Namaku Tania Putri,usiaku 15 tahun.Aku anak yatim piatu.Ibuku meninggal satu minggu setelah melahirkanku.Ayahku meninggal saat usiaku 5 tahun.Aku tinggal bersama nenek angkatku,Oma Santi dan uncle tampanku,Uncle Rasya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Arisantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps.22
Alisha masih terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Sha,mas Rasya udah pernah lihat wajah kamu?" tanya Karin.
"Belum Rin,waktu itu aku masih penasaran dengan Tania,cewek yang ada di ponsel itu,tapi sekarang aku sudah tahu jawabannya", jawab Alisha dengan yakin.
"Kapan kamu membolehkan mas Rasya melihat wajah kamu", tanya Karin.
"Saat dia tahu kebenaran tentang siapa aku", jawab Alisha.
Mereka menghentikan obrolannya karena makanan yang di pesan sudah datang.Mereka segera menyantap makan siang yang sudah terhidang.
Selesai makan mereka berdua meninggalkan kafe.Alisha pulang kerumahnya dengan menggunakan jasa ojek online.Sedangkan Karin mengendarai motornya menuju ke rumahnya.
Hari hari selanjutnya Alisha melakukan aktivitas seperti biasanya.Sudah dua hari ini Rasya tidak menghubunginya,sejujurnya Alisha merindukan Rasya,calon suaminya itu.
Tapi Alisha menyembunyikan perasaan nya itu.Dia merasa malu untuk mengungkapkannya pada Rasya.Dia hanya menunggu Rasya pulang dari Surabaya.
Sore itu Alisha pulang naik ojek online seperti biasanya.Alisha masuk setelah memberi salam.
"Umi,Alisha mau mandi dulu ya udah capek banget", ucap Alisha pada uminya yang sedang duduk di ruang tengah.
Umi mengangguk dan melanjutkan acara menontonnya.Alisha melangkah masuk ke kamarnya.Lalu ke kamar mandi untuk mandi.
Saat Alisha masih di kamar mandi.Terdengar suara mobil dari arah luar.Umi beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.
Ternyata Rasya yang datang sore itu.
"Assalamualaikum umi", sapa Rasya dengan sopan.
"Wa alaikumsalam", jawab umi merasa kaget dengan kehadiran Rasya yang tiba tiba.
Umi mempersilahkan Rasya masuk dan duduk di ruang tengah.
"Kapan nyampe dari Surabaya Sya?" tanya umi.
"Tadi siang umi", jawab Rasya.
"Ini ada sedikit oleh oleh dari Surabaya,saya harap umi dan abi suka", ucap Rasya sambil menyerahkan oleh oleh yang di bawanya.
Umi menerima pemberian Rasya dengan senang hati.
"Terimakasih ya nak Rasya,umi panggil abi dulu ya", ucap umi.
Rasya mengangguk sambil mencari keberadaan Alisha.Dia sangat merindukan gadis itu.
"Alisha baru pulang tadi dari kampus,kayaknya masih di kamar mandi,nanti umi panggilkan ya", ucap umi seperti mengerti apa yang di fikirkan Rasya.
Rasya mengangguk dan tersenyum malu.Umi memanggil abi yang sedang berada di belakang.Abi segera menemui Rasya.
"Nak Rasya,gimana kabarnya?" ucap abi sambil memeluk Rasya.
"Alhamdulilah baik abi", jawab Rasya setelah abi melepaskan pelukannya dan Rasya langsung mencium tangan abi.
"Gimana kabar kakak kamu?"tanya Abi lagi.
Umi menghidangkan minuman dan makanan kecil di meja.
"Alhamdulillah juga udah pulih bi,mereka kirim salam untuk abi dan keluarga", jawab Rasya.
"Alhamdulillah", ucap Abi dan umi.
"Rasya minta maaf ya abi umi karena nggak tiba tiba harus berangkat ke Surabaya", ucap Rasya.
"Nggak apa apa nak Rasya,Alisha udah ngasih tahu koq sama abi dan umi", jawab Abi.
"Umi,Alisha udah pulang kan?" tanya abi pada umi.
"Udah bi,sebentar ya umi panggil", jawab umi.
Umi melangkah ke kamar Alisha,di ketuknya pintu kamar Alisha.Tidak ada jawaban dari dalam kamar.Umi mencoba memutar kenop pintu,ternyata pintunya terkunci.
Umi mengetuk pintu untuk beberapa kali masih tetap tidak ada jawaban.Umi kembali ke ruang tengah.
"Sepertinya Alisha ketiduran bi,udah umi ketuk pintunya nggak ada jawaban", ucap umi.
