NovelToon NovelToon
Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:705.9k
Nilai: 5
Nama Author: ThaRoe

Semua orang sudah tahu jika Queen mencintai Dokter Frans. Namun ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Kenyataannya Frans sudah memberikan cintanya kepada gadis lain. Wanita masa kecilnya dan juga cinta pertamanya. Berbagai cara dilakukan Queen untuk menarik perhatiannya. Hingga suatu hari temannya menjebak mereka berdua sampai mereka diharuskan menikah. Akankah Queen berhasil mendapatkan hati dan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilda

Sampai dirumah Alma mengurung diri dikamar Queen, kamar anak gadisnya kini telah kosong, sekosong hati Alma saat ini. Dia berbaring diranjang itu sambil memegangi foto Queen kecil.

"Putri kecil mommy kini telah memilih pasangan hidupnya sendiri. Semoga kamu selalu bahagia putriku" Alma memejamkan matanya sambil memeluk foto putrinya.

Axel masuk ke dalam kamar menyusul mommynya, dia pun bersandar dibahu ranjang ikut mengenang adiknya pula. Biasanya mereka selalu berkumpul dan bercerita dikamar ini, dan terkadang membuat Queen marah karena sampah makanan yang mereka buang sembarangan. Kini semua tinggal kenangan, hanya ada cerita tentang Queen, saat dia marah dan berseteru dengan kakak-kakaknya dan juga moment-moment lucu mereka. Ada 1000 lebih kisah Queen dikamar ini.

Axel membetulkan posisinya dan tidur dipangkuan mommynya sambil memegangi sebelah tangan Alma.

"Mom...adikku sudah menikah, bagaimana jika sebentar lagi aku pun akan menikah" Axel memulai percakapannya.

"Kamu boleh menikah ditahun berikutnya" ucap mommy Al.

"Memang kenapa mom jika setahun ada dua pernikahan?"tanya Axel penasaran.

"Tidak boleh kata orang tua jaman dahulu" Alma membelai rambut coklat Axel.

"Biasanya salah satu dari mereka akan ada yang kalah pernikahannya Xel"

Axel kaget dan langsung duduk disebelah mommynya.

"Itu hoax mom...jangan percaya itu hanya mitos saja. Mommy tidak boleh percaya hal-hal seperti itu, aku yakin alasan mereka berkata seperti itu pasti karena biaya pernikahan yang besar, jika mereka berdua menikah ditahun yang sama"

"Jangan suka meremehkan nasihat orang tua Axel. Walaupun kita tinggal dijaman modern tetapi mommy masih memegang omongan orang tua, terkadang omongan orang tua banyak benarnya Xel" Alma melirik ke arah Axel tampak anaknya sedang termenung.

"Baiklah,bagaimana jika yang satu lagi hanya menikah siri, apakah itu termasuk mom?"

"Intinya kan sama saja Xel, melakukan pernikahan di tahun yang sama" Alma berkata dengan lembut.

"Ada apa Xel?seperti ada yang mengganjal dihatimu"

Axel menggelengkan kepalanya, "tidak ada apa-apa mom, tapi aku tidak percaya mitos-mitos seperti itu. Jika aku menemukan jodoh ditahun yang sama maka aku tetap akan melakukan pernikahan itu, sudahlah aku akan kembali ke kamarku, aku ingin tidur mom" Axel bangkit dan mencium kening ibunya.."cup..cup"

"Axel...Axel"panggil mommynya namun Axel hanya melambaikan tangannya saja.

"Pasti ada sesuatu dengannya" guman Alma, Alma nampak sedang berfikir.

"Apakah...apakah dia menjalin hubungan dengan Hilda?tapi kenapa dia tidak pernah bercerita kepadaku?jika mereka memang saling mencintai aku akan merestui mereka tetapi tidak akan mengijinkan mereka menikah secepatnya. Aku harus mencari tahu tentang mereka" Alma berkata dalam hati.

