NovelToon NovelToon
Survival Hati

Survival Hati

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cintapertama / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Zea Aqilla, gadis tomboi yang sangat mencintai dunia kepanduan, dan pecinta Alam. Meski tomboi, Zea tipikal gadis yang perasa, tetapi dia bukan tipe gadis yang mudah jatuh cinta. Namun, siapa sangka, jika ternyata hatinya selalu merasakan getaran aneh ketika menatap wajah tampan seorang kakak pembina bernama Syamil. Dan merekapun harus berpisah karena suatu keadaan.
Saat Zea mulai benar-benar merasakan getaran cinta itu, justru Zea harus merasakan perpisahan dengan sang kakak pembina untuk kedua kalinya. Begitupun dengan Syamil yang baru menyadari, bahwa dirinya memang memiliki rasa yang sama dengan gadis itu, tetapi Syamil berusaha untuk menggapai mimpinya terlebih dahulu. Akankah mereka dipertemukan pada suatu saat nanti? Dan, apakah mereka tetap bertahan dengan perasaan mereka? Ikuti kisah cinta Zea dan Syamil di Survival Hati, karya Dede Dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zea Aqilla

"Assalamualaikum." salam Zea sambil membuka pintu kamarnya.

"Wa'alaikumussalam." jawaban simpul nan judes dari penghuni kamar, serta tatapan sinis yang membuat Zea merasa tak nyaman.

"Udah pulang? Inget juga sama kamarnya. Kirain lupa." sindir Dara sambil memasukkannya buku kedalam tasnya.

"Kemana aja kamu semalaman? Ada gadis kok semaleman ga pulang, 'ra ilok' reti ra?" cecar Bilqis.

Zea tak menghiraukannya, dia fokus mengambil baju ganti dan handuk untuk segera mandi. Lalu Zea keluar kamar dan segera mandi bersiap sekolah.

"Dasar bocah ga ngerti aturan! Heh. kalau di tanya tu di jawab!" omel Kamila dari dalam kamar, sedangkan Zea tak menghiraukannya dan terus berjalan menuju kamar mandi.

Setelah mandi, ternyata ketiga gadis galak itu sudah tidak ada di kamar, sudah bisa ditebak, bahwa mereka juga sedang mengantri untuk mandi.

Saat sudah rapi dan siap berangkat sekolah, Zea justru diintrogasi Bilqis saat Bilqis masuk kamar.

"Heh, semalem kamu ke mana? Kenapa ga masuk kamar? Pacaran yo? Tak laporkan ya kamu, kalau kamu pacaran dan berduaan di tempat sepi, bikin jelek reputasi kamar Sofa saja kamu itu. Itu harus nya di beri hukuman!" kata Bilqis menggebu.

"Iya ndoro... Gimana?" jawab Zea pura-pura melemah, karena jengah. Semaleman ga dapet pintu, harusnya Zea yang marah, tapi justru yang di dalam kamar yang marah. Aneh! pikir Zea.

"Masih nanya gimana? Aku itu nanya kamu, semalem ke mana, tidur di mana, sama siapa?" cecar Bilqis.

"Subhanallah...Alhamdulillah, ini tadi lo kesambet malaikat di mana Bil? So sweet..." pekik Zea dengan wajah imutnya.

Bilqis dan kedua sahabatnya merasa ilfeel sendiri dengan sikap Zea yang justru aneh.

"Kamu tu yang kesambet, tau-tau lebay begitu!" ketus Bilqis.

"Hehehe, soalnya, baru kali ini gue dapet perhatian dari lo. Ditanya tidur di mana sama siapa, aduh... gue jadi tersanjung deh." kata Zea.

"Ih, biasa aja kale!" judes Bilqis.

"Dan... asal lo tau ya, gue semalem itu didatangi pangeran ganteeeeeng banget, terus, gue diajak ke istananya yang megah, gue di persilakan tidur di kamar tidurnya yang nyaman, penuh kehangatan dan kasur yang sungguh empuk dan wangi. Pokoknya, semalem itu adalah malam yang saaaangaaat indah." kata Zea bercerita sambil senyum-senyum, sengaja memanasi emosi Bilqis yang mulai tersulut.

"Jangan ngayal kamu!" hardik Bilqis.

"Jangan-jangan dia Di bawa peri Bil." komentar Dara yang membuat Zea ingin ngakak tetapi di tahannya.

"Heh, siapa maksudmu? Jangan bilang, kamu tidur di kamar Althaf ya!" cecar Bilqis.

"Hah? Althaf? Aduh, sorry dorry strawbery ya Bilqis, seperti yang udah pernah gue bilang. Althaf bukan tipe gue, tapi yang jelas cowok ini, asli bak pangeran raja yang rupawan dan mempesona." jawab Zea.

