Andriana sallasya (32) seorang ketua detektif terkenal di New york yang sudah banyak memecahkan kasus pembunuhan yang janggal dan sulit di pecahkan hingga sering kali orang memanggilnya dengan sebutan detektif "G" yang berarti genius. Selain pintar menangani kasus dia juga pintar dalam menyembunyikan identitas nya termasuk masa lalu kelam yang membuat dirinya kini menjadi detektif.
Regan nathaniel (34) seorang pengusaha dan anak sulung dari seorang konglomerat. Ia menjadi sosok tertutup setelah istrinya andriana sallasya meninggalkannya 10 tahun lalu membawa penyesalan dan keterlambatan di hatinya menyadari bahwa dia mencintai andriana.
Sampai akhirnya Andriana mendapatkan tugas untuk ke indonesia dan itulah awal dari semua kasus rahasia terbongkar termasuk jati diri Red sun ax yang selama ini menghantuinya?
pertemuan yang tidak di inginkan Andriana terjadi di sana. Mempertemukan dirinya dengan Regan nathaniel yang masih menyandang status sebagai suaminya.
Dan bagaimana cara Regan untuk menahan Riana agar tetap berada di sisinya? Dengan sifat Riana yang kini sudah berubah 180° dari Riana yang dulu ia kenal.
⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!
First publish: 29-5-2019
Ikuti kisahnya!
Typo bertebaran.
Cover By Rziyyh_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ressa ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Jangan lupa like dan comment sebanyak-banyaknya ya!
****
Saat dia tiba di ruangan Regan. Riana menelisik semua isi ruangan tersebut. Rapih dan bersih, tidak ada debu sama sekali. Mata Riana tak sengaja menangkap bingkai besar di dinding yang menampakan foto pernikahan nya dengan Regan.
"Kenapa tidak menghubungi ku lebih dulu?" Tanya Regan yang masih berusaha mengontrol emosi nya.
"Bukan nya kau yang meminta ku umtuk ke kantor mu? Hmm. Lalu kenapa kau malah makan siang di luar bersama Jack?" Tanya Riana yang membalikan ucapan Regan.
Regan menggaruk rambut belakang nya yang tak gatal berharap bisa mengurangi tatapan tajam yang di layangkan Riana padanya.
"Baiklah.. Aku minta maaf. Ku pikir kamu tidak akan ke kantor ku."
"Jika aku tidak jadi ke kantor mu memang itu bisa membuat ancaman mu batal terhadap maid di rumah yang kau ancam akan memecatnya jika aku tidak datang, hah!" Sinis Riana.
"Maaf.. Aku benar-benar minta maaf."
Riana mendengus mendengarnya.
"Sudahlah, aku pulang saja. Lagipula makanan yang ku bawa sudah terjatuh, tidak ada guna nya di makan." Ujar Riana malas.
"Tidak kamu tidak boleh pulang! Aku sudah memesan makan, sebentar lagi juga dia datang."
"Baiklah.." Balas Riana sembari menjatuhkan bokong nya di sofa.
Sedangkan Regan kembali ketempat duduk nya. Ia kembali menandatangani Berkas di meja yang sudah menumpuk. Sambil sesekali menatap Riana yang sedang menelisik ruangan nya dengan berjalan.
Hingga tatapan Riana jatuh pada bookcase yang di atasnya terdapat sebuah ring book yang terlihat unik. Hatinya terpaku pada benda tersebut, ia mengambilnya dan melihat dua cincin emas putih polos menggantung di dalam nya dengan bunga mawar.
Riana terhenyak. Ia teringat dulu saat salah satu benda tersebut pernah di sematkan di jari nya. Ingatan tersebut melintas begitu saja tanpa dia duga matanya sudah mulai menitikan air mata.
Hingga sebuah pelukan dari belakang membuatnya tersentak. Regan menumpukan kepalanya di buhu kiri Riana, kedua tangan nya memeluk pinggang Riana dengan sangat erat seakan-akan ia takut wanita itu pergi kembali dari hidup nya.
"Jangan menangis.. Aku tidak suka melihat mu menangis." Ujar Regan pelan.
"Cantik bukan?" Tanya Regan dengan suara serak nya. Membuat Riana merasakan nafas pria itu di sekitar lehernya.
Riana tidak menjawabnya. Ia justru memegang benda tersebut dengan jarinya."Bukan nya cincin ini sudah ku buang, saat kita berpisah." Ucap Riana.
Regan menggeleng pelan di bahunya.
