NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sarashina18

Hidup Luna sudah sempurna. Memiliki kekayaan dan popularitas di usia muda. Punya Casey, Kekasih baik hati yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Dia berpikir akan terus bahagia seperti itu.

But everything’s gonna change along the time. Pekerjaan mulai membebaninya, membatasi ruang gerak Luna. popularitasnya berusaha menghancurkan segala batas privasinya. Dan Casey ternyata terlalu menginginkan yang terbaik hingga tidak sanggup mentolerir perubahan Luna yang baru beranjak dewasa.

Luna merasa dirinya sedang berada di titik bawah hidupnya. Hingga Bagian terburuk dari semua itu mulai tampak, Luna harus bertemu Drey Charleville. Cassanova dengan segala catatan buruknya. Menggunakan pesonanya, Drey berusaha keras menjerat Luna dan menambahkan namanya dalam catatan wanita yang pernah ditaklukannya. Betapapun kerasnya Luna mencoba untuk tidak goyah, Drey selalu punya cara manis untuk menggodanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarashina18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anxiety

Aku menatap pemandangan luar melalui kaca balkonku. Aku penasaran dengan apa yang Ada di taman rumah ini. Semua masih terlihat gersang. Namun Sebentar lagi musim dingin Akan berakhir Dan aku Akan segera bisa melihat bunga apa yang ditanam di Sana.

Bukan hanya isi taman saja yang membuatku penasaran, namun juga balkon yang berhadapan langsung dengan milikku. Tempat itu milik kamar Drey. Aku ingin tahu dimana dia atau apa yang sedang dilakukannya sekarang.

Drey membiarkanku merasakan hari-hari yang sepi di rumah ini. Rasa yang sempat kulupakan sejenak saat pindah kemari. Dulu aku akrab dengan situasi semacam ini. Bahkan terlalu menikmati kesendirianku. Tetapi sekarang tidak lagi terasa nyaman.

Setelah mendengar cerita Lara, aku semakin penasaran pada Drey. Aku ingin tahu lebih banyak tentang dia. Jadi tadi aku sempat mengintip sebentar ke kamar Drey. Sebelumnya aku tidak Akan berani bahkan untuk sekedar mengetuk pintunya.

Isi kamar Drey cukup Mengejutkan. Hampir tidak Ada apapun yang istimewa di sana. Biasanya dari kamar seseorang aku Akan bisa menebak kepribadian seseorang, namun tidak dengan Drey. Tempat itu terlalu "kosong" menurutku. Orang mungkin Akan percaya jika mereka diberitahu bahwa itu kamar hotel. Tidak terlihat tanda-tanda barang pribadi di Sana.

Lara benar. Drey tidak sama dengan yang terlihat dari luar. Dia seolah pria yang tampaknya easygoing. Nyatanya sangat tertutup, Dan menyimpan banyak rahasia di dalam dirinya. Tidak membiarkan seorang pun melihat ke dalam dirinya.

".....Memasang topeng sebagai gadis baik, padahal sebenarnya hatimu adalah pemberontak...."

Itulah yang pernah dikatakan Drey padaku dulu. Dia mengatakan bahwa aku memiliki kepalsuan dalam menampakkan diriku di depan orang lain. Bukankah artinya Drey juga sama saja?

Hal lain yang dikatakan Drey padaku juga,

"....Karena itu aku rasa Kita akan cocok. Aku butuh gadis menantang sepertimu..."

Dulu aku tidak tahu apa artinya. Sekarang aku bisa memahaminya. Dulu ucapan Drey itu hanya terdengar menyebalkan, namun kini menjadi menyakitkan bagiku. Jika aku mengaitkan dengan apa yang kulihat dari kamar Drey.

Kamar yang dibiarkan kosong Tanpa barang pribadi tidak hanya berarti bahwa seseorang itu tertutup. Namun bisa juga berarti dia tidak merasa nyaman di Sana. Tempat itu bukanlah rumah baginya. Hanya sebuah persinggahan sebelum dia menemukan persinggahan lainnya.

Mungkin seperti itu Drey mengganggap diriku. Aku hanyalah tantangan baginya. Dan mungkin akan pergi Setelah berhasil menaklukanku. Karena itu dia membiarkan kamarnya tetap kosong.

Padahal aku sempat berpikir bahwa ini adalah rumah bagi kami.

