Pada suatu malam Liana yang bersiap-siap untuk tidur setelah ia membaca salah satu buku novel favoritnya yang berjudul romansa fantasy. Kemudian ia merasuk di salah satu karakter antagonis yaitu Leyna yang akan meninggal ditangan tokoh utama pria di novel fantasy yang ia baca saat sedang berada dikamar.
Apakah Liana yang merasuk sebagai Leyna akan mampu bertahan agar tidak dibunuh oleh tokoh utama pria?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MllyyyStar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22
"Apa yang kau lakukan disana? kemari dan duduklah." ucap parveen yang melihat leyna masih berdiri disana
"Ya? Ah, baiklah." jawab leyna setelah ia tersadar dari lamunannya oleh parveen. Kemudian leyna berjalan ke arah tempat duduk dimana parveen sedang duduk disana
Tak~
Syu~uu
Suara samar angin berhembus dari sela-sela jendela kamar tersebut
Leyna menatap bulan dilangit yang bersinar terang dengan dikelilingi bintang-bintang dari balik jendela kamar parveen sementara disisi lain, parveen hanya menatap leyna disana
"Indah sekali.." batin leyna menatap langit pada malam tersebut
"Sebelumnya aku belum sempat mengucapkan kepadamu. Selamat berulang tahun yang ke 10, leyna." ucap parveen yang membuat leyna menoleh ke arahnya
"..Terima kasih, baginda."
"..Apa ada yang kau inginkan sebagai hadiah ulang tahunmu?" tanya parveen
"Apa dia ingin memberiku hadiah ulang tahun?" batin leyna
"..Untuk saat ini, kurasa tidak ada.." ucap leyna sedikit tersenyum
"Aku tidak tahu kau suka apa, tetapi Ini untukmu. Kurasa akan cocok jika dikenakan olehmu." ucap parveen sembari memberikan sebuah gelang berlian yang berwarna biru muda sesuai dengan sepasang warna mata leyna
"Wo~ah.. Bagus sekali, terima kasih baginda!" ucap leyna dengan senang
"Ini pasti sangat mahal!" batin leyna dalam hatinya
"Jika ada yang kau inginkan, katakan saja.."
"..Baiklah, terima kasih atas hadiah anda, baginda.."
"Kau tidak perlu selalu mengucapkan terima kasih kepadaku,"
"Baik.."
"Dan kau bisa memanggilku ayah.."
"..Ayah?"
~
Tap
Tap
Setelah perbincangan mereka dimalam tersebut selesai, leyna pamit untuk kembali ke kamarnya. Tidak disangka saat di tengah perjalanan leyna untuk kembali ke kamarnya ia bertemu dengan seorang pangeran dari kerajaan Midland, yaitu Shane Reagan Dawson yang pernah ditemuinya saat pesta tadi
Shane terlihat mabuk, mungkin karena ia meminum cukup banyak wine saat pesta tadi. Itu cukup mengganggu leyna yang saat itu berpapasan dengannya
"Halo, leyna.. Kau terlihat sangat cantik di pesta tadi, tetapi sekarang kau terlihat jauh lebih cantik mengenakan pakaian tidurmu." ucap shane dengan wajah yang cukup merah karena meminum terlalu banyak wine
"Bisa-bisanya dia berkata seperti itu! apa dia mabuk?" batin leyna dalam hati
"Bagaimana anda bisa berada disini? bukankah ruangan untuk tamu ada di bagian selatan istana ini?" tanya leyna
"Aku datang untuk menemuimu leyna.. Malam ini kau sangat cantik." ucap shane sembari mencoba menyentuh leyna yang kemudian ditepis oleh leyna sendiri
"Kurasa anda tahu bahwa sekarang anda sedang berada di kediaman Amethysta."
"Ayolah, Jangan berpura-pura, disini tidak ada siapapun selain kita." ucap shane dengan nada menggoda dan mencoba untuk menyentuh leyna lagi
"Apa maksudnya?! aku saat ini baru berusia 10 tahun! dan dia ingin mencoba melecehkanku?!" batin leyna
"Jangan mendekat! aku membiarkanmu karena kurasa kau minum terlalu banyak dan mabuk, tetapi ini sudah terlalu melewati batas!" Bentak leyna kepada shane pada saat itu
Tanpa memedulikan ucapan leyna, shane masih mencoba untuk menyentuh leyna, ia menggenggam tangan leyna dengan kuat dan mencoba menyentuh wajahnya. Leyna mencoba menahannya dan mendorongnya, tetapi ia tak mampu melawan tenaga shane yang lebih kuat darinya
"Jika ayah tahu, ia pasti tidak akan membiarkanmu begitu saja!" teriak leyna
"Jika kau berhenti memberontak, aku tidak akan kasar seperti ini kepadamu." ucap shane saat ia mendorong leyna dengan kasar hingga leyna terbentur di dinding lorong istana tersebut
"Ukh.. Kumohon, jangan seperti ini!" ucap leyna memohon kepada shane dengan air matanya yang mulai mengalir di wajahnya
"Jangan menangis, leyna. Air matamu terlalu sayang untuk terbuang sia-sia seperti ini.. Baginda pasti akan menyetujuinya jika mengetahui bahwa kau dan aku saling mencintai." ucap shane sembari tersenyum dan menghapus air mata leyna yang mengalir diwajahnya
"Jangan menyentuhku!" Teriak leyna cukup keras sembari memejamkan matanya saat shane mencoba untuk menyentuhnya
Tetapi saat leyna memejamkan matanya, ia mendengar suara seorang pria yang meneriaki nya shane, kemudian ia merasa shane melepaskan genggaman tangannya yang erat itu dan terdengar suara benturan yang sangat keras,
"Apa yang kau lakukan, brengsek!" ucap lucius kemudian mendorong shane hingga terjatuh di lantai tersebut
Saat itu, leyna langsung membuka matanya dan ia melihat bahwa suara benturan keras itu ternyata berasal dari shane yang telah terjatuh di lantai akibat dorongan dari lucius
"Lu..Lucius?" gumam leyna yang melihat lucius berdiri dihadapannya kemudian leyna menangis terisak-isak karena merasa lega
"Untunglah.." batin leyna dalam hatinya yang merasa beruntung ada orang yang membantunya saat ia mengalami kejadian seperti ini
Lucius terlihat sangat emosi. Ia terus menendang shane hingga shane terkapar di lantai dengan tidak berdaya. Setelah beberapa saat, terdengar suara langkah kaki seseorang yang adalah kakak laki-laki kedua leyna, yaitu percy. Percy melangkah dengan cepat hingga sampai di tempat mereka berada
"Aku mendengar suara keras dari lorong ini. Apa yang terjadi disini?" tanya percy saat ia sampai disana, mereka hanya diam sampai saat percy melihat pakaian yang dikenakan oleh leyna berantakan, dan shane terkapar di lantai akibat pukulan dari lucius, ia langsung menyadari apa yang telah terjadi.
"Dasar sialan! apa yang kau lakukan pada adikku?!" Tanya percy dengan suara yang keras kepada shane yang masih disana
tp kok lemah ya