NovelToon NovelToon
Kisah Perjalanan Hidup Aira

Kisah Perjalanan Hidup Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:37
Nilai: 5
Nama Author: pena merpati

seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Yang semua orang tahu adalah kini Aira menjadi gadis yang banyak diam,tak banyak bicara ,bahkan ia terkesan cuek dengan orang sekitar,aira pun lebih suka mengunci diri di dalam kamar nya kemudian ia akan terduduk di kasur nya sambil melihat ke arah jendela kamar nya dengan pandangan mata yang kosong.

Namun setiap aira keluar rumah ia akan menunjukkan ekspresi wajah yang biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apapun di dalam hidupnya.

.

.

.

.

Kini Akira sedang berada di sekolah dan kebetulan itu adalah jam kosong di karenakan para guru sedang rapat,jadi banyak murid yang berada di luar kelas ataupun di kantin sekolah, Aira yang sedang berada di dala kelas pun di panggil oleh teman nya bahwa katanya ada yang sedang mencari Aira

"Aira kau bisa keluar sebentar,di luar ada yang sedang mencari mu"ucap alam,ya alam adalah anak laki-laki yang dulu saat masih sekolah SD sering mengata-ngatai aira namun Aira kini tak akan tinggal diam ia pun mulai berani dengan alam sehingga kini alam tak pernah lagi berurusan dengan Aira mereka pun juga berbeda kelas

"Siapa memang nya yang mencari ku" ucap Aira dengan malas

"Lihat kan keluar,di luar ada ayah mu "ucap alam kemudian ia pergi dari hadapan Aira

Aira yang mendengar bahwa itu adalah ayahnya pun langsung pergi keluar kelas dan ternyata benar bahwa itu adalah Rudi ayah kandung nya Aira.

Aira pun menghampiri Rudi yang sedang bersama seorang wanita di sebelahnya,Aira pun mencium tangan ayah nya tak lupa juga dengan wanita di samping ayah nya.

"Bagaimana kabar mu Aira"tanya Rudi

"Alhamdulilah,Aira baik ayah"balas Aira

"Ayah kesini ingin menemui mu dan sekalian ayah ingin mengenalkan perempuan ini,ia adalah Sherli calon istri ayah dan ia juga akan menjadi ibu mu

Aira pun memandang wanita di sebelah ayah nya dengan sedikit tersenyum sebagai perkenalan.

"Ayah akan menikah 2 bulan lagi,ayah harap kau menyetujui nya "ucao Rudi

"Aira terserah ayah saja,Jika ayah memang menyukai nya tidak apa ,Aira juga akan setuju dan memperbolehkan ayah menikah kembali"uacp Aira

"Baiklah,begitu saja kebetulan ayah sedang ada perlu jadi ayah harus segera pergi sekarang"ucap Rudi sambil mengambil 2 lembar uang merah dan di berikan kepada Aira

"Baiklah,Aira juga akan masuk ke kelas lagi ayah hati-hati di jalan"ucap Aira sambil mengambil uang tersebut dan mencium tangan ayah nya

Setelah itu Aira pun kembali ke kelas nya dan kembali duduk di kursinya,Aira pun tak banyak bicara saat berada di kelas ia hanya selalu terdiam tak seperti teman-teman nya yang selalu berkumpul dan bercanda gurau.

Jam pulang sekolah pun berbunyi,semua murid segera pergi dari kelas menuju parkiran Aira pun dengan malas keluar kelas dan menuju parkiran Aira,selalu pulang paling kahir karena ia tak ingin harus berdempetan denga siswa lain saat lewat gerbang apalagi Aira sebenarnya tak ingin terlalu cepat sampai di rumah.

Setelah Aira sampai di rumah ia dengan berat melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah ,dan segera menuju kamar nya dan berganti pakaian setelah itu Aira pun berniat untuk keluar dan makan namun saat sampai di depan pintu kamar nya ia mendengar bahwa ibu nya tengah bertengkar kembali dengan ayah tiri nya,Aira pun yang berniat untuk makan akhir nya mengurungkan niat nya itu dan berlalu keluar rumah,ia menuju tempat yang selalu ia kunjungi di saat ia merasa lelah dengan semua nya, di sana ada sebuah kursi kosong aira pun duduk sendiri Dian sambil menatap kedeoan dengan pandangan kosong tak terasa air mata nya pun jatuh namun Aira segera menghapus nya

Setelah beberapa jam di sana dan sudah merasa lebih baik,baira pun memutus kan untuk pulang kerumah,saat sampai di rumah Aira pun menghampiri adik nya yang sedang duduk di teras depan rumah nya Aira pun menemani adiknya bermain,sambil mengelus kepala sang adik dengan pelan.

Malam pun tiba,kini Aira sedang bersama dengan ibu nya Aira pun mengatakan bahwa tadi ayah nya menemui nya di sekolah dan mengenal kan calon istri nya,serta memberikan uang kepada Aira.

Eka yang mendengar bahwa Aira di berikan uang oleh Rudi pun langsung menatap tajam Aira,sadar dengan tatapan sang ibu Aira pun mencoba bertanya.

"Ibu ada apa kenapa menatap Aira seperti itu"tanya Aira

"Kau menerima uang pemberian Ayah mu "tanya Eka

"Iya Bu,memang nya kenapa"tanah Aira dengan bingung

"Kenapa kau menerima uang itu haaa,,harus nya kau tak usah menerima uang itu,bahkan ayah mu tak pernah memikirkan mu ia lupa akan tanggung jawab nya yang harus nya masih menafkahi mu,,ibu yang menyekolah kan kamu ibu yang membesarkan kamu,,untuk apa kau menerima uang dari ayah mu yang tak pernah ingin tau tentang masa depan mu "ucap Eka dengan menggebu gebu

Aira pun hanya mampu terdiam,yang di katakan oleh ibu nya memang benar bahwa ayah nya telah lepas tanggung jawab dan tak pernah memikirkan nya bahkan soal sekolah pun semua ibu nya dan ayah tiri nya ,ayah kandung nya sama sekali tak pernah memikirkan itu namun Aira juga berfikir jika Aira menerima uang itu juga itu hak dia karena dia anak nya ayah nya juga bermaksud memberikan uang saku kepada nya jadi tak salah jika ia menerima,namun kenapa Eka menolak keras.

"Sudah ,lebih baik kau ikut dengan ayah mu saja dan pergi dari rumah ini,ibu tak suka kau menerima pemberian Ayah mu itu"ucap Eka lalu pergi meninggalkan Aira sendiri an yang masih terdiam

Aira yang mendengar Eka menyuruhnya pergi dari rumah pun hanya mampu menahan tangis nya,tak cuma sekali atau dua kali Eka selalu mengatakan bahwa Aira boleh pergi dari rumah ini dan ikut degan Rudi,,,Eka selalu mengatakan hal itu berulang kali namun Aira tak kunjung juga meng iya kan kata-kata ibu nya itu,karena Aira yakin bahwa ibu nya tak mungkin mengusir ia pergi dari rumah hanya karena hal sepele ,,Aira sudah terbiasa dengan kata-kata pedas ibu nya itu karena Eka selalu mengatakan kata-kata begitu di saat suasana hatinya sedang tidak baik atau sedang ada masalah antara Eka dengan Arif. Aira pun sudah tidak kaget jika sewaktu-waktu ia selalu menjadi sasaran kemarahan sang ibu saat tak bisa meluapkan kekesalannya terhadap suami nya itu jadinya aira yang selalu menjadi pelampiasan marah nya Eka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!