**********************************

"Wajahmu sedikit pucat"

Komentar Daniel Setelah Melihatku selesai menggunakan make up untuk syuting.

"Benarkah?"

Tanyaku terkejut. Aku melihat diriku di cermin. Aku tidak melihat Ada yang salah denganku. Menurutku wajahku sama seperti biasanya. Mungkin Karena riasanku tipis Dan hampir tidak kelihatan, warna asli wajahku menjadi terlihat.

Aku segera menambah sedikit perona Dan warna di bibirku Setelah mendengar komentar Daniel.

Akhir-akhir ini aku memang sedang kelelahan Dan kurang tidur. Jadwalku padat Dan di rumah terus kepikiran Drey. Pria itu tidak pulang semalam. Dia menginap di luar Setelah pestanya dan membuatku khawatir.

Setelah memastikan wajahku terlihat kembali normal, aku segera pergi ke set.

Dinginnya angin berhembus langsung menyapaku. Hari ini lokasi Syuting dipindah ke luar. Karena pagi ini secara luar biasa turun salju. Sutradara tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar dengan latar belakang musim dingin yang sebenarnya.

Kepalaku sedikit terasa berat setelah merasakan dinginnya suhu. Padahal aku sudah minum vitamin. Aku tidak boleh sakit selama proses syuting berjalan. Banyak orang yang Akan dirugikan. Jadwal Syuting juga Akan menjadi berantakan.

Panggilan kru memaksaku melupakan sakit di kepalaku. Aku segera mengumpulkan seluruh konsentrasiku. Semakin sedikit kesalahan kubuat, semakin cepat juga Syuting ini akan berakhir.

Adegan yang diambil Hari ini adalah saat Sofia, karakter yang kuperankan mencoba mengejar Luke yang hendak pergi Setelah menyerah untuk mengobati Sofia. Karena dalam adegan itu Sofia keluar terburu-buru dari rumah, dia lupa mengenakan pakaian hangat dan berlari di tengah salju dalam baju tidurnya.

Aku merasakan tubuhku membeku di balik pakaian tipis ini. Hanya one piece yang dengan mudah tertiup angin. Apalagi aku masih harus berlari. Rasa dingin menusuk ke tulangku hingga mati Rasa, saking dinginnya.

Aku berharap tidak menunjukkan di dalam kamera betapa menggigilnya tubuhku. Karena ekspresi adalah Hal Paling utama yang Akan diperhatikan penonton. Padahal rasanya seluruh tubuhku sudah sakit semua. Nyeri Dan berat. Bahkan air Mata yang Kukeluarkan bukan lagi sekedar akting. Aku benar-benar menangis Karena dingin yang Tak tertahankan.

"Cut!"

Suara yang kutunggu itu akhirnya diucapkan oleh sutradara. Aku bisa berhenti. Hampir tidak Ada tenaga tersisa Dan aku sampai gemetar saat berdiri.

Saat itu aku merasakan seseorang memakaikan mantel ke tubuhku untuk menghangatkanku.

"Adegannya keluar dengan cantik"

Puji Casey yang sudah berdiri di belakangku sambil tersenyum. Dia yang berbaik hati membawakan mantel itu.

Rasanya jantungku berdebar melihat Casey. Tidak hanya mantel yang diberikannya, senyumnya yang lembut itu juga mencairkan kebekuan yang menyerangku. Sejak tadi dia memperhatikan jalannya Syuting Dan berdiri di sekitarku agar bisa melakukan ini. Sebagai aktor dia pasti tahu betapa beratnya peranku.

"Terima kasih"

Ujarku lemah.

Inilah Casey yang kukenal. Dia pria baik Dan hangat. Aku bisa bertahan selama tiga tahun bersamanya karena dia memperlakukan begini berharga. muncul kembali. Aku seperti melihat dia yang dulu. Yang Ada di masa-masa bahagia kami.

"Aku tidak bisa bertahan jika kau tidak menginginkan kehadiranku. Aku tidak ingin mengusik kehidupanmu lagi"

Casey mengucapkan dialognya sebagai Luke padaku. Saat akhirnya Sofia bisa mengejarnya. Anehnya meskipun itu hanyalah bagian dari akting Casey, rasanya kata-katanya begitu dalam masuk dalam hatiku.

