IG : Srt_tika92
Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.
Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.
Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?
Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I am coming
Jam menunjukan pukul 10 malam, Elsa masih setia menunggu kepulangan Adrian duduk di sofa, hingga tak terasa rasa kantuk pun datang membuat Elsa tertidur.
Adrian sebelum nya sudah memberitahu kalau dirinya akan pulang malam hari ini, karena ada pertemuan penting di luar kantor.
Adrian pulang dengan keadaan kemeja yang sudah terlihat kusut, dasi sudah tidak rapih lagi di tempatnya, wajah yang terlihat begitu lelah.
Rasa lelah itu tergantikan ketika melihat Elsa yang tertidur, sudah di pastikan jika Elsa tengah menunggu kepulangannya.
Adrian menggendong Elsa ke kamarnya, Adrian memberikan ciuman yang bertubi - tubi di wajah Elsa, membuat sang empunya menggeliat dari tidurnya.
" Mas.. " ucap Elsa ketika kedua matanya terbuka dan melihat wajah Adrian tepat di depannya.
" Apa aku mengganggu tidur mu? "ucap Adrian yang tak henti menciumi wajah Elsa.
" Mas.. geli.. " pekik Elsa, Elsa mendorong Adrian agar sedikit menjauh darinya. " Mas baru pulang? "
" Hem.. " jawab Adrian tanpa menghentikan aktivitas nya yang semakin turun kebawah, Elsa yang sudah terbiasa dengan sikap Adrian yang selalu mesum hanya bisa menerima dan membiarkannya.
" Mau aku siapin air hangat mas? " Elsa.
Adrian masih diam dan menikmati kelakuan mesumnya.
Elsa mendorong Adrian, " Mas hentikan, mandi dulu! kamu bau tau! "
Adrian mendongakan kepalanya, " Hehe.. yasudah aku mandi dulu ya, abis mandi baru lanjut lagi. "
" Kamu gak capek apa mas, tiap malem minta jatah mulu. " gerutu Elsa.
" Aku kuat sayang, gak ada kata capek buat kamu mah... junior ku selalu on kalo deket kamu. " Adrian mencubit pipi Elsa yang semakin bulat.
" Iisshh... dasar! buruan mandi, "
" Iya.. iya.. " Adrian bangkit dari tubuh Elsa.
" Mau aku siapin air hangatnya mas? "
" Nggak usah sayang. "
Benar saja, Adrian yang baru saja selesai mandi langsung menjalankan niatnya. Adrian menyentuh Elsa dengan sangat lembut dan hati - hati mengingat Elsa tengah mengandung buah cinta mereka.
***
Keesokan harinya, Karin sudah bersiap untuk pergi ke kantor.
" Ka Karin baru mau berangkat kerja? " tanya Elsa yang mendapati Karin sudah rapih.
" Iya Sa, Adrian udah jalan? "
" Udah ka, ini kan udah siang.. kaka gak telat? "
" Hehe... telat sih, tapi gak apa, gak bakal ada yang ngomelin kok. " jawab Karin.
" Karin!! " panggil Wina yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Iya mah... "
" Kamu mau kerja kok berangkat nya siang banget! niat kerja gak sih... " omel Wina pada Karin, sudah pukul 11 siang Karin baru mau berangkat ke kantor.
" Nggak niat sih mah.. mau gimana lagi dari pada Karin bengong di rumah. " jawab Karin sekenanya.
" Dasar kamu ya! kalo bukan anak papa pasti udah kena pecat kamu! " Wina.
" Udah lah mah, Karin jalan dulu bye... "
" Ehhh.. tunggu dulu. " Wina menghentikan langkah Karin.
" Apa lagi sih mah, " Karin.
Wina melihat penampilan Karin dari atas sampai bawah lalu menggelengkan kepalanya, " Kamu ke kantor pake baju kurang bahan! pahaa kamu itu kemana mana, ganti baju! "
" Please deh mah, ini tuh Fashion. biar Karin terlihat semakin cantik. "
" Ck, kamu itu susah banget di bilangin, "
" Udah ya ma, Karin berangkat dulu, " Karin segera mencium kedua pipi Wina dan berlalu pergi.
" Bye.. Elsa. " teriak Karin.
Wina menghampiri Elsa dan ikut duduk di samping nya. " Aduh, gak Adrian, gak Karin, semuanya bikin mama pusing. "
" Sabar mah.. " Elsa mengelus punggung Wina untuk menenangkan Wina.
" Si Karin itu ya, kalo pake baju kurang bahan mulu. " geram Wina, pasalnya Wina sangat tidak suka dengan wanita berpenampilan seperti itu dan pada kenyataannya Putrinya sendiri juga begitu.
" Tenang mah, yang penting ka Karin kan baik gak seperti perempuan yang mama panggil uler keket. "
Wina terkekeh, " Haha.. kamu masih inget aja sih.. "
" Oh iya Sa, persiapan pernikahan kamu udah 90%, mama gak sabar nunggu hari itu. " Wina.
" Iya mah, terimakasih.. " Elsa memeluk Wina.
" Apa cucu oma baik baik di dalam sana. "
" Alhamdulillah baik mah. " Elsa mengelus perutnya yang masih terlihat rata.
*
Di perjalanan, Karin berubah fikiran nya untuk pergi ke kantor, dia lebih memilih untuk pergi ke cafe dimana tempat Elsa dulu bekerja.
" Umar... I am coming... " pekik Karin dengan tawa lepas, terlihat jelas kebahagiaan tersirat di wajah cantiknya.