NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Boss

Terjerat Cinta Sang Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda / Single Mom
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Endel_Bagong

Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJERAT CINTA SANG BOSS

Malam semakin larut.

Namun rasa penasaran Sofia justru semakin besar setelah mendengar laporan dari Alex.

Ia memang belum mengetahui siapa wanita yang kini sering berada di rumah Dave.

Tetapi ada satu orang yang mungkin bisa memberinya sedikit petunjuk.

Kayla.

Mantan adik ipar Dave.

Meski Angela telah meninggal dunia, hubungan Sofia dengan Kayla tidak pernah berubah.

Sejak kedua orang tua Kayla meninggal dalam kecelakaan sepuluh tahun lalu, Sofia sudah menganggap Kayla seperti anaknya sendiri.

Bahkan hingga sekarang.

Sofia membuka daftar kontak di ponselnya.

Jarangnya berkomunikasi beberapa bulan terakhir membuat ia sedikit tersenyum saat melihat nama itu.

Kayla ❤️

Sofia langsung menekan tombol panggil.

Beberapa detik kemudian panggilan tersambung.

"Halo, Tante..?"

Suara ceria Kayla terdengar dari seberang.

Sofia tersenyum.

"Halo, Sayang."

"Wah, tumben banget Tante nelepon malam-malam."

"Kenapa..? Apa Tante nggak boleh telepon kamu lagi..?"

"eehh ya tentu Boleh dong."

Kayla tertawa kecil.

"Malah senang."

"Gimana kabarnya..?" tanya Sofia.

"Baik, Tante."

"Suami kamu gimana..?"

"Baik juga kok Tante."

"Syukurlah Masih sibuk kerja..?"

"Masih Lah Tante."

"Kasihan ya."

"Iya Tante, kadang pulang sudah malam."

"Kamu jangan terlalu capek urus rumah sendiri..!"

"Iya Tante."

Sofia kemudian bertanya,

"Antonio gimana?"

Mendengar nama putranya disebut, suara Kayla langsung berubah antusias.

"Aduh Tante, jangan ditanya."

"Kenapa..?"

"Makin aktif."

Sofia tertawa.

"Memang anak laki-laki begitu."

"Kemarin dia mencorat - coret tembok ruang tamu pakai krayon."

"Ya ampun." Kata Sofia.

"Saya tinggal lima menit ke dapur Tan."

"Lalu Kay..?"

"Pas balik, tembok sudah jadi galeri seni."

Sofia langsung tertawa lepas.

"Terus kamu marahin..?"

"Marahin dikit gak banyak, gak tega juga lah aku Tan."

"Saya juga suruh dia ikut bersihin Tan."

"Dia mau..?"

"Mau."

"Tapi sambil cerita kalau gambar itu mobil balap."

Sofia kembali tertawa.

"Anak pintar."

"Anak banyak akalnya, Tante."

Obrolan mereka berlanjut cukup lama.

Membahas kehidupan rumah tangga Kayla.

Membahas kegiatan Antonio.

Bahkan membahas beberapa kenangan lama tentang Angela.

Sampai akhirnya Sofia bertanya dengan nada lebih santai.

"Oh ya, Kay."

"Iya, Tante..?"

"Kamu terakhir ketemu Dave kapan?"

Kayla langsung tahu arah pembicaraan mulai berubah.

"Beberapa minggu lalu."

"Hm gitu ya."

"Kenapa memangnya Tan..?"

"Nggak kenapa-kenapa."

"Tante bohong."

Sofia tertawa kecil.

"Kelihatan ya..?"

"Banget."

"Jujur aja deh, Tante..!"

Sofia menghela napas.

"Dave masih susah dihubungi."

Kayla langsung tertawa.

"Nah itu baru benar."

"Kayla..." Panggil Sofia sedikit kesal.

"Kay salah ya Tan..?" Kayla sambil menutup mulutnya.

"Kamu malah ngetawain Tante."

"Habis memang begitu."

Kayla masih tertawa kecil.

"Tante tahu sendiri kan."

"Iya sih Kay."

"Kalau Tante telepon, Kak Dave pasti sudah bisa menebak isinya."

Sofia langsung memicingkan mata.

"Memangnya apa..?"

Kayla menahan tawanya takut Sofia marah lagi.

"Paling tanya kabar."

"Lalu suruh nikah lagi."

"Kayla." Sofia sedikit kesal.

"Atau dikenalkan sama anak teman arisan Tante."

"Kayla!" panggil sofia lagi tapi tidak marah.

Kali ini Sofia benar-benar tertawa.

Sedangkan Kayla ikut tertawa di seberang sana.

