Bagai mimpi atau fantasi, Ariel terbangun dalam kebingungan dipagi hari setelah bus yang ia naiki terguling. Ia melihat cermin dan ternyata ia terbangun di tubuh orang lain bernama Cassandra Lilian, seorang putri tunggal dari keluarga kaya raya. Setelah akhirnya ia bisa hidup kembali setelah mengalami kematiannya yang pedih, sayangnya ia tak bisa lepas begitu saja dengan pria yang menyebabkan kehidupannya menjadi kacau,dan ia menemukan beberapa fakta yang mengejutkan setelah kehidupan barunya, hingga suatu hari ia kembali dihadapkan oleh dua pilihan, haruskah ia kembali dengan pria dari masalalunya atau haruskah ia bersama dengan cinta yang baru?
Selamat membaca.. semoga terhibur dengan cerita fantasi karya Diyah_ell 🙏❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Bangun tidur Cassy menghidupkan ponselnya.. setelah membuka pesan dari Daniel ia segera bersiap dan mendatanginya di sebuah coffee shop, ayah dan ibunya yang sedang sarapan memanggilnya namun ia hanya berpamitan dan segera meninggalkan mereka..
"Aku senang Cassy terlihat menikmati hari harinya sekarang, tapi rasanya kami menjadi jarang sekali berkumpul" ungkap Sherin kepada suaminya di meja makan.
"Bukankah putri kita sekarang sangat bersemangat menghabiskan waktu dengan teman dan pekerjaannya?" sahut Jeremy.
"Baiklah.. nanti saat dia kembali ke rumah aku akan mengajukan keluhan karena dia terlalu sibuk hingga melupakan ibunya"
"Hahahah.. kamu ada ada saja bukankah kau juga sama sibuknya sekarang?Bukankah sebentar lagi penampungan hewan terlantar milikmu akan segera dibuka?"
"Iya masih lama, baru tahap pembangunan... sebelum itu aku juga ingin menghabiskan waktu berjalan jalan di mall dengan putriku juga kannn??"
"Yaahhh... terserah kau saja laaahhh asal kau bahagia"
Cassy mulai mencari alamat yang diterima olehnya, setelah menemukannya ia masuk.. menoleh ke kanan dan ke kiri dari kursi pelanggan namun iai tak melihat Daniel..dari meja barista daniel melihatnya dan segera menghampirinya..
"Kak..aku baru melihatmu, apa kakak sudah lama??" ucapnya sembari membawakan minuman.
"Kau.. apa yang kau kenakan?" melihat ke atas dan ke bawah.
"Seperti yang kakak lihat.. ini seragam, sesuai keinginan kakak sekarang aku bekerja paruh waktu disini"
"Wahhh... kerennnnya adikku" ia refleks bertepuk tangan tanpa sadar.
"Terus.. apa kau sudah mengurus sekolahmu??" ucapnya lagi.
"Sudah dongg.. aku mendaftar disituuu" menunjuk sebuah universitas di seberang jalan.
"Bagus deh..."
"Setelah aku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan bagus aku akan ganti uang kakak"
"Terserah kau saja.. asal itu tak membebanimu" ia menyedot minumannya.
"Iyaa..aku harus lanjut kerja kak, aku cuma mau bilang itu saja agar kakak tidak menghawatirkanku"
"Baiklahh.. bekerjalah yang giat dan jangan lupa belajar juga!! Aku pergi yaa.."
"Hati hati kak.." ia tersenyum.
Syukurlah Daniel adikku satu satunya memiliki sikap yang baik, aku datangnterburu buru karena mengira ia dalam masalah..untunglah kekhawatiranku ternyata sia sia...Mumpung ini masih pagi aku akan berjalan kaki.. hmm.. hmmmm.. segarnyaa udara pagi.. gumamnya.
Cassy berjalan melewati pertokoan yang baru ia lewati.. di perjalanan ia menemukan sebuah toko roti dan bermacam macam kue ia mampir untuk mencicipi beberapa potong roti karena rasanya yang enak ia membungkus beberapa box, ia berjalan lagi menyusuri jalan.. ia membagikan roti disetiap ia berpapasan dengan orang orang dan anak anak yang terlihat kurang mampu..roti hanya tersisa satu box..hingga sampailah di gang sempit ia terus berjalan karena ia berfikir di gang gang sempit ia akan lebih mudah membagikan roti yang ia bawa.. benar perkiraannya.. tak sampai 10 menit roti sudah habis..ia telah berjalan cukup jauh hingga sampailah di persimpangan gang, ia ingin kembali namun tak mengingat jalan dengan benar.. sial aku tersesat... gumamnya sembari mengusap usap rambutnya.. sampailah ia di jalan buntu.. ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi supir ayahnya namun tiba tiba seseorang pria bertubuh besar berpakaian serba hitam merebut ponsel dan melemparnya..
"Siapa kau??!!!" ia merasa tidak enak.
"Kau sungguh menyusahkanku... aku lelah berjalan cukup jauh karenamu!!!"
