Nova Elvira Putri adalah masa lalunya itu sangat barbar tetapi nova disuruh masuk ke pesantren oleh sang ayah, karna sang ayah sudah pasrah saja untuk mendidik nova, sang ayah menantikan anaknya kesahabatnya dulu pada pada waktu dulu masih kuliah mereka akrab sekali dan kenapa nova disuruh masuk ke pesantren dia tidak adanya sopan santun terhadap orang tuanya pada suatu ketika nova masuk ke pondok bertemulah dengan zahra farhan sekaligus jadi sahabat satu-satunya, kemudian nova mengerti ilmu dan bicara yang sopan dan lama-kelamaan nova sudah terbiasa, terkadang nova kalau ada yang ganggu dia pasti marah atau berantem. Terus pada suatu hari anak kiayi yang lulusnya dari Kairo tapi malah dijodohkan oleh sang kedua orang tuanya mereka setelah menikah gimana kelanjutan baca novel bacaa ini dan jgn lupa komentar
Jangan lupa follow ig Author guys
arisa_adeline_ dan biar lebih semangat lagi dukunglah author terus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22 berangkat ke halaman kelahiran gus fauzi
༺༺༺༺༺༺༺ N&F ༻༻༻༻༻༻
hari demi hari waktu Ramdhan tinggal 6 hari lagi menuju lebaran idul fitri, nova lagi packing barang untuk pulkam bareng sang suami
"hemm, nanti baju aku bawa sedangan saja takut tidak lama di sana" ucap nova, tapi gus fauzi dengar nova omong
"sayang kamu bawa apa saja " gus fauzi duduk di sebelah nova
"ini saja mas, takut tidak lama di sana " ucap nova
"yaudah, mas mah terserah kamu saja, mas nurut kata istri mas ini" senyum gus fauzi
"kenapa ini orang, kok senyum biasanya dingin kaya kutub utara " batin nova
Selesai beres -beres barang di kamar mereka ke ruang tau untuk kasih tau kalau mereka sudah selesai packing
"umi, kita sudah selesai packing barangnya tinggal langsung berangkat saja" ucap gus fauzi
"kamu tidak apa apa nak, kamu nyetir sendiri tidak minta di sopir sama mang irul " ucap kiyai zainal
"tidak abi, aku mau berdua sama istriku saja " gus fauzi menatap nova
"tapi bukan mbak nova saja ya, aku ikut sama mas fauzi, karna mas hamzah sama mbak Khalisa terus ada bocah kecil ini" ujuk eva ke Safiyyah dan khawarizm dia adalah anak dari gus hamzah
"mas di mobil mas saja ya, bocah ini " ucap gus fauzi
"enak aja, kamu tuh mobil kamu kosong tidak ada yang duduk belakang" ucap gus hamzah
"yah elah,ganggu aja sih mas" ucap gus fauzi
Tiba-tiba safiyyah nangis, terus nova gendong langsung diam gus hamzah senyum
"kan mau sama nova, tidak mau sama uminya " ucap gus hamzah
"iya, iya deh " gus fauzi pasrah saja
langsung ke mobil
"kamu lagi nggendong safiyyah, kamu langsung di mobil ya sayang" ucap gus fauzi
"ya mas" ucap nova, gus fauzi buka bagasi mobil di belakang, karna ada bawa barang adeknya ini
sudah selesai naruh barang di bagasi belakang, terus gus fauzi buka pintu mobil langsung duduk
gus fauzi liat nova duduk di belakang
"kenapa sayang di belakang " ucap dingin
"kan aku lagi gendong safiyyah mas" ucap nova
eva langsung tau
"mbak mending, mbak duduk di depan aku sama khawa di belakang " ucap eva, nova buka pintu langsung duduk di depan, terus nova lupa pasang sabuk pengaman untuk naik mobil, gus fauzi yang masang wajah mereka bertemuan eva langsung berdehem
"ekhem, nanti saja liat-liatnya ini kita mau jalan, jangan gak jadi pulkam ya" ucap eva
"kamu iri dek, makanya nikah biar bisa pegangan tangan sama pasangan halal dek" ledek gus fauzi, tapi eva malah bodoamat sama gus fauzi dia main sama khawa, khawa anaknya pendiam kalau safiyyah Hiperaktif karena gadis ini kalau udah main ke sana ke sini belum ada capeknya sampai-sampai baby sisternya kalah sama safiyyah.
