Seorang wanita bernama Aulia, ia mencoba untuk melanjutkan sekolah di Surabaya dekat dengan pondok pesantren karena dengan begitu, ia bisa belajar agama. Namun diam diam, ia menyukai seseorang. Ya, orang itu adalah guru yang mengajar di sekolahnya. Aulia tak bisa mengungkapkan isi hatinya dan hanya bisa mencintainya dalam diam. Sedangkan di sisi lain, seorang ustad yang mengajar agama di pondok pesantren juga menyimpan rasa kepada Aulia.
Akankah ustad itu bisa menjadikan Aulia sebagai pendamping hidupnya atau Aulia bisa bersatu dengan guru yang ia cintai dalam diam. Aulia hanya bisa pasrah. Namun tanpa ia duga, kedua orang tua Aulia malah sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang. Siapakah orang itu? Akankah Aulia menerima perjodohan itu mengingat hatinya kini sudah di miliki oleh orang lain.
Jika ia menerima, lalu bagaimana kehidupan pernikahannya? Apakah berjalan mulus atau penuh lika liku. Bagi kalian yang penasaran, yuk intip cerita kehidupan Aulia dan ambil sisi positifnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ungkapan Hati Sinta
1 minggu kemudian.............
Aulia sudah kembali sekolah seperti biasanya. Oh ya untuk cincin pertunangan, ia sengaja menyembunyikannya dengan menaruhnya di dalam lemari. Ia tak bisa memakainya karena Sinta dan yang lainnya pasti akan curiga. Oh ya sejak ia sah jadi suaminya Sofyan. Aulia sekarang mendapaktkan uang lebih perbulannya. Jika dulu hanya papa dan mamanya saja yang ngirim uang, sekarang Sofyan juga ikut ikutan memberikan uang bulanan bahkan uang yang di kirim Sofyan berkali kali lipat. Awalnya Aulia tidak mau menerimannya tapi karena Sofyan memaksa, mau gak mau Auliapun mengiyakan. Dan akhirnya uang yang masuk perbulannya lebih dari 15 juta. JIka dulu hanya 3 juta perbulan sekarang menjadi 15 juta bahkan sampai 20 juta perbulan.
"Sin, gimana jika hari ini kita makan di restoran." Ucap Aulia yang pertama kali ngajak Sinta untuk makan di lestoran. Biasanya ia hanya akan makan di warung pinggiran.
"Wau wau, ada acara apa nih sampai sampai tuan putri yang tadinya cuma makan di warung kaki lima sekarang mau makan di lestoran. Kamu lagi menang arisan atau lagi menang undian?" tanya Sinta.
"Udah deh, jangan gitu. Apa salahnya sih jika sesekali makan di lestoran. Aku kan juga pengen makan di lestoran sama sahabatku." Ujar Aulia senyam senyum.
"Iya sudah deh, ayo." Sinta pun segera bergegas pergi bersama Aulia dan menuju lestoran. Walaupun bukan lestoran mahal atau mewah paling tidak Aulia bisa merasakan makan di restoran. Sebenarnya saat di Jakarta, Aulia sering banget makan di restoran bahkan mama dan papanya juga sering banget ngajak Aulia untuk makan di restoran tapi sejak ia pindah ke Surabaya. Aulia harus berhemat sehemat mungkin. Mama dan papanya ngirim Aulia sebanyak 3 juta.
Rp 500.000 untuk bayar kosan
Rp 50.000 untuk bayar listrik
Rp 600.000 untuk makan selama sebulan. (Perporsi 10.000) dan Aulia makan sehari 2x. 10x2=20.000x30=600.000
Rp 50.000 untuk bayar spp sekolah
Rp 200.000 untuk keperluan sekolah.
Rp 25.000 bayar spp ngaji di pondok
Rp 75.000 untuk jajan sekolah
Jika di total Aulia dalam sebulan habis 1.500.000 sedangkan sisanya tinggal 1.500.000.......uang itu selalu ia tabung jika ada keperluan tertentu atau untuk membantu seseorang yang membutuhkan uang.
Setelah selesai makan di restoran, Aulia dan Sinta kembali ke kamar. Tapi kali ini Sinta memilih untuk tidur di kamar sahabatnya.
"Li?" panggil Sinta.
"Iya Sin, ada apa?"
"Kamu pernah merasakan jatuh cinta gak?" tanya Sinta
"Iya, kenapa?"
"Aku sedang jatuh cinta, Li." ucap Sinta membuat Aulia kaget.
