Nura Kusuma, Gadis cantik 23 tahun. Ia anak yatim piatu dari seorang pembantu pasangan Anton Kusuma(almarhum) dan Santi ayu(almarhum).
Saat usia 2 tahun, Ia tinggal bersama Alex Rudiart. Yang tak lain adalah majikan dari orangtuanya.
Sampai suatu ketika Alex meninggal. Dan Nura yang membuat nya meninggal.
Hingga teman masa kecilnya Leon. Anak pertama Alex. Membenci dirinya setengah mati.
Leon dan Nura saling mencintai, Namun karena kejadian ini. Leon menyiksa Nura guna membalas kan dendam karena telah membunuh ayahnya.
Apakah Benar Nura tega membunuh Alex.
Lalu bagaimana dengan cinta mereka.
Simak novel ini ya teman-teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang dari Rumah sakit
Walaupun Leon ingin menikahi Nura saat usianya menginjak 25 tahun.
Sekarang dia mengerti, Semakin lama menunda, serasa kehilangan akan dirinya juga semakin terasa.
Kali ini Ia tak ingin melepas Nura lagi. Tak ingin membiarkan Nura direbut oleh siapapun.
"Nura.... "
Panggil lembut Leon.
"emm.....?"
"Kamu hanya boleh jadi milik ku. Milik Leon Rudiart. "
Nura mengangguk bahagia. Leon mendekap erat tubuh Nura dan mengecup keningnya.
Mereka nampak sangat bahagia.
Pagi Hari
"Leon....."
Panggil manja Nura. Memeluk tubuh Leon dari belakang. Dirinya masih sibuk membereskan pakaian karena hendak pulang.
"Ya sayang.....?"
Leon menjawab sambil membereskan.
"Sudah tuan biar saya saja...!"
Bi Tutik yang semalam datang mengantar baju ganti. Bahagia melihat kedua majikannya itu mulai kembali.
Sesekali melihat sampai senyum-senyum sendiri.
"Tolong ya Bi.... !"
Ucap Leon.
Leon membalikkan badannya dan melihat ke arah Nura.
"Kenapa calon istriku sayang.... ?"
Bi Tutik malah tertawa geli mendengar Leon menggoda Nura.
"Ada bi Tutik aku malu...."
Ucap Nura.
"Kalau begitu anggap saja hanya ada kita berdua. Kamu mau minta apa...? Sini aku cium... !"
Leon memanyunkan bibirnya menggoda Nura.
"Leon hentikan....!"
Nura menghindari Leon dengan menutup mulutnya.
"Aku serius....!"
"Iya deh... sayang ku mau bilang apa ?"
"Hari ini... perasaan ku tidak enak.."
"Kenapa... ?"
Leon menatap Nura dengan penuh kasih sayang.
"Entahlah.... bagaimana kalau kita pulang besok saja ?"
"Kamu masih mau tinggal di sini ?"
"Bukan aku... bukan... tapi kita. Kamu jangan kemana-mana dulu. Tetaplah di sini ?"
"emm....??? calon istri ku ini mulai nakal ya...mau melakukannya di rumah sakit ? Kamu kan baru sembuh ?"
"Leon....!"
Teriak Nura ngambek dan membelakangi Leon. Pasal nya Leon malah mengajaknya bercanda.
Leon senyum kecil melihat tingkah lucu Nura dan mendekatinya. Mendekap tubuh mungil Nura dari belakang. Sesekali mencium rambutnya yang wangi.
"Tapi hari ini aku ada rapat. Aku harus melanjutkan rapat yang kemarin aku tunda...!'
Nura sedih mendengar jawaban Leon. Nura membalikkan badannya dan menatap Leon dengan mata berkaca-kaca. Ia benar-benar memiliki perasaan yang tidak nyaman. Ia merasa sesuatu yang buruk akan menimpa Leon.
"Apa... apa tidak bisa di tunda ?"
Leon memegang lembut kedua pipi Nura dengan tangannya. Mengarah kan wajahnya tepat di depan Leon. Mereka kini sangat dekat.
"Kemarin sudah aku tunda."
Leon mengecup kening Nura dengan penuh sayang.
Leon tak tega melihat wajah Nura yang bersedih dan memeluk lagi wanita kesayangan nya itu.
"Tenang saja... calon suamimu ini kuat !"
Nura tertawa kecil dan memukul lembut dada Leon.
"Ah...."
Goda Leon berpura-pura kesakitan.
Mereka tertawa bahagia. Bi Tutik juga ikut-ikutan tertawa geli.
Ruangan yang awalnya hitam pekat. Kini menjadi putih seputih salju. Dipenuhi dengan aura kebahagiaan.
Rumah Alex
"Baguslah kalau wanita itu keguguran. Pasti Leon kecewa dengan nya"
Batin Clara setelah mendengar ucapan Angga.
Ia berfikir dengan Nura keguguran , Maka Leon akan semakin membenci Nura. Dan semakin mudah untuk memisahkan mereka.
"Angga.. kau baik-baik lah di kantor ya nak. ehe..... mamah senang kamu sekarang bisa membantu kakak mu mengembangkan perusahaan ayah kalian. Tapi Angga... kamu harus berusaha lebih keras agar bisa lebih unggul dari kakak mu. Barangkali kamu bisa menggantikan posisi Leon"
Angga yang masih sibuk makan lama-kelamaan kesal mendengar ocehan mama nya yang keluar dari topik.
Awalnya membahas Nura, bukannya mendoakan Nura agar cepat pulih dan pulang. Malah membahas jabatan.
"Ma.... aku kenyang. Mau berangkat !"
Angga meletakkan sendok dan garpu dengan kasar. Pagi-pagi sudah di buat bad mood.
