NovelToon NovelToon
LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No plagiat 🚫

" Di bawah naungan gerbang kuno Lembah Sunyi, He Xueyi berdiri tegak. Jemarinya yang dingin mencengkeram gagang lentera emas yang berpijar redup.
Angin malam menerpa jubah merahnya, namun ia tak bergeming. Baginya, raungan arwah penuh dendam di depannya hanyalah musik pengantar tidur.

Dengan tatapan setajam sembilu, ia bergumam pelan, 'Dendammu adalah bebanku. Masuklah ke dalam lentera, atau hancur menjadi debu tanpa jejak.'"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amukan Naga di Pagi Buta

Sinar matahari pagi yang pucat merayap masuk melalui celah gorden sutra ungu di kamar tertinggi Paviliun Lentera Abadi. He Xueyi, yang baru saja menikmati tidur manusia pertamanya selama delapan jam tanpa gangguan roh, masih meringkuk di bawah selimut bulu angsa langit yang tebal. Baginya, kehangatan kasur ini adalah logika kebahagiaan paling murni yang pernah ia temukan dalam seratus dekade terakhir. Tidak ada arwah penasaran yang menangis, tidak ada pengkhianatan politik, hanya ada keheningan yang...

TOK! TOK! TOK!

Ketukan di pintu kayu cendana itu terdengar sangat terukur, namun bagi telinga He Xueyi yang sekarang sensitif karena memiliki indra manusia, itu terdengar seperti dentuman genderang perang yang memekakkan telinga.

"Tuan... mohon maaf sebesar-besarnya mengganggu waktu istirahat Anda," suara Bian Zhi terdengar dari balik pintu. Suaranya datar seperti biasa, namun ada nada pasrah yang sangat kuat di sana, seolah ia sudah menyiapkan mental untuk menerima ledakan amarah. "Ada pesan mendesak yang dibawa oleh burung perak dari Kekaisaran Utara. Ini menyangkut 'Jantung Naga' yang hilang secara misterius dari perbendaharaan rahasia istana mereka."

He Xueyi tidak menjawab. Ia justru menarik selimutnya lebih tinggi hingga menutupi seluruh kepalanya, mencoba kembali ke alam mimpi di mana bebek panggang terbang bebas. Di dalam hatinya, ia sedang merapalkan mantra kutukan—bukan untuk musuh, tapi untuk siapa pun yang berani menulis surat itu di pagi buta begini.

"Tuan? Secara logika, jika Jantung Naga itu tidak ditemukan dalam tiga hari, keseimbangan elemen air di seluruh daratan akan kacau. Banjir besar akan melanda, dan... kedai bebek panggang langganan Anda di kota bawah mungkin akan tenggelam terbawa arus," lanjut Bian Zhi, kali ini menggunakan "ancaman kuliner" sebagai senjata pamungkas.

Seketika, selimut itu tersingkap dengan kasar. He Xueyi duduk tegak dengan rambut hitamnya yang sedikit berantakan—sebuah pemandangan yang sangat tidak "ratu" tapi sangat manusiawi bagi seseorang yang baru bangun tidur. Matanya berkilat dengan amarah yang cukup untuk membakar seluruh lembah dalam sekejap.

"Bian Zhi!" teriak He Xueyi, suaranya menggetarkan botol-botol parfum giok di atas meja riasnya. "Masuk kau! Sekarang juga sebelum aku mengubah pintu itu menjadi abu!"

Pintu terbuka perlahan dengan suara derit halus. Bian Zhi melangkah masuk dengan tenang, tangannya memegang nampan berisi teh melati hangat dan sebuah gulungan perak yang tersegel naga biru. Di belakangnya, Xiao Bo mengekor dengan wajah pucat ketakutan, memegang sisir giok seolah-olah benda itu adalah tameng pelindung dari amukan sang majikan.

