NovelToon NovelToon
Efisiensi Kaum Rebahan

Efisiensi Kaum Rebahan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

Pencapaian tertinggi setelah lulus kuliah bagi Kinan adalah bisa rebahan dengan tenang di kamarnya.

​Untuk apa hidup dibuat rumit dengan bekerja keras atau menikah kalau tidur siang saja sudah menjadi surga dunia? Menurut prinsip Work Smart-nya, energi harus dihemat seminim mungkin demi kedamaian jiwa.

​Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat sang ibu menjodohkannya dengan Arga, seorang CEO workaholic akut yang hidupnya diatur oleh Google Calendar dan target. Melihat Arga bekerja saja sudah membuat Kinan merasa kelelahan setengah mati.

​Di bawah satu atap, benturan dua dunia tidak terhindarkan. Arga menuntut disiplin, sementara Kinan selalu punya cara unik untuk memotong waktu pekerjaan rumah demi bisa kembali ke kasur.

​Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Arga yang terpaksa belajar cara melambat, atau Kinan yang akhirnya mengikuti ritme hidup suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 22

Penerbangan dari Singapura menuju Jakarta berjalan dengan lancar. Setelah melewati pemeriksaan imigrasi dan menunggu bagasi di Soekarno-Hatta, mobil jemputan menyusuri jalanan tol ibukota yang mulai lengang.

Ketika kendaraan akhirnya berhenti di lobi apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

Arga menempelkan kartu akses pada panel di samping pintu, lalu mendorongnya hingga terbuka.

Kinan melangkah melewati ambang pintu dan menghentikan langkahnya beberapa detik. Bukan karena terkesima dengan luasnya unit penthouse itu ataupun kemewahan di dalamnya, melainkan karena tempat ini terasa sangat... Arga.

Rapi. Minimalis. Furnitur yang didominasi warna abu-abu, hitam, dan kayu gelap. Tidak ada benda yang terpajang tanpa fungsi yang jelas. Tidak ada foto keluarga di dinding, benda yang berantakan, apalagi hiasan kecil tak penting. Semua terasa dingin dan terstruktur.

Arga meletakkan kunci di atas meja dekat pintu masuk, lalu mengambil koper miliknya. "Kamar kamu di sebelah kiri," ujarnya tenang seraya menunjuk sebuah pintu kayu di lorong samping. "Kamar saya tepat di seberangnya."

Kinan mengerjap pelan, matanya beralih menatap pintu yang ditunjuk Arga.

"Kamar sudah dibersihkan minggu lalu. Kasurnya baru, lemarinya juga sudah dikosongkan."

Kinan melangkah mendekati pintu tersebut, mendorongnya pelan, dan mendapati sebuah kamar berukuran sedang yang sangat rapi. Ada tempat tidur berukuran queen, pencahayaan hangat, dan meja kecil di dekat jendela yang menghadap ke pemandangan kota.

Ia menoleh kembali pada Arga yang berdiri di lorong. "Ini serius? Saya kira kamu lupa sama isi kontrak kita."

Arga menatapnya datar. "Saya tidak punya alasan untuk tidak menjalankan isi kontrak itu."

Kinan tertawa kecil. "Baguslah Pak CEO, akhirnya kita bisa menjalani keseharian normal tanpa gangguan dari luar."

Arga melirik Kinan sesaat, sebelum ia berbalik menuju kamarnya. "Kalau ada yang kurang, bilang saja. Dan Istirahatlah, saya masih ada berkas yang harus dikerjakan."

"Oke," balas Kinan santai. "Selamat malam, Arga."

"Ya, malam." Ucap Arga seraya berbalik menuju kamarnya.

sementara Kinan masuk dan menutup pintunya dengan rapat. Ia

menyandarkan punggungnya di balik pintu, seraya memandangi ruangan yang kini menjadi wilayah pribadinya. Ia mulai berjalan mendekati tempat tidur, lalu tanpa ragu menjatuhkan diri telentang di atasnya.

