NovelToon NovelToon
Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romansa / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:237.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sukatmi Endiyanti

Azizah Zarah mempunyai sahabat rasa pelayan yang seumuran dengannya bernama Ammar Raditsha.
Sedari kecil ia sudah melayani nona mudanya walaupun Azizah melarangnya.
Ammar di pungut oleh Burhan ayah Azizah dari jalanan ketika ia melarikan diri kejaran penculik yang mengejarnya.
Ammar tumbuh besar bersama Azizah hingga timbul rasa cinta di hati Azizah.
Namun sayang Ammar mencintai wanita lain yang berprofesi sebagai dokter, ia bernama Rika Putri.
Azizah memasang jebakan agar bisa menikah dengan Ammar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukatmi Endiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dengan Ibu

Rima menatap wanita di samping Ammar, lalu tersenyum," duduklah di sini nak. Azizah pun berjalan mendekati wanita paruh baya ini dengan mendorong stroller bayi dan duduk di dekatnya.

Rima pun memeluk Izah lalu melihat ke dalam stroller bayi, nampak bayi yang masih umur 4 hari tertidur pulas. Rima menyentuh pipi bayi itu air matanya mengalir deras," Ia mirip Rafan saat bayi," katanya sambil menoleh Raka yang ada di belakangnya, Raka pun mengangguk.

"Harusnya tidak di bawah ke mari, ia seperti baru berusia beberapa hari."

"Iya mam, ia baru berusia 4 hari," Jawab Izah sambil menundukkan kepalanya.

Rima, menyentuh pipi Izah dan tersenyum,

"Tidak apa, lain kali biar mama yang ke sana, ya."

Rima kemudian menyiapkan bantal yang agak tipis lalu di taruh di tengah ranjangnya di ambilnya selimut kecil yang lembut di bentangkan selimut itu, di angkatnya bayi Rafaza dan di baringkan di ranjangnya,

" Begini akan lebih nyaman. Hai tampan siapa nama mu omah mau berkenalan?" tanya sambil menatap Ammar.

"Rafaza Raditsha, mam," jawabnya sambil mendekat ibunya.

" Kenapa tidak ada Diantaranya?" tanyanya kembali sambil menatap putranya.

"Maaf ma aku kehilangan ingatan hingga tak tahu namaku sesungguhnya, Ayah Azizah yang menemukan ku dan memberi ku nama Ammar Raditsha."

Rima mengelus rambut putranya, dan tersenyum," Kalau begitu bolehkah di tambah dengan Dintara menjadi, Rafaza Raditsha Dintara?" tanyanya sambil menatap Izah dan Ammar.

"Boleh mam," Jawab mereka bersamaan.

"Kalian menginap di sini ya? mama masih kangen sama Rafan." kata Rima dengan menatap Ammar dan Azizah

"Sebenarnya kami belum ijin papa dan mama, kalau Izah terserah mas Ammar mam."

"Ammar menatap Izah sambil memicingkan matanya, Ia terkejut Izah merubah panggilannya padanya Azizah tersenyum manis pada Ammar.

Raka yang dari tadi menelpon pun mengakhiri panggilannya.

"Daddy sudah minta ijin kalian untuk menginap dan sudah di ijinkan," katanya menatap Ammar dan Izah sambil memeluk istrinya.

"Benar kah?" tanya Rima pada suaminya.

"Iya, besan bilang terserah mereka mau berapa lama tinggal di sini?" kata Raka kepada mereka

tak lama kemudian terdengar suara Rafaza menangis,

"Ma, Rafaza haus," katanya sambil mengangkat putranya.

"Dad, Ayo kita keluar, biar mereka di sini dulu!" kata Rima sambil menarik tangan Raka ke luar dari kamarnya lalu menutup dengan pelan.

Rima memanggil semua Art untuk membersihkan kamar Rafan," Dad tolong pesan kan box bayi ya."

"Sudah Mam, sebentar lagi datang."

Tak lama kemudian datang mobil pengantar berhenti di halaman rumah dan menurunkan semua pesanan Raka dari box bayi berukuran besar, matras tebal, bantal,guling bayi dan aneka mainan gantung untuk bayi, Beberapa pelayanan pria segera mengeluarkan barang lama di kamar bayi dekat kamar Ammar dulu.

Dulu Raka sengaja kamar bayi anaknya di buat tersambung dengan kamar anak mereka setelah memasuki usia 4 tahun, agar ketika mereka rindu dengan nuansa masa kecil tinggal membuka pintu sambung, tak mengira pada akhirnya ini berguna sekarang di saat anaknya berkeluarga.

Raka pun menyuruh para pekerja untuk membuang barang lama tersebut, karena sudah rapuh.

kamar bayi pun telah siap dengan dekorasi yang bernuansa biru dengan box bayi yang berwarna putih, ruangan itu masih terjaga kebersihannya dan cat tembok terlihat masih baru.

Raka selalu memperbarui cat tembok rumah setiap 6 bulan sekali.

Raka dan Rima berjalan menuju kamar mereka dimana anak dan menantunya ada di sana, Raka mengetuk pintu lalu perlahan pintu itu terbuka Ammar tersenyum pada ke dua orang tuanya.

"Sudah tidur lagi dia," katanya sambil matanya menyorot pada bayi mungil yang tidur di ranjang neneknya.

