NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Raja Para Dewa

Kelahiran Kembali Raja Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Reinkarnasi / Kultivasi / Barat
Popularitas:154.3k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.

Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.

Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.

Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.

Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?

Jangan lupa staytoon yah!


(Update 2 bab per hari)


ig @geelang11

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 : Menyelamatkan Bibi Ling Yen

Sun Chen awalnya ingin mengajak orang tuanya ke kota akan tetapi hidup di desa lebih tenang dan nyaman, maka dari itulah mereka berdua menolak untuk pergi.

"Baiklah, aku tidak akan memaksa ibu dan ayah, memang hidup di desa yang jauh dari kota begitu tenang tanpa masalah, kita bisa hidup bergotong royong dan semuanya seperti keluarga sendiri," ucap Sun Chen.

"Benar nak, tapi sekarang ada masalah yang serius yaitu hutan di belakang pasti ada sesuatu yang salah, mengakibatkan desa ini mendapatkan dampaknya dari serangan hewan buas," ucap ibu Sun Chen.

Tiba tiba dimalam itu terdengar teriakan sesorang yang meminta tolong..

"Tolong..."

Sun Chen dan orang tuanya mendengar suara itu yang familiar dan tidak asing baginya.

"Suara wanita itu kedengarannya tidak asing?!" ucap Sun Chen.

"Jangan jangan.."

"Ying'er!" ucap ibu Sun Chen dan ayah Sun Chen bersamaan dan keluar melihat wanita yang berteriak itu.

"Ying'er? Hmm kedekatan Sun Chen dan Ling Ying begitu dekat sejak kecil, bahkan Ling Ying tidak mau menikah kecuali dengan Sun Chen," bathin Sun Chen yang ikut juga keluar untuk melihat suara pertolongan itu.

"Siapapun tolong.. Tolong selamatkan ibuku di dalam hutan!" ucap Ling Ying ke rumah para penduduk bahkan mengetuk pintu rumahnya tapi tidak ada orang yang berani keluar untuk membantu, memang kondisi sekarang sangat menakutkan, tidak ada orang yang berani merelakan nyawanya hanya untuk menyelamatkan satu nyawa.

"Ying'er! Kesini nak! Apa yang terjadi?" ucap Sun Fang memangil Ling Ying.

Ling Ying yang mendengar teriakan Sun Fang pun pergi kesana.

"Paman Fang, bibi Mei tolong.. Tolong selamatkan ibuku didalam hutan.." ucap Ling Ying begitu sedih dan sangat membutuhkan pertolongan.

"Hey apa yang terjadi nak? Ceritakan kejadiannya agar kami dapat menemukan cara agar bisa menolong ibumu," ucap Sun Mei yang ikut khawatir.

"Jadi begini.. Beberapa menit yang lalu aku sengaja keluar bersama ibuku ke pinggir hutan mencari tanaman obat untuk ayahku, karena kondisinya yang semakin parah dan mau tidak mau aku dan ibuku harus berusaha mencari tanaman obat yang sering digunakan untuk menunda penyakit ayahku kambuh. Saat aku dan ibuku memetik tanaman obat, tiba tiba sebuah serigala muncul ingin memangsa kami. Untung saja aku bisa lolos tetapi ibuku.. Dia masih dikejar oleh serigala itu.. Tolong selamatkan nyawa ibuku paman bibi, huuu.." Ling Ying memohon menangis agar orang tuanya dapat diselamatkan.

"Dimana ibumu sekarang?" ucap seorang pria yang muncul dibelakang Sun Fang dan Sun Mei.

Tiba tiba wajah Ling Ying memerah dan secara spontan berlari memeluk Sun Chen.

"Chen gege! Hiss Chen gege tolong selamatkan ibuku.. Hiss aku tidak tau harus bagaimana lagi.." ucap Ling Ying memeluk Sun Chen sambil melepaskan kerinduannya.

"Baiklah, dimana lokasi ibumu terakhir kali?" Ling Ying pun menunjuk sebuah arah yang tempat dia pergi bersama ibunya.

"Nak! Apakah kamu yakin? Aku takut kamu kenapa napa," ucap ibu Sun Chen begitu khawatir.

"Ibu ayah, tenang saja," ucap Sun Chen tersenyum lembut kepada orang tuanya serta Ling Ying.

"Chen gege hati hati.."

"Baiklah," Sun Chen dengan cepat berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Tampak kedua mata orang tuanya serta mata Ling Ying terbuka lebar atas apa yang mereka lihat.

"Ini.. Bagaimana bisa Chen'er berlari secepat itu? Bahkan terlihat seperti berlari diatas udara hampir menyentuh tanah," ucap Sun Fang takjub dengan apa yang telah dilakukan Sun Chen.

"Apakah aku bermimpi? Anak kita sepertinya tidak seperti dulu, Chen'er sekarang terlihat berwibawa dan bijaksana, bahkan mempunyai kekuatan yang hebat," ucap Sun Mei begitu kagum dengan Sun Chen.

"Hiss.. Semoga Chen gege benar benar bisa menyelamatkan ibuku.. Hiss.." Ling Ying menangis dan berharap supaya Sun Chen dapat selamat bersama ibunya.

"Ying'er kamu tenang saja, ibumu itu orang yang pintar, dia pasti telah memikirkan cara agar bisa lolos dari terkaman serigala itu," ucap Sun Mei menenangkan hati Ling Ying.

