Tidak pernah terbayangkan jika perempuan urakan sepertiku pada akhir nya bisa menikah dengan lelaki pilihan papa yang katanya tampan, baik dan kaya melintir.
Aku terinspirasi dari pernikahan adikku yang berakhir bahagia karena pilihan papa.
Awalnya semua berjalan sesuai harapan, akad nikah yang sakral, resepsi yang mewah dan perlakuan suamiku yang teramat sangat baik. Tapi itu hanya mimpi selama dua hari di hidupku.
Enrico Putra Deisanto, seorang pengusaha dalam bidang farmasi yang menikahiku saat ini. Dia membawaku pulang ke sebuah rumah megah bak istana dengan puluhan pembantu.
Disinilah kisah hitamku dimulai, aku yang mencintainya pada pandangan pertama harus rela mengubur mimpiku untuk hidup bahagia dengan nya. Akhirnya aku tahu dia menikahiku karena paksaan ibu nya yang sedang sakit parah dan bukan kemauan nya sendiri.
Penderitaanku tak berhenti di situ, dengan santainya dia membawa pulang seorang perempuan yang akan tinggal satu rumah dengan kami. Seorang perempuan yang katanya sangat dia sayangi. Kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seorang suami membawa perempuan lain di depan istri sah nya.
ini kisah saya,
ini cerita saya,
saya pemeran utamanya,
lalu apa posisi perempuan itu?
Aku harap dia hanya pemeran pembantu atau pelengkap latar yang hanya bisa diam, aku tetaplah pemilik suamiku yang sah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
ENRICO POINT OF VIEW:
🦋🦋🦋
Karena merasa sudah putus asa, aku menuju rumah papa mertua yang ada di kota dingin. Aku mengetuk pintu nya dan papa mertua menyuruhku masuk ke ruang tamu. Wajah nya terlihat tidak ramah seperti saat awal kami bertemu.
“Ada yang ingin ku bicarakan, Pa,” kataku sopan.
“Ya, bicaralah,” kata papa mertua berat mulai menyalakan rokok nya. Dia perokok berat.
“Ada sedikit kesalahpahaman antara aku dan chelsea saat ini,” kataku hati hati.
Papa mertua hanya mulai menyesap rokok nya dan menghembuskan asap putih di udara. Seperti ada sesuatu yang dia pikirkan.
“Ya, aku sudah tahu sebelum kamu bicara,” jawab nya.
“Maksud papa?”
“Chelsea memberitahuku lewat telpon tadi, jadi kamu mempermainkan putriku?” Tanya papa merua dengan raut wajah kecewa.
“Tidak begitu, Pa. Ini hanya salah paham,” jelasku.
“Enrico, jika kamu memang tidak menyukai nya dari dulu, kamu bisa menolak perjodohan itu. Aku memilihmu karena aku yakin kamu bisa menjaga nya,”
“Pa, awal nya memang begitu. Tapi setelah berjalan nya waktu, semua berjalan berbeda. Aku mulai mencintai nya,”
“Kamu tidak perlu berpura pura lagi, chelsea bilang padaku jika kamu menikahi nya hanya karena kesehatan ibumu. Apa kamu tidak memikirkan kesehatan putriku juga? Jika kamu sudah tidak sanggup merawat nya, kamu bisa mengembalikan nya padaku. Aku sangat bisa menerima nya, tidak perlu menyiksa batin nya,” kata papa mertua seraya menghisap rokok nya lagi.
“Aku mencintai nya,”
“Bagaimana aku bisa mempercayaimu lagi jika banyak saksi nya,” kata papa mertua dengan berat hati.
“Apa maksud papa?”
“Bagaimana jika yang melapor padaku bukan chelsea saja? Mungkin aku masih bisa mempercayaimu jika yang mengadu hanya chelsea saja, tapi putriku Zea juga mengadu padaku. Apa aku harus tidak mempercayai zea?” Tanya nya mulai menatapku dalam.