Raka dan Rima masuk lalu Rima mengangkat bayi mungil dan menggendongnya," Ayo mama antar ke kamar Rafan!" katanya sambil berjalan mendahului mereka Amar pun mengikuti mamanya sambil merangkul Azizah lalu di ikuti Raka yang paling belakang.

Sesampainya dikamar Ammar, Azizah takjub melihat kamar itu begitu luas dan terawat di sebelah ada ruangan yang agak lebih kecil dari kamar utamanya.

Rima masuk ke kamar sebelah dengan pintu yang terhubung dengan ruang utama, meletakkan baby Rafaza di box bayi yang berukuran besar yang berbentuk ayunan dengan matras tebal ada mainan putar di atas nya seorang Art membawa sebuah koper besar.

"Nyonya, Tuan ini dikirim oleh sopir tuan Burhan untuk non Izah dan tuan Rafan."

Rima tersenyum dan mengangguk Art itu pun pergi," Kalau begini tak ada alasan lagi kalian untuk menolak, kalian harus menginap lebih lama." kata Rima sambil melihat mereka berdua.

"Tentu mama, jika mas Ammar ingin tinggal dengan mama dan dad di sini pun aku akan tinggal, biar mas Ammar bisa mengganti hari mam tanpa mas Ammar, lebih lama lagi." katanya sambil memeluk Rima.

Rima pun menangis dan memeluk Izah dengan erat," Trimakasih nak kau sangat mengerti bahwa mama ingin sedikit lama bersama Rafan."

Ammar memeluk ibunya, hatinya menghangat yang pernah dulu ia rasakan sewaktu kecil. Tak terasa sudut matanya basah lalu ia pun memeluk istrinya," Trimakasih banyak sayang."

kemudian mengecup kening istrinya.

"Boleh kah mama tetap memanggil mu Rafan, sayang?" tanyanya pada Ammar.

"Boleh mam, sesuka hati mama."

"Sayang istirahat lah dulu, aku ingin berjalan-jalan mengelilingi rumah ini, aku merasa familiar dengan tempat ini semoga ingatanku kembali normal." kata Ammar kepada Izah istrinya, Izah pun mengangguk.

"Tidak mau jalan-jalan sama daddy?" tanya Raka pada Ammar sambil menatap dan menggerakan alisnya pada Ammar, Ammar tergelak melihat tingkah daddy nya yang ingin dekat juga padanya.

"Daddy kan sudah sering jalan dengan ku walaupun sebagai partner kerja.

Dad, mam ternyata ini yang membuatku selalu nyaman ketika bersama daddy waktu beliau menjadi partner kerja ku." katanya pada Raka dan Rima dengan mata mulai berkaca-kaca. Raka memeluk putranya lalu menepuk punggungnya.

"Ok! boy habiskan waktu mu hari ini bersama your mamm.

Ammar pun mengangguk ia keluar sambil memeluk ibunya.

Raka beralih menatap Izah," Istirahat lah nak, trimakasih selama ini selalu bersamanya, tolong jangan ceritakan kondisi Angga pada mama ya, dad mau ke rumah sakit dulu."

"Iya, dad hati-hati," jawab Izah.

Raka pun keluar dari kamar putra ke duanya itu dan pergi keluar rumah dengan mengendarai mobilnya. mobil itu pun keluar dari halaman rumahnya menembus jalan raya dengan kecepatan sedang. Ia benar-benar memberikan waktu pada istrinya untuk melepas kerinduan, selama 18 tahun istrinya memendam kerinduan yang mendalam pada putra keduanya, ia merasa kebahagiaan keluarga akan kembali seperti dulu dengan kembalinya Rafan di kehidupan keluarganya.

1
Runik Runma
dasar egois
Penulis Eli
luar biasa 😊
Jesi Jasinah
hadir kak
Mom Dian: Trimakasih kakak
total 1 replies
Jesi Jasinah
aku mampir kak
Mom Dian: Makasih banget kak❤️
total 1 replies
Jesi Jasinah
hadir kak
Mom Dian: Trimakasih hadirnya Kak🤗😘
total 1 replies
Jesi Jasinah
hadir thor
Jesi Jasinah
seruuu
Jesi Jasinah
lanjut
Jesi Jasinah
hadir thor
Jesi Jasinah
semangat terua thor, semoga sehat selalu
Mom Dian: Aamiin 🤲 kak trimakasih doanya
total 1 replies
Jesi Jasinah
hadir.
Mom Dian: Trimakasih kak
total 1 replies
Jesi Jasinah
aku mampir thor
Jesi Jasinah
semangat thor
Jesi Jasinah
aku mampir lagi
Mom Dian: Trimakasih kak
total 1 replies
Jesi Jasinah
hadir thor
Mom Dian: Trimakasih kak🙏🥰🤗
total 1 replies
Jesi Jasinah
lanjut thor
Nadin
Trimakasih thor ceritanya bagus
Nadin
keren Thor
Nuhume
Wah keren in, simpan jejak dlu. Penulisan kakak rapi, wajib di tiru🌻🌻🌻
Mom Dian: Trimakasih kakak
total 1 replies
Jesi Jasinah
aku mampir kak
Mom Dian: Terimakasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!