Mengandung konten dewasa 21+
mohon bijak dalam memilih bacaan
Shay terpikat dengan laki laki berkharisma yang sedang membaca koran, terlihat tampan dan kaum hawa dari pelosok manapun akan terpikat oleh pesonanya. Dengan ukuran tubuh yang proposional, badan tegab,kulit sawo matang, kepala sedikit plontos, dan terlihat cool memiliki usaha konter hp walau tidak terlalu besar toko itu termasuk lengkap pelayanan sudah seperti toko hp profesional memiliki 2 orang pegawai yang salah satunya adalah adiknya.
adikya yang baru lulus smk akan tetapi dia juga tertarik dengan shay, dan sudah berulang kali menyatakan perasaannya, shay menjadi bingung mana di antara mereka berdua yang akan menjadi tambatan hatinya, keputusan apa yang akan di ambil ?
setelah sebelumnya shay pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan akhirnya menemukan seorang pengganti yang bertanggung jawab dan mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Hati Berbunga Karena....
Dua bulan berlalu Shay sibuk dengan kerjaan yang semakin menumpuk dan sering pulang larut malam. Setiap tiga bulan menjelang lebaran tempatnya bekerja kebanjiran barang yang akan di kirim ke seluruh indonesia, rata rata pedagang pakaian akan menyetok barang dagangan lebih banyak dari bulan biasa.
Lelah sudah pasti karena kerja di expedisi harus multitasking dari admind, keuangan dan mengatur kondisi barang di gudang, mengatur muatan agar tidak melebihi kapasitas dan tidak merugikan perusahaan.
belum setiap supir memiliki karakter yang berbeda2, ada yang menerima ketika di beri uang jalan secukupnya, tapi ada juga yang tidak terima dengan alasan di jalan banyak banget pungutan liar belum macet yang terkadang membuat pengeluaran bahan bakar makin bertambah boros. Semua itu harus bisa di kendalikan oleh Shay, yang penting muatan bisa terangkut sesuai jadwal dan sang supir siap jalan.setelah itu baru Shay bisa pulang dengan tenang, kadang setelah sampai di rumahpun masih ada gangguan dari para supir angkutan, walau belum sampai supir tersebut minta di siapkan muatan agar dapat antrian depan dan kembali berputar balik tanpa harus menunggu terlalu lama. Shay dengan senang hati mengikuti permintaan supir tersebut, karena hanya dari mereklah Shay dapat uang tambahan di luar gaji yang di berikan supir sebagai ucapan terimakasih karena tidak perlu antri lagi.
Sementara Rakes semakin penasaran sekaligus cemas karena akhir2 Shay sangat sulit di hubungi WA tidak pernah di balas dan telpon tidak pernah di angkat, dia berfikir keras kesalahan apa yang dia perbuat sampai Shay membayangkannya. Pertemuan terakhir waktu dia mengantarkan pulang jalan kaki, atau mungkin dia sakit. atau hanya menghindarinya saja. saking penasaran kemudian meminjam hp Aji.
"Ji pinjam hp atuh" Aji menyodorkan hp yang sedang di pegang untuk main game.
Beberapa kali Rakes mencoba meletakkan benda pipih itu ke telinganya. Dan terakhir mengirimkan pesan lewat wa, di tunggu sampain 5 menit tidak ada jawaban ataupun petunjuk jika pesan itu di baca oleh penerima.
Semakin gelisah dia memutar2 benda pipih itu dan sesekali mengecek apakah ada balasan yang di kirim dari orang yang di rindukan.
"Udah cari yang gampang aja, dari pada pusing2." Aji berusaha membuyarkan lamunan Rakes.
"Justru yang susah itu ada tantangannya, kalau yang gampang akan cepet ngembosenin."
"Sudah tau rumahnyakan? samperin ajah, siapa tau lagi sakit atau lagi ada masalah."
"Kesana baru sekali dan malam2 juga."
"Dari pada mati penasaran, kalau saya jadi kamu ogah ribet2, lebih baik cari yang lain jadi nggak pusing."
"Karena situ cowok gampangan!!"
"Idiiiih sensi sekali, baru dapat bulanan ya,?sudah aah saya mau pulang makan siang dulu...dari pada disini kena getah orang lagi galau."
" Minta tolong pesenin bakso sekalian jalan, suruh antar kesini."
"Oh orang jatuh cinta bisa lapar juga ya?"
Setelah habis sholat magrib, Rakes berencana untuk ke rumah Shay, mumpung malem minggu walau biasanya setiap malam minggu tokonya lumayan ramai jika di bandingkan dengan hari hari biasa. Tapi Rakes sudah bertekat untuk datang dan melihat dengan mata kepala sendiri agar lebih tenang.