"Jelaskan padaku secara logis, Bian Zhi," He Xueyi berdiri dari tempat tidur, jubah tidurnya menjuntai indah namun auranya mengerikan seperti badai salju. "Kenapa Kekaisaran Utara, yang katanya punya sepuluh ribu pendekar sakti dan seribu cendekiawan jenius, harus mengirim surat ke paviliun terpencil ini hanya untuk mencari sebongkah batu naga? Apakah mereka semua sudah kehilangan otak kolektif mereka saat pesta tahun baru?!"

Bian Zhi meletakkan teh itu di meja dengan gerakan yang sangat hati-hati. "Secara logika, Tuan, pencurian ini dilakukan oleh sosok yang tidak meninggalkan jejak fisik. Hanya jejak energi Yin yang sangat tipis yang tersisa di ruang penyimpanan es seribu tahun. Mereka menduga pencurinya adalah entitas dari dunia bawah yang melarikan diri saat kekacauan kudeta Penasihat Lu kemarin. Karena Anda adalah satu-satunya otoritas tertinggi dalam urusan roh nakal dan detektif nyawa, mereka memohon bantuan Anda. Oh, dan mereka menjanjikan hadiah seribu keping emas serta koki pribadi dari istana kekaisaran selama sebulan penuh."

Mendengar kata 'koki pribadi', kemarahan He Xueyi sedikit mereda, namun egonya masih terluka karena waktu istirahatnya yang suci telah dipotong paksa. Ia mengambil cangkir tehnya, menyesapnya dengan gerakan anggun yang dipaksakan untuk menenangkan sarafnya yang tegang.

"Seribu keping emas? Mereka pikir aku bisa disuap dengan uang sebanyak itu?" He Xueyi mendengus, namun ia melirik ke arah gulungan perak itu dengan tatapan tajam. "Tapi... hilangnya Jantung Naga memang masalah logika yang serius. Jika elemen air kacau, kelembapan di paviliun ini akan meningkat secara drastis, dan itu akan merusak koleksi buku kunoku yang harganya tak ternilai. Dan yang paling parah, aku benci bau lumpur yang dibawa oleh banjir. Benar-benar tidak estetis."

"Benar sekali, Tuan. Itu akan merusak pemandangan taman mawar hitam Anda juga," sahut Bian Zhi dengan wajah datar tanpa dosa, tahu betul titik lemah majikannya.

"Xiao Bo! Sini kau!" perintah He Xueyi tiba-tiba.

Xiao Bo gemetaran mendekat, kakinya gemetar seperti jelly. "I-iya, Tuan Besar? Mau disisir rambutnya? Mau dipakaikan bedak mutiara?"

"Sisir dengan rapi dan jangan sampai ada satu helai pun yang keluar dari tempatnya! Aku tidak mau bertemu dengan utusan kekaisaran dengan penampilan seperti hantu hutan yang baru bangun dari kubur ini! Dan Bian Zhi, siapkan kuda bayangan terbaik. Kita akan berangkat ke Utara dalam satu jam. Tapi katakan pada utusan mereka, jika dalam perjalanan aku merasa lapar atau kedinginan lagi karena terburu-buru, aku akan membebankan biaya tambahan sepuluh keping emas untuk setiap menit keterlambatanku makan!"

He Xueyi duduk di depan cermin besar. Sambil Xiao Bo merapikan rambutnya yang panjang dengan telaten, ia mulai mempelajari segel pada gulungan tersebut menggunakan mata batinnya. Logika detektifnya mulai bekerja menyusun kepingan teka-teki. "Pencurian tanpa jejak fisik... energi Yin yang tipis... Bian Zhi, bukankah itu terdengar seperti teknik Langkah Bayangan Tak Berwujud milik klan yang seharusnya sudah musnah lima ratus tahun lalu?"

"Klan Bayangan Hitam, Tuan? Jika benar mereka bangkit kembali, berarti ada seseorang yang sengaja membuka 'Gerbang Terlarang' di dasar Lembah Sunyi saat kita sedang sibuk membereskan urusan di Istana Sembilan Kegelapan kemarin," analisis Bian Zhi sambil merapikan jubah luar He Xueyi yang berwarna biru langit—warna yang dipilih He Xueyi karena ia ingin terlihat "berwibawa namun tetap modis dan tenang" di depan para pangeran utara.

