Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.
Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.
"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincin Pernikahan
Seperginya Kaivan dan Raisha. Para Karyawan yang beberapa waktu lalu menerima pesanan cincin pernikahan Raisha dan Hans pun saling berbincang. Mereka membicarakan Raisha yang datang ke tempat ini dua kali dengan pria yang berbeda. Kebetulan sekali beberapa dari mereka sedang waktunya istirahat. Jadi mereka bebas ingin membicarakan siapapun.
"Tadi itu bukannya Nona Adiba ya?
"Bukan.. Adiba mah Mamanya yang bercadar itu. Tadi itu putrinya Raisha.." Ucap salah satu dari mereka membenarkan ucapan temannya yang mengira wanita tadi adalah Raisha bukan Adiba.
"Owh.. Berarti aku yang salah ya? Kirain yang barusan itu adalah Adiba..
"Bukan..
"Nona itu yang kemarin datang bareng calon suaminya kan?
"Iya, Yang pesan cincin tapi yang pilih Bukan Nona yang tadi.. Ada pokoknya wanita yang ikut-ikutan milih.. Dia bawa anak perempuan.. Orang anaknya itu dibeliin gelang kok sama pria calon suaminya itu..
"Prianya? Pria itu calon suami Nona tadi?
"Iya.. Setahuku.. Beberapa waktu yang lalu itu Nona Raisha datang kesini sama calon suaminya buat pesan cincin pernikahan. Nah, Pas aku tunjukin buku pilihan desainnya, Nona Raisha mulai milih. Eh tapi wanita yang ikut itu malah bilang jelek. Katanya pilihan Nona Raisha gak modern. Padahal sebenarnya yang dipilih Nona Raisha bagus sih..Modern banget malahan..
"Terus-terus?
"Terus, Nona Raisha bilang sama calon suaminya itu.. Katanya di gak suka sama pilihan wanita yang ikut datang itu.. Aku gak tahu wanita itu siapa yang jelas calon suami Nona Raisha manggil wanita itu kakak. Entah kakaknya atau bukan pokok tuh pria manggilnya kakak.. Dan pada akhirnya akhirnya calon suami Non Raisha itu malah pesan cincin yang dipilih sama wanita yang dipanggil Kakak itu.. Jujur aku kayak kasihan, Nona Raisha seperti kecewa.." Jelas karyawan yang pada saat itu melayani Raisha dan Hans. Lagipula wanita mana yang tidak kecewa kalau calon suami kita lebih memilih pilihan orang lain daripada pilihan calon istrinya sendiri.
"Dan tadi Non Raisha datang sama pria lain terus pilih cincin lain, Yang lebih mahal pula.. Jangan-jangan, Nona Raisha nikahnya sama pria tadi lagi. Secara pria tadi lebih tampan, Lebih gagah, Lebih tinggi dan sepertinya uangnya juga lebih banyak yang sebelumnya itu..." Mereka Terus membicarakan Raisha dan Kaivan. Pada saat itu Kaivan memang tidak mendampingi Raisha, Pria itu menunggu dimobil sebelum Raisha dan Hans pindah ke cafe untuk makan siang. Hingga terjadilah kecelakaan itu.
"Wah.. Jangan-jangan pengantin prianya yang diganti.. Soalnya aku lihat calon suami Nona Raisha kayak gak peduli gitu sama Nona Raisha sendiri.." Mereka saling mengangguk-anggukan kepalanya. Dan dugaan para karyawan itu memang benar. Pernikahan Raisha tetap berlangsung namun pengantin prianya yang diganti.
"Wah bisa jadi lah.. Bisa lihat sendiri kan tadi? Sama calon suaminya yang dulu pesan cincin cuma seharga seratus lima puluh juta.. Pria yang tadi malah milik cincin pernikahan dengan seharga dua koma lima miliar loh.. Jauh banget kan?
"Kalau aku jadi Nona Raisha sih, Mending mundur sama pria yang seolah tak peduli dengan kita.. Ngapain coba." Mereka masih terus berbincang hingga tanpa sadar waktu istirahat pun hampir selesai.
...****************...
"Gimana? Kamu suka dengan cincin yang tadi?" Kaivan bertanya pada Raisha yang sedang memainkan game diponselnya.
"Suka Mas.. Tapi maaf ya, Mas.. Cincin yang tadi mahal.." Raisha masih merasa tidak enak dengan Kaivan. Mungkin uang dua koma lima miliar itu tak banyak bagi Papanya, Tapi untuk Raisha lumayan lah.
"Mas akan kasih apapun yang kamu mau.. Asal kamu bahagia saja..
Deg!
"Mas...??
"Makasih ya Mas Kai.. Mas baik banget..
"Kamu adalah calon istriku.. Apapun akan aku lakukan dan keberikan selama aku mampu.." Raisha mengangguk dengan malu. Sungguh pria ini membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya dengan kata-kata itu.
