Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Bersabarlah Sebentar Lagi
Awalnya mama Sonya memang sangat terpukul saat mendengar tuduhan tersebut, bagaimana bisa dia merencanakan sesuatu untuk mencelekai Zen.
Seseorang yang selama ini telah dia anggap anaknya sendiri. Mama Sonya selama ini hanya mengupayakan agar dia tetap bisa berada di keluarga Wallace, melindungi Lucas dan Zen agar tak saling menyakiti.
Setelah kedua orang tua Zen meninggal dia diselimuti rasa bersalah tak berkesudahan, karena itulah setiap saat, setiap detik mama Sonya selalu mengupayakan untuk menebus semua rasa bersalah tersebut. Tapi dia tak punya kesembuhan, kakek Jared selalu menguasai Zen.
Kakek Jared sudah lebih dulu mendoktrin pikiran Zen agar membencinya dan Lucas.
Dan setelah ingat semua tujuan awalnya tetap bertahan di sini, akhirnya mama Sonya tersenyum kecil. Tak apa-apa dia disalahkan, mama Sonya sudah sangat bersyukur Zen selamat.
Belum sempat Mama Sonya menjawab apapun, sudah ada yang masuk ke dalam ruangan ini, yaitu Lucas.
Datang dengan wajah khawatir setelah sang mama memberi kabar. Dia terkejut sekali ketika mendengar kakaknya terlibat kecelakaan, makin terkejut ketika jalanan meninggalkan dampak yang begitu besar dalam kecelakaan tersebut.
Pikirannya terlalu liar, dia takut sang kakak mengalami kondisi kritis. Tapi di saat tiba di ruangan itu dan melihat Zen masih sadarkan diri dia langsung menghembuskan nafasnya lega.
"Kenapa? Kamu kecewa juga karena aku masih selamat?" tanya Zen pada sang adik, dia bahkan tersenyum miring saat menanyakan hal tersebut.
Lucas tidak bisa sesabar mama Sonya, jadi saat dia ditanya seperti itu, Lucas langsung tahu bahwa Zen menuduh dia dan sang mama lah yang menyebabkan Zen mengalaminya kecelakaan seperti ini.
Dan Lucas benar-benar tidak terima dengan tuduhan tersebut.
"Mau sampai kapan kamu terus membenciku dan mama selama ini? Kami datang karena mencemaskan mu dan kamu selalu menolak niat tulus kami_"
"Luc," cegah mama Sonya, dia menyentuh lengan sang anak agar Lucas menghentikan ucapannya. Tak ingin sang anak lepas kendali.
"Aku sudah muak Ma, Zen harus sadar bahwa selama ini dia hanya dipermainkan kakek Jared!"
"Lucas!!" bentak mama Sonya pula dan akhirnya membuat Lucas terdiam seribu bahasa.
Zen tentu saja mengabaikan perdebatan tersebut, dia memalingkan wajahnya. Namun Rachel terus melihat dengan jelas, diantara air matanya yang masih jatuh dia menatap lurus ke arah mama Sonya dan Lucas.
Kenapa Rachel selalu saja bisa menemukan ketulusan dari kedua orang tersebut. Hal ini sungguh menganggunya. Karena membuatnya tak mempercayai semua ucapan Zen selama ini.
"Mama dan Lucas akan pamit, Rachel ... Mama mohon tetaplah di sini dan jaga Zen, pastikan dia mendapatkan penanganan yang tepat," ucap mama Sonya kemudian, dia tak ingin Zen meninggalkan rumah sakit. Sejak dulu mama Sonya sangat tahu bahwa Zen membenci tempat ini. Zen tak pernah ingin di rawat di rumah sakit.
Zen selalu memforsir dirinya sendiri untuk selalu bekerja, bekerja dan bekerja demi memenuhi ambisi kakek Jared.
Rachel tak membalas apapun, dia hanya melihat mama Sonya dan Lucas yang kemudian meninggalkan ruangan ini.
Diluar sana Lucas pun terdiam seribu bahasa, dia marah atas sikap sang Mama. Lama-lama mereka tidak memiliki pemikiran yang sama tentang hal ini.
"Luc," panggil mama Sonya lirih. Dia menahan tangan sang anak saat berada di lorong rumah sakit yang cukup sepi.
"Aku sudah lelah Ma, ayo kita pergi dari rumah itu."
"Sebentar lagi sayang, mama mohon. Kamu dan Zen sama-sama berhak berada di keluarga Wallace."
"Aku tidak suka Zen selalu menuduh Mama!"
"Tidak apa-apa, mama tidak merasa itu sebuah masalah. Zen telah kehilangan kedua orang tuanya, andai dia tahu bahwa itu semua karena kakek Jared dia akan makin hancur. Dia tak memiliki keluarga lagi, sementara kamu masih memiliki Mama. Kamu masih memiliki kakek dan nenek dari Mama. Kita masih sangat beruntung. Mama mohon, bersabarlah sebentar lagi, ya?" pinta mama Sonya.
Dia hanya harus mendekati Rachel untuk bisa meluluhkan hati Zen yang keras.
Mereka tak perlu menyelidiki tentang kematian kedua orang tua Zen, mereka hanya perlu melanjutkan hidup bersama-sama. Agar kenangan menyakitkan itu tetap tersimpan rapat, tak membuat Zen makin terluka.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua