Seorang gadis yang terlahir karena sebuah perjanjian ibu nya dan makhluk ghaib terpaksa harus menjalani hidup mandiri setelah kepergian kedua orang tua nya. Ibu nya meninggal saat usia nya tepat dua tahun ,sementara ayah nya meninggal setelah hari pernikahan nya. Pernikahan yang seharusnya menjadi hari yang sangat membahagiakan berubah menjadi duka saat sang ayah harus pergi selamanya ,pun dengan suami pengganti nya yang juga meninggal tepat di malam pengantin mereka.
What.....suami pengganti ?
Ya suami pengganti karena calon suami yang sebenarnya telah pergi entah kemana tepat di saat hari pernikahan dilangsungkan.
Vinaya malang harus terusir karena hasutan seseorang mengenai status janda nya juga kematian kedua orangtua nya. Vinaya pun memutuskan untuk pergi ke kota.
Bagaimana kisah Vinaya setelah berada di kota ? Apakah ia akan menemukan kebahagiaan nya,atau malah sebaliknya?
Yuk ikuti kisah nya ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepakat
"Atau jangan-jangan pocong itu sudah pergi dengan tenang ke alam nya ? Tapi kok dia gak pamitan ya,minimal bilang makasih kek " Vinaya terus membatin
Hatinya terus dilanda kegelisahan. Iya kalau pocong itu misalnya memang sudah benar-benar pergi dengan tenang,kalau belum opsi lain nya bisa jadi pocong itu ketinggalan dan nyasar.
"Kenapa ?" Tanya Keenan yang menyadari kegelisahan Vinaya
"Sepertinya ada yang ketinggalan deh " Ucap nya
"Apa yang ketinggalan?" Tanya Keenan
"Ponsel " jawab Gadis itu tanpa sadar jika ia tengah memegangi ponsel nya
"Lah itu,apa yang kamu pegang ?" Tanya Keenan sambil menunjuk ponsel ditangan gadis itu
"Eh,..iya ya " Gumam nya
"Ishh...kenapa aku tiba-tiba lemot gini sih ! Ayo dong Vinaya,mikir apa alasan nya balik lagi " Keluh gadis itu membatin
"Om pocong....kamu dimana ?" Batin nya memanggil pocong itu
"Iya,aku di sini !" Suara pocong menyahut dari bangku belakang
Vinaya menoleh dan bernafas lega, guratan kegelisahan nya pun perlahan sirna.
"Liatin apa ?" Tanya Keenan
"Bukan apa-apa" Jawab Vinaya tersenyum
Keenan selalu merasa aneh setiap kali gadis itu bersikap seperti itu. Sebentar-sebentar melamun,tersenyum,cemberut,bahkan sampai tertawa sendiri. Hal itu membuat nya bertanya-tanya ada apa dengan gadis itu.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya mereka sampai di rumah tepat pukul 12 malam. Karena lelah keduanya langsung menuju kamar masing-masing. Kamar Keenan berada di lantai dua sementara kamar Vinaya di lantai satu.
"Om pocong tadi kemana ? Aku kira ketinggalan" Tanya Vinaya setelah berada di dalam kamar nya
"Gak kemana-mana kok,cuman duduk di atap mobil sambil menikmati angin malam,ternyata seru " Jawab pocong itu lalu merebahkan diri nya di tempat tidur
"Hey...! Itu tempat tidur ku,jangan seenak nya ya ,awas ! Bisa gatal-gatal aku nanti " Gadis itu menarik paksa pocong itu
"Ih...pelit banget sih ,ketimbang numpang rebahan doang" Pocong itu menggerutu
Vinaya segera menepuk kasur menggunakan sapu lidi sambil membaca beberapa surah Al Qur'an.
"Haduh ,panas ! " Keluh pocong itu lalu menghilang
Keesokan paginya
Semuanya sudah berada di meja makan menikmati sarapan pagi bersama.
"Gimana semalam ? Lancar acaranya?" Tanya Herlambang membuka suara
"Lancar " Sahut Vinaya singkat
"Semalam mama juga nonton di tv,penonton nya banyak kalian jadi gak keliatan" Sambung Lusi
"Mama ini,ya namanya juga acara konser. Pasti banyak yang nonton " Timpal Keenan sambil menyuapkan makanan nya
"Terus semalam kalian pulang jam berapa ?" Tanya Lusi
"Jam dua belas "Jawab Keenan lagi
"Oh iya,mah. Ada sesuatu yang ingin kita sampaikan pada kalian " Ucap Keenan sampai kedua orang tua nya menatap penasaran padanya
"Ada apa ? Sepertinya serius sekali " Tanya Herlambang
"Huuuufftthhh.....kita sudah sepakat buat nikah " Ucap nya pelan ,Vinaya yang sudah menyelesaikan makanan nya mendadak terdiam dan menunduk
Lusi dan Herlambang saling pandang.
"Yakin kamu ?" Tanya Lusi menaikan satu alis nya
"Hm...iya mah. Aku nyerah aku capek " Lirih Keenan
"Baiklah,kalau begitu " Lusi menjada sejenak ucapan nya hingga kemudian ia berteriak
"Alhamdulillah......" Wanita itu segera meraih ponsel nya dan menghubungi seseorang begitupun dengan Herlambang
Dari percakapan mereka terdengar mereka sedang merencanakan sesuatu,vinya dan Keenan hanya diam sambil saling lirik dan mengedikan bahu.