Sepuluh menit kemudian Daniel masuk kedalam kamar Queen dan langsung menggendong istrinya membawanya pindah ke kamar mereka. Alma mengalungkan tangannya ke leher suaminya, percuma membantah Daniel, karena dia akan tetap memaksa istrinya tidur di dalam kamarnya dan tidak membolehkan Alma tidur di kamar Queen.

Sementara Axel nampak sangat gelisah semenjak mendengar perkataan mommynya.

"Salah satu pernikahan kalian pasti ada yang gagal" kata-kata itu begitu lekat di telinganya. Dia tidak ingin pernikahan adiknya akan gagal apalagi pernikahan dirinya. Andai saja Hilda tidak hamil dan tidak akan mengakhiri hidupnya tentu saja dia tidak akan menikahi Hilda secepat ini. Cinta Axel begitu buta dengan Hilda, apapun akan dia lakukan untuk membahagiakannya.

"Perut Hilda lama-lama akan membesar, kasihan anaknya. Aku siap memberikan namaku untuknya apapun yang terjadi. Setelah anak itu lahir aku akan mengadakan resepsi yang besar-besaran" begitu pikir Axel.

"Aku tidak percaya mitos yang mommy katakan" Axel merebahkan kepalanya dan mengganjalnya dengan sebelah tangannya.

"Hah...aku akan punya anak juga sebentar lagi...walaupun...walaupun" dia tidak melanjutkan kata-katanya.

"Kenapa aku membayangkan anak kecil itu, dia sangat lucu dan imut..hmmm...siapa tadi namanya? langit..ah ya..sky namanya. Kelak aku pun akan punya anak selucu itu" Axel senyum sendiri membayangkan wajah imut Sky namun tiba-tiba dia menghentikan lamunannya saat wajah Tio melintas.

"Astaga...wajah anak itu pastilah berwajah oriental mana mungkin berwajah sepertiku?apapun yang terjadi aku akan tetap menyayanginya" itu keputusan akhir Axel.

"Ddrrtt..ddrrttt" Axel segera meraih ponselnya yang berada diatas nakas dan menggeser tombol hijaunya.

"Iya sayang...ada apa?"

"Xel...aku di apartemen sendirian, aku tidak bisa tidur, karena terbayang wajah mommy tadi. Aku takut jika mereka tidak menyetujui pernikahan kita. Terlebih lagi jika mereka mengetahui aku sedang mengandung tetapi bukan anakmu. Aku takut Xel...sepertinya aku ingin mati saja..huhuhu"Hilda tidak melanjutkan kata-katanya hanya isak tangisnya saja yang terdengar.

"Ssstt...tenanglah sayang, abaikan mereka yang terpenting aku selalu bersamamu. Aku akan menyusulmu kesana, ingat aku akan selalu ada dipihakmu. Aku benar-benar mencintaimu Hilda, apapun akan aku lakukan, kamu hanya cukup dengarkan aku saja oke? tunggu aku, aku akan segera kesana i love you" -klik- Axel segera menutup ponselnya. Dia bangkit dan langsung mengganti pakaiannya, kemudian dia menyambar jaket hitamnya dan mengambil kunci mobil dilaci nakasnya. Dia segera berbegas keluar dari kamar dan langsung pergi mengendarai mobilnya menuju apartemennya.

Sepanjang perjalanan pikiran Axel tak bisa lepas dari Hilda, apa mungkin begini menghadapi wanita yang sedang hamil muda? entahlah yang jelas ini adalah kesempatan untuknya membuktikan rasa cinta dan sayangnya kepada wanita idamannya.

'ting tong...ting tong' Hilda segera bergegas membukakan pintu untuk Axel. Begitu pintu terbuka Axel langsung memeluk istrinya.

"Ada apa sayang?malam-malam memanggilku?" Axel langsung menggendong Hilda ke dalam kamarnya.

"Aku...aku bosan sendiri disini Xel, aku butuh teman gak bisa hidup sendirian" Hilda duduk dipembaringan dan Axel menyelimuti kakinya hingga sebatas pahanya.

Axel duduk disampingnya dan menggenggam tangan istri sirinya.

