Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21
Badan Mita menegang saat bibir arun menempel pada bibirnya dan memainkannya lembut. Mita bingung harus bereaksi seperti apa, apakah ia harus mendorong tubuh Arun agar melepaskan ciumannya atau membiarkan Arun menciumnya sampai Arun sendiri yang melepaskan ciumannya, sungguh mita sekarang dalam kebingungan harus merespon seperti apa.
“Mita balas ciumanku” kata arun saat melepaskan ciumannya sejenak kemudian memainakan lagi bibirnya pada bibir Mita.
Mita yang mendapat perintah agar membalas ciuman arun, mulai ikut bermain dalam ciumannya.
“Ah” Mita merasakan bibir bawahnya digigit pelan oleh arun, ciuman yang awalnya lembut sekarang mulai terasa kasar sampai Mita kewalahan untuk mengimbangi permainan Arun.
Mita berusaha melepaskan ciumannya karena merasa sudah kehabisan napas, dan sekarang arun beralih pada leher mita, menghisapnya kuat bagaikan vampir yang haus akan darah.
Mita merasakan hal aneh pada tubuhnya, rasa yang asing yang belum pernah ia rasakan pada tubuhnya, napas mita memburu tak teratur begitupun dengan arun. Mita bisa merasakan napas arun yang panas menerpa lehernya membangunkan bulu kuduknya beridiri.
“Ah arun” arun masih membenamkan wajahnya pada leher mita sambil merebahkan tubuh mita di kasur tanpa melepaskan hisapannya di leher mita.
Gairah mulai menguasai tubuh arun, membuat arun mulai tak bisa mengandalikan tubuhnya. sudah beberapa hari ini arun ingin melakukan hal ini, siapa yang tidak akan tergoda pada tubuh mita yang sangat menggiurkan dimata para lelaki, apalagi setiap hari Arun melihat mita membuat dirinya kalang kabut untuk menehan nafsunya.
“Arun apa yang kamu lakuakan,? Ah.” Tangan arun mulai menjelajahi tubuh mita dan menemukan benda kenyal yang kemarin malam ingin sekali arun menyentuh benda kenyal tersebut dan memainkanya. Sekarang arun bisa menyentuh dan memainkan benda kenyal tersebut walaupun terhalang baju piyama yang mita kenakan.
Kepala mita mulai pening merasakan hal yang asing pada tubuhnya, apa yang sedang arun lakuakan pada tubuhnya? Kenapa rasanya geli sekaligus nikmat dan tak ingin arun berhenti bermain dengan tubuhnya.
Arun kembali lagi memainkan bibir mita, rasanya arun tak ingin melepaskan bibir mita yang terasa sangat manis itu. Dan jangan lupakan tangan arun yang mulai masuk kedalam celana mita mencari tempat yang paling privasi pada tubuhnya. Arun menemukannya dan arun bisa merasakannya walaupun terhalang kain tipis yang mita kenakan, Arun ingin meraba lebih dalam tapi ia tersadar kalau ini belum waktunya.
Arun langsung menarik tangannya dan bangkit dari atas tubuh mita. mencoba untuk menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan.
Mita yang mendapatkan reaksi tak terduga dari arun langsung ikut bangkit dari tidurannya dan heran melihat arun seperti kebingungan. oh lihatlah penampilan mita sekarang, bajunya yang kusut dan dua kancinga atas bajunya terbuka memperlihatkan belahan dadanya.
“maaf tadi aku hampir kelepasan” arun memalingkan wajahnya dari hadapan mita sambil mengusap wajahnya.
Mita bingung harus merespon seperti apa, pertamanya mita kaget dengan apa yang dilakukan arun tapi setelah itu mita juga menikmati apa yang dilakukan arun pada tubuhnya.
“iya tidak apa-apa, sepertinya tadi juga aku sedikit terbawa suasana” semburat merah muncul di pipi mita, entahlah apa yang dirasakan mita saat ini setelah mendapatkan kejadian tersebut. Mita bukan wanita yang tak tahu hal-hal yang berbau dewasa apalagi mita seorang dokter yang pasti banyak belajar tentang organ-organ tubuh manusia dan jangan lupa bahwa mita seorang dokter bedah, sudah banyak melihat tubuh-tubuh manusia dalam keadaan tidak memakai benang sehelaipun saat di ruang oprasi, beragai bentuk tubuh dari yang gendut langsing, kurus mita sudah pernah melihatnya.
