NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Bad Boy / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Lupakan apa yang kalian ketahui tentang Zhang Yuze yang lama. Di Jilid 2 ini, panggung kehidupan akan menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.

​Bukan lagi sekadar urusan asmara di bangku sekolah, Zhang Yuze akan mulai melangkah ke dunia bisnis yang penuh intrik, berhadapan dengan tokoh dunia bawah tanah yang kuat, hingga terjebak di antara pesona selebritas papan atas yang memabukkan. Akankah Kitab Santo Cinta cukup untuk melindunginya saat kekuatan rahasia mulai mengincar dirinya? Ataukah godaan dari para wanita menawan di sekelilingnya justru akan menjadi bumerang bagi takdirnya?

​Persiapkan diri kalian. Ambisi yang lebih besar, romansa yang lebih membara, dan rahasia pusaka yang lebih dalam akan segera dimulai.

​Pastikan kalian berada di barisan terdepan saat langkah baru ini dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

​Mendengar itu, Yudha dan Nando saling lirik dengan dahi berkerut. Mereka diliputi kebingungan. Sejak kapan Dishub bertindak se-ekstrem itu di kawasan hiburan? Biasanya, kalaupun ada pelanggaran parkir, petugas hanya akan menempelkan surat tilang di kaca depan; mereka tidak akan repot-repot menderek semua mobil sekaligus. Ini benar-benar janggal.

​Tanpa banyak bicara, Yudha mengikuti Jevan keluar untuk melihat situasi. Acara minum-minum mereka resmi buyar.

​Di lobi, para tamu sedang mengamuk. Mereka merasa pihak manajemen Titanium gagal memberikan perlindungan dan kenyamanan.

​"Sialan! Gue ke sini bayar mahal buat senang-senang, sekarang mobil gue malah raib dibawa polisi. Kalau mobil gue nggak balik malam ini juga, gue nggak akan pernah injak kaki di sini lagi! Manajemen macam apa ini?!" teriak seorang pria usia tiga puluhan dengan nada tinggi.

​"Gue rasa gue parkir sudah benar di dalam garis dan searah, kenapa tetap diangkut? Ini keterlaluan! Apa Dishub sekarang merasa jadi raja sampai main angkut mobil orang sembarangan?" timpal pria berkacamata lainnya dengan emosi yang meledak-ledak.

​Para tamu lain ikut menyambar, mengancam akan memboikot Titanium selamanya jika mobil mereka tidak segera dikembalikan. Jevan tampak tegang. Ia tahu betul jika masalah ini tidak segera selesai, Titanium akan kehilangan reputasi dan mengalami kerugian besar. Namun, meminta Jevan mengembalikan belasan mobil dalam waktu singkat bukanlah perkara mudah; ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan adu jotos di jalanan.

​Yudha terdiam, otaknya berputar cepat. Ia segera menyadari ini bukan sekadar operasi rutin; seseorang pasti sedang menggunakan koneksi untuk menyabotase Titanium. Ia harus mencari orang berpengaruh di Kabupaten Bandung untuk menengahi masalah ini. Meminta bantuan Bang Januar lagi? Yudha tidak berani. Masalah sepele seperti ini hanya akan membuatnya terlihat tidak kompeten di mata bosnya itu. Tiba-tiba, sebuah nama muncul di benaknya: Mbak Ratna.

​Sebagai orang nomor dua di jajaran pemerintahan Kabupaten Bandung, Wakil Bupati, Mbak Ratna adalah sosok dengan pengaruh yang sangat besar. Beliau adalah tokoh kunci di jajaran pimpinan daerah. Sementara ayahnya, meski menjabat sebagai Camat di wilayah lain, pengaruhnya tidak sampai ke sini. Ibunya pun, meski berada di kepolisian, hanyalah seorang Kapolsek di wilayah pinggiran; jika bukan di daerah kekuasaannya sendiri, kata-katanya mungkin tidak akan didengar.

​Meskipun Yudha tidak yakin apakah Mbak Ratna bersedia membantunya untuk urusan tempat hiburan malam, ia tidak punya pilihan lain. Ia segera merogoh ponselnya dan mendial nomor yang pernah diberikan wanita itu. Bayangan sosok Ratna yang cantik dan anggun seketika melintas di benaknya.

​Melihat Yudha menelepon, Jevan, Yanto, dan yang lainnya menunjukkan gurat harapan. Mereka tahu Yudha berasal dari keluarga pejabat dan berharap koneksinya bisa menembus kebuntuan ini.

​Panggilan tersambung dengan cepat. Suara lembut Ratna terdengar dari seberang sana.

​"Yudha, ini kamu! Sudah lama sekali ya kita tidak kontak. Kamu sudah lupa sama Mbak?" Ada nada kegembiraan yang tulus dalam suaranya.

