"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. berharap
hari itu hari keberangkatan mereka ke kota M. mereka berencana untuk touring car bersama menuju resepsi cikha teman SMA sekali Gus teman kuliah merek dulu.
bimo, dan Sintia membawa serta anak semata wayang mereka untuk menghadiri pernikahan cikha. sahabat mereka yang terpisah kota. karna cikha memang datang dari kota yang jauh, saat lulus kuliah, cikha memutuskan untuk pulang kekotanya dan mencari pekerjaan di sana.
mereka masih saling bertukar kabar, apa lagi di jaman yang serba modern sekarang. video call, chatting, sudah serba di permudah.
Andreas terpaksa harus menuruti perkataan sarah pagi itu. David harus ikut dengan mereka karna Sarah khawatir perjalanan sangat jauh.
perdebatan sengit terjadi beberapa menit sebelum mereka berangkat, Sarah yang mengancam tak mau di antar Andreas, membuat pria bule itu pun menyerah.
"ookeey, aku hubungi David. aku mengalah.."
Andreas terpaksa menyetujui permintaan Sarah, padahal dia tak ingin ada orang lain selain keluarga kecilnya itu.. eeehhh calon keluarga maksudnya.
rombongan touring itu harus menunggu Sarah beberapa menit karna perdebatan sengit sepasang orang dewasa pagi itu.
setibanya di titik temu yang mereka janjikan. Sarah di kejutkan dengan terparkirnya mobil Ardi di antara mobil-mobil rekannya yang lain.
iikkkhhh ni pasti si lemes Rian nih yang bilang-bilang
setibanya di sana, Sarah menelpon Sintia dari dalam mobil..
"kalian di mana? aku parkir di paling belakang" ujar Sarah
"itu kenapa ada mobil Ardi??? dia ikut? pasti si lemes deh yang bilang-bilang aku ikut. sama siapa dia, kan istrinya lagi hamil."
"iya, Ardi juga di undang sar, dia kan bagian dari kita. kamu gimana sih.. terus Rian ajak bareng, aku kirain juga tadi dia sendiri.. eh taunya sama istrinya.." jawab Sintia di balik sana.
Sarah tak lagi mood dengan perjalanannya kali ini. liburan yang seharusnya menyenangkan malah di hancurkan dengan kehadiran dua orang tak tau diri itu.
andreas meraih tangan Sarah, memcoba menenangkannya.
"it's oke honney, ada aku" Andrean terus menggenggam tangan Sarah dengan lembut..
ingin rasanya mencium punggung tangan wanita itu. tapi di urungkan. salah berkata saja tatapan Sarah tajam sekali, apa lagi salah bertindak, bisa benjol kepalanya.
.
.
🍂🍂🍂
.
.
setengah perjalanan telah berlalu, mereka harus mengisi perut dan melemaskan otot-otot badan yang kaku.
rombongan Sarah sudah memasuki area parkir tapi sarah belum juga turun, karna Cleo tertidur di pelukan Sarah
"biar aku gendong"
"nooo sarah, kakimu masih sakit"
Andreas mengambil alih Cleo dari pelukan Sarah. menciumi pipi gadis kecil itu berharap Cleo bangun untuk makan siangnya.
"dia masih pulas Andreas, jangan di bangunkan. biar nanti di bungkuskan saja makanan untuk Cleo."
Sarah memarahi Andreas yang masih asyik menciumi pipi anaknya itu..
"pak david, ayo turun.. kita makan dulu, bapak pasti lelah."
"ya baik nyonya"
"iikkkhhh pasti Andreas yang menyuruhmu menganggil aku begitu. panggil saja Sarah"
"tidak nyonya, ini sudah terlalu jauh untuk saya putar arah dan pulang sendirian"
"maksudnya????" Sarah memicingkan mata, dan menoleh kearah Andreas,
"apa?? ingat perjanjian kita tadi pagi?? tidak boleh protes dengan persyaratan ku jika David ikut. termasuk cara dia memanggilmu.
hhuuuuuffftttt.. Sarah hanya bisa menghela nafas. pria bule ini memang sangat pencemburu.
setelah masuk kedalam restoran, hanya tinggal rombongan Sarah yang belum mengambil kursinya, Andreas yang masih menggendong Cleo, menggenggam tangan Sarah dengan mesra, di ikuti David di belakang mereka.
mereka duduk di meja yang sama. Andreas tak pernah membedakan orang lain walau ia hanya seorang pelayan sekalipun. mereka makan bersama siang itu tapi ada sepasang mata dan hati yang panas melihat pasangan baru ini.
siapa lagi kalau bukan ardi.
mata Ardi terus saja tertuju pada Sarah yang sedang melahap makanannya. ia masih berharap darahnya akan segera kembali padanya. seperti rencana gilanya. hanya menunggu anak dalam kandungan Risma lahir, dan Ardi akan meminta Sarah untuk kembali.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu