NovelToon NovelToon
Third Life

Third Life

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Time Travel / Chicklit / Tamat
Popularitas:890.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reiza Muthoharah

Seorang Ratu yang dikenal bengis dan jahat mengalami kekalahan dimana suaminya sang Kaisar memutuskan untuk menceraikannya dan memengal kepalanya dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap wanita lain milik sang Kaisar

Apalagi sang Kaisar sudah memiliki wanita lain dan memutuskan untuk menikahinya.

Membuat hati Ratu sangat hancur dan di hari eksekusinya dia memohon kepada Tuhan untuk mengubah nasibnya.

Dia tidak bisa meninggalkan putri kecilnya yang besar tanpa seorang ibu...

Apa Tuhan bisa mengabulkan doa dari sang Ratu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepedulian Kaisar Abraxas

Setelah Puteri Maria meninggalkan pesta semua tamu yang mendengar ucapannya ikutan tertawa. Hal itu membuat sang Duke Klinshki yang merupakan ayah dari Tania dibuat malu dengan perbuatannya.

Karena tidak tahan dengan cemoohan orang-orang Duke Klinshki langsung menarik tangan Tania.

" Kau sudah membuat ku malu Tania. Kita pergi dan jangan harap anda akan saya ajak ke pesta di istana." ucap Duke Klinshki menarik Tania keluar dari pesta.

Semua orang yang melihat kepergian nya menertawakan, dan ada juga yang mengejek.

Sedangkan di sisi lain Annelise hanya mengikuti Kaisar Abraxas yang akan membawanya entah kemana. Ia sudah mulai merasakan sakit pada pergelangan tangannya yang masih mengeluarkan darah hingga sarung tangannya semakin berubah berwarna merah. Kaisar Abraxas yang mendengar ringisan kesakitan Annelise langsung membawanya ke salah satu kamar tamu yang berada di istana dan membawanya untuk duduk di sofa.

" Mengapa anda membawa saya ke sini, Yang Mulia. saya harus kembali jika tidak ingin membuat orang tua saya khawatir." ucap Anne yang ingin beranjak pergi sebelum tiba-tiba saja Kaisar Abraxas mendorong bahunya menahan nya.

" Yang Mulia." ucap Anne yang terkejut melihat Kaisar Abraxas menahannya.

" Saya tidak akan membiarkan anda untuk pergi, tidak dengan luka di tanganmu itu." ucap Kaisar Abraxas yang memberitahu alasan nya menahan Annelise pergi.

" Oh." tanggap Anne sambil melihat tatapan mata Kaisar Abraxas yang entah kenapa ia merasakan perasaan kecewa mendengar jawabannya.

" Tidak Anne jangan lupa tujuanmu kesempatan ketiga ini." batin Anne.

" Maaf, Yang Mulia. apa anda bisa lepaskan saya karena pelayan sedang melihat." ucap Anne melirik pelayan yang baru saja masuk dengan seorang dokter.

Kaisar Abraxas yang mendengarnya langsung melepaskan tangannya dari bahu dan berdehem untuk menghilangkan perasaan canggung.

" Silahkan periksa dan pastikan Lady Annelise baik-baik saja." ucap Kaisar Abraxas yang sedikit memberikan ruang kepada Dokter.

" Tentu saja, Yang Mulia." ucap Dokter yang terkejut melihat Kaisar Abraxas dengan seorang perempuan. Apalagi posisi mereka sedikit intim mengingat Kaisar Abraxas jarang menunjukkan kemesraannya termasuk kepada Mendiang Ratu Catherine. Mungkin perempuan ini bukan orang sembarangan.

Dokter itu berjalan mendekati Annelise sambil mengeluarkan peralatan nya.

" Silahkan anda ulurkan tangan Lady." ucap Dokter yang meminta Annelise untuk mengulurkan tangannya.

Setelah itu Dokter itu melepaskan sarung tangannya yang berlumuran darah dan mulai mengeluarkan pecahan beling dari gelas tadi sekaligus membersihkannya. Annelise sekali meringis kesakitan ketika Dokter menyentuh tangannya terluka.

" Sudah selesai saya sarankan luka anda untuk tidak mengenai air dan ganti perban sehari sekali. Kalau begitu saya permisi, Yang Mulia. jika butuh sesuatu panggil saya." ucap Dokter itu sambil membungkuk hormat kepada Kaisar Abraxas.

Kaisar Abraxas yang melihatnya menggangguk sambil mengeluarkan sekantong emas dan menyerahkannya kepada Dokter itu.

" Saya senang dengan pelayanan anda." ucap Kaisar Abraxas sebelum mengusir Dokter itu pergi.

Setelah Dokter itu pergi suasana di antara Kaisar Abraxas dan Annelise terkesan canggung.

" Silahkan istirahat untuk malam ini Lady bisa menempati kamar ini menginap. Saya tidak ingin anda menolak permintaan saya lagi. Anggap saja ini sebagai balas budi karena merawat saya saat itu. Jadi selamat malam." ucap Kaisar Abraxas yang meninggalkan kamar.

Annelise yang melihat kepergian Kaisar Abraxas tidak menyadari bahwa ia meneteskan air matanya.

Countine...

1
Vindy swecut
❤️❤️
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪
Ari Peny
kok gk d ceritakan gmn kaisar ingat masalalunya
Ari Peny
baca lg
Sarah
bukannya kalau suaminya Kaisar harusnya istrinya disebut permaisuri yah? ( meski secara predikat mirip-mirip aja sama ratu )
Amilawati
AQ bingung bacanya...
Namira Puja Najya
bukannya mata anne hijau thor
Jade Meamoure
di chapter ini katanya matanya collar madu di beberaap chapter sebelumnya matanya hijau aishh apa dulu udah ada lensa mata ya 😏😏😏
Marlyn Tantang: yaaa...murahan sdh di bunuh tetap sj masih mendamba prettt
total 1 replies
Kasmawati S. Smaroni
semacam hayalan yg kita baca,
Kasmawati S. Smaroni
susah si anne orangnya bucin,
Yanty Mamanofaldyat
cerita nya bagus
Dede Bleher
kisah bagus.tk bertele tele.
keep going Thor
Dede Bleher
ending yg 👍👍👍👍
Dede Bleher
aku tu ya sukaaaaa bangeet dengan cerita transmigrasi ke jaman Kuno
Agustina Agrety Muntu: sama😅🥰
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
YuWie
raja baik malah jadi antahonis krn anne ngrubah takdirnya frontal.
YuWie
aku wae jengkel..apalagi kaisar.
YuWie
mau mu apa tho An2... saiki cemburu sama Tania. Lagian itu kaisar gak kelas bgt klayapan sak enak e. James yo aneh, sdh pernah diancam kaisar tapi dableg. Apa si Raja gak ada wibawa nya..perasaan di awal di gambarkan sang raja yg menyeramkan, shg semua org takut kepadanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!