Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Obrolan mesum
khayalan apa ? aku kan cuma berpikir , kenapa kenyataan yang ada sangat jauh berbeda dengan cerita di dalam buku atau di film yang pernah kutonton . tau begini , tidak perlukan aku menanti nanti saat saat ...hadeuh .
Flora menggerutu sembari memulai aktifitasnya membersihkan diri.
disaat istrinya masuk kedalam kamar mandi , Ginta keluar untuk mengambil makanan dan membawanya kedalam kamar.
diluar sudah kelihatan sepi. Nek Sarah dan Kek Johan sepertinya sudah masuk kedalam kamarnya, kalau bik Siti juga sibuk di belakang ,entah apa yang dikerjakan wanita paruh baya itu .
membuat dua paket makanan lengkap didalam piring dan dua gelas air putih , diatas nampan ,membawanya ke dalam kamar.
terlihat Flora yang sudah keluar dari kamar mandi menggunakan piyama lengkap , rambut dikepalanya di balut dengan handuk .
" sini makan , mau aku suapi atau makan sediri ?" Ginta menepuk tempat disebelahnya disofa yang ada didalam kamar.
" biar aku makan sendiri ,kak ! " Flora langsung mengambil piring yang sudah berisi nasi lengkap dengan ikan dan sayurnya.
Flora makan dalam diam , Ginta sesekali melirik Flora yang makan sambil melamun .
" makan tidak boleh melamun ,sedang mikirin apa ? " tanya Ginta makan dengan tenang .
" kak , dokter Lukas sudah punya istri ? " tanya Flora tiba tiba .
" kenapa ? kamu tidak tertarik padanya kan ? " Ginta menatap tajam dibalik kacamatanya .
Flora tertawa kecil.
" ya enggaklah. cuma sekedar bertanya "
" ngapain bertanya pria lain didepan suamimu ? " tanya Ginta kurang senang .
" iya maaf ! " Flora menyudahi makannya ,semua makanan yang ada diatas piring sudah berpindah kedalam perut Flora mau pun Ginta.
*
*
Ginta mengantar Flora sampai di depan pintu kantor .
" Flo, bagaimana kalau kamu tidak perlu bekerja lagi ?"Ginta menahan tangan Flora saat istrinya meraih tangannya untuk mencium punggung tangannya seperti biasa .
"kenapa ?" Flora mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil.
"agar pikiran mesum kamu sedikit berkurang karena kebanyakan ngobrol yang aneh aneh dengan teman kamu ,Dewi "bisik Ginta agar tidak kedengaran pak Budi dibelakang kemudi.
Flora melotot garang .
" dari mana kakak tahu ? " menautkan kedua alisnya hingga menyatu .
" kamu tadi malam sebelum tidur ngobrol apa dengan Dewi ? apa suaminya tidak marah kalian chattingan sampai malam ?"
Ginta tidak menutupi apa yang sudah dilakukannya malam tadi ,
ketika Flora tertidur ,Ginta yang baru keluar dari ruangan kerja ,melihat ponsel Flora yang menyala karena banyak menerima notifikasi pesan dari Dewi.
Ginta membaca riwayat obrolan antara Flora dan Dewi .
" Dewi masih lajang ,kak "
Ginta menepuk jidatnya.
bagaimana bisa dia memberitahukan hal hal yang dirinya sendiri mungkin masih awam kepada Flora yang langsung bisa praktek .
" ya sudah turunlah , aku pusing melihat tingkah laku kalian yang absurd itu , ntar malam saja kita sambung obrolan ini "
Flora langsung turun dari mobil dengan pikiran yang berkecamuk.
begitu mobil yang membawa suaminya menghilang di keramaian lalu lintas pagi , Flora segera mengecek obrolan dari Dewi malam tadi yang sudah ditinggal tidur karena Flora yang sudah letih dan mengantuk akibat perbuatan suaminya yang menunaikan kewajibannya sebagai suami untuk pertama kalinya semenjak mereka menikah.
seketika wajah Flora memucat membaca pesan pesan mesum yang Dewi kirim tadi malam , isinya membuat wajah dan telinga Flora seketika memerah menahan malu.
pantas saja selama sarapan tadi wajah suaminya menatap aneh , senyum menggoda , macam macam ekspresi yang tergambar , Flora mengira Ginta sedang bahagia kerena perbuatannya pada Flora, rupanya karena hal lain .
mau di taruh dimana mukaku nanti jika bertemu dengan kak Ginta ? oh malunya ? perempuan kok mesum .rutuk Flora pada dirinya sendiri.
Flora bergegas masuk ke dalam kantor, dilihatnya Dewi sudah duduk di kursinya.
" Wi , pesan apa yang kau kirim malam tadi ? kenapa bisa kata kata mu ...." sembur Flora yang tidak sanggup meneruskan kata katanya karena pesan yang di kirim Dewi terlalu fulgar .
" kamu kan membacanya ,Flo ?kenapa harus bertanya lagi ? harusnya aku yang bertanya , kamu membaca pesanku tetapi tidak membalasnya terlalu " sungut Dewi
" bukan aku yang membacanya tetapi suamiku " jawab Flora lesu
" hah ? " mulut Dewi ternganga tidak percaya
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