"Sayang, secepatnya aku akan meresmikan pernikahan kita. Dengan ataupun tanpa restu kedua orang tuaku..cup" Axel mencium tangan bening istrinya dan menarik tubuhnya ke dadanya.

"Tidurlah...aku akan menemanimu disini, aku akan menjagamu disini" Axel membelai-belai rambut istrinya dan menciuminya.

"Sayang...kenapa kamu bisa sampai begini?"tanya Axel lembut.

"Bukankah sudah aku katakan padamu Xel, aku diperkosa olehnya saat kami dirumah. Saat itu rumahku sepi, ibuku sedang pergi mengaji entah setan apa yang lewat, dia berhasil memperkosaku saat itu. Sejak saat itu kami sering melakukannya tetapi sekarang dia malah mengulur-ulur waktu untuk menikahiku" Hilda terisak-isak sambil memeluk tubuh Axel.

"Kenapa kamu mau saja jika diajak main olehnya?"

"Aku takut Xel...dia mengancamku tidak akan menikahiku, aku takut hamil tanpa suami.Aku putus asa dan ingin mengakhiri hidupku. Andai saja malam itu kamu tidak menemukanku, mungkin aku hanya tinggal nama Xel" Hilda berkata dengan lirih.

"Malam setelah kejadian Queen itu?"tanya Axel dan Hilda mengangguk.

"Sudahlah jangan dibahas lagi jika itu menyakitimu. Aku akan menyusun pernikahan kita beri aku waktu seminggu lagi dan kupastikan kita akan menikah secara sah dimata hukum"

"Berjanjilah padaku Xel jika kamu tidak akan meninggalkanku" Hilda menengadahkan wajahnya.

"Cup..cup" Axel mencium bibir ranum Hilda.

"Tidak akan...kamu tahukan betapa aku amat sangat mencintaimu, apapun keadaan dirimu aku tetap akan menerimamu termasuk anakmu"Axel menjawab dengan tegas.

"Apakah malam ini kamu mau aku layani Xel?" Hilda meraba-raba perut dan dada Axel.

"Tidak sayang...tidurlah, aku akan menemanimu disini" Axel langsung memeluk Hilda dan membiarkan tubuhnya dipeluk olehnya.

Malam ini Hilda bisa tidur dengan nyenyak saat Axel berada disampingnya. Axel sedang memikirkan cara menghadapi orang tuanya nanti. Dia sudah bertekad tetap akan menikahi Hilda apapun yang terjadi.

******

Met siang genk kesayangan, ada yang kesel gak baca novel ini?apa! gak kesel? waduh ternyata aku harus lebih menyiksa mereka lagi😂😂😂 happy reading genks.

1
✨ᥣᥱs𝗍ᥲshin✨
kapan dilanjut lagi kak taroe?
Farida Wati
lanjutnya mana kk
Farida Wati
kapan lanjutannya tor
Nay Suid
ini sudah mau habis 2024nya, lanjutannya manaa?
Iyat Hayati
lanjut tor
Ayu Roesly
kerjaan hilda gak nih
Ayu Roesly
minta tolong sm dady mu xel...cari tau ttg linda sky dan hilda...
Ayu Roesly
karma nya axel /Smug/
Ayu Roesly
hilda jd org serakah
Ayu Roesly
baby sky anak sah axel haiii lindaaa...lu gak ada apa2nyaaaa
Ayu Roesly
sekwilda (sekitar wilayah dada) kwkwkwkwkwk...
Ayu Roesly
pasti kerjaan si fitri
Ayu Roesly
hilda dah gak kerja lagi krn hamil...jdnya jiwa matre nya mulai keluar...pengen suami kahyaaa
Ayu Roesly
Luar biasa
fpLsVyy
udah 11 bulan aja nih saya nunggu ceritanya 🥱🥱🥱🥱😭🤣😂
Farida Wati
lanjut kk
Siswanti Ningsih
kok lama up nya Thor
Yuliana Wahyuning Arum
penasaran kisah cinta axel. ziel jarang muncul
Fad Fathoni
queen emang musti di jedotin dulu keplanya biar waras 😂
Fad Fathoni
axel emang hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!