NovelToon NovelToon
Devil Dragon System

Devil Dragon System

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:203
Nilai: 5
Nama Author: BE SA

Mereka membunuhnya karena dia manusia murni.

Kesalahan terbesar yang pernah Benua Sangakama buat.

Arjuna Sasrabahu bangkit dari kematian membawa sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari dendam, sebuah sistem kekuatan warisan naga abyss yang haus akan darah dan kekuasaan. Di dunia yang memandang ras manusia sebagai kotoran paling hina, seorang pria yang seharusnya sudah mati justru sedang menghitung satu per satu nama di daftarnya.

Tujuh prefektur. Tujuh ras. Satu manusia murni dengan kalkulasi yang tidak pernah meleset.

Pertanyaannya bukan apakah dia akan menang? Pertanyaannya adalah berapa banyak yang akan jatuh sebelum Benua Sangakama menyadari kesalahan mereka?

[Ding!]

[Devil Dragon System teraktivasi sepenuhnya. Inang diterima]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BE SA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21Tribulasi Gila

Ancient Etherion menghantam dari kiri, Deity Seal dari kanan, dan Chaerubim God dari atas.

Tiga raksasa bergerak serentak dengan kecepatan yang melampaui kalkulasi domain Arjuna sekalipun, dan setiap serangan mereka meninggalkan yang dihindari oleh Arjuna meninggalkan retakan di dinding transparan kubus Kuda Bajranga.

Arjuna menggunakan Devil Phantom Raijin, dab tubuhnya menghilang dari posisi semula dalam sepersekian detik.

Akan tetapi tidak cukup.

“Etherion Void Claw!”

“Holy Wing Crush!”

“Divine Palm Strike!”

Cakar Ancient Etherion merobek bahu kanan, sayap Chaerubim God menghantam punggung, lalu telapak Deity Seal memukul dada dengan tenaga yang membuat tulang rusuk Arjuna berderak dengan keras.

Arjuna terpental ke dinding kubus, dan punggungnya menghantam permukaan transparan itu dengan suara yang mengguncang seluruh area.

“Guhak! Huff …. Uhuk!”

Darah mengalir dari tiga titik sekaligus.

"Sudah habis?" ejek Wiryo dalam wujud Ancient Etherion, suaranya bergema tiga kali lebih besar dari sebelumnya, "Manusia sampah yang sangat mengecewakan."

Arjuna tidak menjawab.

Matanya merah membara memandang ketiga raksasa itu dengan ketenangan yang tidak berubah. Meskipun darah mengalir dari sudut bibirnya.

Tangannya bergerak ke arah Gold Magna Cyborg Armor yang melapisi dadanya, dan jari-jarinya menyentuh titik tengah armor dengan gerakan yang sangat presisi.

"Sistem keluarkan artefak Kuda Sembrani!" bisik Arjuna.

Telur bersayap delapan keluar dari ruang hampa di depannya. Satu sayap malaikat dan satu sayap iblis mengembang bersamaan. Cahaya emas, dan hitam memancar dari setiap bulu sayap yang saling berlawanan.

Lalu keduanya menyatu ke Gold Magna Cyborg Armor dalam satu ledakan cahaya yang membutakan seluruh kubus.

Ketiga raksasa melindungi mata mereka dengan tangan.

Ketika cahaya itu padam, yang berdiri di tengah kubus bukan lagi Arjuna dengan armor biasa.

Imperial Magna Cyborg Armor melapisi seluruh tubuhnya dari kepala hingga kaki. Putih dan emas berkilau dengan garis-garis hitam legam yang memancar di setiap sambungan panel armor. Dua pasang sayap raksasa mengembang di punggungnya. Satu sayap malaikat, dan satu sayap iblis yang memancarkan cahaya berlawanan, tapi saling memperkuat.

Aura Spirit Awakening Realm: Golden Star yang diamplifikasi 10 kali lipat oleh Kuda Sembrani meledak ke segala arah.

Kemudian menekan seluruh ruang di dalam kubus dengan tekanan yang membuat dinding transparan Kuda Bajranga bergetar untuk pertama kalinya.

Wiryo, Abhinata, dan Suryadewa membatu.

“Ti-tidak mungkin?!" desah Deity Seal, Ancient Etherion, dan Chaerubim God, matanya membulat, dan suara mereka bertiga kehilangan keyakinannya untuk pertama kali sejak transformasi. "Artefak amplifikasi di dalam kubus penyegelan? Mus-mustahil?!"

Arjuna tidak memberi mereka waktu untuk memproses hal tersebut.

"Sky Hand Flip!"

Tubuhnya menghilang dari posisi semula, lalu muncul tepat di belakang Ancient Etherion dalam sepersekian detik. Domain 50 meter yang diamplifikasi 20 kali lipat membuat lompatan instan itu melampaui semua antisipasi yang mungkin.

"Ultra Phantom Slash!"

Satu tebasan Abyssal Fang yang diamplifikasi Imperial Magna Cyborg Armor memancarkan cahaya merah gelap yang membelah seluruh ruang kubus dalam sepersekian detik, dan ratusan ribu tebasan siluet garis-garis putih menyapu ketiga raksasa sekaligus dari segala arah.

“Aaargh! Sakit! Aaakh!” pekik mereka serentak.

Ancient Etherion, Deity Seal, dan Chaerubim God terpental ke tiga sudut kubus yang berbeda. Tubuh raksasa mereka penuh luka yang terlalu banyak untuk dihitung.

