NovelToon NovelToon
Shanum: SAMUEL & HANUM

Shanum: SAMUEL & HANUM

Status: tamat
Genre:Istri ideal / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Konflik etika / Anak Genius / Tamat
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Musim_Salju

Hanum: Dia bukan idiot, dia makhluk spesial yang di hadirkan Allah dalam hidupku, dan tidak ada yang boleh menghina suamiku.

Begitulah perkataan yang di lontarkan orang-orang terhadap Samuel. Pria Dewasa yang sejak kecil selalu di hina idiot oleh orang-orang. Dokter mengatakan jika Samuel Autism dari lahir. Namun Hanum yakin, jika suaminya pasti sembuh suatu saat nanti atas kehendak Allah. Walaupun ia di katakan autism, Samuel adalah pemuda yang sangat pintar. Dan Hanum tidak pernah terima jika ada yang merendahkan apalagi menghina suaminya. Walaupun awalnya pernikahan ia dan Samuel terjadi karena keterpaksaan.

Bagaimana lanjutan kisah antara Samuel dan Hanum? dapatkah mereka melalui cobaan demi cobaan yang datang?

Yang tidak suka skip saja dari sekarang, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musim_Salju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman

Saat memasuki pekarangan rumah, Samuel melongokkan kepalanya ke luar jendela mobil melihat bahwa mobil itu melaju ke halaman rumah. Ia langsung tidak bersemangat dan langsung berlari ke dalam rumah saat mobil itu berhenti. Hanum sampai kaget melihat Samuel merajuk seperti itu.

Bam!

Suara pintu mobil yang di tutup dengan kencang membuat Hanum dan Pratama terkejut di buatnya. Hanum langsung turun dan berusaha mengejar Samuel. Pratama yang sudah lelah tidak memperdulikan sang adik yang merajuk. Paling bentar lagi juga baik, begitu pikirnya. Karena memang seperti itulah adiknya itu.

Ia berjalan santai memasuki rumah dan langsung di sambut oleh asisten rumah tangga untuk membantu dirinya membawakan barang-barang mereka. Ia berjalan menghampiri sang mama yang tengah duduk santai di rumah keluarga. Sonya tampak menyambut hangat Hanum saat melihat Hanum telah tiba di rumah. Ia juga bertanya-tanya kenapa putra bungsunya sampai mengabaikan dirinya yang hendak memeluk putra bungsunya itu.

"Alhamdulillah nak, kamu sudah kembali. Ibu senang sekali kamu kembali ke rumah ini. Putra bungsu ibu kenapa nak Hanum?"

"Eh..." Hanum bingung bagaimana harus menjelaskan. Pratama yang datang langsung menyalim sang mama dan mencium pipi mamanya.

"Biasa ma, tidak di turuti maunya ya gitu. Tama capek loh ma, Samuel ini tidak tahu waktu saja. Dia tu mau ice cream, dan harus di antarkan ke sana sekarang juga. Ya Tama jelas tidak mau. Jika Tama tidak lelah, sudah pasti Tama antarkan. Mana katanya Tama tidak boleh ikut ke dalam." Tama mengadu seperti anak kecil di hadapan mama sambungnya. Ia sudah menganggap ibu sambungnya itu seperti ibu kandung sendiri. Karena Sonya memang sangat menyayangi dirinya seperti ke dua putra kandungnya. Ya walaupun tentu saja cara memberikan kasih sayang itu berbeda-beda.

Sonya juga tidak bisa marah kepada Pratama. Ia tahu Pratama pasti sudah lelah beberapa hari ini bolak-balik dari rumah ke cafe dan ke rumah sakit. Ia pasti butuh istirahat saat ini. Sedangkan Samuel, Sonya juga tahu putra bungsunya itu memang begitu, namun tidak bisa juga di salahkan. Mengingat kekurangan yang di miliki oleh Samuel.

"Bu, boleh Hanum coba berbicara dengan Samuel?" Hanum agak ragu, namun mengingat selama ini Samuel selalu menurut kepadanya, ia jadi ingin mencoba membujuk Samuel. Sonya tanpa beban menganggukkan kepalanya. Ia yakin Samuel pasti mau mendengarkan Hanum seperti biasanya.

Akhirnya Hanum berjalan menuju kamar Samuel. Tepat saat tiba di depan kamar Samuel, Hanum dengan ragu mengetuk pintu itu. Ia sebenarnya sadar bahwa apa yang telah ia lakukan tentu saja salah menyambangi kamar lelaki dewasa yang bukan mahramnya. Namun apa bisa Samuel di katakan dewasa? Mengingat ia seperti anak kecil di mata Hanum.

"Bismillah, tidak apa-apa Hanum. Demi kebaikan Muel, Muel tidak boleh seperti ini terus, kasihan keluarganya Muel." Ia mengetuk pintu itu tiga kali, namun tidak ada jawaban. Biasanya jika mendengar suara Hanum, Samuel pasti langsung berlari menghampiri gadis bercadar tersebut.

Tok!

Tok!

Tok!

"Assalamualaikum Muel, ini Hanum. Muel juga marah sama Hanum? Muel tidak mau ketemu Hanum lagi?" Suara Hanum agak sedikit keras, agar Samuel mendengar panggilannya. Namun beberapa kali Hanum memanggil, Samuel tak juga keluar kamar. Dengan meyakinkan diri, Hanum mencoba membuka handle pintu tersebut, namun terkunci dari dalam. Ia pun meninggalkan kamar tersebut dan kembali ke ruang keluarga di mana Sonya berada.

