Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.
Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.
Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?
Yuk langsung kepo in.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 22
Sore hari.
Para karyawan kantor sudah mulai bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, termasuk juga Fira. Setelah mengesave kerjaannya di komputer, barulah Fira keluar dari ruangannya.
" Fir, Lo bawa mobil nggak?" tanya Willa.
" Bawa, emang kenapa?"
" Gue nebeng sama Lo ya"
" Mobil Lo kemana?"
" Di bengkel"
" Ya udah, yuk"
Fira dan Willa berjalan menuju lift. Lift berjalan ke bawah membawa kedua wanita cantik itu.
Ting.
Pintu lift terbuka, Fira dan Willa keluar dari lift. Mereka berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil Fira.
Willa masuk kedalam mobil sahabatnya itu. Fira melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja.
" Gimana kabar ayah lo, Fir?" tanya Willa.
" Alhamdulillah sekarang udah agak membaik La"
" Masih sering kontrol kan?"
" Masih, 1 kali sebulan"
" Semoga ayah Lo cepat sembuh seperti sedia kala"
" Aamiin, terima kasih La"
Tanpa terasa mobil yang dikendarai Fira sampai di bengkel tempat mobil Willa di perbaiki.
" Thank's ya Fir" ucap Willa setelah turun dari mobil Fira.
" Sama-sama, gue jalan dulu ya"
Fira melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya. Dia ingin cepat sampai di rumah, dan bertemu dengan sang ayah.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit Fira akhirnya sampai di rumahnya. Fira memasukkan mobilnya ke dalam garasi, setelah itu dia masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, kamu sudah pulang Nak"
" Sudah Yah, gimana hasil pemeriksaan medis ayah tadi?" tanya Fira setelah duduk di kursi ruang tamu.
" Alhamdulillah baik Nak, dokter juga sudah mengurangi jumlah obat yang akan ayah minum"
" Syukurlah, Fira berharap ayah cepat sembuh dan tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan lagi"
" Mudah-mudahan deh Nak"
" Adek kemana Yah?"
" Dia bilang tadi siang mau pergi ke kampus"
" Oh, kalau gitu Fira ke kamar dulu ya Yah"
" Ya Nak"
Setelah berpamitan dengan sang ayah, Fira pergi ke kamarnya. Sesampainya di kamar Fira, langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi, Fira memakai pakaiannya. Setelah itu dia pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk dia dan sang ayah, karena adiknya belum tentu akan pulang malam ini.
Fira membuka isi kulkas untuk melihat bahan-bahan yang bisa dia masak. Saat kulkas terbuka, tidak ada bahan masakan yang tersisa di sana.
" Aku harus ke supermarket, mumpung belum terlalu sore"
Fira pergi ke kamarnya untuk mengambil jaket sama kunci mobilnya. Setelah itu dia berpamitan sama sang ayah.
" Yah, Fira ke supermarket bentar ya"
" Ya Nak, hati-hati "
Setelah berpamitan Fira langsung menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Fira melajukan mobilnya menuju supermarket.
Fira pun sampai di supermarket terdekat. Dia masuk kedalam supermarket, setelah memarkirkan mobilnya.
Fira mengambil troli dan langsung menuju tempat bahan masakan. Fira beruntung karena sekarang sedang ada diskon di supermarket itu. Inilah waktu yang paling di tunggu-tunggu sama Fira.
Senyum tidak pernah lepas dari bibir Fira. Dia sangat senang melihat diskon yang dia dapat dari bahan makanan yang dia ambil itu. Bahkan senyum Fira makin mengembang saat melihat tulisan beli 1 gratis 1.
Fira langsung mengambil bahan makanan itu, tapi bukan bahan masakan yang di pegang Fira, melainkan tangan seorang pria.
" Sepertinya anda sangat tertarik dengan tangan saya" kata pria itu.
Secepat mungkin Fira melepaskan tangannya dari pria itu. Fira kaget melihat lelaki yang ada di sampingnya itu.
Kanebo kering.
Aska merasa Dejavu. Dia seperti pernah mengalami hal seperti ini. Dia pun mengingat-ngingat kejadian itu.
" Bapak kenapa?" tanya Fira pada Aska.
" Ah, nggak apa-apa"
" Saya tidak menyangka, CEO seperti bapak suka belanja yang ada diskon juga"
" Emang ada larangan CEO nggak boleh beli barang diskon"
" Ya nggak sih, tapi lucu aja. Secara bapak kan orang kaya"
Aska tersenyum mendengar ucapan cewek yang ada di hadapannya itu.
" Eh!, bapak tersenyum?" tanya Fira.
" Ehem!, ti-tidak"
" Masa sih, padahal tadi saya liat loh"
" Mungkin mata kamu sudah mulai rusak"
" Mata saya masih sehat kali Pak"
" Kalau sehat, nggak mungkin kamu bisa salah liat"
" Mungkin bapak bener"
Karena keasyikan ngobrol, Fira tidak menyadari kalau bahan masakan yang akan dia beli tadi sudah habis tak bersisa.
" Ya habis, gara-gara bapak sih ngajak aku ngobrol terus"
" Kok kamu nyalahin saya, bukankah kamu yang ngajak saya ngobrol" protes Aska.
Fira melirik troli belanja milik Aska. " Hhhmm, ini boleh buat saya ya Pak" kata Fira sambil memegang bahan masakan yang ada diskon tadi.
Lucu banget sih ni cewek.
" Berhubung saya orang baik, saya akan bagi kamu satu"
" Benarkah?"
" Hhhmm"
" Terima kasih Pak"
Aska memberikan satu bahan masakan itu pada Fira. Dengan senang hati Fira menerima bahan masakan itu.
" Sekali lagi makasih Pak"
" Iya, sama-sama"
Aska mendorong kembali trolinya menuju tempat yang lain. Fira mengikuti langkah kaki Aska di belakang.
" Kenapa kamu ngikutin saya"
" Oh iya ya, saya ke sana dulu ya Pak"
Dasar cewek aneh.
Fira mengutuk kebodohannya, bagaimana dia bisa mengikuti CEO nya itu. Tidak di pungkiri Aska memang mempunyai pesona dan daya tarik yang kuat. Seperti ada magnet yang menarik dirinya ke sisi Aska.
Setelah trolinya terisi penuh, Fira langsung menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya. Sesampai di tempat kasir, Fira terpaksa harus mengantre.
" Gila, panjang antreannya ngalahin kereta api" kata Fira.
Setelah menunggu begitu lama, akhirnya tibalah giliran Fira. Fira mengeluarkan semua belanjaannya. Petugas kasir mulai menghitung semua belanjaan Fira.
Fira keluar dari supermarket dengan menenteng 2 kantong kresek. Sampai di parkiran Fira memasukkan barang belanjaannya kedalam bagasi. Fira melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Mobil yang di kendarai Fira sampai di rumahnya. Fira masukkan mobilnya kembali ke dalam garasi. Fira masuk kedalam rumah dengan menenteng dua kantong kresek.
" Kakak habis belanja?" tanya Kanaya yang sedang duduk di ruang tamu.
" Iya, bantuin napa Dek"
" Manja banget sih Kak, lagi pula belanjaannya nggak berat juga" kata Kanaya sambil pergi ke kamarnya.
" Kanaya!"
" Biar ayah saja yang bantu Nak"
" Nggak usah Yah, aku bisa membawanya kok. Ayah istirahat saja"
" Yakin kamu bisa"
" Bisa Yah"
Setelah berpamitan Fira langsung berjalan menuju dapur, untuk membereskan barang belanjaannya.
To be continue..
Happy Reading 😚😚