Transformasi mereka mulai memudar di tepi-tepinya.

Dragon's Hunger bekerja seketika, energi Ether dari seluruh area dalam kubus mengalir masuk ke dalam tubuh Arjuna dengan kecepatan 700 kali lipat, karena diamplifikasi 10 kali lipat oleh Kuda Sembrani.

Dua puluh persen Ether kembali dalam hitungan detik.

Wiryo bangkit dalam wujud Ancient Etherion yang sudah penuh luka, dan matanya memancar dengan kemarahan yang melampaui rasa sakit.

“Bedebah! Aargh!” geramnya dengan mata melotot dan rahang mengeras.

Arjuna sudah berdiri di depannya.

"Vital Strike!"

Abyssal Fang menembus titik vital di dada Ancient Etherion dengan presisi yang tidak bisa dihindari, lalu energi merah gelap menyembur ke dalam seluruh meridiannya sekaligus.

Venom Fang Poison mengalir bersamaan.

Ancient Etherion Wiryo membeku, dan transformasi memudar sepenuhnya. Kemudian Wiryo jatuh dengan tubuh yang tidak bergerak lagi.

Arjuna berpaling ke Deity Seal yang bangkit dengan sisa kekuatan terakhir.

"Vital Strike!"

Satu gerakan, satu titik vital, satu kepastian.

Deity Seal Suryadewa jatuh.

Chaerubim God masih berdiri, sayap Abhinata yang tersisa mengembang dengan cahaya yang sudah tidak semurni sebelumnya. mmtanya menatap Arjuna dengan tatapan yang akhirnya mengandung sesuatu yang tidak pernah dia izinkan sebelumnya.

Yaitu ketakutan, dan kekalahan telak.

"Vital Strike!"

Abhinata jatuh.

Keheningan absolut turun di dalam kubus Kuda Bajranga. Kemudian kubus segel penjara itu lenyap seketika setelah energi ether yang dipancarkan oleh ketiga sekutu cahaya lenyap.

Panel hologram melayang di hadapan Arjuna.

[Vital Strike digunakan: 3/3]

[Meridian Stress: 100%]

[Jantung ras Etherion diserap]

[Jantung ras Deity diserap]

[Jantung ras Seraphim diserap]

[Misi Sapta Dewanata: 7/7 — selesai]

[Hadiah: Artefak Sapta Dewanata sedang dimateralisasi]

[0% …100%]

[Artefak Sapta Dewanata telah ditransfer ke inventaris sistem]

Energi yang tidak pernah Arjuna rasakan sebelumnya meledak dari dalam tubuhnya, bukan dari sistem, bukan dari artefak, tapi dari sesuatu yang jauh lebih dalam dari keduanya.

Tujuh jantung dari tujuh ras berbeda berdenyut serentak di dalam aliran darahnya.

Pepohonan, dan bebatuan retak dari dalam, dan hancur menjadi serpihan kristal hitam yang berhamburan ke segala arah.

“A-apa ini?!”

Harjasa melangkah mundur satu langkah. Matanya emas murni memandang Arjuna yang berdiri di tengah kehancuran itu dengan ekspresi yang tidak pernah dia tunjukkan kepada siapapun sebelumnya.

Dyah Ayu tidak bergerak, dan matanya menatap Arjuna dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Lalu langit di atas perbatasan Prefektur Draconis retak.

Bukan retak kecil.

Retakan itu membelah seluruh langit dari ujung ke ujung seperti cermin raksasa yang baru saja dipukul dari dalam, cahaya merah gelap memancar dari setiap celah retakan itu membakar awan malam menjadi abu dalam hitungan detik.

Seluruh Benua Sangakama merasakannya sekaligus.

Di istana Prefektur Draconis, Maharaja Durgandha bangkit dari singgasananya untuk pertama kali dalam satu dekade.

Di istana Prefektur Ethereal, Kaisar Indrawarman menatap langit dengan mata putih murni yang tidak pernah berkedip.

Di perbatasan tujuh prefektur, setiap ksatria dari setiap ranah berhenti bergerak dan menatap langit yang sama.

Lalu satu per satu, tujuh entitas legendaris keluar dari retakan itu.

Legendary Awakening Silver Dragon, tubuhnya melilit seluruh retakan langit dengan sisik perak yang memancarkan cahaya bulan yang dingin.

Red Vermillion, burung raksasa dengan sayap api merah yang membakar awan di sekitarnya menjadi bara.

White Lord Tiger, harimau raksasa putih yang melangkah di atas retakan langit seperti berjalan di atas tanah yang kokoh.

Black Behemoth Tortoise, kura-kura raksasa hitam yang cangkangnya memancarkan tekanan yang membuat seluruh bumi bergetar.

Darkwing Venosnaker, ular raksasa bersayap gelap yang racunnya menetes dari langit seperti hujan yang membakar.

Archangel Qilin, makhluk suci bertubuh naga berkepala singa dengan tanduk emas yang memancarkan cahaya yang melampaui semua entitas sebelumnya.

Zapdos Tribulation, burung petir raksasa yang setiap kepakan sayapnya melepaskan kilat yang membelah retakan langit semakin lebar.

Tujuh entitas legendaris berdiri di langit yang retak di atas Benua Sangakama, menatap ke bawah ke satu titik yang sama.

Yaitu ke arah Arjuna.

1
carat28
Hai kak, boleh follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!