Hai readersss... ini karya ketigaku...
ini sequel dari my love.. cerita cinta anak dari Dev dan Viki yaitu Leonardo smith..
Leon mewarisi perusahaan sang ayah di negaranya.. sedangkan Alex kembarannya mengurusi perusahaan sang ayah di new york...
Leon lebih menyukai tinggal di ranch daripada di kota. Jadi dia hanya akan ke perusahaan sebulan sekali.
Leon memiliki sifat cool dan itu membuat para wanita tergila gila padanya.
Leon tidak pernah mempermainkan wanita meskipun banyak wanita yang mengejarnya.
Hazel del ville adalah seorang artis cantik yang sedang naik daun. Dia selalu bermasalah dengjan mantan pacarnya yang selalu berselingkuh.
Itu karena Hazel tidak pernah mau melakuukan hubungan sex sebelum menikah. Hazel tidak peduli meskipun banyak yang mengatakan dia wanita kuno.
Jangan lupa like nya ya ❤❤❤
ig author @zarin.violetta
(Proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
"Ayo kita berenang Hazel... cuaca hari ini sangat bagus", ajak Zoe senang.
"Yaaa.. ide yang bagus", balas Hazel bahagia.
Mereka berenang dan bermain sampai berjam jam dan lupa waktu.
Leon tampak keluar dari kamarnya. Leon merasa rumahnya terasa sepi. Dia mencari Paman Juan dan menanyakan keberadaan 2 gadis berisik itu.
"Dimana Zoe dan Hazel, Paman?", Tanya Leon.
"Tadi Mereka ke kandang kuda Tuan.. sepertinya akan berkuda", jawab Paman Juan.
Leon takut Zoe membuat masalah.Terakhir kali ke hutan sendirian dia tersesat sampai malam. Zoe memang gadis yang lumayan keras kepala dan tidak punya rasa takut.
Leon terpaksa menyusul Zoe dan Hazel ke danau. Dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada mereka berdua.
Setelah sampai di danau, Leon melihat Zoe dan Hazel berenang.
Leon menunggu dipinggor danau. Dan Hazel melihatnya.
Lalu Hazel menuju pinggir danau menghampiri Leon.
"Sayang.. kau Menyusul kemari? ", ucap Hazel senang.
"Kalian akan membuat masalah jika tidak kuawasi", jawab Leon datar.
"Aku merindukanmu.. ayo berenang", ajak Hazel dengan senyuman sumringahnya seperti biasa.
"Tidak.. cepatlah naik.. sudah sore", perintah Leon.
"Oke... aku panggil Zoe? ", jawab Hazel.
"Zoeeeeee....", panggil Hazel sambil melambaikan tangannya.
Zoe pun menghampiri Hazel dan kakaknya.
"Kakak... apa yang kakak lakukan disini? ", tanya Zoe.
"Terakhir kau kemari kau tersesat di hutan Zoe", jawab Leon.
"Ya itu karena sudah malam kak.. dan aku tidak kelihatan jalannya", ucap Zoe cuek.
"Ayo cepat naik dan pulang", perintah Leon lagi.
"Ya ya yaaa.. baiklah kakakku yang paling tampan", jawab Zoe jengah.
Lalu Zoe dan Hazel pun naik dan mengganti baju yang sudah mereka bawa tadi. Mereka mengganti bajunya di rumah kayu dipinggir danau.
Setelah itu mereka bertiga pun pulang ke Ranch.
Ketika tiba di Ranch betapa kagetnya Hazel karena sang mami sudah menunggunya di beranda rumah.
"Siapa dia? ", tanya Zoe.
"Dia mamiku.. maaf", ucap Hazel datar.
"Mungkin dia ingin menjemputmu.. bersiap siaplah", kata Leon dan memasukkan semua kuda ke dalam kandang kuda.
Hazel tidak suka dengan ucapan Leon.
"Aku belum ingin pergi dari sini.. kau tidak boleh mengusirku", teriak Hazel.
"Tanggung jawabku sudah selesai Hazel.. kau sudah sembuh dan sangat sehat.. sekarang waktunya kau pergi", ucap Leon dingin.
Hazel sangat sedih dengan ucapan Leon. Leon masih belum punya perasaan apapun padanya. Bahkan sedikit saja tidak.
Zoe mengusap punggung Hazel.
Lalu Hazel menghampiri sang mami.
"Sayang... mami sangat khawatir denganmu.. apa kau sudah baik baik saja? ", ucap Mami Hazel yang bernama Marisa itu.
"Aku baik baik saja...pergilah.. aku sudah menyetujui kemauanmu", jawab Hazel dingin.
Terlalu banyak penderitaan yang maminya timbulkan dalam hidup Hazel.
Itu membuat Hazel membenci maminya yang egois.
"Kau harus ikut jika kau menyetujuinya...mami membutuhkan tanda tanganmu".
"Aku akan menandatanganinya ketika aku pulang.. aku tidak akan ingkar".
"Tidak.. mami ingin semuanya jelas... siapkan barang barangmu.. kita pulangs sekarang", paksa Marisa.
"Bisakah kau tidak menyulitkanku sekali saja? aku ingin disini.. dan jangan menggagguku kalau tidak ingin aku berubah pikiran", ancam Hazel.
"Kau benar benar seperti papimu yang gila itu Hazel", cibir Marisa.
"Aku tidak seperti siapapun.. aku tidak ingin seperti kalian berdua.. kau tau itu? ", teriak Hazel menahan emosi dan air matanya.
semangat thor...