Sementara itu di kantor Shay kehabisan pulsa , sepulang kerja Shay berencana mampir ke toko Rakes untuk isi pulsa, sambil cari hiburan ketemu anak2 aji. Untuk
sekedar melepas penat, karen hari ini Shay pulang cepet.
Setelah sampai di toko ternyata aji dan Rakes tidak ada di toko, dan yang ada orang yang bikin jantung berdebar.
"mas "laki2 itu melihat ke arah Shay dan tersenyum "Tuhan MakhlukMu yang satu ini bolehkah untuk hambamu yang fakir ini."
Berasa padang tandus yang baru terkena siraman air hujan, aroma minyak wanginya semerbak melewati hidung Shay tanpa permisi, sejenak Shay terhipnotis dan memejamkan mata dalam hitungan detik.
"Kok malah merem,teh? lagi pusing....duduk dulu " orang yang sedang berada di toko itu memberikan tempat duduk plastik kepada Shay.
Lidah Shay kelu dan tidak menjawab pertanyaan laki2 itu, sumpah ini jarak terdekat dengan laki2 ini. Shay langsung meletakkan bemper teposnya di bangku plastik yang berjejer di depan etalase toko, hanya ada Shay dan laki2 itu....yang lain tidak terlihat oleh Shay. Laki2 itu menyodorkan minuman air di gelas plastik, dan membantu membuka sedotan "ini minum dulu."
"Baru pulang kerja?" dari semua pertanyaan Shay hanya menjawab satu kalimat "iya,te...terimakasih" Shay menyesap sedotan di mulut yang seharusnya di serap untuk di telan malah di tiup dan menciptakan gelembung2 di dalam gelas. Orang itu hanya tersenyum melihat kekonyolan yang Shay lakukan.
"Diminum dong jangan ditiup, kaya anak kecil" Shay kehabisan kata2 antara otak dan hatinya tidak singkron.
"Iya, mas mau isi pulsa yang seratus ribu"
"Berapa no hp nya?"
Shay tidak dapat berfikir jernih sehingga tidak bisa menginggat2 berapa nomor hpnya " malah menyodorkna hp ke orang.
yang di berikan hp malah tersenyum kembali
"Saya tidak tau nomor teteh, kenapa di malah di beri hp?"
"Oh, maaf nomor saya ada di situ, nomorku"
"iyah, nama teteh siapa di sini."
shay tampak lebih gugub dari sebelumnya,
"Sial!!"
"Nama teteh Sial?"
"Eemm maksud saya namanya nomorku". Untuk menetralisir rasa gugubnya Shay meluaskan perdaran matanya untuk menghindari bertatap muka secara langsung, tapi tanpa di sadari oleh Shay malah orang itu mencuri pandang kepada Shay , kemudian tersenyum simpul. Setelah mengisi pulsa yang di minta, orang itu mengembalikan benda pipih itu kepada Shay.
"Sudah masuk teh pulsanya." Kedua pasang mata itu akirnya tanpa sengaja bertemu.
Duh kenapa bisa begini sih yang di hindari justru terjadi. Shay makin salah tingkah.
Terkadang rencana Allah itu lebih ngena karena Allah lebih tau apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
Tapi Allah akan selalu menguji hambanya yang selalu taat dan patuh padaNya. Bukan karena benci tapi karena cintaNya, cinta Allah yang begitu besar terkadang sering kita abaikan tanpa kita sadari.
Shay yang kemarin2 begitu penasaran dan mengalami kesulitan untuk bertemu orang ini dan sekarang ada di hadapannya tapi malah tidak bisa berkata apa2, inikah Cinta? atau hanya obsesi untuk mendapatkannya.
Atau hanya sekedar mengagumi sosoknya yang berbeda dari sekelilingnya, pertanyaan pertanyaan itu muncul dengan sendirinya di pikiran Shay.
Sebenarnya malam ini adalah malaminggu, tapi entah mengapa toko ini sepi, tidak seperti malam2 sebelumnya.
Tidak banyak juga orang yang berlalu lalang di depan toko, yang mengakibatkan Shay sendiri mersasa, ini mungkin sekenario Allah untuk Shay segera mulai membuka hatinya lagi semenjak kejadian beberapa waktu lalu.
keren
sukses
semangat
Alhamdulillah,Melly kasi saran baik jadi kabur nya ke umi
lha ini mau ke Bali , 🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
berani sosor bibir 🙄
konflik ditunggu 🤭
JGN SAMPAI LO KTEMU ARMAN, HATI LO LEMAH, DN MAU DI RAYU DN DICIUM ARMAN LAGI
TU BOSS KYK SENGAJA TK KASIH SHAY RESIGN, KN BISA PASANG INFO LOKER BUAT KARYAWAN BARU..