Di perjalanan gus fauzi menyetel sholawat untuk temanin beliau nyetir di perjalanan, karna nova sudah tidur. kalau eva belum dia lagi menghafalin hadits sama alquran dia.
"dek kamu kenapa tidak tidur" ucap gus fauzi
"tidak mas, aku belum lelah sembari baca buku sama menghafal saja mas" ucap eva, gus fauzi mengangguk sebagai jawabannya
SKIP.....
Sesampai res area gus fauzi mau bangunin nova tapi kasihan karna udah mangku safiyyah sampai ketiduran terus safiyyah bangun dari tidurnya gus fauzi manggil gus hamzah untuk di gendong putrinya
"mas tolong dong, istriku kasihan sampai ketiduran kegara mangku anak mas" celetuk gus fauzi
"yaudah mana safiyyah" ucap gus hamzah
gus hamzah sudah di mobil pintu terbuka, ternyata safiyyah nyariin sang abinya
"sini nak" ucap gus hamzah
"baba, tante ini aku peluk nyaman sampai ketidulan " bicara safiyyah yang cadel ini lucu ya.
nova terbangun karna terdengar orang lagi obrol
"heum, kita udah sampai mas" nova mengucek mata yang habis bangun tidur
"belum sayang, kita istirahat dulu di sini apa lagi kita belum makan " ucap gus fauzi, nova keluar dari mobil.
"nduk mau makan sama apa, sini dekat umi" ucap nyai khodijah
"nova ikut mas fauzi saja umi " ucap nova
"le kasih makan istrimu itu loh makan yang banyak " ucap nyai khodijah
"baik umiku sayang" ucap gus fauzi, sampai yang lain kaget , kok biasanya 'baik umi 'gitu doang kok ini bisa bicara lembut kepada siapa pun itu
kemudian habis makan nova cuci tangan dulu, safiyyah mendekati ke nova
"eh safiyyah ada hem" ucap nova
"aku mau peluk cama tante cantik ini boleh" ucap cadel safiyyah
"boleh sini sama tante, kok kamu ini cantik sih " ucap nova langsung gendong terus ke meja makan gus fauzi liat nova gendong safiyyah lagi
"mas anakmu tidak mau jauh dari istriku apa mas" tanya gus fauzi
"aku tidak tau fauz" ucap gus hamzah
"kamu tuh le, cemburu amat sama anak kecil, nanti juga kamu punya anak seperti safiyyah apa mau cemburu sama anak sendiri" ucap kiyai zainal
"tidaklah abi, kan beda kalah nanti anakku, kalau dia bukan anak aku" ucap gus fauzi
"mohon maaf gus, nanti saya gendong safiyyah untuk di mobil bareng saya saja" ucap ning Khalisa
"tidak apa apa mbak, ini juga aku sudah terbiasa sama safiyyah kok mbak" ucap nova
"tidak nov, sini nak sama umi yuk" ajak ning Khalisa untuk kepelukan
"acu tidak mou ama umi, acu mou cama tante cantik ini aja" ucap safiyyah cadel
"hem, pintar sekali sih cucu opa kalau tante cantik ini punya paman fauzi " ucap kiyai zainal
"acu gak mou ama umi, baba, acu mou cama tante cantik ini caja " ucap safiyyah dan tiba tiba nangis
"hiks, hiks acu mou cama tante cantik ini titik baba " ucap safiyyah yang nangis
"sudah mas, kasihan tau safiyyah, kalau aku tidak keberatan kok gendong dia" ucap nova, justru gus fauzi ngambek sampai di perjalanan
BERSAMBUNG......