“kamu nggak marah?” tanya arun melihat ke arah mita.
Mita menggelengkan kepalanya sambil mununduk, kenapa dirinya tiba-tiba merasa sangat malu pada arun padahal yang memulai hal tersebut arun bukan dirinya. dan yang anenhnya mita malah terbawa suasana dan ikut menikmatinya.
“oh syukurlah kalau kamu tidak marah, sekali lagi aku minta maaf sungguh aku tidak bermaksud apa-apa”
Mita menganggukan kepalanya dan masih dalam keadaan kepalanya menunduk.
“ok baiklah kalau begitu aku akan mandi dulu” arun bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar mandi. Saat ini diri arun sangat tersiksa bagaimana tidak bagian inti tubuhnya sudah mulai keras saat tadi mita membantu dirinya membuka jas yang melekat pada tubuhnya. Oh shit, sekarang arun harus mentidurkan burungnya ini dengan bermain solo dengan sabun. Sungguh arun sangat tersiksa jika harus bermain solo setiap malam dan mandi air dingin untuk meredakan gairah pada tubuhnya, tolonglah kasih masukan untuk arun, harus berbuat apa agar penderitaan ini hilang pada dirinya?
...****************...
Arun keluar dari kamar mandi setelah cukup lama untuk menghilangakan gairah pada tubuhnya. Arun langsung memakai baju tidur yang telah mita siapkan, dan menggeletakan handuk bekas mandinya begitu saja di atas lantai.
Melihat mita tak ada didalam kamar memebuat langkah arun berjalan keluar kamar mencari mita, dan mendapati mita sedang asik di dapur. Mita yang merasakan kehadiran seseorang melihat kearah arun sambil tersenyum.
Salah satu kebiasaaan arun yang mulai mita tahu yaitu, arun tidak suka mengeringkan rambutnya sehabis keramas, seperti sekarang ini masih ada tetesan air di rambut arun dan itu akan membuat bajunya lembab.
“mau kemana?” tanya arun saat mita melangkah meninggalkan dapur
“aku kekamar dulu bentar” mita berjalan menuju kamar, dan melihat anduk yang bergeletak begitu saja di atas lantai, mita menghembuskan napas berat mengambil anduk yang bergeletak bekas arun dan memasukkannya ke keranjang pakaian kotor agar di cuci besok oleh bi irna.
sebelum keluar kamar tak sengaja mita melihat tanda merah di lehernya ketika meliwati cermin.
satu, dua, tiga, empat, lima. apa ini yang tadi arun lakukan pada lehernya, kenapa banyak sekali. Mita terkekeh melihat lehernya
*O*h ini yang namanya tanda kepemilikan yang sering aku baca di novel-novel. berarti arun menandaiku bahwa aku miliknya. haha lucu juga ternyata. Setelah berbicara sendiri di depan cermin mita langsung keluar kamar dengan suasana hati yang susah untuk di tafsirkan oleh dirinya
...****************...
“kalau rambutnya masih basah keringin dulu pake anduk, jangan dibiarin kaya gini nanti bajunya jadi lembabkan gak nyaman” arun merasakan rambutnya di gosok-gosok dengan anduk oleh mita, arun terkekeh menginget bahwa mamahnya juga suka bilang seperti yang mita ucapkan.
Mita kalau kamu seperhatian ini jangan salahkan aku kalau aku bisa aja jatuh cinta sama kamu, Dalam kurun waktu yang cepat.
“kamu lanjutin keringin rambutnya, aku mau nyiapin makan dulu” ucap mita.
Ah padahal nyaman banget tadi dikeringin rambut sama mita.
Ingin sekali arun tarik tangan mita agar tetap mengosokkan anduk dikepalanya. Tapi apalah daya arun yang tahu diri akan posisinya di hati mita.
...----------------...
Jangan lupa like, komen, hadiah, dukungan dan votenya guys.