Dan pergi meninggalkan rumah.
"Baik-baik ya sayang... !"
Teriak Clara yang masih tidak sadar akan kesalahannya.
"Baguslah baguslah... "
Betapa bahagianya hati Clara.
Rumah Sakit
Leon membuka pintu mobil untuk Nura dengan penuh kelembutan.
"Silahkan tuan putri..!"
Nura malah tersenyum malu diperlakukan seperti ini. Tapi begitu bahagia nya hati Nura saat ini. Semoga ini adalah awal yang baik.
Leon menutup pelan pintu mobil saat Nura sudah masuk.
"Bruakkk.....bruakkkk....... Bruakkkk......"
Sebuah mobil melaju kencang dan tiba-tiba menabrak Leon yang hendak masuk melalui pintu mobil yang lain. Begitu kerasnya tabrakan membuat tubuhnya terpental hingga 3 meter.
"Agghhhh....... ah......hah.... hah...."
Leon melihat Nura yang mengejar tubuhnya yang sudah terjatuh. Di ikuti Bi Tutik dan Paman Joni yang terlihat sangat ketakutan.
Terdengar teriak tangis Nura menggema di parkir bawah tanah itu.
Teriak dirinya memanggil nama Leon dari kejauhan.
Semakin Nura mendekat. Penglihatan Leon semakin menghilang.
"Nura....!"
Rintihnya memanggil Nura dan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
Pandangan Leon semakin padam dan sampai akhirnya ia menutup mata.
"Leon.........."
Teriak Nura dengan cepat ia mengangkat kepala Leon dan meletakkan di pahanya.
"Leon .... tolong bertahan lah.. "
Tak lama dokter datang dengan Paman Joni dan membawa brankar.
"Leon... Leon aku mohon bertahanlah....hiks ... hiks.... kamu harus sadar. Kamu janji akan menikahi ku..."
Nura terus menangis sepanjang jalan menuju ruang UGD.
"Tolong nona tunggu di luar...!"
Nura diam terpaku. Tangan nya sudah basah dengan darah yang keluar dari kepala Leon.
Air mata yang tak henti mengalir.
Ternyata perasaan itu benar adanya. Inilah perasaan buruk yang ia rasakan.
"Leon aku mohon bertahanlah....hiks....hiks.... Tuhan aku mohon selamatkan Leon. Aku mohon pada Mu Tuhan... "
"Nona Nura...."
Panggil Bi Tutik lembut.
"Bi....bibi...."
Nura malah menangis dan memeluk Bi Tutik.
"Leon pasti tidak akan apa-apa kan bi ?? Dia janji dia akan menikahi ku... !"
Bi Tutik menepuk-nepuk pundak Nura agar dia lebih tenang.
Baru saja pagi tadi begitu bahagia. Hanya dalam hitungan jam. Sudah harus seperti ini lagi.
Tak dipungkiri, Bi Tutik pun menangis melihat situasi ini.
Situasi macam apa ini. Seperti semuanya sudah diatur.
Lelucon hidup yang dipermainkan oleh manusia.
"Nona Nura tenang ya... Tuan Leon pasti baik-baik saja.. "
Beberapa Jam kemudian
"Nura... Nura bagaimana kak Leon..?"
Angga datang dengan tergopoh-gopoh. Setelah mendapat kabar dari Paman Joni, ia langsung pergi ke rumah sakit.
"Angga....."
Nura malah menangis di tanya Angga pertanyaan itu.
Angga memeluk tubuh Nura. Agar dia lebih tenang.
Angga melihat tangan Nura yang masih terlihat merah dan warna itu hampir menyatu dengan tangannya.
Bi Tutik berusaha mengajaknya membersihkan diri. Nura terus menolak karena tak ingin pergi dari ruangan itu.
Terus menunggu di depan UGD dan berharap mendengar kabar baik dari dokter.
Beberapa jam kemudian pintu UGD terbuka dan dokter membawa tubuh Leon yang tertidur di atas ranjang dan mendorongnya menuju ICU.
"Leon...."
Dengan cepat Nura mengikuti perawat membawa Leon.
Namun di hadang oleh dokter.
"Leon... ! dokter aku mau melihat nya."
Ucapnya di hadapan dokter.
"Nona... kami akan membawa pasien ke ICU. Hanya satu yang di perbolehkan masuk untuk menjaganya. Tolong salah satu keluarga pasien ikut saya. Saya akan menjelaskan kondisi pasien"
"Saya.... saya dok"
Ucap Nura.
"Nura .... kamu sebaiknya menjaga kak Leon. Biar aku yang pergi bersama dokter."
Ucap Angga.
"Tapi aku mau dengar bagaimana kondisi Leon."
"Tapi saat ini , kak Leon lebih membutuhkan kamu ada samping nya."
Mendengar ucapan Angga. Nura diam sejenak dan akhirnya mengiyakan ucapan Angga.
Hai hai readers, Terimakasih atas kebaikan kalian yang sudah support novel ini.
Tetep kasi semangat buat author ya..
ditunggu like dan votenya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
buat thor tetap semangaattt buat alur cerita nyasemoga ga cape en pusing muter2...nya😂😅🤭😜🤣🤣💪💪✌✌
sempet lupa siiii sama alurnya,. 😀
bnyakin UP nya doong thor..kan ydh lma ga UPnta..
UP doong
salam sehat buat mu thor
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
aku udah 20 like mendarat. jangan lupa mampir balik👉cinta segitiga 👉love from instagram like dan vote nya ja
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
semangatt thorr...
coba pelan doing ajarain nura dewasaa dikiittt...
cinta pak bos hadir😘
semangat terusss💪
.
.
.
.
semangatt thor