“Maafkan aku pa, tidak seperti yang zea lihat,”
“Apa dia seorang dokter? Lebih cantik dari putriku?”
“Lebih cantik chelsea,” jawabku merasa bersalah.
“Jadi karena profesi nya lebih baik dari putriku? Aku bisa saja memperkerjakan putriku di perusahaanku atau perusahaan menantuku. Tapi aku tidak melakukan nya karena dia memang ingin menjadi ibu rumah tangga. Dia ingin menikah dengan lelaki yang baik, kaya dan tampan. Aku hanya ingin mewujudkan mimpi nya selama aku bisa, ternyata aku gagal,” kata papa mertua santai tapi terasa tegas.
“Pa—“
“Apa kamu berpikir putriku matre? Bukan nya semua wanita harus matre. Jika kamu tidak siap memberikan hartamu pada istrimu, maka jangan pernah menikah supaya hartamu utuh,”
“Aku tidak pernah berpikir begitu, Pa,” kataku lirih.
“Ceraikan putriku,” kata papa mertua.
“Tidak akan pernah, pa,” kataku cepat.
“Itu pesan nya tadi ketika menelponku, aku tidak pernah mendengar nya menangis sesedih itu. Berani nya kamu membuat nya menangis seperti itu,”
“Maafkan aku, berikan aku kesempatan lagi, pa,”
“Minta pada putriku, bukan aku. Tapi masalah nya aku selalu mengajarkan pada nya ‘jika dalam sebuah hubungan, kamu bisa memaafkan apapun kesalahan pasanganmu kecuali selingkuh’. Entahlah dia penganutku atau tidak,” kata papa mertua yang ku kenal nama nya sebagai Pak Bisma Arbiansyah rekan bisnis papaku itu.
“Bantulah aku kali ini saja, Pa. Aku tidak sanggup membayangkan hidup tanpa nya, dan keluargaku pasti marah padaku jika tahu ini semua,”
“Entahlah Enrico, ini urusan hati dan aku tidak mau terlibat di dalam nya. Aku tidak mau menyakiti putriku, bagaimana jika biarkan dia tenang dulu dengan tidak mengganggu nya,” kata papa mertua.
“Baiklah, nanti aku akan menghubungimu jika semua sudah terkondisikan, Pa,” kataku putus asa.
Aku pamit pulang malam itu. Setelah dua jam perjalanan, aku memilih pulang ke rumah orangtuaku.
🦋🦋🦋
Ayah menyambutku dengan wajah masam nya. Ada apa dengan nya?
“Ulah apa lagi yang kamu buat pada menantuku?” Tanya ayah.
“Apa maksud ayah?” tanyaku.
“Lalu kenapa dia berpamitan padaku jika tidak bisa melanjutkan hubungan kalian?”
“Apa chelsea menghubungi ayah?”
“Tentu saja, dan sekarang kondisi ibumu sedang tidak baik,”
Aku berjalan cepat menghampiri ibu. Mendekati nya dan mengusap ujung kepala nya lembut. Terlihat kesedihan di mata nya.
“Maafkan aku, bu,” kataku lirih.
“Apa yang kamu bilang, seharus nya ibu yang minta maaf,” sahut ibu.
“Maafkan ibu,” kata ibu lagi.
“Kenapa ibu yang harus minta maaf, aku yang membuat chelsea pergi dari rumah ini,” jelasku.
“Chelsea bilang pada ibu jika dia tidak bisa bersamamu lagi. Dia bilang kamu sangat menderita selama ini karena menuruti pernikahan ini demi kesembuhan ibu. Maafkan ibu nak, ibu akan baik baik saja setelah ini. Ibu janji tidak akan memaksakan kehendak ibu lagi,” kata ibu seraya menggenggam tanganku.