"Sama siapa?" tanya Aulia penasaran.
"Pak Sofyan." Jawab Sinta
"Kamu serius?" tanya Aulia. Sungguh sakit rasanya saat sahabatnya bilang ia jatuh cinta kepada pak Sofyan yang kini sudah sah jadi suaminya.
"Iya, aku serius. Aku menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya. Tapi aku gak bisa mengungkapkan perasaanku dan ketika dulu pernah ada gosip tentang kedekatan kamu dan pak Sofyan. Jujur, aku cemburu tapia aku berusaha untuk menahannnya apalagi ketika kamu chat dia dan memanggilnya dengan sebutan mas membuat hatiku sakit. Tapi aku bersyukur karena ternyata kamu dan pak Sofyan gak ada hubungan apa apa. Aku sangat lega. Sekarang berhubung kita sudah mau lulus sekolah. Aku ingin mengungkapkan perasaanku, aku harap cintaku gak bertepuk sebelah tangan. Aku ingin dia jadi kekasihku. Menurutmu aku harus gimana. Maksudku aku harus mengungkapkan perasaanku tapi aku bingung karena aku gak tau caranya gimana. Dia sangat cuek n jutek. Bahkan aku gak pernah ngobrol dengannya kecuali di kelas. Itupun cuma sekedar nanya tentang soal dan yang lainnya. Dia selalu saja sibuk dan tidak membiarkan dirinya untuk memberikan kesempatan kepada muridnya sekedar ngobrol atau basa basi. Aku suka dengan sikap cuek nya itu. Dia gak gampang di goda oleh wanita lain. Dia begitu tegas dan yah dia sangat tampan. Tubuh yang aduhai, wajah yang sangat sangat tampan di tambah dengan kekayaannya yang berlimpah membuat siapa saja ingin memilikinya termasuk aku. Aku sudah terpikat dengan hatinya, aku sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya." Ucap Sinta dengan senyam senyum........
Aulia yang mendengarkan ucapan Sinta seperti petir di siang bolong. Aulia merasakan rasa sakit yang luar biasa. Bagaimana tidak sakit jika sahabatnya itu sangat menyukai dan mencitai Sofyan. Andai Aulia tau dari awal, ia tidak mungkin menerima perjodohan ini dan menyetujui lamaran itu tapi apalah daya. Nasi sudah jadi bubur, kini Sofyan sudah sah jadi suamiya dan Aulia tidak akan membiarkan siapapun merebut suaminya. "Tuhan....kenapa engkau uji rumah tangga kami seperti ini." ucap Aulia dalam hati.
Ingin rasanya ia bilang kepada Sinta kalau Sofyan yang ia sukai sudah jadi miliknya tapi ia juga tidak sanggup mengatakannya bagaimanapun Sinta adalah sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri. Suka dan duka sudah mereka jalani bersama lalu bagaimana mungkin ia tega bilang seperti itu.
Aulia hanya bisa menangsi dalam hati. Seperti inikah rasanya patah hati?" tanya Aulia pada dirinya sendiri.
"Aulia, kenapa kamu malah diam? apakah kamu ada masalah? kamu terlihat seperti orang pucat. Lebih baik kamu istirahat aja. Maaf ya tidak seharusnya aku curhat di saat kondisimu lagi tidak sehat." Ucap Sinta yang merasa hawatir dengan kondisi sahabatnya.
"Iya, aku sedikit agak pusing. Aku istirahat dulu. Maaf aku tidak bisa menemani kamu ngobrol lebih lama." Ujar Aulia.
"Iya gak papa. Kamu istiraht aja. Aku ke kamarku dulu ya. Nanti kalau kamu butuh apa apa, kamu bisa nelvon atau chat aku."
"Iya, Sinta. Terima kasih udah peduli sama aku."
"Aku peduli karena kamu adalah sahabat aku." Ucapnya, lalu ia pun pergi menuju kamarnya sendiri.
meskipun hidup pas²an jika saling berbagi gak ada salah nya rezeki jodoh sudah ada disurat an takdir jika kamu ditipu karena uang itu adalah ujian yang harus dihadapi yaitu ikhlas sabar, semoga bisa digantikan jauh lebih baik ☺️
.nga ap2 insya ALLAH aku ikhlas😃
Walau Imamku sudah dipanggil Illahi (02092021), namun aku bisa ambil hilmahya, kelak bisa menjadi bekal anak2ku di kemudian hari.
Semoga bisa dipraktekan di kehidupan nyata.
Aamiin.