NovelToon NovelToon
BIDADARI BESI

BIDADARI BESI

Status: tamat
Genre:Mafia / Kebangkitan pecundang / Anak Yatim Piatu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:436.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arlingga Panega

Leona harus menghadapi cobaan hidup yang berat sejak usia dini. Ketika berusia lima tahun, orangtuanya, yang merupakan sepasang perwira yang teguh, tewas dalam pembantaian mengerikan karena ikut mengusut sebuah kasus besar yang terjadi di kota X.

Ditinggalkan tanpa keluarga, Leona harus belajar bertahan dan menghadapi kehidupan yatim piatu. Meskipun begitu, kekuatan batinnya yang luar biasa membantu Leona melawan rasa kehilangan dan kesepian. Pada usia enam tahun, hidupnya berubah secara tak terduga ketika dia diadopsi oleh seorang pria kaya bernama Willson Smith.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika Leona mengetahui bahwa Willson Smith sebenarnya adalah seorang ketua mafia yang kuat dan berpengaruh di kota C. Terpapar oleh dunia gelap kejahatan, Leona harus menemukan keberanian dan keteguhan untuk menjaga integritasnya sendiri.

Sanggupkah dia menemukan pembunuh kedua orang tuanya dan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjelasan Liora

Liora hanya bisa menangis, dia tak menyangka akan kembali dipertemukan dengan pria yang dulu pernah menghancurkan hidupnya. Sementara luka itu hingga hari ini masih menganga, dan dia belum bisa memaafkan Willson.

"Kau akan menjelaskannya sendiri, atau aku harus memaksamu?" tanya Willson.

Akhirnya Liora pun menganggukan kepalanya, dia berpikir untuk mengikuti keinginan pria yang saat ini mengungkungnya, daripada dia kembali mendapatkan perlakuan buruk dari pria itu, akan lebih baik jika dirinya memberitahukan kebenaran yang selama ini dia simpan sendiri. Semoga saja pria di hadapannya tidak memiliki dendam, sehingga berakhir dengan penyiksaan batin Liora untuk kedua kalinya.

"Tolong lepaskan! Aku akan bicara." ucap Liora, matanya terlihat sendu.

Willson segera bangkit, dia mendudukkan dirinya di ujung tempat tidur, sementara Liora saat ini terlihat tengah menstabilkan nafasnya, sambil berpikir bagaimana caranya dia memberitahukan semua yang terjadi kepada Willson.

"Maaf..!" satu kata telah keluar dari mulut Liora, namun dia seolah sengaja menjeda ucapannya.

"Untuk?" tanya Willson sambil mengerutkan dahi.

"Aku tahu kau adalah pria yang telah menghancurkan hidupku beberapa tahun yang lalu, meskipun aku hanya satu kali bertemu denganmu di malam itu, tapi aku masih mengingat wajahmu, yang telah membuat kesedihan dan penderitaan besar dalam hidupku." ucap Liora, entah kenapa saat ini dia berani memandang wajah Willson.

"Karena kau, aku harus berjuang untuk melahirkan putraku sendirian, mendengar begitu banyak caci maki dan juga hinaan dari orang-orang, bahkan aku dan ibuku telah diusir dari rumah milik kami, hanya karena mereka tahu jika saat itu tengah mengandung tanpa seorang suami." ucap Liora, kali ini tangisnya tumpah dengan sangat deras.

"Kau benar-benar jahat! Kau telah merampas masa depan dan juga kebahagiaanku. Kau badjingan! Breng*ek!" ucap Liora, kali ini nada bicaranya mulai meninggi, menunjukkan jika si pemilik suara benar-benar mulai merasakan kebencian yang mendalam terhadap sosok Willson yang duduk di hadapannya.

Deg...

Deg...

Jantung Willson seakan berhenti berdetak, bahkan saat ini nafasnya seolah tercekat di tenggorokan. Dia tak bisa mengatakan apapun setelah mendengar penjelasan dari Liora yang terus saja menumpahkan tangis di hadapannya, bahkan untuk meminta maaf kepada wanita itu Willson seolah tak memiliki daya, dia benar-benar merasa menjadi seorang badjingan karena menghancurkan kehidupan seorang gadis baik-baik.

Grep...

Akhirnya Willson memeluk tubuh ringkih itu, tangannya mengelus surai hitam Liora, untuk menenangkan wanita yang saat ini terlihat rapuh di matanya, namun tangis Liora semakin pecah, semua beban berat yang selama ini ditanggungnya sendiri seolah ingin dilepaskan begitu saja.