"Apa yang kau inginkan?? Uang?? Aku akan memberikanya berapapun asal kau membiarkanku pergi" ucapnya panik.
"Seseorang telah memberikanku cukup banyak uang, aku tak butuh lagi uangmu"
"Si siapa yang menyuruhmu?"
"Entahlah.. yang jelas aku akan memb***hmu di tempat ini"
Cassy mencoba melarikan diri dari cegatannya namun ia tak lolos, pria itu menyudutkannya ke tembok dan mencekiknya tanpa ampun, ia kesulitan melepaskan diri, nafasnya sesak dan semakin terengah engah, ia mulai kehilangan tenaganya dan terkulai di tanah, namun pria itu tak melelpaskannya sedikitpun.. Cassy mulai pesimis tentang hidupnya.. *sangat sakit..apakah ini akhir dari kehidupan keduaku..tidak boleh!!aku tak boleh mati sia sia lagi seperti ini!!!.. *pria itu hendak mengeluarkan sebuah belati kecil dari kantong celananya..saat itu Cassy memperhatikan gerak geriknya cengkeraman pria itu sedikit merenggang karena belatinya tersangkut.. saat itulah Cassy menggigit lengannya dengan sekuat tenaga, cengeramannya pun akhirnya terlepas.. Cassy mengambil hpnya yang terlempar dan bergegas melarikan diri.. ia berlari sekuat tenaga mencari keramaian. ia membuka ponselnya yang retak, untunglah itu masih berfungsi.. iya menelepon siapapun yang terpencet olehnya.. "tolong aku *hosh hosh hosh seserang sedang mengejarku dan ingin membunuhku" * ucapnya di telepon dan segera mengakhiri panggilan, ia terus berlarihingga ia tak lagi merasakan jantungnya yang berdebar kencang, pria itu semakin mendekat mengejarnya, ia semakin mempercepat langkahnya hingga akhirnya ia sampai di pinggir jalan raya, ia merasa sedikit lega saat sebuah mobil berhenti di hadapannya yang tak lagi bertenaga, ia sedikit tersenyum melihat orang yang dikenalinya menghampirinya.. pria yang mengejarnya pun segera melarikan diri..
"Ternyata kau lagi yang tak sengaja ku panggil...terimakasih kak" ucapnya lirih sembari tersenyum saat ia mulai kehilangan kesadaran tepat saat winter menghampirinya.
"Apa yang terjadi.. Cassy!!! Buka matamu!!!!" ia memangku Cassy yang pingsan.
Winter bergegas membawanya ke rumah sakit dengan mobilnya....
Setelah dokter keluar dari ruangan UGD ia menyampaikan kepada winter bahwa cassy baik baik saja dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat, itu membuat perasaan winter sedikit lega. Tak lama dipindahkan ia segera sadarkan diri.. begitu membuka mata ia melihat Winter yang sedang menemani di sampingnya..
"Harusnya kau melepas kacamatamu seperti kemarin hehe" ucapnya lirih.
"Kau bangun?? Setelah membuka mata apa hanya itu yang ingin kau katakan, mengomentari penampilan orang yang berlari setelah kau panggil tanpa tahu apa dan dimana? "
"Hehehe.. aku belum punya tenaga untuk berdebat denganmu.. terimakasih telah berlari begitu aku memnggilmu"
"Bolehkah aku bertanya apa yang terjadi?"
"Sepertinya.. Hanya perampok hehehe, tolong rahasiakan dari orang tuaku.. hemm?? " bujuknya.
"Tapi.. kita harus lapor polisi"
"Enggak.. orangtuaku akan khawatir dan mungkin mereka akan mempekerjakan sekitar 10 bodyguard untuk menjagaku,noo!!"
Tak lama ke dua orang tua Cassy tiba di rumah sakit dengan sangat panik takut jika jantungnya putrinya kembali bermasalah dan mengancam hidupnya..
"Putriku sayang... Apa yang terjadi? apa yang luka? Apa jantungmu nyeri?" Sherin memeriksa di sana sini tubuh Cassy.
"Putrikuuui!!! "seru ayahnya khawatir.
"Aku tak apa ayah ibu tenanglah, jantungku juga baik baik saja.. begitu terasa akan pingsan aku segera menghubungi Kak Winter" ucapnya lirih.
"Untunglah.. terimakasih nak Winter sudah membawa putriku ke rumah sakit" ia menatap hangat winter.
"Ini sungguh bukan apa apa Nyonya"
"Panggil aku Ibu.. yaa?? "
"Benar nak Winter.. panggil juga saya ayah.. toh sebentar lagi kita akan jadi keluarga" ucap Jeremy..
"Ahhh.. iya tentu, Ayah.. ibuu.. " ucapnya canggung dengan pipi merona.
"Pppffftttt... "Cassy tiba tiba tertawa.
"Heii.. kau menertawakan menantu ibu??"
"Menantu katanya... ceileeeehhh hahhaa..hehehe" goda Cassy yang di sambut tawa oleh semuanya dan
wajah Winter yang semakin merah padam.
Bersambung...........