Setelah tawa mereka mereda, Sofia berkata pelan.

"Tante cuma khawatir."

Nada suaranya kali ini terdengar tulus.

"Kay tahu itu Tan."

"Dua tahun sudah berlalu."

"Tapi Dave masih sendiri."

Kayla terdiam sejenak.

Lalu menjawab lebih lembut.

"Kak Dave memang masih mencintai Kak Angela, Tante."

Sofia menghela napas.

"Tante tahu."

"Tapi hidup harus terus berjalan Kay."

"Iya Tan"

"Dan Kak Dave juga tahu itu."

"Lalu kenapa dia belum mau membuka hati Kay..?"

Kayla tersenyum tipis.

Meski Sofia tidak bisa melihatnya.

"Karena membuka hati itu tidak semudah menandatangani kontrak bisnis, Tante."

Sofia terdiam.

Kalimat itu terasa benar.

Beberapa detik kemudian Kayla berkata,

"Tapi kalau Tante tanya pendapatku..."

"Hm..?"

"Aku rasa Kak Dave mulai berubah."

Sofia langsung tertarik.

"Berubah, Berubah gimana maksudnya Kay..?"

"Sedikit Tan."

"Dari mana kamu tahu Kay..?"

"Perasaan Kay saja sih Tan."

"Jangan bikin Tante penasaran lah Kay."

Kayla tertawa kecil.

"Aku cuma merasa Kak Dave sudah tidak sedingin dulu."

Sofia memikirkan laporan Alex beberapa saat lalu.

Tentang Dave yang duduk di meja yang sama dengan seorang wanita.

Tentang Dave yang memperhatikan apa yang wanita itu makan.

Tentang Dave yang bahkan ikut bergabung setelah rapat bisnisnya selesai.

Hal-hal kecil.

Namun sangat tidak biasa bagi putranya.

"Kay."

"Iya, Tante..?"

"Kalau suatu hari nanti Dave benar-benar membuka hatinya lagi..."

"Hm..?" jawab ringan Kay

"Kamu keberatan Kay..?"

Kayla tersenyum.

"Tentu tidak."

"Benarkah..?"

"Yang paling aku inginkan justru itu, Tante."

Sofia terdiam.

"Kalau ada seseorang yang bisa membuat Kak Dave tersenyum lagi..."

Suara Kayla terdengar hangat.

"...aku akan menjadi orang pertama yang mendukungnya."

Mata Sofia sedikit berkaca-kaca.

Karena ia tahu.

Tidak semua orang bisa berkata seperti itu tentang mantan kakak iparnya.

"Terima kasih, Kay."

"Untuk apa Tan..?"

"Karena masih menganggap Dave sebagai keluarga."

Kayla tersenyum.

"Karena memang kita keluarga, Tante."

Sofia tersenyum hangat.

Untuk pertama kalinya malam itu.

Hatinya terasa sedikit lebih ringan.

Meski rasa penasarannya terhadap wanita misterius yang sering berada di rumah Dave justru semakin besar.

1
Lilla Ummaya
Lanjut mana ini
Lutfiyah
sy suka ceritanya
Desy Aja: Terimakasih Banyak Kakak.. 😍
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjut doonk banyak bab thor
Desy Aja: OK sabar ya Kak...
total 1 replies
Almayra Aya S
,kok g up kk
Desy Aja: Sabar ya Cantik 😘
total 1 replies
Uthie
Wadduuhhhh.. Hella di kelilingi 3 cowok keren-keren semuanya dehhh 😂😂👍
Uthie
Nahhhh loohhhh... apa jangan-jangan nanti akan ada persaingan 3 cintaaa niiii 😂😂😂
*Johan, Marcel and Dave 😁
Uthie
Lanjuuttttt lagiii Thor.. sukkaaa ceritanya 👍👍👍😍😍😍
Uthie: Oalahhhh 😂😂😂👍
total 2 replies
Uthie
Kayla gak kaya ipar yg incar ipar nya juga 😁👍👍
Desy Aja: kita bikin beda ya Kak /Smile/
total 1 replies
Uthie
Sebentar lagii . Dave sudah ada yg di lihat tuhhh 😁👍
Uthie
sang mantan kali 😂
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Ceritanya bagus dan enak di simak nya 👍👍👍😍
Uthie
Penasaran.. itu Hella usia berapa yaa?? Semoga nikah muda yaa.. walau udah punya anak usia SMK😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁
Uthie: kalau nikah muda, memang sesuai usia 30an 👍👍
setidaknya lebih muda dari para lelaki yg ada di tokoh itu 👍😁
total 2 replies
Uthie
Coba mampir 👍👍👍
Uthie: /Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!