"Tapi.. tanpa dirimu, tidak Akan Ada lagi kehidupan untukku"

Jawabku sebagai Sofia. Sebuah jawaban yang Luke selalu nantikan dalam perjuangannya. Sofia menerima kehadirannya.

Aku bisa melihat tatapan terkejut Dan bahagia dari Luke. Mungkin karena sudah terlalu lama dia menunggu momen ini. Hingga tidak bisa berkata apa-apa.

Pria lainnya Akan memeluk si wanita dalam situasi ini. Tetapi Luke Dan Sofia punya situasi yang berbeda. Ada jarak dua meter di antara mereka. Hanya dengan bahasa Mata mereka bisa menyampaikannya.

"Cut!"

Suara itu mengakhiri adegan ini. Mengakhiri juga dialog Mata antara aku Dan Casey. Namun aku masih bisa melihat kehangatan yang kurindukan itu sekali lagi.

"Aktingmu bagus sekali. Aku sampai takjub"

Puji Casey Tanpa lupa tersenyum. Perasaan manusia memang sangat menakutkan. Mudah sekali goyah Akan Hal kecil. Sebelum aku semakin jatuh dalam kenangan kami, aku buru-buru berlari dari Sana.

**********************************

Jari-jariku rasanya kebas karena kedinginan. Meski sudah membungkus diriku dalam selimut Dan pakaian hangat, aku masih menggigil. Padahal penghangat ruangan sudah kusetel dalam suhu Paling hangat.

Aku sangat lelah Hari ini. Ingin menghabiskan sisa Hari dengan beristirahat. Apalagi besok aku Akan Syuting adegan yang lebih berat. Adegan yang membuat Drey keberatan dengan peranku di film ini. Adegan pelecehan Dan kekerasan. Tetapi aku masih dibuat cemas karena Drey belum pulang hingga Hari ini. Entah dia menginap di mana Setelah berpesta.

Saat itu notifikasi ponselku berbunyi. Dari media sosial Drey. Cepat-cepat kubuka. Drey mengunggah foto dirinya sedang di sebuah tempat mewah. Dari latar belakangnya aku tahu dia sedang berada di salah satu pesta yang disebutkan Lara. Karena di sana Drey menuliskan nama lokasinya, aku merasa ini kesempatan untuk menemuinya.

Aku tidak pernah pergi ke klub atau pesta seperti yang didatangi Drey sebelumnya. Sehingga aku tidak tahu bagaimana Cara kerja dari pesta itu. aku pun meminta Lara menemaniku untuk datang kesana.

Aku merasa gelisah sepanjang perjalanan. Memikirkan apa yang harus kukatakan pada Drey nanti. Tidak mungkin aku kesana hanya untuk bertanya kabar Dan memaksanya pulang. Sudah lama aku tidak melihatnya. Aku tidak tahu bagaimana reaksinya saat melihatku.

"Luna...Luna, coba lihat itu"

Lara membuyarkan lamunanku. Menyuruhku melihat ke luar kaca Mobil.

Aku takjub dengan pemandangan di luar sana. Karena terlalu larut dalam pikiranku, aku sampai menyadari betapa indahnya jalanan London di malam Hari. Lampu bermacam warna terpasang di sepanjang jalan. Ada juga di gedung-gedung. Lampu itu juga Ada dalam berbagai bentuk. Menghidupkan cahaya di Kota London.

Aku pernah dengar mengenai Festival Lumiere yang selalu diadakan setiap musim dingin. Di mana Kota London Akan dipenuhi dengan bermacam cahaya. Sudah lama aku ingin datang ke festival ini. Setiap Kali aku datang ke London, aku selalu melewatkannya. Karena sibuk dengan pekerjaan dan juga sebagai artis, aku Akan menarik perhatian jika terlihat di Sana. Sepertinya tahun ini aku akan melewatkannya lagi.

Sempat terpikir olehku mengajak Drey kemari. Daripada dia menghabiskan waktunya di pesta. Akan menyenangkan jika kami bisa menikmati keindahan festival. Berjalan sambil bergandengan tangan seperti pasangan kekasih lainnya.

Sepertinya itu mustahil. Menurut Lara, ini Hari terakhir festival. Lagipula aku Dan Drey bahkan tidak berbicara selama beberapa Hari ini. Aku hanya bisa memandang sedih keindahan di luar sana.