"Menangislah..!" ucap Willson, dia membiarkan air mata wanita itu membasahi piyama tidurnya, menyalurkan kekuatan dan kehangatan pada Liora.

Tak lama terdengar suara dengkuran halus, setelah menangis beberapa lama, sepertinya Liora begitu kelelahan, dia langsung terlelap dalam dekapan hangat Willson.

Perlahan-lahan, Willson membaringkan tubuh wanita itu di atas tempat tidurnya, kemudian segera menarik selimut dan membiarkan Liora menuju alam mimpi. Dia tak lagi menuntut penjelasan dari wanita itu, masih banyak waktu untuk Willson mengetahui semua yang terjadi pada wanitanya.

Ya, wanitanya. Sejak Willson menodai Liora beberapa tahun yang lalu, dia telah mengklaim Liora sebagai wanitanya, meskipun hingga saat ini dia belum mengetahui nama dari gadis yang telah dia renggut masa depannya.

Cuit...

Cuit...

Suara burung terdengar bersahutan di pagi hari, namun Liora masih tenggelam dalam mimpi indah, kepalanya terus mendusel didada Willson, mencari kenyamanan. Sementara Willson telah terbangun sejak tadi, dia memandang wajah sembab wanita di sampingnya, sambil sesekali menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.

"Ugh..!" terdengar suara lenguhan dari bibir Liora, perlahan-lahan matanya terbuka, dia terlihat kaget saat mengetahui jika kini dia terbaring diranjang yang sama dengan Willson, apalagi tubuh keduanya terlihat begitu dekat, saling memeluk.

"Apa yang kau lakukan?" Liora menunjukkan wajah galaknya, namun Willson hanya terkekeh kecil, raut wajah wanita itu terlihat sangat menggemaskan, dimatanya.

"Selamat pagi!" ucap Willson, tak memperdulikan pertanyaan dari Liora, dia bahkan tanpa ragu mengecup dahi wanita itu, membuat mata Liora langsung melotot, namun pipinya terlihat bersemu merah.

"Siapa namamu?" tanya Willson kembali, sejak semalam dia begitu penasaran dengan nama wanitanya.

"Liora.." dia menjawab dengan suara kecil, untung saja Willson masih mendengarnya.

"Kau masih berhutang penjelasan." ucap Willson, namun dia tak melonggarkan pelukannya.

"Bukankah aku sudah mengatakan semuanya padamu?" kali ini Liora memandang wajah Willson, dia baru menyadari jika pria itu begitu tampan.

"Aku meninggalkan kartu nama dan black card untukmu, kenapa tidak kau pergunakan?" tanya Willson, dia berusaha untuk bertanya dengan sangat hati-hati.

"Aku tak ingin berurusan lagi dengan pria jahat sepertimu!" ucap Liora sambil menunndukkan kepalanya.

"Harusnya kau mencariku, untuk meminta pertanggung jawaban. Atau kau bisa menggunakan black card itu untuk membiayai hidupmu. Selama beberapa tahun, aku berusaha untuk mencari keberadaanmu, namun tak bisa menemukannya. Hingga beberapa waktu yang lalu, aku mengetahui kabar jika kau telah tiada, akibat penyerangan yang dilakukan oleh anggota kelompok mafia black scorpion." ucap Willson.

Liora terdiam setelah mendengar penjelasan pria itu, kini dia merasa sangat bodoh, karena tidak peka dengan kedua kartu yang ditinggalkan oleh pria itu. Ternyata Willson memang sengaja meninggalkannya, agar mereka bisa bertemu kembali di kemudian hari.

"Apa maksudmu? Penyerangan apa? Selama ini aku tinggal di kota S selama beberapa tahun." ucap Liora, namun tak lama kemudian matanya kembali melotot, dia baru saja ingat musibah yang menimpa saudara kembarnya. Mungkinkah jika Willson menganggap bahwa wanita yang selama ini telah dia lecehkan itu adalah Laura?

"Apa kau tahu sesuatu tentang penyerangan yang dialami Laura?" tanya Liora sambil menatap lekat pria yang saat ini terus saja memeluknya.

Willson hanya mengangguk, "Kau mengenalnya?"

Liora menganggukan kepala, "Dia saudara kembarku." ucap Liora, matanya kembali berkaca-kaca, selama 25 tahun dia bahkan belum pernah bertemu dengan Laura, namun saat ini harus mendengar berita buruk tentang kematian saudara kembarnya itu.

"Aku akan mengurusnya, kau tidak perlu khawatir." ucap Willson.

"Lalu, dimana putraku?" kali ini Willson teringat dengan anak yang telah dilahirkan Liora.

