21++ Harap bijak memilih bacaan. Bukan bacaan untuk teenager, ABG, Bocil dan kawan-kawan.
Widia adalah mahasiswi tahun pertama yang mendadak harus menikah dengan pacarnya karena paksaan dari kakaknya.
Dalam perjalanan rumah tangganya, Widia dan Ivan yang tidak pernah berkonflik besar tiba-tiba berpisah. Widia menghilang meninggalkan suami dan anaknya.
Setelah beberapa waktu, Widia yang dikira telah tiada ditemukan bersama dengan laki-laki tampan lain yang memperbudaknya sebagai istri.
Bagaimana perjuangan Widia untuk lepas dari 'GENDAM' Sang Suami setelah hadirnya madu yang meracuni hidupnya?
Base on true story, Cus … dibaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 22
Dua hari bersama Erwin sudah menghilangkan semua perasaan cinta Widia pada Ivan. Dia seratus persen sudah berpaling pada pria barunya, pria yang telah kurang ajar menyentuh kedalaman basahnya lagi saat stand pameran tutup.
Mengulangi kegiatan pagi tadi dengan lebih romantis. Memberi kesan nyaman dan menyenangkan pada Widia yang sedang mabuk asmara.
"Aku antar kamu pulang ya?!" Erwin bicara seraya membantu Widia mengancingkan bajunya yang setengah terbuka.
Widia menggeleng merasa keberatan, bukan karena tak mau diantar sampai rumah tapi karena dia tak ingin pulang. "Aku …."
"Kamu sedang menyusui kan?" tanya Erwin yang membuat Widia merona sangat malu. Seperti ketahuan berbohong walaupun Widia memang tidak bercerita apapun soal statusnya.
Erwin sudah mempunyai dua putri, dia pengalaman dengan dada Widia yang besar berisi seperti milik istrinya saat anaknya masih di bawah dua tahun. Makin yakin saat menghisap puncak dada Widia dan menemukan air minum khusus bayi di sana.
Widia mengangguk lesu, "Aku sudah memberinya susu formula mulai kemarin karena akan kutinggal praktek mengajar."
"Ayo sudah sore, besok kita masih bisa bertemu lagi! Besok hari terakhir pameran, kalau kamu mau … kamu bisa datang lebih pagi seperti tadi." Erwin mengecup bibir Widia dan membelai pipinya perlahan.
Dalam diam Widia berpikir keras, dia ingin bersama Erwin tapi dia belum punya alasan yang tepat untuk pergi dari Ivan.
Cinta … akhirnya Widia menemukan kata itu sebagai alasan. Dia tak lagi cinta dengan Ivan dan sedang jatuh cinta pada Erwin.
Apapun kondisi Erwin akan diterima Widia, yang penting mereka bisa bersama itu sudah cukup membuat Widia bahagia.
Erwin membuntuti Widia di belakang, dua motor beriringan memasuki desa tempat Ivan dan anak Widia menunggu kepulangan perempuan cantik yang seharian tanpa kabar.
Mendekati tujuan, Erwin berhenti dan mengawasi Widia hingga masuk ke halaman. Dia baru beranjak pergi ketika Widia menoleh sebentar lalu masuk ke dalam rumah.
Ivan sedang menggendong anaknya sambil memberi susu saat Widia masuk rumah, “Dari mana?”
“Praktek,” sahut Widia tanpa menoleh. Dia langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri dari bau percintaan yang mungkin tertinggal di baju dan tubuhnya.
Keluar kamar Widia menyalakan ponselnya dengan gaya mengernyit kesal dan mencari charger dalam lemari, pura-pura kehabisan baterai sebelum Ivan banyak bertanya kenapa dia tidak bisa dihubungi?
Ivan mengalah dan tersenyum lembut pada istrinya yang sepertinya kelelahan, "Langsung praktek? Kok pulangnya sore banget?"
"Sekolah bubar jam dua, tadi diajak Rini makan bakso sama nemenin dia beli baju. Lupa waktu jadinya, pas pulang ban pecah … jadi nunggu antri dua orang pas nambal." Widia bahkan tidak berkedip saat berbohong. Sangat meyakinkan.
"Ya sudah istirahat, nanti malam aku pijetin." Ivan membawa bayinya keluar kamar dan meminta Mamanya untuk membuatkan bubur.
Widia yang lelah langsung tidur tanpa memperdulikan suami dan anaknya. Meski tak membenci keduanya tapi Widia juga kehilangan cinta terhadap mereka.
Malam yang dijanjikan Ivan dirasakan Widia menjadi tekanan besar, padahal Ivan hanya memijat kakinya yang kata Widia lelah karena banyak berdiri saat mengajar.
Ivan dengan sabar meladeni istrinya yang tak bicara manis padanya dari sore. Sepertinya lelah di hari pertama praktek menjadi guru membuat mood istrinya berantakan. Ivan berusaha meredakan dengan menggoda saat memijatnya.
Orang bilang hubungan hangat di ranjang ampuh untuk meredakan stress, jadi Ivan mencoba untuk membantu istrinya melepaskan beban pikiran dengan memberikan kepuasan seperti yang diinginkan Widia.
Ivan melakukan sentuhan penuh kelembutan sepanjang malam, Ivan tulus menahan has*rat brutalnya demi melihat Widia senang.
***
erwin apa khabar ya?..
smoga nasib baik berpihak padamu