"Mas..
"Kenapa?
"Yang Mas katakan tadi itu gak bener kan?
"Yang mana?
"Yang katanya Mas korupsi itu.." Kaivan terdiam lalu..
"Hahahaha... Hahahaha
"Mas kok malah ketawa sih?
"Aku hanya bercanda saja.. Mana mungkin aku dapat uang dari hasil korupsi.. "
"Iya juga sih.. Tapi Mas Kai banyak uang loh.." Kata Raisha. Dia penasaran saja, Kalau Kaivan sudah hidup nyaman dengan banyak uang untuk apa masih menjadi bodyguard, Pikirnya.
"Nanti kamu juga akan tahu kok.. Setelah kita sah, Aku akan cerita semuanya tentang kehidupanku kekamu.." Ucap Kaivan pada Raisha. Setelah menikah pria itu tidak akan menyembunyikan apapun dari Raisha. Kaivan akan ceritakan semuanya pada wanita itu tanpa terkecuali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jika Kaivan dan Raisha baru saja pulang dari toko perhiasan dengan membawa cincin pernikahan dengan harga yang tak biasa.
Hari ini Hans datang ketoko itu untuk mengambil Cincin tersebut. Tadi dia mendapatkan telfon dari pihak toko memberitahukan kalau cincin pesanannya telah jadi.
Dan seperti biasa, Hans tidak datang seorang diri melainkan pergi mengambil cincin itu bersama Ajeng dan Haura.
"Selamat datang.." Mereka disambut dengan baik oleh para karyawan yang bekerja disana. Dan kebetulan yang melayani bukan karyawan yang melayani Raisha dan Kaivan tadi.
"Ohya mbak.. Saya kesini mau ngambil pesanan saya.." Hans memberikan sebuah nota sebagai tanda bukti. Karyawan itu pun menerimanya dengan baik.
"Baik, Tunggu sebenarnya ya.." Hans tersenyum, Ajeng pun juta tersenyum.
"Wah.. Om beli cincin lagi.. " Ucap Haura. Hans menunduk menatap bocah enam tahun itu.
"Iya.. Om beli cincin..
"Pasti buat Mama ya?
"Bukan sayang.. Tapi cincin Om sama Tante cantik.." Mendadak wajah Haura berubah muram. Bocah itu seolah tak suka mendengar nama Raisha.
"Om.. Haura gak suka Om deket-deket sama Tante itu..
"Kenapa?
"Ini Mas, Barangnya.. " Pembicaraannya dengan Haura harus terhenti setelah salah satu karyawan toko itu memberikan cincin pesanan Hans.
"Ya sudah terimakasih..." Hans memang sudah membayar lunas cincin itu. Makanya dia datang tinggal mengambil saja.
Hans dan Ajeng keluar dari toko itu dengan Haura yang berada Ditengah-tengah.
"Ayo sekarang kita pulang.." Hans membukakan pintu bagian depan untuk Ajeng. Haura pun duduk dipangkuan sang ibu.
"Om..
"Ya..
"Haura gak suka kalo Om bareng sama Tante Raisha.. Tante Raisha itu jahat.." Hans menatap Haura dengan tatapan tanda tanya.
"Tante Raisha jahat?" Tanya Hans yang langsung di angguki oleh bocah itu.
"Sayang, Tante Raisha itu baik.. Kenapa Haura tiba-tiba bilang jahat?"
"Kalo Tante Raisha itu baik, Gak mungkin dia buat Mama nangis.." Hans langsung menatap Ajeng yang memalingkan wajah.
"Mbak..
"Jangan dengarkan Haura Hans.. Dia hanya asal bicara aja.." Ucap Ajeng dengan sandiwaranya.
"Ada apa sebenarnya mbak? Apa yang udah Raisha lakuin ke Mbak.." Tanya Hans. Pria itu harus memastikan apakah benar Raisha telah membuat Ajeng menangis atau tidak.
"Mbak jawab? Apa bener yang dibilang Haura?
"Hans.. Mbak rasa apa yang dikatakan oleh Raisha ada benarnya.. Mbak ini hanya ipar, Dan mbak gak pantes kamu tolongi terus.. Mbak mohon ya, Hans.. Kamu jangan marah sama Raisha. Dia cuma nyuruh mbak jauhi kamu aja kok. Dan itu demi kebaikan hubungan kalian." Kedua tangan Hans terkepal merasa tak menyangka kalau Raisha tega melakukan itu. Pria itu mengira bahwa apa yang dikatakan oleh Ajeng adalah benar.
"Mbak gak usah khawatir.. Aku akan kasih dia peringatan setelah ini mbak.. " Ucap Hans mencoba menenangkan Ajeng. Wanita itu tersenyum penuh arti..
"Kakak sama adek sama aja.. Sama-sama bodoh..
•
•
•
TBC