“Ibu—“
“Chelsea bilang jika kamu sangat mencintai Alina, ibu tahu jika kamu dan alina saling mencintai. Ibu memisahkan kalian karena Tara, tapi chelsea menjelaskan jika saat ini Tara mendukung hubunganmu dan Alina. Jika kamu benar benar tersiksa dengan pernikahan ini, maka ibu mengijinkan kalian berpisah, nak,” kata ibu lembut.
“Ibu—“ aku mulai meneteskan airmataku.
Aku tidak menyangka jika chelsea sama sekali tidak membuat namaku buruk di depan ibuku. Dia benar benar keterlaluan baik.
“Tapi aku terlanjur mencintai chelsea, bu,” kataku mulai mengusap airmataku.
Baru kali ini aku meneteskan airmata demi wanita, sangat memalukan.
“Benarkah? Itu bagus, jadi kalian tidak jadi berpisah,”
“Tapi dia yang membenciku saat ini,” jelasku.
“Kenapa bisa begitu, nak?”
“Aku sudah menyakiti nya, aku sudah membohongi nya hingga terjadi sebuah kesalahpahaman, bu,”
“Segeralah selesaikan masalah kalian,” kata ibu lembut.
“Entahlah, aku tidak yakin akan berhasil,”
“Kenapa harus pesimis begitu?”
“Karena aku sudah menyakiti nya terlalu dalam, bu,” kataku frustasi.
“Semua harus dicoba dulu, kamu tidak akan tahu hasil nya jika tidak mau mencoba,”
🦋🦋🦋
Selama satu bulan tidak ada telpon dari nya dan aku mulai merindukan apapun tentang nya. Aku merindukan masakan nya, merindukan air lemon buatan nya dan segala nya tentang nya. Bahkan aku merindukan suara cempreng nya, merindukan saat dia bersikap manja padaku dan masih banyak lagi.
Hari itu Zulfikar menyerahkan amplop coklat untukku, dengan malas ku buka amplop coklat yang ada di depanku. Dengan hati hati ku buka amplop tersebut. Dengan perlahan ku baca surat gugatan cerai dari pengadilan yang membuatku mengusap wajahku kasar.
Jadi dia mendaftarkan perceraian kami tanpa membicarakan nya denganku dulu?
Dengan terpaksa aku harus menandatangani surat gugatan itu supaya aku tidak jadi bercerai. Karena jika aku tidak mau menandatangani surat panggilan dari pengadilan itu, maka juru sita akan menuliskan ‘telah bertemu dengan tergugat namun tergugat tidak mau menandatangani relaas panggilan'.
Dan mau tidak mau lagi, aku harus menghadiri persidangan itu dan harus memenangkan nya. Jika aku tidak hadir, maka hak jawab terhadap gugatan tidak ada artinya atau dengan kata lain ‘aku menyetujui perceraian tersebut’. Dan aku tidak mau bercerai dari nya.
Aku berdiri di ruanganku menghadap ke jendela luar melihat pemandangan jalan raya di luar sana. Dengan menyisir rambutku menggunakan jariku, aku masih sibuk dengan pikiranku.
Apa chelsea masih sangat membenciku? Apa luka yang ku buat terlalu dalam?
Papa mertuaku bahkan tidak pernah memberitahuku tentang keberadaan istriku. Aku benar benar tidak bisa menemui nya dan tidak tahu bagaimana keadaan nya saat ini.
Papa mertua hanya bilang jika chelsea sedang baik baik saja. Secara rutin aku mengunjungi papa mertuaku seminggu sekali untuk menunjukkan betapa serius nya aku pada hubungan kami. Betapa serius nya aku ingin memiliki nya lagi dan betapa serius nya aku mempertahankan rumah tanggaku dengan nya.
Aku tidak akan melepas nya dan ku pastikan kami tidak akan bercerai dengan mudah, dan tidak akan pernah berhasil bercerai.
Jangan lupa like, comment and vote guys 🙏😊
Aku mampir yahh dengan like dan rate nya, Jangan lupa mampir dan feedback ke novel ku yahh ❤Sabda Rindu❤
Terimakasih ditunggu kehadirannya 🥰