"Maaf ya nak Rasya,Alisha kayaknya kecapean ,soalnya tadi ada kegiatan di kampusnya.Jadi pulangnya kesorean",ucap umi.
"Nggak apa apa umi,biarkan aja Alisha istirahat dulu,kalau di izinkan saya boleh menunggunya?" ucap Rasya.
"Iya nak Rasya nggak apa apa,nak Rasya tunggu aja,biasanya Alisha tidurnya sebentar kok,apalagi udah sore begini,biasanya Alisha nggak pernah tidur sore sore begini", jawab umi.
Rasya mengangguk dan melanjutkan obrolannya dengan abi.Umi berjalan ke dapur dan mulai mempersiapkan untuk makan malam.
Alisha tersentak bangun dari tidurnya.Dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka.Habis mandi tadi Alisha berbaring sebentar di tempat tidurnya.Karena terlalu capek Alisha tertidur.
Kamar Alisha di ketuk dari luar.
"Sha,kamu udah bangun nak?" terdengar suara umi.
Alisha langsung membuka pintu kamarnya.
"Udah mi,baru aja", jawab Alisha.
"Tadi umi bangunin kamu,tapi kayaknya kamu lelap banget tidurnya", ucap umi.
"Maafin Alisha ya mi,tadi Alisha nggak dengar karena ketiduran,soalnya capek banget mi", jawab Alisha dengan menyesal.
"Iya nggak apa apa kok,tapi itu ada tamu yang nungguin kamu dari tadi", ucap umi.
"Tamu, siapa mi?" tanya Alisha penasaran.
"Kamu lihat aja deh sendiri di ruang tengah", jawab umi sambil senyum senyum.
Alisha makin penasaran,dia segera merapikan jilbab dan cadarnya dan segera keluar kamar.Alisha menggandeng lengan umi sambil berjalan beriringan menuju ruang tengah.
"Mas Rasya!!!" pekik Alisha tertahan.
Dia merasa sangat senang karena kedatangan Rasya.
Rasya menoleh mendengar suara Alisha yang memanggilnya.Dia tertegun melihat Alisha,hatinya sangat bahagia.Rasa rindunya sudah terbayarkan setelah berjumpa dengan Alisha.Dan Alisha pun merasakan hal yang sama dengan yang Rasya rasakan.
"Hem....", suara abi mengagetkan keduanya,dan membuat keduanya tertunduk malu.
"Ayo duduk,biar enak ngobrolnya", ucap umi.
Mereka kembali duduk dan mengobrol.Setelah azan maghrib mereka sholat berjamaah.Tapi Alisha sholat dikamarnya.
Selesai sholat mereka makan malam bersama.Setelah sholat isya mereka melanjutkan obrolan di ruang tengah.
"Sya,Alisha mau menyampaikan sesuatu sama kamu,umi sama abi permisi ke belakang ya kalian lanjutkan dulu pembicaraan kalian", ucap umi serius.
Rasya mengangguk dan juga merasa penasaran dengan apa yang akan Alisha sampaikan.
Alisha mengatur nafasnya sejenak dan menenangkan debaran jantungnya.
"Bismillah,mas Alisha mau memberi tahu sesuatu yang sangat penting", ucap Alisha.
Rasya mengangguk dan menunggu Alisha melanjutkan ceritanya.
"Sebenarnya...Alisha bukan anak kandung umi dan abi", lanjut Alisha.
Rasya merasa terkejut tapi masih menunggu Alisha untuk melanjutkan ceritanya.
"Alisha nggak tahu siapa orang tua Alisha,juga Alisha nggak tahu dimana keluarga Alisha", ucap Alisha sambil mulai terisak.
Rasya bingung melihat Alisha yang mulai menangis.
"Alisha,kamu nggak apa apa kan,mas bingung lihat kamu nangis"ucap Rasya pelan.
"Alisha nggak apa apa mas,Alisha akan menceritakan semuanya", jawab Alisha.
"Mas tahu kenapa Alisha menanyakan foto wallpaper yang ada di ponsel mas Rasya?"tanya Alisha.
"Karena kamu mengira itu pacar mas kan" jawab Rasya.
Alisha menggeleng.
"Bukan itu alasannya mas.Itu karena Alisha sering melihat wajah wanita itu", jawab Alisha.
"Kamu sering melihat Tania?", tanya Rasya bingung.
Alisha mengangguk.
"Alisha akan menjelaskan semua pada mas", jawab Alisha.
*
*
*
Jangan like dan vote ya.....❤
semangat Thor.....💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
semoga Rasya bisa mendampingi ktika Tania nti melahirkan...
ga sabar tggu Tania melahirkan...
semoga jga Uncle Sandi di ksh jodoh yg baik & Sholeha...