Mereka tampak berfikir, Zea menikmati wajah-wajah lucu mereka yang marah tapi juga sebel.

"Hadeh, udah deh ya. Gue buru-buru, gue berangkat duluan ya. Bye!" kata Zea melenggang pergi, sedangkan ketiga gadis itu hendak mengejar, tetapi mereka sadar bahwa mereka belum berdandan.

"Sial! Dasar wadon geleman!" umpat Bilqis.

💕💕💕

"Mbak, Al berangkat dulu." pamit Althaf pada Ana.

"Ya, hati-hati, jangan bikin ulah." pesan Ana sambil membereskan piring dan perabot bekas sarapan.

"Iya siap." jawab Althaf sambil memakai sepatunya.

Sedangkan Birru berdiri di balkon menatap jauh ke depan. Dia melihat lalu lalang santri dan santriwati sibuk menuju sekolah mereka. Namun, ada satu titik fokusnya, seorang gadis berjilbab biru laut, rok putih dan baju batik biru. Tampak gadis itu berjalan gontai melewati halaman pesantren yang luas, dan dengan kedua tangan memegang tali ranselnya.

"Itu kan, gadis yang semalam." batin Birru.

"Tunggu Ze!" teriak Althaf adiknya berlari dari arah rumahnya, dan seketika gadis itu berhenti sejenak, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Tampak oleh Birru, Adiknya dan gadis itu berjalan bersama dan berbincang dengan santainya. Birru melihat mereka begitu akrab, dan sesekali mereka tertawa bersama, hingga Birru melihat mereka sampai di jalan raya menuju gedung Madrasah.

"Mereka tampak begitu akrab. Apakah karena mereka satu sekolah? Atau karena memang mereka sudah akrab sejak dulu?" gumam Birru.

"Ru, Birru. Kamu di mana?" tanya Ana.

"Eh, Ya mbak. Birru di sini. Di balkon." jawab Birru yang kemudian berjalan menuju sumber suara.

"Wealah Birru... Kamu tu ya, di cariin umi itu lho, diajak sarapan bareng. Tadi Althaf ngajak Umi sarapan bareng, tapi Umi ga mau, maunya sama kamu." kata Ana.

"Oh, ya mbak. Birru segera ke sana." kata Birru berjalan menuju kamar umi nya.

"Eh lha dala... Birru, kamu mau sarapan apa ke sana? Ini lho makanannya masih disini." kata Ana.

"Oh, ya mbak. Siap." jawab Birru.

"Aneh nih si Birru. Ga biasanya dia gagal fokus." gumam Ana.

Birru segera mengambil nasi dan lauknya, lalu di bawanya ke kamar umi nya, Birrupun menemani uminya sarapan dan menyuapi uminya.

💕💕💕

Sore harinya, Althaf baru pulang sekolah, seperti biasanya, Althaf meletakkan sepatunya di rak. Tampak Birru sedang fokus menatap leptopnya di ruang tengah.

"Assalamualaikum." salam Althaf.

"Wa'alaikumussalam." jawab Birru sambil membalikkan badannya menghadap Althaf.

"Kok baru pulang Al? Emang biasanya kalau sekolah pulang jam segini?" tanya Birru Heran.

"Iya mas. Sebenarnya sih, kalau sabtu gini, pulang sekolahnya jam Dua belas mas, ba'da dzuhur. Tapi, karena Birru masih ada persiapan acara untuk lomba, jadi ya sampe sore mas." jawab Althaf sambil duduk di sofa dekat Birru.

"Mbak Ana, ngajar mas?" tanya Althaf.

"Iya." jawab Birru.

"Mas Furqon belum pulang?" tanya Althaf.

"Sudah, tapi baru ke kantor. Ngecek berkas selama kemarin dia tinggal." jawab Birru.

"Nah, kamu lagi ngapain mas?" tanya Althaf kepo.

"Ga lagi ngapa-ngapain, cuma mainan leptop aja sambil nungguin kamu pulang " jawab Birru.

"Widih, tumben nih, masku nungguin kepulanganku. Kangen ya?" goda Althaf.

"Hah? Kangen? Engga, ya cuma mau tak tinggal dulu. Umi ga ada temennya, mas Birru mau ke toilet. Takutnya umi kenapa-napa." jawab Birru mencoba beralasan. Sesungguhnya, memang Birru sedang menunggu Althaf, dia ingin mengobrol, tetapi melihat wajah Althaf yang tampak kusam dan lelah, Birru mengurungkan niatnya.

"Ealah, tiba'e. Ya wis sana, tinggal aja." kata Althaf.

Setelah beberapa saat, Althaf sudah mandi dan berganti pakaian, Birru kembali mendekati Althaf.