"Bagaimana nak?" Hanum tampak menggelengkan kepalanya. Ia yakin Samuel hanya perlu menenangkan diri sendiri. Bagaimanapun ia sedikit paham mengenai sifat dan sikap Samuel. Samuel hanya perlu di biarkan hingga beberapa jam kedepan.

"Tidak apa-apa, nanti juga baikan sama abangnya. Nak Hanum istirahat saja di kamar. Baru juga pulang, pasti nak Hanum lelah dan butuh istirahat." Sonya sangat perhatian dan baik kepada Hanum. Apalagi Hanum merupakan penyelamat hidup putranya. Tanpa Hanum ia mungkin akan sangat sedih jika Samuel yang menjadi korban, namun mengingat Hanum sudah ia anggap seperti anak sendiri, ia juga tak kalah sedih dan khawatir dengan kondisi Hanum.

Hanum berjalan menuju kamar tamu yang ia tempati meninggalkan Sonya di sana. Ia memang masih belum pulih. Punggungnya masih sangat terasa kebas dan ngilu. Bagaimanapun luka tembak itu walau di katakan tak sedalam itu, namun juga tidak bisa di katakan tidak parah.

Baru saja Hanum baru merebahkan badannya setelah membersihkan diri, Hanum mendengar suara dering telfon yang terus saja berbunyi berkali-kali. Melihat nama dari sang penelepon membuat Hanum menghela nafas berat. Namun jika tidak di angkat, ia akan sangat khawatir dengan ayahnya.

Perlahan Hanum menggulir tombol berwarna hijau itu hingga terdengar suara lelaki di seberang sana. "Hanum! sok sibuk lo sekarang ha! Sudah beberapa hari ini di telfon tidak pernah masuk. Lo berani mengabaikan gue? Lo tidak takut ayah akan gue lukai ha!" Nada mengancam lagi-lagi terdengar. Dengan menekan sabar Hanum tetap menanggapi lelaki tersebut yang tak lain adalah abangnya sendiri.

"Maaf bang, Hanum tidak ada maksud mengabaikan telfon dari Abang, tapi Hanum beberapa hari ini terkena musibah. Jadi Hanum..." Belum selesai Hanum menjelaskan, di seberang sana sudah memotong perkataan Hanum.

"Sekarang Lo pulang, Lo urus ayah Lo yang pesakitan ini, atau gue akan lakukan apapun yang akan membuat Lo menyesal. Dan ingat, sebelum itu kirimkan gue uang sekarang juga!"

Tut!

"Astaghfirullahal'adzim," Hanum syok dan mengusap dadanya untuk menenangkan hatinya. Perasaannya tidak baik-baik saja. Abangnya seperti sedang tidak main-main. Tanpa memperdulikan kesehatannya, Hanum mengambil tas kecilnya dan memasukkan handphonenya di sana serta membawa beberapa uang cash yang ia miliki. Dengan tergesa Hanum berjalan menuju ruang keluarga demi menemui Sonya, barang kali Sonya masih ada di sana.

Pikiran Hanum sudah tak karuan. Ia tidak ingin terjadi apapun kepada sang ayah. Orang tua satu-satunya yang ia miliki saat ini. Tepat berada di hadapan Sonya, Sonya langsung mengerutkan keningnya melihat wajah panik Hanum. Ia langsung berdiri demi memastikan bahwa Hanum baik-baik saja. Namun belum sempat Sonya bertanya, Hanum sudah lebih dulu pamit kepada dirinya.

"Assalamualaikum ibu, maaf kan Hanum. Hanum ingin pamit pulang kampung, Hanum tidak bisa jelaskan sekarang. Jika nanti situasinya sudah membaik, Hanum akan segera kembali ke sini. Kalau begitu Hanum berangkat ya Bu, assalamualaikum." Hanum langsung meraih tangan Sonya untuk ia cium. Sonya tak bisa berkata apapun, karena Hanum sudah melesat begitu saja dari hadapannya.

......................

..."To Be Continued"...

1
Ndari Assufi
terus semangat berkarya
Dyah Oktina
aamiin yaa Allah
Dyah Oktina
waduh....adik kakak jatuh cinta pd pesona hanum... 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
Lumayan
Dyah Oktina
jd tama bukan putra sambung sonya...tp anak kandung beda bapak dgn samuel.. terus satria anak siapa thor... btw anak2nya apa tahu status mereka?
Dyah Oktina
cadarnya...dah lepas kah?pasti hanum malu kla cadarnya terlepas
Dyah Oktina
aamiin
Dyah Oktina
siapakah yg lancang mau.membuka pintu kamar yg d pakai hanum???
Nurgusnawati Nunung
terimakasih thor.. sehat selalu
Amin Srgfoo
ceritanya selalu bagus
Musim_Salju: Maa Syaa Allah tabarakallah, terimakasih kak🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
InsyaAllah ayah Haitsam berumur panjang bisa melihat baby El sampai dewasa.
Nurgusnawati Nunung
lanjut Thor... semangat
Nurgusnawati Nunung
Belum lepas juga cinta bang Tama untuk Hanum... semoga nanti ada jodoh yang lebih baik ya.
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah sehat sehat semuanya..
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah akhirnya Samuel bisa sembuh... semoga Hanum dimudahkan dalam melahirkan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut Thor... up nya jangan lama² dong
Nurgusnawati Nunung
Muel... semangat untuk sembuh.
lanjut Thor
Musim_Salju: 🤍🤍🤍🤍🤍
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah... Muel bangun dari tidur panjangnya.
𝐈𝐬𝐭𝐲
alhamdulillah akhirnya Samuel sadar juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!