"Ok...ok,nanti siang aku ke tempat mu kita bicarakan lagi nanti biar jelas "Ucap Lusi antusias
" Baiklah,terima kasih " Herlambang mengakhiri panggilan telpon nya
"Gimana ?" Tanya Herlambang saat Lusi mengakhiri telpon nya
"Beres " Sahut nya mengacungkan jempol
"Kalian lagi bahas apa sih ? " Tanya Keenan, penasaran
"Pernikahan kalian. Insyaallah kalau tidak ada halangan lusa kalian menikah " Jawab Lusi tanpa beban
"Uuhhuukkk...." Vinaya dan Keenan kompak tersedak
"Astaga ,kalian ini kompak banget deh "Lirih Lusi seraya memberikan minum pada Vinaya dan Keenan
"Kenapa harus lusa mah?" Protes Keenan
"Ya memang nya kenapa,semua persiapan sudah ok,nama kalian juga udah terdaftar di kantor KUA ,kalian tinggal nikah gampang kan " Cetus Lusi
Keenan dan Vinaya ternganga mendengar nya.
"Ya ampun segitunya mama ingin aku menikah dengan nya " lirih Keenan membatin
"A...apa tidak terlalu cepat ?" Tanya Vinaya meringis
"Justru lebih cepat akan lebih baik. Niat baik harus disegerakan,maaf bukan kami bermaksud memaksakan kehendak,tapi kami ingin melakukan yang terbaik buat kalian" Ujar Herlambang menatap kedua muda mudi yang nampak terkejut itu
" Besok Winda dan suami nya akan datang untuk menjadi saksi. Makasih ya cantik sudah mau menikah dengan putra mama " Ucapan Lusi nampak tulus ,Vinaya tak mampu berkata-kata,ia hanya bisa tersenyum miris
Setelah beberapa saat mereka pun meninggalkan meja makan. Lusi dan Herlambang pergi ke kantor sementara Keenan dan Vinaya ke kampus.
"Kamu pasti terkejut " Ucap Keenan ,saat ini mereka sudah dalam perjalanan,mereka berangkat satu mobil
"Aku juga terkejut loh ,gak nyangka ternyata mereka se-niat itu untuk menikah kan kita " lanjut pria itu
Dari tadi Keenan terus mengajak nya bicara namun tak ada respon apapun dari gadis di samping nya. Keenan pun terus melirik ke arah gadis itu yang terlihat diam tak bergerak sama sekali, sementara kedua mata nya menatap lurus ke depan.
"Nah kan,sekarang dia malah diem gitu. Aneh banget sih nih cewek " Gumam nya membatin,Keenan pun menghela nafas nya lalu kembali fokus pada jalanan
"Ibu...ayah...." Batin Vinaya memanggil kedua orang tua nya
"Apa jalan hidupku memang harus seperti ini,menikah tanpa ada rasa cinta. Menikah pun kontrak. Akan seperti apa kehidupan yang akan aku jalani ke depan nya ,aku harus bagaimana ayah,ibu...."
Beberapa saat kemudian,Vinaya meminta Keenan untuk menurunkan nya beberapa meter dari gerbang kampus. Keenan pun menuruti kemauan gadis itu,karena mereka sudah sepakat untuk merahasiakan status dan kedekatan mereka di kampus.
Setelah Vinaya turun Keenan pun melajukan mobil nya kembali. Vinaya menghela nafas lalu gadis itu berjalan menuju kampus nya.
Saat memasuki gerbang kampus,sosok wanita yang pernah mengenalkan dirinya pada Vinaya nampak berdiri. Seakan menyambut kedatangan nya sosok wanita itu melambaikan tangan sambil tersenyum menatap gadis itu. Sementara Vinaya hanya membalas senyum tipis dan lirikan mata.
Vinaya terus berjalan dan sosok hantu wanita itu mengikuti nya dengan melayang.
"Mau apa kamu mengikuti ku ?" Tanya Vinaya lirih
"Untuk menemani mu " Jawab hantu itu
"Kenapa ?" Tanya Vinaya bingung
"Karena seseorang sudah meminta ku untuk menemani mu"
Vinaya menghentikan langkah kaki nya dengan kening yang mengernyit.
"Siapa yang meminta mu menemaniku?" Tanya Vinaya menoleh menatap hantu wanita itu
"Nyai Ratu " jawabnya singkat
"Nyai Ratu Dahiyang Larasayu?" Tanya Vinaya lagi
Sosok itu mengangguk dan tersenyum.
Akan tetapi tiba-tiba Vinaya terhuyung ke depan saat seseorang dengan sengaja menabrak punggung nya. Beruntung saat itu Vinaya bisa menahan tubuh nya hingga tidak sampai terjatuh.
"Aduh " Vinaya terkejut
"Makanya jangan berdiri ditengah jalan " Ketus April lalu pergi begitu saja
"Gadis itu apa perlu dikasih pelajaran?" Tanya sosok tersebut
"Gak usah buang-buang energi buat meladeni nya,cuman bikin naik tensi saja " Jawab Vinaya
"Nama kamu Riza kan kalau gak salah ?"Tanya Vinaya setelah berada di depan ruang kelas nya
"Kau masih ingat ternyata " Ucap hantu itu nampak sumringah
Vina berjalan memasuki ruangan nya,saat itu Yudi langsung menyapa nya begitu pun dengan yang lain nya kecuali April dan teman-teman nya.
"Ih ! Sok kecakepan banget. Lihat saja jika ada kesempatan aku kerjain dia,biar tau rasa " Batin April menatap sinis pada Vinaya yang sedang tertawa bersama yang lain nya
Riza yang mengetahui niat buruk April pun tiba-tiba sudah ada di dekat nya,dengan menatap tajam Riza juga tersenyum menyeringai.
Bersambung....
Diakhir cerita juga Happy Ending yang bikin aku nangis terharuuu 🥹🥹❤️❤️❤️❤️