"Haaah..." Kinan mendesah panjang, menatap langit-langit kamar yang tinggi. Ia memiringkan tubuhnya, menepuk-nepuk permukaan kasur berukuran queen tersebut, lalu membenamkan wajahnya sebentar di atas bantal yang empuk.

"Gila... empuk banget," batin Kinan takjub.

Kinan tersenyum puas seraya kembali memandangi kamar yang kini resmi menjadi wilayah pribadinya.

"Akhirnya. Kamar sendiri. Waktu sendiri. Dan tanpa ganguan."

Beberapa waktu kemudian ia berjalan membuka lemarinya dan baru menyadari, lemarinya yang masih kosong melompong.

Kinan menghela napas, lalu melangkah keluar kamar dan mendapati Arga sedang menuang air di pantry dapur.

"Arga," panggil Kinan.

Arga menoleh. "Hm?"

"Barang-barang dan baju saya yang lain masih di rumah ibu"

"Saya tahu," sahut Arga tenang. "Ibu kamu sudah memberitahu saya sebelumnya. Lusa, saat jadwal saya agak longgar, kita ambil ke sana."

Kinan menatapnya sedikit heran. "Lusa? Kamu mau ikut? Padahal saya bisa minta tolong supir atau ambil sendiri. Nggak perlu sampai merepotkan kamu begitu?"

Arga meletakkan gelasnya di atas tatakan kayu. "Saya harus ikut, Lagi pula saya berhak tahu barang apa saja yang akan masuk ke dalam apartemen ini."

Kinan terkekeh pelan seraya menggelengkan kepala. "Terserah kamu," sahut Kinan santai. Matanya beralih ke pintu kulkas yang masih terbuka sedikit. Perutnya mendadak berbunyi. "Apa ada makanan di rumah ini?"

"Ada, di dalam kulkas."

Kinan melangkah mendekat, menggeser tubuh Arga sedikit, lalu membuka pintu kulkas itu dengan gerakan semangat dan binar penuh harap.

Sekejap kemudian, keningnya berkerut. Hanya ada deretan botol air mineral berbaris rapi, susu almond, apel yang tersusun menurut ukuran, dan beberapa wadah kaca berisi porsi meal prep yang terlihat tertata sangat rapih.

Kinan menutup pintu kulkas itu kembali dengan ketukan pelan. "Ini makanan manusia atau sampel laboratorium?"

Arga menatapnya datar. "Itu makanan sehat. Nutrisinya terukur."

"Tapi enggak punya jiwa," sela Kinan cepat. "Saya mau pesan martabak telur sama mie goreng pedas. Kamu mau?"

Arga melirik jam dinding. Pukul delapan malam lewat lima belas menit. "Ini sudah lewat jam makan malam saya."

"Ya atau enggak?" potong Kinan seraya menggeser layar ponselnya.

Arga menggeleng singkat. "Tidak."

"Oke. Baguslah jadi jatah saya tidak berkurang." tawa Kinan riang, seraya memesan makanan lewat handphonenya.

Satu jam kemudian, bau gurih adonan goreng dan rempah tumis menguar di udara apartemen Arga yang steril.

Ketika Arga keluar dari ruang kerja membawa berkas, langkahnya terhenti di batas lantai ruang tengah. Sofa kulit buatan Italianya, kini kehilangan kerapiannya.

Kinan duduk bersila di tengah-tengah sofa. Bahkan bantal dari kamar ikut bertumpuk di sisi badannya, selimut tipis melingkari pinggangnya, tablet gambar memangku di pahanya, sementara kotak martabak dan mie goreng pedas dengan aroma yang pedas terbuka lebar di atas meja kaca di depannya.

Arga menatap pemandangan itu beberapa detik "Kinan."

"Hm?" Kinan menoleh tanpa menghentikan sapuan penanya di layar tablet.

"kenapa kamu makan disini?" Tanya Arga seraya mengangkat sebelah alisnya.

"Di sini lebih nyaman, Pak CEO."

Arga menatapnya. kemudian matanya beralih pada makanan di atas meja dengan remahan martabak telur di atas karpet bulunya. "Tapi, ini bukan tempat untuk makan, Kinan."

