NovelToon NovelToon
Endless

Endless

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Marisa Canon

Andrea Pricillia, gadis berusia 22 tahun. Dia di tipu oleh kekasihnya sendiri dan terjebak dengan sejumlah hutang yang sama sekali tidak dia lakukan. Untuk bisa melunasi semua hitang itu, Andrea harus menjadi pelayan dan mengabdikan diri pada pria yang menjadi tuannya.

Malvin, pria yang di juluki dewa kematian itu adalah pimpinan klan paleng berbahaya di Italia.
Dengan dendam masa lalu, hatinya hanya di isi dengan kekejaman dan penyiksaan.

Sayangnya, wanita yang dia pikir adalah penyebab kematian adiknya malah membuat dia jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22.

Sella yang sudah tidak bisa kembali menghubungi Arsula merasa khawatir jika sesuatu terjadi. "Apa aku harus ke sana? Tapi bagaimana dengan pekerjaanku." Dia merasa khawatir karena Arsula tidak membalas pesannya atau mengangkat telponnya. Pasalnya dia harus melaporkan apa yang dia lihat semalam kepada Arsula. Dengan itu, Andrea akan segera di usir dan majikannya itu akan kembali berkuasa.

Pelayan itu tampak bingung sejenak, hingga akhirnya dia memutuskan untuk tetap tenang dan menunggu kedatangan Arsula. "Semoga saja Nona tidak melakukan hal aneh, dan segera datang kemari. Aku penasaran, apa yang akan dia lakukan pada wanita *-***** itu." Sella tertawa bahagia mengingat wajah kesakitan dari Andrea.

"Apa kau baik-baik saja Sella? Ku perhatikan, dari tadi kau tersenyum saat menatap ku."

"Tentu saja, aku selalu merasa baik-baik saja."

Sella mendekat ke arah Andrea, menikmati sarapannya dengan senyum yang tidak pudar. "Apa tidur malam-mu nyenyak Andrea?" Nada suara Sella terdengar mengejek mulai memancing keadaan untuk tidak ada yang merasa curiga.

Andrea yang kaget dengan pertanyaan Sella menatap dengan wajah aneh ke arah Garilla. Namun, Garilla membalas dengan mengangkat bahunya. Dia pun tidak mengerti dengan tingkah wanita iblis itu. Kadang-kadang Sella selalu melakukan hal yang baik. Namun, kadang-kadang dia terlihat seperti iblis dama seprti majukannya yang juga iblis.

"Yah, tentu saja," jawab Andrea mencoba berdamai dengan tinggkah Sella yang manis.

Di waktu yang sama Sella kembali melebarkan senyumannya. Suara bising itu mulai menggema lagi. Dia segera menjauh dari Andrea dan mendekat ke arah pemilik suara itu. "Signora, aku pikir anda tidak akan datang hari ini."

Garilla yang merasa aneh, segera berlari kecil mendekati Andrea saat jarak Sella sudah sedikit menjauh. "Apa kau tidak merasa dia sedikit aneh."

"Entahlah, Garilla, aku tidak bisa menebak Sella. Dia selalu memberikan kejutan di tiap tingkahnya."

"Kau harus hati-hati de--" Ucapan Garilla terhenti saat langkah kaki dengan heels itu mulai mendekati keduanya. "Akhir-akhir ini dia sangat rajin untuk berkunjung."

Andrea terkekeh dia memutar badan hendak pergi, tidak ingin lagi mendapatkan masalah. Seluruh badannya masih terasa ngilu dan menggigil. Apalagi jika melihat Andrea, Arsula selalu saja mencari masalah dengannya. Andrea berharap kedatangannya kali ini tidak ada hubungannya dengan dia.

"Hei, perempuan penggoda!"

Dan benar saja, seperti dugaannya. Arsula memang selalu melirik ke arahnya, dan entah kali ini masalah apalagi. Langka Andrea terhenti, dia menoleh dengan tersenyum, yang mana semakin membuat darah Arsula mendidih. Andrea tidak langsung menjawab, perempuan itu menengok ke kiri dan ke kanan pura-pura mencari siapa yang Arsula maksud. Padahal dia tahu jelas panggilan itu tertuju padanya. Tanpa Andrea duga, Arsula berjalan ke arahnya, dengan cepat menarik dagu wanita itu dan mengeratkan cengkeramannya di sana.

"Aku memanggil mu, wanita sialan!"

"Anda memanggilku Signora."

"Ikut denganku?"

"Setelah aku menghabiskan sarapanku ini," jawab Andrea santai.

"Apa kau tuli, Nona Arsula memberimu perintah untuk mengikutinya Andrea?" Sella dengan cepat menyelah.

"Tapi aku sedang sarapan Sella, aku akan menyelesaikan ini lalu mengikutinya."

Sella memutar kedua bola matanya. Dia tahu wanita ini sedang membangun benteng perlawanan. "Dasar pembangkang, majukanmu sedang memanggilmu dan kau malah asik dengan sarapanmu. Apa kau ingin di siksa."

1
Marcella Lantang
happy ending...
Marcella Lantang
senangnya..mereka akhirnya bersatu
Marcella Lantang
Sedih ya Andrea harus pergi padahal dia sdh membuka hatinya utk Malvin.
Marcella Lantang
Malvin jahat banget sih...
Marcella Lantang
jahat banget ya si Malvin ini. tega sekali banting2 badannya Andrea
Marcella Lantang
waduhhh jangan2 perempuan yg Andrea bicarakan si Arsula....
Marcella Lantang
jahat ya Arsula itu. sebagai perempuan kayaq tdk punya hati👊👊👊
Marcella Lantang
ha...ha...ha...Arsula cemburu nich yè dgn Andrea. merasa Andrea sbg ancaman utk hubungannya dgn Malvin ya...🙈🙈🙈
Marcella Lantang
Andrea...kasihan ya. masa depannya hancur di usia mudanya.
Syafrida Yani
zigo
Dyah Oktina
hah... semester k 3 berarti dah 7bln an thor... wah dah besar dong...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂.. iya lari sana...
Dyah Oktina
eh...dasar sepupu gemblong... minta d tembak ya
Dyah Oktina
Luar biasa
irda sembiring
singgah...aku
Adeena clarissa
Kecewa
Marisa Canon: kenapa?
total 1 replies
ACIMAKALA
bener" greget🥹😍😍😍
ACIMAKALA
wah wah😍😍😍
ACIMAKALA
ayii
ACIMAKALA
arsulaaa ulat keket eee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!