"Aku menemukan cincin itu di tempat sampah, aku tidak akan membiarkan cincin pernikahan kita hilang begitu saja dan menjadi sampah. Cincin itu adalah pengikat kita berdua, aku akan selalu menjaga nya sampai pemilik nya mau memakai nya kembali." Ucap Regan sambil fokus kearah benda itu.
"Tapi aku sudah tidak bisa memakai nya lagi. Kar-" Balas Riana datar.
"Kamu bisa.. Karna kamu pemilik benda cantik itu, aku tidak akan membiarkan orang lain yang mamakainya." Sela Regan Tegas sambil membalikan tubuh Riana.
"Kenapa?" Tanya Riana dengan suara sangat pelan.
"Karna kamu yang a-"
"Kenapa baru sekarang kamu menginginkan aku!? Apa karna adanya Leon, kamu mau kita kembali seperti dulu?! Kenapa baru sekarang kamu mengungkapkan nya?! dulu kamu kemana saja, mas?!" teriak Riana.
Regan terdiam bukan karna kemarah Riana tapi karna panggilan 'mas' yang di keluarkan oleh wanita nya menyita dirinya. Ia rindu dengan panggilan tersebut. Dan entah setan dari mana dia dengan berani nya menyapu lembut bibir sang istri yang sangat dia rindukan, ******* lembut Regan di bibirnya mampu membuat Riana membeku di tempat dengan matanya melotot, sedangkan Regan masih memejamkan matanya merasakan manis nya bibir sang istri lalu dia membuka matanya melihat Riana yang masih terdiam tanpa ada niatan untuk membuka celah untuk nya ******* habis. Dengan sedikit paksaan Regan mendorong tengkuk Riana walau ada sedikit berontak dari Riana tapi dia tidak peduli.
Hingga ciuman lembut itu berubah mejadi lebih bernafsu membuat Riana kembali berontak saat Regan mengangkat tubuhnya dan menjatuhnya di sofa. Regan menghentikan aksinya, ia mejauhkan wajahnya dari Riana. Lalu dia menghapus bekas saliva nya yang tersisa di bibir sang istri.
Regan terkekeh kecil melihat Riana yang masih terdiam membatu. "Cantik.. Dan manis.." Ucap Regan lalu memberikan kecupan di dahi Riana.
Bruk..
Riana yang tersadar ingin bangun dari tempatnya tapi Regan lebih dulu menahan tubuhnya hingga dia terjatuh di samping Regan.
"A-apa yang kau lakukan, minggir.." Ucapnya bergetar. Ia sedikit takut dengan Regan.
"Memeluk mu, mencium mu...dan menerkam m-"
"Regan!" Protes Riana. Membuat Regan terkekeh dan memeluk lebih erat tubuh Riana.
"Aku hanya bercanda, sayang. Aku tau kamu belum siap untuk itu. Tapi akan ada waktunya kita melakukan nya jadi persiapkan diri mu dari sekarang nyonya nathaniel." Ucapnya sambil mengerlingkan matanya.
"Bahasa mu seperti orang Mabuk !" Kesal Riana sambil berusaha bangun dari posisi tidurnya.
"Iya aku mabuk karna bibir mu." Balas Regan menggoda.
Riana mendelik dalam usaha nya bangun. Suara ketukan membuat Regan ikut terbangun dan membuka pintu, kemudian ia menutup pintu itu kembali dengan kantong plastik di tangan nya.
"Sekarang kita makan." ujar Regan sambil membuka kotak makanan tersebut.
"Kalo begini kenapa tidak kamu pesan saja sendiri, kenapa malah menyuruh aku untuk membawa makan siang."
Menyusahkan saja. Gerutu Riana.
"Aku ingin memakan masakan kamu,"
"Alasan," Balas Riana sinis.
Selesai acara makan siang. Riana masih diam di sofa, ingin rasanya dia pergi dari ruangan itu tapi sayang nya Regan tidak membiarkan nya pergi begitu saja. Dengan alasan ia masih ingin Riana di sana.
Cklek..
Suara Pintu terbuka membuat Riana yang tadi nya mulai terpejam kembali terbangun, Regan yang juga sedang fokus pada pekerjaan nya mengalihkan perhatian nya ke pintu yang di buka oleh Jack yang membawa seorang pria masuk bersama nya.
"Apa dia arsitek yang kau maksud?" tanya Regan yang mulai beranjak dari kursi nya.
"Iya.. kau boleh kenalkan diri mu." ucap Jack pada pri di belakangnya.