"Astaga... Pak CEO, tenang nanti saya rapihkan lagi," ia lalu menyodorkan satu potong martabak ke udara. "Daripada marah-marah mending makan ini. Kamu beneran enggak mau?"

"Tidak." Arga berbalik menuju dapur untuk mengambil air, membiarkan Kinan kembali larut dalam gambarnya.

Namun lima menit kemudian, saat kembali dari dapur dengan segelas air di tangannya. Langkah Arga melambat ketika melewati meja. Matanya tertuju pada martabak yang tadi ia tolak.

Ia berhenti.

Kinan yang masih sibuk menggambar, tidak memperhatikannya.

Arga akhirnya menghela napas pelan, mengambil satu potong, lalu menggigitnya.

Sementara Kinan yang melihat dari balik layar tablet langsung menyeringai jenaka. "Katanya enggak mau?"

Arga berhenti mengunyah sejenak, mengusap sudut bibirnya dengan tisu. "Saya berubah pikiran."

"Enak kan...?"

"Biasa saja," balas Arga datar, meski ia tetap menghabiskan potongan itu sampai bersih sebelum berjalan kembali ke ruang kerjanya.

Kinan yang melihat itu, dengan susah payah menahan tawanya.

"Bffftt..."

Arga yang menyadari, menghentikan langkahnya sesaat dan menoleh. "Kenapa kamu senyum-senyum begitu?"

"Hm... Nggak, itu dramanya lucu." sanggah Kinan cepat.

Pukul satu pagi.

Arga mematikan laptop dan melepas kacamata bacanya. Koridor luar sudah terlihat gelap.

Saat ia berjalan melintasi ruang tengah menuju kamarnya, langkah Arga terhenti. Di atas meja kaca, ada bungkus keripik yang terlipat rapi, gelas kosong yang ditaruh di atas tatakan, dan bantal sofa yang sudah dikembalikan ke posisi semula, meski lipatan selimutnya sedikit miring.

Kinan membereskannya kembali, walau dengan caranya sendiri.

Arga membawa gelas kosong Kinan ke dapur, dan menaruhnya di wastafel, lalu menyusuri lorong.

Saat melewati pintu kamar Kinan, terdengar suara dengkuran sangat pelan dari balik pintu yang tertutup rapat.

Langkahnya terhenti.

Ia menoleh ke arah pintu itu selama beberapa detik, lalu melanjutkan langkah menuju kamarnya sendiri.

"Setidaknya aku tidak perlu lagi menyalakan televisi hanya untuk mengisi keheningan di rumah ini."

1
Alyaaa_Lryyy.
apa sih danu kepo amat sama yang udh nikah😒😒
Alyaaa_Lryyy.
cemburu nih cerita nya si argaa🤭
Alyaaa_Lryyy.
danu lo ganggu banget sih😭😒
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
nyesel pasti. enak banget malam malam makan martabak hangat
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
aku ngiler Thor
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
dah nan makan sendiri aja
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah enggak jadi seneng deh
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Surga dunia ya nan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah mirip rumah aku dong.
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
hua aku rindu suasana bandara Soekarno Hatta. udah bertahun-tahun enggak ke sana
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
enggak penasaran kah kamu Ga?
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasih gps ga
Alyaaa_Lryyy.
serah kamu kinan yang penting kmu bahagia🤭🤭
Alyaaa_Lryyy.
arga seperti nya ada dendam pribadi deh, kinan di skat mulu😭🤭
RahmaYesi
gak cemburu kan kamu Kinan? gak lah ya. toh kamu juga kan yg dinikahi Arga. mantan mah apa, masa lalu yg gak penting juga 🤣
RahmaYesi
gak apa-apa Bik, buka aja semuanya 😅
RahmaYesi
oh ada barang peninggalan mantan juga toh....
RahmaYesi
kurir ternyata yg datang syukur deh 😅
Hs Mochi
wkwkwk.. sini bi, aku bantuin. aku tarik yaa bibirnya
Hs Mochi
iiish si bibi. nyeplos aja dah ah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!