**********************************

Kami akhirnya sampai di klub tempat Drey berpesta setelah terjebak kemacetan cukup lama. Belum masuk saja aku sudah merasa lelah duluan. Ini pertama kalinya. Benar-benar pertama Kali aku pergi ke klub. Dan semuanya terasa baru bagiku. 

Klub yang kami datangi adalah salah satu klub terkenal yang eksklusif. Tidak sembarang orang bisa masuk kemari. Namun karena Lara adalah VIP di klub ini. Kami bisa masuk dengan mudah Tanpa perlu menunggu dulu.

Di luar dugaanku, di sini tidak berisik. Aku membayangkan musik keras yang berdentam nyatanya tidak ada di sini. Malahan musik yang terdengar adalah jazz. Interior di sini juga berbeda dengan klub yang pernah kulihat. Di sini terang, Dan semua ruangan terlihat. Klub ini terbagi dalam beberapa lantai. Dan ruangan di lantai atas juga menggunakan dinding kaca sehingga bisa terlihat dengan jelas dari luar.

Lara tidak tahu Ada di ruangan Mana Drey. Selagi dia mencari, Lara menyuruhku menunggu di lantai bawah. Aku mencoba mengalihkan perhatianku dengan memeriksa setiap detail interior Dan orang-orang yang datang kesana.

Banyak sekali orang di Sana. Semuanya mengenakan pakaian Mahal Dan rapi. Membentuk kelompok masing-masing. Aku mengenali beberapa di antara mereka sebagai orang berpengaruh di Inggris. Mendadak aku jadi minder. Aku datang kemari hanya dengan celana panjang Dan mantel. Tidak sesuai sekali dengan penampilan orang-orang di sini.

Yang jelas, Aku sangat tidak nyaman di tempat ini. Meskipun tidak kelihatan seperti klub yang biasa kulihat di film. Di mana orang yang datang berjoget di bawah musik EDM. Dengan suasana ruangan gelap dan lampu yang berkedip-kedip. Atau bau alkohol yang menyengat di seluruh sudut ruangan. Tempat ini memang terlihat lebih elegan, namun tetap tidak seperti tempat untuk orang sepertiku.

Setelah hampir setengah jam menunggu, Lara akhirnya muncul juga. Hampir saja aku tertidur saking bosannya. Dia langsung mengajakku Naik ke lantai empat, lantai Paling atas tempat ini. Sepanjang jalan Aku lebih takjub lagi.

Kami melewati ruangan demi ruangan dan Tak satupun dari ruangan itu kosong. Aku juga bisa melihat berbagai jenis pesta di dalamnya. Dari yang santai minum bersama, bersorak heboh, hingga yang setiap orangnya sedang bercumbu. Sesuatu Hal baru yang terlihat luar biasa di mataku.

Tanpa terasa kami akhirnya sampai di lantai empat. Semakin dekat aku ke tempat Drey berada, semakin kencang detak jantungku. Ada rasa gugup dan bersemangat di dalam hatiku. Aku Akan melihat Drey untuk pertama kalinya Setelah sekian lama.

Ruangan Drey adalah ruangan terbesar di klub ini. Ada banyak orang di dalamnya. Bahkan saat aku Dan Lara masuk kesana, tidak Ada yang menyadarinya saking berisik dan penuhnya tempat itu. Orang-orang itu juga membuatku pusing dengan jumlahnya yang sulit dihitung.

Lara menuntunku di melewati orang-orang itu. Dan dari kejauhan aku bisa melihat di Mana Drey. Dia cukup mencolok di antara orang lainnya. Sedang duduk menikmati alkohol di tangannya. Ada sedikit rasa senang di hatiku melihatnya. Rasanya ingin segera berlari menghampirinya.

Namun ketika tinggal beberapa langkah lagi aku berhenti. Dan tanpa mengatakan apapun berbalik pergi dari Sana. Menarik Lara untuk kembali keluar. Tidak peduli meski Lara membujukku untuk tetap menemui Drey.

Aku ingin bertemu Drey, bicara dengannya. Tetapi aku merasa ini salah. Bukan karena aku cemburu melihatnya dikelilingi banyak wanita. Hanya saja Saat melihatnya sedang tertawa di Sana, menikmati waktunya, aku merasa salah datang kemari.