Riana yang belum melihat jelas siapa pria tersebut akhirnya mendongkak menatap pria di belakang tubuh Jack.
Seketika matanya melotot. Tak percaya dengan sosok pria itu.
"Perkenalkan saya Daniel vernonil, saya seorang arsitek dari amerika." Jelas Daniel sambil memamerkan senyim lebarnya.
"Silakan duduk.." Daniel yang mendengar nya mengambil posisi duduk di samping Riana.
Riana berdehem pelan untuk mengatasi rasa syok nya. Lalu melirik ke samping di mana Daniel duduk. Regan yang melihat tatapan Daniel terus mengarah pada Riana akhirnya menggeser tubuh nya agar lebih dekat dengan sang istri.
"Kenalkan dia istri ku Andriana sallasya nathaniel." Tekan Regan.
Daniel yang mendengar nya hanya tersenyum kikuk dan mengangguk pelan.
"Ku dengar kau berasal dari amrik? Lalu kenapa kau mengambil pekerjaan di indonesia?" tanya Regan, Riana yang di samping nya hanya diam menatap Daniel dengan sorot mata tajam.
"Ah.. Sebenarnya selain itu aku juga mempunyai pekerjaan lain yang harus aku selesai kan di indonesia." Jawab Daniel sambil menatap Riana.
"Berapa umur mu? Keliatan nya kau masih muda." tanya Regan.
"24 tahun.." Jawab nya.
Regan yang mengerti hanya mengangguk pelan.
————
Setelah perbincangan antara Regan dan arsitek muda tadi. Riana meminta izin untuk keluar sebentar. Dan kini dia berada di depan toilet pria, ia sedang menunggu bocah kecil yang selalu ikut campur masalahnya.
"Awwss.. Awss.. Sakit.. Lepas. " Ringis seorang pria yang baru keluar dari toilet sambil memegang kuping nya yang merah akibat di jewer oleh Riana.
"Apa yang kau lakukan di sini? Hah.." Marah Riana.
Si pria itu mengubah mimik wajah nya menjadi melas."Emm... Kak ana.. Kakak, kan tau aku ini seorang jaksa,"
"LALU!?" teriak Riana.
"Seorang Jaksa itu harus mencari bukti dan membantu detektif saat bekerja agar semua nya berjalan dengan lancar."
Tuk..
Riana memukul kepala pria itu dengan tangan nya."Daniel! Seorang jaksa boleh ikut adil dalam itu semua jika detektif itu tidak memberi nya kabar tentang berjalan nya kasus tersebut." Jawab Riana dengan ketus.
"Yasudah mau bagaimana lagi.. Aku juga sudah bekerja di sini." Balas Daniel santai.
"Oh begitu yaa.. Jadi kau akan tetap di sini.. Baiklah kalo begitu besok aku akan mencari jaksa yang lain nya untuk ku menangani kasus ini." Ujar Riana santai.
"JANGAN! jangan.. Kakak kok jahat si.. Kakak, kan tau aku sudah lama menginginkan kasus Red sun ax untuk ku bawa ke pengadilan." Melas nya.
Riana tidak menjawabnya. Ia justru menarik Daniel ke dalam toilet dan mengunci nya. "Kakak.. Buka! Kak ana bukain..! Kakak.." Teriak Daniel dari dalam.
"Jangan panggil Kakak jika kamu saja tidak mau menuruti perintah kakak!"
"Kakak-kakak jangan seperti ini! Aku tidak mungkin bermalan di toilet ini sendiri!" teriak Daniel kembali.
"Itu bagus.. Biar sekalian kamu kapok di dalam sana," sinis Riana dari depan.
"Kakak.. Kakak tau kan betapa terobsesi nya aku pada Red sun ax! Pokoknya apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan tuntutan ku terhadap dia."
Riana yang mendengar penuturan Daniel terdiam. Ia menerawang kembali kejadian yang membuat Daniel terobesesi dengan Red sun ax.
TBC.
Part tambahan di noveltoon akan ada nanti ya!
tapi karna cerita aku, aku smpai donwlod aplikasi ini, cuman mau baca lanjutannya aja🤣
kerasa parah feel-nya
kalo ada kata kerja nya yaitu: love, maka He nya ngga pake is, karena love nya jadi loves.
mengernyitkan dahi.
kalo mengernyitkan dahi ada di KBBI
saya baca di kamus besar bahasa Indonesia, menyerit artinya menyisir rambut dgn serit (serit itu sisir kutu rambut)