Beneran, kamu mau bawa anak kita kesini?, kamu yang cepat bawan kesininya yah, aku pingin lihat ketiga anakku itu?". Ucap Anisha senang.
Pras mengangguk, lalu ia segera menghubungi orang rumah untuk mbawa ketiga Anaknya kemari untuk bertemu mamanya.
" Loh, kamu langsung mau bawa anak-anak kesini apa gak repot?". Tanya Anisha terkejut ia tak menyangka permintaanya langsung dikabulkan begitu saja, padahal ia mengira harus menunggu waktu yang tepat.
Tak lama kemudian Anak-anaknya pun tiba bersama Rara dan Riri, mereka pun berpelukan dan menangis haru karena Anisha telah sadar, Namun ia merasa heran anak-anaknya tidak ada yang mendekatinya bahkan menyapanya sama sekali sampai ia berinisiatif menyuruh mereka mendekat.
banyak novel yg sdh saya baca tp crt novel ini yg pling parah paling gak jls dan gak nyambung berantakan bener bener hancur ceritanya kemana jadi gk mutu... 🙏🙏