Aku merasa, bahwa aku bukan orang yang ingin ditemui Drey saat ini.

**********************************

Semalaman aku sulit tidur. Terus memikirkan Drey sejak pulang dari klub. Padahal aku lelah setelah Syuting seharian. Kemarin aku pulang larut malam dari klub. Dan aku harus kembali bekerja pagi ini. Akibatnya aku bangun kesiangan.

Sambil tergesa aku bersiap-siap. Sampai tidak sempat Mandi atau sarapan. Karena Daniel sudah menungguku di depan rumah sambil mengomel. Segala Hal bercampur menjadi satu di dalam otakku. Membuat aku tidak bisa berkonsentrasi sama sekali.

Semua serba tergesa, hingga Segala dialog yang sudah kuhafal hilang dari dalam otakku. Aku berusaha membaca naskah lagi sebelum Syuting, namun tidak Ada satupun yang masuk dalam otakku. Alhasil, aku berkali-kali melakukan kesalahan Dan mengakibatkan proses syuting berjalan lebih lama.

Karena kesalahan-kesalahan itu, aku Makin gugup. Semua Hal bercampur dalam otakku Tak karuan. Membuat kepalaku pusing. Padahal setelah ini aku Akan merekam adegan Paling berbahaya. Di mana aku harus jatuh dari ketinggian.

Aku bisa merasakan keringat dingin keluar di tengkuk Dan tanganku sejak Naik ke titik jatuh. Meskipun alat pengaman seperti tali sling telah terpasang di badanku.

Semua orang di bawahku yang terus bergerak membuatku semakin pusing. Teriakan-teriakan instruksi yang diberikan padaku juga terdengar berdengung di telingaku. Hingga akhirnya Ada satu perintah jelas yang kudengar.

"Cue!"

Meski pandanganku hampir kabur, secara spontan tubuhku merespon perintah itu. Bahwa Syuting telah dimulai Dan aku harus melompat.

Aku telah lompat, tetapi rasanya Ada sesuatu yang terlepas, Dan tubuhku terasa melayang, Lalu pandanganku menjadi gelap. Satu-satunya yang kurasakan adalah aku menghantam kasur pengamanan dengan keras Dan suara orang-orang menjerit.

1
Fitriatin Noor
ceritanya jd ngga nyambung ya
Nagisa
mudah di pahami dan bagus banget.....
Dwisur
sediih banget..huhuhu
Dwisur
pernah di fase spt itu
Dwisur
bersabarlah Luna... relakan Casey pergi,, lupakanlah.. lupakan
Dwisur
tambah percakapannya dunk
Dwisur
like dan nyimak dulu,, di baca dari koment2 yg ada jadi pengen mampir
Zia Sazia
bagus
Hera sasuwe
diulang2 bacanya kok endingnya ga nyambung ya padahal udah nyimak tpi endingnya terbelah sepertinya
MAISATUN IIS
ko...critanya.....berbelok.....pusingggg😇😇😇😇
MAISATUN IIS
😭😭😭😭 Ada ratusan kata yg ingin ku ucap......kou...hebaatttt.....thor.....😘😘😘😘
Ninit Sugiarto
g ada niat dilanjutkan blue sky nya Thor?
Ninit Sugiarto
itulah knp ada yg bilang tdk pernah berselisih pendapat pada pasangan bkn lah hal baik,bgt ada perbedaan pendapat bs hancur semuanya
MAISATUN IIS
drey.... paling pinter bikin hati... maraton.... 😍😍😍😍
Nasya Lau
semoga dilanjutkan dan kekeliruan itu cepat tergantikan dengan kelanjutan dari cerita yang sebenarnya
Ratna Dewi Dewi
q ga tau soal nulis novel atau apa...tapi bahasanya bagus mudah dicerna ..👍👍
Nor Emy
kecewa last ending nya di mn.rasa tertipu.
Zahra Queen
auto bingung.... 😭 lanjut bacanya kemna ne Thor... Sdh tanggung skli ceritanya bagus ko melenceng jauh... pdhl dh bela2in tunggu ceritanya
miss rima
mudhn bisa di revisi ya thor cerita nya..
sayang sekali dri awal sdh sangat bagus tpi eksekusi di akhir nya malah ga nyambung klo bagi saya😁😁
di tunggu ya thor right chapter nya🥰🥰
nvinata
bikin ngakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!