"Astaga, Ken pasti mencariku! Aku meninggalkannya di kamar tamu." ucap Liora, dia bergegas bangkit dari tempat tidur dan berniat untuk meninggalkan pria itu. Namun Willson seakan tak ingin lepas dari Liora.

"Kita turun sama-sama, dia pasti telah berada di meja makan." ucap Willson.

"Apa kau sudah gila? Bagaimana aku menjelaskan hal ini pada Ken, dia pasti sangat syok jika tahu kau ayahnya. Lagipula saat ini ibuku juga sakit, aku tak ingin membebaninya dengan masalah lagi." ucap Liora sambil berdiri, melepaskan pelukan Willson, kemudian berlari menuju kamar yang di tempati oleh Ken.

"Mama...!" Kendrick terus menangis sambil mencari keberadaan Liora, sejak bangun dari tidurnya bocah laki-laki itu masih belum bisa menemukan di mana sang mama saat ini berada. Padahal dia telah mengitari sekitaran mansion dibantu oleh Leona dan juga beberapa orang pelayan di rumah itu.

Tap...

Tap...

Tap...

Liora berjalan dengan sangat cepat, dia segera merengkuh tubuh Kendrick ke dalam dekapannya. Merasa sangat bersalah karena meninggalkan Kendrick sendirian. Sementara Willson menyunggingkan senyuman manisnya, setelah melihat interaksi antara ibu dan anak itu dari cctv yang terpasang di rumahnya.

"Mama..!" Leona segera berhambur kepelukan Liora, dia juga terlihat cemas karena tidak berhasil menemukan Liora, meski begitu wajah gadis kecil itu masih tetap terlihat dingin, dia tidak meneteskan air matanya sedikitpun.

Jauh berbeda dengan Kendrick yang saat ini wajahnya terlihat begitu sembab, karena terlalu banyak menangis.

Ehem...

Terdengar suara pria berdehem, membuat semua orang yang berada di tempat itu langsung membalikkan tubuh mereka, untuk melihat si empunya suara. Leona kembali merentangkan tangannya dan langsung berhambur ke pelukan Willson, sementara Liora menundukkan kepala, menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

"Dady..!"

1
kriwil
knp jadi benci si will kaena sok dekat sama ayah laknat dan ibu tiri edan itu ya
kriwil
emang pantes si will datang minta restu orang calvin aja ga pernah mbiayai dan nlantarin liora
kriwil
ngapain kau minta restu sama bapak kurang ajar itu will demi membahagiakan bini baru dia rela menelantarkan anak lainya dan membuang istri sah dan memisahkan anak kembarnya demi wanita baru
kriwil
dan aneh nya ngapain si willson akan menemui si celvin bapak ga tangung jawab sama liora minta restu 🤣🤣
kriwil
siap siap ketmu anak kandung mu willson 😀
kriwil
nah yang pantas jadi anak si wilson itu si leona bukan anak lembek kek kendrick
kriwil
masa bibit seorang willson cengeng malah pantas si leona yang jadi anak si willson
kriwil
semoga cepat mendapat karma sekalian sama bini ke 2 nya
kriwil
bukanya su liora pas habis di tiduri wilson dia di kasih 2 atm masa iya bisa hidup susah miskin gitu
kriwil
kasih vido nya ke emak mu wil biar matanya kebuka lebar tuh kelakuan calon mantunya
kriwil
bisa bisa seorang nyonya sherly yang kaya raya bisa ketipu buntalan jalang 🤣
kriwil
berarti bapak nya leona yang mati itu cuma bertangung jawab nikah in perempuan yang di hamili wilson ,kasian sekali si perwira yang baik hati
kriwil
skip 10thn atau 15thn kemudian tour biar ga kelamaan perang nya
kriwil
tunggu beberpa tahun kedepan susan suami mu paati akan di bantail sama keponakan tirinya😀
kriwil
anak pungut dan anak tiri kenpa selalu mempunyai hati busuk selalu iri dan dengki apa memang di takdirkan begitu😀
❄️ sin rui ❄️
si arra arra 🤣
❄️ sin rui ❄️
thor aku baca baru nyampe bab ini, tapi thor apakah di akhir willson bakal jadi musuh wilona? aku sih berharap nya tidak ya thor, gak apa2 wilsoon keras mendidik wilona, asal di akhir mwreka gak jdi musuh
Aize Ze🗝️🥀°_°
kok gk ad thor
lovely
anjay kocak jg🤣neh bocil😭
lovely
kasihan sekali leona🥺🥺ditinggal sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!