​Kata-kata itu membuat Yudha merasa sedikit bersalah. Ia merasa seperti orang yang hanya datang saat ada butuhnya saja. Ia sempat terpaku sesaat, bingung harus menjawab apa.

​"Yudha, bilang saja ada apa. Mbak tahu kamu tidak akan menelepon selarut ini tanpa alasan penting. Selama itu masih dalam batas kemampuanku dan tidak melanggar prinsip, Mbak akan bantu sebisa mungkin," ujar Ratna sambil tertawa kecil di telepon.

​Yudha merasa agak malu, namun ia tetap menceritakan kronologi penderekan massal di depan Titanium.

​"Begitu ya? Tunggu kabar dariku." Ratna merasa sedikit geram mendengar cerita Yudha. Berdasarkan instingnya, jelas ada yang tidak beres dengan prosedur di Satuan Dinas Perhubungan malam ini.

​Setelah menutup telepon, Yudha mengangguk kecil ke arah Jevan. Jevan langsung mengerti bahwa bantuan sudah dalam perjalanan.

​Melihat sinyal dari Yudha, Jevan menghela napas lega. Ia segera menghampiri para tamu dengan senyum profesional yang kembali terkendali. "Mohon kesabaran Bapak-Ibu sekalian. Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan mobil-mobil Anda akan segera dikembalikan. Sebagai bentuk permohonan maaf kami, seluruh tagihan hiburan Anda malam ini gratis! Bagaimana?"

​"Oke, kalau begitu kami pegang omonganmu. Asal mobil balik dan kejadian ini nggak terulang, Titanium tetap jadi pilihan utama kami," sahut salah satu tamu yang mulai melunak. Tamu-tamu lain pun ikut setuju.

​Melihat Jevan menangani situasi dengan taktis, Yudha memberikan senyum penyemangat.

​Sementara itu, di kediamannya, Ratna dengan raut wajah serius langsung mendial nomor kantor Dishub wilayah tersebut. Seharusnya ia meminta Asistennya yang mengurus hal semacam ini; menelepon langsung sebenarnya di bawah martabatnya sebagai pejabat tinggi. Namun karena hari sudah larut malam, ia memutuskan untuk turun tangan sendiri demi Yudha.

Begitu staf operasional mendengar bahwa telepon itu datang dari Wakil Bupati, tangan mereka gemetar hebat. Mereka buru-buru menyambungkan panggilan tersebut ke ruang kerja Kepala Bidang di kantor perwakilan dinas setempat. Tentu saja, staf tersebut tidak sempat berpikir apakah penelepon itu asli atau bukan. Lagi pula, dalam benak mereka, tidak ada orang yang cukup nekat atau gila untuk memalsukan identitas seorang Wakil Bupati di hadapan aparat! Jika ada yang berani melakukannya, itu benar-benar tindakan yang luar biasa lancang.

​Saat Wendy, kepala operasional di wilayah Kabupaten Bandung tersebut mendengar bahwa ada Wakil Bupati yang ingin bicara secara pribadi dengannya, pikiran pertamanya adalah kecurigaan. Ia tahu bahwa pemimpin di level setinggi itu biasanya tidak akan menelepon sendiri; mereka lebih sering mengutus Asisten. Namun, setelah menimbang sejenak, Wendy tetap mengangkat gagang telepon. Bagaimana jika itu benar-benar sang Wakil Bupati? Mengabaikannya bisa berarti akhir dari kariernya.

​"Halo! Di sini Wendy. Boleh saya tahu dengan siapa saya berbicara?" tanya Wendy dengan nada suara yang sangat pelan dan hati-hati.

​"Saya Ratna," jawab suara di seberang telepon dengan nada tenang. Meski terdengar datar, Wendy di ujung telepon tetap bisa merasakan tekanan wibawa dari posisi jabatan yang jauh di atasnya.

​Detik itu juga, Wendy yakin bahwa orang ini adalah Ibu Wakil Bupati. Meskipun jarang bertemu secara langsung, ia sangat mengingat karakter suara dan ketegasan bicaranya. Ia sering mendengar suara Ratna dalam laporan berita televisi dan pidato-pidato kedinasan; mana mungkin ia tidak mengenali bahwa ini adalah sosok yang asli!

​"Ibu Wakil Bupati, apa instruksi untuk kami?" Meskipun tidak berhadapan langsung, Wendy secara otomatis berdiri tegak dari kursinya dan bertanya dengan sangat hormat. Ini adalah rasa segan alami seorang bawahan kepada atasan; bahkan jika ia duduk, ia pasti akan merasa sangat tidak nyaman!

1
Tri Rahayu Amoorea
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!