"Em semoga mereka selamat," ucap Ling Ying yang kini sudah mulai tenang.

Didalam hutan..

"Hmm bekas cakar ini masih baru, dia pasti lewat sini," gumam Sun Chen kemudian berlari menuju ke arah sesuai dengan petunjuk yang dia temui di hutan.

Disisi lain didalam hutan terdapat seorang wanita paruh baya yang penuh dengan luka disekujur tubuhnya. Terlihat dia sedang sembunyi di balik sebuah pohon yang besar, sembunyi dari seekor serigala yang mengejarnya bahkan membuatnya tersesat.

"Huff, Yin'er semoga saja kamu selamat nak, mungkin ibu tidak akan bisa kembali ke rumah, suamiku anakku maafkan aku.." gumam Ling Yen tersenyum mengingat anak dan suaminya.

"Auuuuu..." Suara serigala tepat berada di depan Lin Yen muncul beberapa kawanan.

"Ternyata dia memanggil kawanannya, huff sia sia aku bersembunyi disini karena dia dari awal sudah mengetahui keberadaanku," bathin Ling Yen yang kini sudah mulai putus asa.

Kawanan serigala itu pun maju saat melihat mangsanya melemah, tampak lidah serigala itu seperti hewan yang sangat kelaparan dan sangat ingin menyantap makanannya.

"Suamiku, Yin'er selama tinggal.. Aku sayang kalian berdua.." ucap Ling Yen tersenyum dan menutup matanya dan sudah siap untuk dimangsa oleh serigala liar itu.

Saat serigala itu sudah sangat dekat dengan tubuh Ling Yen tiba tiba..

Swohs...

Swizhh..

Siiizzhh..

Tubuh serigala itu terbelah beberapa bagian, tampak semua serigala disana di cincang habis habisan, tanpa tersisa.

Beberapa menit yang lalu...

"Aku merasakan aura yang familiar, tapi auranya sangat kecil, mungkin itu berada di kedalaman hutan," Sun Chen merasakan aura yang begitu familiar tepat arah ke kedalaman hutan.

"Untuk sekarang aku harus fokus mencari keberadaan bibi Yen, semoga aku tidak terlambat!" Sun Chen kemudian berlari dan seketika itu juga mendengar auman serigala.

"Dia pasti disana!" Sun Chen berlari ke arah suara tersebut, dan ternyata memang asal suara itu ulah sekelompok serigala yang akan menerkam mangsanya.

"Itu bibi Yen! Cih dasar serigala awas saja kau!" Sun Chen melesat dengan cepat mengeluarkan energi qi membentuk sebuah belati berwarna merah mencincang semua serigala itu.

"Eh? Kenapa suara serigalanya berubah seperti seekor anjing yang dilempar batu yah? Hmm dan bau amis darah ini sangat menyengat, apakah aku benar benar sudah mati?" ucap Ling Yen yang masih menutup matanya.

"Bibi Yen, tenang saja anda masih hidup," ucap seorang pria yang baru saja datang membantai para kawanan serigala itu.

"Suara ini sepertinya aku kenal?" Ling Yen pun membuka matanya dan terkejut melihat semua kawanan serigala itu mati dan tercincang beberapa potongan.

Bukan hanya itu saja, dia juga melihat seorang pria yang tidak asing baginya.

"Chen'er?! Apakah itu kamu nak?!" ucap Ling Yen menangis saat orang yang datang menyelamatkan nyawanya adalah Sun Chen.

"Hiss.. Untunglah kamu datang.. Aku mengira hidupku akan sampai disini dan ternyata kamu datang diwaktu yang sangat tepat, telat sedikit saja aku tidak yakin apakah aku masih bisa hidup sampai sekarang," ucap Ling Yen menangis.

"Bibi tenanglah, ayo kita kembali ke desa, disini tidak akan aman karena darah serigala ini akan memancing beberapa hewan buas lain." ucap Sun Chen berlari sambil menggendong bibi Yen.

1
Rafida
oke thor lanjut
queen angelista
dih nggak di ajak mandi bareng/Speechless/
Bung Tomo
luar biasa
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss authooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Harman LokeST
waspada terus Sun Chen waspada terus ada orang yang ingin membunuhmu untuk itu tingkatkan terus kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
Harman LokeST
tiiiinnnnnnnnnnngggggkkaaaaaaaaaaaattt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss kuuuulllllltttiiiiiioiiiioivaaasiiiiiommuuuuuuu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Sun Chen
Harman LokeST
haaaajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss seeeeeeemuuuuuuanyaaaaassssaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
Harman LokeST
Sun Chen berencana untuk menikah
Harman LokeST
sangat baik hati
Harman LokeST
makanya kalian semua jangan macam macam sama Sun Chen rasakan akibatnya
Harman LokeST
Sun Chen menolong bibinya
Harman LokeST
Sun Chen pulang kampung
Harman LokeST
buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh seeeeeeemuuuuuuanyaaaaassssaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
Harman LokeST
selalu ada saja orang yang berani mengincar Sun Chen
Harman LokeST
yang macam macam sama Sun Chen haaaajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
Harman LokeST
tiiiinnnnnnnnnnngggggkkaaaaaaaaaaaattt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss kuuuulllllltttiiiiiioiiiioivaaasiiiiiommuuuuuuu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Sun Chen
Harman LokeST
Sun Chen sekarang sudah sadar
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
Harman LokeST
Sun Chen pingsan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!