He Xueyi berdiri, menatap bayangannya di cermin dengan saksama. Ia kini tampak sempurna—gaun biru yang elegan, rambut yang disanggul indah dengan tusuk konde giok, dan mata yang berkilat cerdas penuh tipu muslihat. "Logikanya, pencuri ini sengaja memancingku keluar dari paviliun. Mereka tahu aku baru saja mendapatkan kembali jantungku, dan mereka ingin menguji seberapa kuat 'manusia baru' yang memegang Lentera Abadi ini."

"Dan Anda akan melayani tantangan mereka, Tuan?" tanya Bian Zhi sambil menyiapkan pedangnya sendiri.

He Xueyi tersenyum sinis, sebuah senyuman ala Jang Man-wol yang sedang merencanakan sesuatu yang sangat mahal dan merepotkan bagi musuhnya. "Oh, aku akan melayani mereka dengan sangat baik, Bian Zhi. Tapi mereka harus tahu, mengganggu tidur cantikku adalah kesalahan logika terbesar yang pernah mereka buat sepanjang sejarah persilatan. Aku akan menemukan Jantung Naga itu, menangkap pencurinya hidup-hidup untuk kujadikan pelayan pembersih debu di paviliun, dan aku akan meminta bonus liburan di pemandian air panas kekaisaran sebagai kompensasi atas kerugian moralku."

Ia melangkah keluar dari kamar dengan langkah yang mantap dan anggun, seolah-olah ia tidak pernah berteriak marah-marah beberapa menit yang lalu. "Ayo! Jangan biarkan naga-naga utara itu menangis lebih lama lagi. Suara tangisan naga itu sangat berisik, cengeng, dan membuat kepalaku pusing. Kita selesaikan ini secepat mungkin agar aku bisa kembali ke tempat tidurku sebelum musim gugur berakhir!"

Rombongan kecil itu kembali bersiap dengan efisiensi yang luar biasa. Kereta kencana hitam sudah siap di depan gerbang. He Xueyi, sang detektif nyawa yang baru bangun tidur dan masih sedikit "sensitif" soal kenyamanan, siap untuk mengobrak-abrik misteri baru demi kedamaian tidurnya di masa depan. Sepanjang jalan menuju gerbang keluar lembah, He Xueyi tidak berhenti mengomel tentang betapa "tidak logisnya" sistem keamanan kekaisaran yang katanya legendaris itu.

"Punya tembok setebal benteng raksasa tapi jantung naganya bisa hilang diambil orang? Itu sama saja punya brankas emas tapi pintunya hanya pakai kertas tisu yang dibasahi, Bian Zhi! Benar-benar memalukan bagi sejarah arsitektur pertahanan!"

Bian Zhi hanya diam membisu, mendengarkan omelan majikannya sambil memastikan pasokan roti empuk yang sudah ia pesan khusus—yang tidak akan mengeras di suhu dingin—tetap tersedia di dalam jangkauan tangan He Xueyi. Baginya, menghadapi kemarahan He Xueyi yang kurang tidur jauh lebih menguras tenaga daripada menghadapi seribu pendekar bayangan sekaligus. Tapi, demi keselamatan dunia (dan terutama demi ketenangan telinganya sendiri), dia akan melakukan apa saja agar "Singa Betina" ini tetap merasa nyaman sampai mereka tiba di tujuan.

Matahari mulai meninggi saat kereta hitam itu melesat keluar dari kabut Lembah Sunyi, meninggalkan jejak cahaya ungu di belakangnya. He Xueyi kembali beraksi, dan kali ini, dunia persilatan akan tahu bahwa seorang wanita yang kurang tidur adalah makhluk paling berbahaya dan paling tidak logis untuk diajak bercanda di bawah kolong langit.

1
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, sudah disuguhi pemandangan kayak gini awal-awal 😭
Diah nation: eh itu baru awalan lho tapi nanti pas tengah tengah bab bakal ada kejutan 😂😂baca aja dulu seru kok hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!