"Al."

"Ada apa mas?"

"Kamu...kenal ya sama Zea?" tanya Birru.

"Iya. Lha, iya, aku mau nanya mas. Semalem kok bisa sih Zea tidur di kamarmu mas? Tadi kata Zea, karena dia ga dapet pintu, emang iya mas? Kenapa temen sekamar nya ga dibangunin aja sih?" kata Althaf.

"Kata mbak Ana, ga usah. Kasihan katanya. Ya wis, akhirnya mbak Ana nyuruh Zea tidur di kamarku, soalnya kamu tak bangunin ga bangun-bangun." kata Birru.

"Moso'?" tanya Althaf tak percaya.

"Ga percaya."

"Eh, iya. kenapa mas Birru nanya-nanya Zea? Jangan bilang, mas Birru naksir sama Zea." kata Althaf.

"Kok kamu ngomong gitu? Emang kenapa?" tanya Birru.

"Ya gapapa. Emang kenapa to?" tanya Althaf.

"Dia itu, orangnya gimana to?" tanya Birru.

"Dia? Tomboy, galak, cerdas, pinter debat, pinter beladiri. suka berbagi, dan masih banyak sisi positifnya mas." jawab Althaf.

"Pokoknya dia itu cewek idaman ku banget mas, mas Birru jangan sampe suka sama Zea. Zea itu ikhtiar cintaku mas, dia cinta sejati ku, aku bakal pertahanin dia untuk masa depan ku mas." kata Althaf.

"Owalah, kamu suka to sama dia?" tanya Birru.

"Iyo." jawab Althaf.

"Ow..."

"Kalau mas Birru juga suka sama dia, kita bisa bersaing sehat yo mas." kata Althaf yang memang berjiwa baja untuk masalah pertahanan cinta dan hati.

"Oh. gitu. Baiklah." jawab Birru.

1
Dede Dewi
karena author pingin tokohnya bahagia di surga mbak😁
Herry Murniasih
tokoh utamanya telah pergi tamat deh
Dede Dewi: iya kak...
total 1 replies
ari pudyastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob/ kok di bikin meninggal sih toorr zea nya
Herry Murniasih
ngidamnya mau makan keong mulu, apa karena Zea suka dengan alam terbuka kali yah😂😂😂, ga apa2 bumil yang penting sehat, Syamil harus siap siaga ini meladeni ngidamnya bumil
Herry Murniasih
pantes saja makannya Zea banyak apa saja masuk ke perut, rupanya Syamil junior Otw 😁😁, selamat ya Zea Syamil
Herry Murniasih
Syamil ganas juga ya, untung ga ada yang ganggu 😂😂
Herry Murniasih
belum tamatkan ceritanya kak Dede 😁😁🙏
Herry Murniasih
semoga pak Heru husnul khotimah, dan keluarga yang di tinggalkan sabar dan ikhlas.
Herry Murniasih
Alhamdulillah Syamil Zea akhirnya Sah, selamat ya semoga Samawa. apakah pak Heru kecelakaan, semoga pak Heru baik2 saja
Herry Murniasih
betul itu Naya lebih baik pulang ke rumahnya, apapun resikonya hadapi dengan tenang, kalau Bachtiar ingin menjaga Naya dan lebih dekat lagi, selesaikan urusanmu dengan sang mantan
Herry Murniasih
Naya tidak punya hp ya, kan bisa hubungi Zea minta bantuan gitu, ini bisa nambah masalah Naya karena mantan istri Baktiar kembali,
Herry Murniasih
Alhamdulillah akhir Syamil dan rekannya bisa menyelamatkan Naya, smoga bapak tiri Naya di hukum seberat beratnya
ari pudyastuti
semoga naya terketuk hatinya tdk jd bunuh diri... duh neng... masalahmu berat,, tp semua pasti ad solusinya... yaa kan thorrr
Dede Dewi: betul betul betul
total 1 replies
Herry Murniasih
Naya mungkin prustasi atas kelakuan papa tirinya, semoga Syamil bisa menyelamatkan Naya
Herry Murniasih
syukurlah kyai paham dan meminta maaf atas kesalah pahaman ini, semoga acara menuju halal Zea Syamil lancar
Herry Murniasih
salah paham lagi, kyai juga ngomongnya ga narik nafas, apa kasih kesempatan buat Syamil bicara
ari pudyastuti
wadhuhhh konflik nya keluar... yokk semoga syamil tak goyahhh
Herry Murniasih
betul Birru buang jauh2 rasa itu, lebih baik mencintai yang halal buat kita
Herry Murniasih
semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan, cinta akan tumbuh dengan kalian selalu bertemu setiap saat
Rinjani Putri
keren kok karyamu ijin promo karyaku juga ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!